November 24, 2020

DAMPAK MEDIS SHALAT TAHAJJUD

Home Forums Iseng dalam keluhuran DAMPAK MEDIS SHALAT TAHAJJUD

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • Author
    Posts
  • #76872774
    admin
    Keymaster

    \"DAMPAK MEDIS SHALAT TAHAJJUD\"
    >
    > Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat
    > seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam)
    > terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat
    > penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil
    > penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah
    > satu shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari
    > serangan infeksi dan penyakit kanker.
    >
    > Tidak percaya? Cobalah Anda rajin-rajin sholat
    > tahajjud. \"Jika anda melakukannya secara rutin, benar,
    > khusuk, dan ikhlas, niscaya Anda terbebas dari infeksi
    > dan kanker\". Ucap Sholeh. Ayah dua anak itu
    > bukan\’tukang obat\’ jalanan. Dia melontarkan
    > pernyataanya itu dalam desertasinya yang berjudul
    > \’Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan
    > Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu
    > Pendekatan Psiko-neuroimunologi\" Dengan desertasi itu,
    > Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang
    > ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana
    > Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa
    > pekan lalu.
    >
    > Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya
    > merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah.
    > Padahal jika dilakukan
    > secara kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan
    > ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons
    > ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada
    > imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa
    > persepsi dan motivasi positif, serta dapat
    > mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi
    > masalah yang dihadapi (coping).
    >
    > Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan
    > sekedar menggugurkan status sholat yang muakkadah
    > (Sunah mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada
    > sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan,
    > kekhusukan, dan keikhlasan.
    > Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas
    > ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya
    > soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi
    > kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai
    > misteri,dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui
    > sekresi hormon kortisol. Parameternya, lanjut Sholeh,
    > bisa diukur dengan kondisi tubuh.
    > Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada
    > pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang
    > pada malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya
    > antara 69-345 nmol/liter. \"Kalau jumlah hormon
    > kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu
    > tidak ikhlas karena tertekan.
    > Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan
    > temuannya ini yang membantah paradigma lama yang
    > menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma
    > atau doktrin.
    >
    > Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu
    > penelitian terhadap 41 responden sisa SMU Luqman Hakim
    > Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya.Dari 41 siswa
    > itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan
    > sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji
    > lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud
    > selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-3:30!
    > sebanyak 11* rakaat, masing masing dua rakaat empat
    > kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon
    > kortisol mereka diukur di tiga
    > laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan
    > Klinika).
    > Hasilnya,ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang
    > yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda dengan
    > orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang
    > rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh
    > dan kemampuanindividual untuk
    > menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan
    > stabil. \"Jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah,
    > juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang
    > dapat mempengaruhi kontrol kognisi.
    >
    > Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi
    > positif dan coping yang efectif, emosi yang positif
    > dapat menghindarkan seseorang dari stress,\"Nah,
    > menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan
    > sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan
    > sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan
    > disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa,
    > seseorang akan memiliki respons iman yang baik, yang
    > kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi
    > dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis
    > menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti
    > itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.
    >
    > Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak
    > mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat,
    > nikmat,anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya.
    > Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal
    > kita???????
    >
    > Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam
    > karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam
    > penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan
    > tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal
    > fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah
    > memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam
    > dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik
    > yang bernama \"Pengobatan Melalui Al Qur\’an\" Kajian
    > pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan
    > yang digunakan seperti yang terdapat
    > didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam
    > (Jadam) dan sebagainya.
    >
    > Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk
    > Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu
    > kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat
    > saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh
    > darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan
    > darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih
    > normal. Setelah membuat kajian yang memakan waktu
    > akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan
    > memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan
    > ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika
    > sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa
    > saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki
    > bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang 5
    > waktu yang diwajibkan oleh Islam.
    >
    > Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang
    > siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak
    > dapat menerima darah yang secukupn! ya untuk
    > berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian
    > manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama
    > Islam \"sepenuhnya\" karena sifat fitrah kejadiannya
    > memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya
    > yang
    > indah ini.
    >
    > Kesimpulannya: Makhluk Allah yang bergelar manusia
    > yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama
    > Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal
    > tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka
    > akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan
    > secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini
    > kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan
    > hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya
    > walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan
    > dilakukan tersebut adalah tidak
    > sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa
    > untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka
    > tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala
    > sosial masyarakat saat ini.

    #76872808

    Waalaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh.

    Alhamdulillah wa sallallaahu \’alaa sayyinaa Muhammad wa \’alaa aalihii wa sahbihii wa sallam.

    Terima kasih atas makalah yang di muat, jazaakumullaah khaiir.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • The forum ‘Iseng dalam keluhuran’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru