December 2, 2020

Habib Kapan Dakwah Petukangan

Home Forums Forum Masalah Tauhid Habib Kapan Dakwah Petukangan

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • Author
    Posts
  • #83886537
    Muhammad Syamsuddin
    Participant

    Assalamu `alaikum Yaa Habibi..

    Habib kondisi Masjid-masjid dan Mushalla di Petukangan Utara Jakarta Selatan hampir semuanya kini telah diambil oleh orang-orang salafy wahabi, padahal mereka didalam Masjid hanya segelintir orang saja, Ana sudah bicarakan dengan Habib Ahmad bin Novel bin Jindan dan beliau Insya Allah akan memfokuskan program dakwah didaerah Petukangan Utara, Habib Ahmad bin Jindan sudah menargetkan bahwa dalam waktu satu tahun, Masjid-masjid Ahlussunnah harus sudah kembali ketangan orang-orang Ahlussunnah wal Jama`ah.

    Begitupun dengan KH.Ahmad Nawawi Pondok Pesantren Al-Musyaroffah beliau mendukung didalam pengambil alihan masjid-masjid yang kini telah dikuasai mereka

    hal ini pun telah kami laporkan kepada Lurah setempat dan Alhamdulillah seluruh jajaran kelurahan mendukung penuh didalam gerakan pengambil alihan masjid-masjid yang kini telah berada ditangan salafy wahabi.

    Habib mereka dengan terang-terangan menolak maulid Nabi Saw, namun mereka juga mengelak jika disebut wahabi, orang-orang mereka ini biasanya pandai bicara didalam menyembunyikan keyakinannya.

    Habib kapan berdakwah di Petukangan? bukankah Petukangan itu dekat dengan rumah Habibi…

    Habib jika mereka sudah menguasai seluruhnya niscaya sudah tidak ada lagi diantara keturunan kami yang berakidahkan Ahlussunnah wal Jama`ah, karena sudah dianggap sesat oleh salafy wahabi ini.

    AWAS SALAFY WAHABI MENGAFIRKAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA`AH
    D A K W A H A H L U S S U N N A H
    D I U SI R D A N D I A N G G A P S E SAT…!
    20 Oktober 2007

    Dakwah yang dihadapi oleh da`i-dai Ahlussunnah Wal Jama`ah di Jakarta kini sungguh memprihatinkan, begitulah yang telah terjadi wilayah Rw.09 Petukangan Utara jakarta Selatan, dakwah Masjid yang selalu diisi oleh Ulama-ulama serta guru-guru Ahlussunnah Wal Jama`ah mereka hentikan lalu di ambil alih, karena memang ketidaksamaan paham antara ketua Masjid yang baru. yang notabene nya adalah ajaran salafy wahabi dan merupakan eks dari LDII, memang sangat tidak sepaham dengan guru-guru Ahlussunnah wal Jama`ah. Hal ini terjadi di Masjid An-Nuur RW. 09 wilayah Petukangan Utara Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    Seorang pendatang yang merupakan corong dari bibit-bibit wahabi diwilayah Rw. 09 serta merupakan eks dari aliran sesat di Indonesia yakni LDII atau Islam Jama`ah yang sudah terbiasa mengafirkan orang Islam diluar kelompoknya dan kini berpahamkan salafy wahabi. Setelah kedatangan orang ini di wilayah Petukangan Utara RW.09, maka didalam masjid pun penuh dengan pergolakan-pergolakan pemikiran serta selalu terjadi koflik-konflik di dalam Masjid, orang ini selalu menghasut seluruh jama`ah Masjid dan orang-orang disekitar Masjid tersebut mengenai ajaran-ajaran guru-guru Ahlussunnah wal Jama`ah, dengan mengatakan bahwa apa yang diajarkan oleh Habib dengan kitab-kitabnya tersebut adalah ajaran sesat dan tidak ada dalilnya didalam Al-Qur`an.

    Orang pendatang ini datang kemasjid layaknya jama`ah umum biasa, ia ikut memakmurkan Masjid dan mengikuti amalan-amalan Ahlussunnah wal Jama`ah seperti ikut menghadiri didalam Tahlilan, Pembacaan Yaasin dan amalan-amalan Ahlussunnah lainnya. Ia pernah mengatakan bahwa kita tidak akan bisa merubah sebuah kebiasaan (Tahlil, Yasinan dan Maulid Nabi Saw) selain kita harus mengikuti kebiasaan mereka lalu kita pun merubah pemikiran mereka barulah kita bisa merubahnya. Jadi orang ini ikut menghadiri Pembacaan Yaasin, Tahlilian dan Maulid Nabi Saw hanya merupakan topeng agar masyarakat awam tidak mengetahui tentang maksud-maksud dan keinginannya.

    Setelah terjadi pengunduran diri ketua Masjid sebelumnya ia pun berpesan kepada jama`ah agar menjaga kedua majelis ta`lim yang sudah berjalan sejak lama di Masjid An-Nuur tersebut, karena ketua Masjid sebelumnya sudah mengetahui akan adanya ajaran-ajaran yang membeci dakwah-dakwah Ahlussunnah wal Jama`ah, namun bertentangan pada kenyataannya. Orang yang berpahamkan salafy wahabi atau eks LDII ini akhirnya ia pun diangkat sebagai ketua Masjid, karena dianggap ia banyak bicara tentang agama dan keawaman massyarakat disekitarnya, karena mengira orang ini berpahamkan Ahlussunnah padahal orang ini adalah eks LDII atau kini telah menjadi Wahabi. Dan mengaku sudah keluar dari aliran sesat LDII tersebut, padahal ia hanyalah seorang pendatang dan tempat tinggalnya pun hanya mengontrak sebuah rumah bukan pemukim tetap namun tetap saja karena kelicikannya ia dapat maju menjadi ketua Masjid diwilayah tersebut.

    Dan setelah ia menjadi ketua Masjid maka diberhentikan kedua ta`lim yang yang mengajarkan Ahlussunah wal Jama`ah yang bertentangan dengan ajaran salafy wahabinya, Ta`lim yang biasa diasuh oleh guru-guru Ahlussunnah ini dia hentikan karena bertentangan dengan ajaran salafy wahabinya. Sebut saja beliau adalah Al-Habib Abdullah bin Muhammad bin Ahmad bin Husein bin Thalib Alatas, salah seorang cucu dari Shahibul Haul Pekalongan Al-Habib Ahmad bin Tholib Alatas. Beliau mengajar di Masjid tersebut Kitab Fiqih Ahlussunnah Wal Jama`ah yaitu kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi r.a dan Kifayatul Akhyar. Ketua Masjid yang baru tersebut selalu menentang apa yang diajarkan oleh beliau, Hujatan, makian dan cibiran sinis serta kebencian dari orang ini yakni yang berpaham salafy wahabi sudah menjadi makanan sehari-hari.

    Habib Abdullah Alatas ini dahulu di Masjid tersebut mengajar sekaligus sebagai Khatib dan Imam pada Shalat Jum`at di Masjid tersebut, namun anehnya pada saat pembuatan jadwal pada tahun terakhir sebelum pemberhentian majelis ta`lim dimasjid tersebut, nama Al-Habib Abdullah Alatas ini sudah tidak tercantum lagi di Masjid An-Nuur tersebut dengan dalih bahwa Khatib dan Imam Jum`at tidak diperkenankan dari luar wilayah Petukangan dan hanya Ustadz-ustadz dari wilayah Petukangan saja, padahal hal tersebut memang sudah menjadi keinginannya untuk memberhentikan habib ini dari Masjid yang kini ia pimpin tersebut, karena dianggap guru-guru yang mengajar di Masjid tersebut sebagai penghalang ajaran-ajaran pemahaman LDII atau salafy wahabi pada masa kini. Habib Abdullah Alatas mengajar di Masjid ini kurang lebih enam atau tujuh tahun jauh sebelum kedatangan orang tersebut yang berpahamkan salafy wahabi ini, namun setelah kedatangannya didalam Masjid tersebut selalu terjadi konflik karena banyak perbedaan pemahaman yang sangat mencolok.

    Begitupun dengan Al-Ustadz Hambali Aselih S.Ag yang juga mengajar di Masjid An-Nuur tersebut dan merupakan salah seorang murid dari Ulama besar Jakarta yakni Almagfurllah Al-Mu`allim K.H. Muhammad Syafi`I Hadzami. Al-Ustadz Hambali Aselih S.Ag sendiri di Masjid tersebut mengajarkan kitab An-Nasiidhud Ad-Dinniyyah karya Asy-Syaikh As-Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad Shahibur Ratib. Karena penghentian majelis yang dilakukan oleh ketua Masjid yang baru yang merupakan eks LDII atau kini menjadi salafy wahabi, akhirnya ta`lim pun kami pindahkan dari rumah kerumah jama`ah Majelis. Namun tidak hanya sampai disitu, Label sesat yang dialamatkan kepada orang-orang yang mengikuti ta`lim kedua guru-guru Ahlussunnah ini mereka cap sesat, pemuda-pemuda yang ikut mengaji didalamnya akan dilarang oleh orang tuanya, karena Label sesat majelis kami oleh orang yan berpahamkan salafy wahabi ini.ketika kami mengadakan majelis diluar wilayah tersebut, mereka tetap saja menebarkan fitnah bahwa majelis ta`lim yang dipimpin oleh guru-guru Ahlussunnah wal Jama`ah tersebut adalah majelis-majelisnya orang-orang sesat, dan fitnah tersebut bersumber dari eks LDII ini atau wahabi . Orang ini tidak akan segan segan mencibir sinis kepada kami yang selalu istiqamah mengamalkan amalan-amalan Ahlussunnah wal Jama`ah seperti pada saat majelis membaca Maulid Nabi Saw Orang ini menghina dan mencela, ketika majelis membaca Shalawat Nabi Saw orang ini menghina dan mencela, mendawamkan dzikir orang ini menghina dan mencela, membaca kitab-kitab Ulama orang ini menghina dan mencela, serta dalam pandangan mereka kami adalah orang-orang yang sesat dan menyesatkan, hanya kami mencintai Ulama-ulama Ahlussunnah dan mendawamkan amalan-amalan Ahlussunnah wal Jama`ah.

    Setelah orang ini berhasil menguasai dan mengambil alih Masjid, maka mulailah ketua Masjid ini mengajar Al-Qur`an dengan terjemahnya seperti metode salafy wahabi, ia membacakan Al-Qur`an terjemah lalu menafsirkan sesuai pemahamannya yang dahulu pernah diajarkan di LDII dan buku-buku wahabinya, kepada orang-orang yang memang sangat awam terhadap agama hingga akhirnya terpengaruh.
    Orang eks LDII atau wahabi ini mengatakan bahwa syafa`at Nabi Muhammad Shalallahu `alaihi wassallam tidak ada, padahal hal itu terdapat didalam hadits-hadit shahih. Dalam Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan Sunan At-Tirmidzi diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Setiap Nabi memiliki do`a Mustajab (Diterima). Setiap Nabi telah melakukan do`anya itu didunia, sedangkan aku menyimpan doaku sebagai syafa`at bagi umatku dihari kiamat. Syafaat itu Insya Allah akan diperoleh oleh siapa saja diantara umatku yang mati dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Dengan demikian Ulama terdahulu telah memfatwatkan kafir terhadap orang-orang yang mengingkari hadits-hadts Nabi Saw dan menyebutnya dengan kelompok ingkar Sunnah.

    Ketika kami dahulu ingin mengadakan Maulid Nabi Saw disertai dengan santunan anak-anak yatim tahunan, Lalu orang ini mengatakan bahwa “saya lebih baik memberikan Santunan anak-anak yatim daripada membuat Maulid Nabi Muhammad Saw, dan mengatakan bahwa maulid Nabi Saw bagi tidak ada manfaatnya bagi umat” hingga ia pernah mempertentangkan tentang shalawat Nabi Muhammad Saw, jadi menurut orang ini selain dari \"Allahumma Shalli ala Muhammad wa ali Muhammad\" (tanpa menyebut kata “Sayyidina”) semuanya bukan shalawat dan hanya syair-syair bid`ah saja.

    Dan mengatakan Nabi Isa as tidak akan turun lagi karena ia membaca Al-Qur`an bahwa ia sudah diwafatkan dan tidak akan pernah turun lagi padahal sudah diterangkan oleh guru kita namun orang ini tetap bersikeras bahwa Nabi Isa As tidak akan turun lagi dan tentu saja bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jama`ah, lalu Mengusap wajah setelah selesai sholat baginya bukan merupakan sunnah Nabi Saw, orang ini mengatakan yang terbiasa melakukan hal itu hanyalah para habib-habib saja (bid`ah maksudnya) karena menurutnya pada zaman Nabi Muhammad Saw , Nabi Saw melakukan sholat dengan tidak beralaskan tikar dan penuh dengan pasir oleh sebab itu Nabi Muhammad Saw menyapu mukannya ketika selesai shalat, lalu ia mengatakan lagi bahwa yang diharamkan dari binatang Anjing hanya Liurnya saja sedangkan dagingnya tidak diharamkan, sedangkan itu sangat bertentangan dengan mazhab Syafi`I yang mengharamkan keseluruhannya, serta menghujat para wali dan Habaib sudah menjadi kebiasaan sehari-harinya, ketika menyebut kata wali, orang ini mengatakan kita semua juga wali katanya, wali murid..! sambil merendahkan. Bahkan ia pernah menafsirkan tentang surat Al-Baqarah ayat 62:

    [i]Sesungguhnya orang-orang Mu`min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nashrani dan orang-orang Shabi`in, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal Shalih, mereka menerima pahala dari Allah, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka , dan tidak pula mereka bersedih hati.[/i] (Q.S. Al-Baqarah : 62).
    Menurut orang ini bahwa , orang Yahudi, orang Nashrani dan orang-orang Shabi`in (orang-orang penyembah matahari) pada masa kini, siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari kemudian walaupun ia tidak beragama Islam ia tetap mendapatkan pahala dari Allah, (sama seperti JIL = Jaringan Islam Liberal yang menyatakan bahwa semua agama adalah benar) hal inilah yang menyebabkan ia mengatakan bahwa boleh mengucapkan selamat natal kepada orang-orang Nashrani selama ia tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, dan hanya merayakannya saja meyambut kelahiran Nabi Isa as, tentu saja seorang anak kecil pun akan tertawa mendengarnya, karena kita tidak akan menemukan didunia ini orang-orang yang beragama Nashrani hanya mengakui Yesus sebagai Nabi bukan sebagai Tuhan, jika umat Nashrani mengakui Yesus adalah hanya seorang Nabi tentu orang itu sudah mengucapkan syahadat dan Nabi pun sudah bersabda bahwa sudah tak ada lagi ahli kitab dan yang ada hanyalah orang-orang beriman dan orang-orang kafir.

    Padahal Allah Swt berfirman pada ayat yang lain yaitu:
    [i]“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akherat termasuk orang-orang yang merugi.”[/i] (Q.S. Al-Imran :85)

    Dan ia pernah mengatakan juga bahwa pada waktu Hujan besar, seharusnya Azan didalam shalat tidak dibacakan “Hayya `alas Shollaah” Marilah kita sholat karena menurutnya jika terjadi hujan besar kita menggunakan lafadz Hayya `alas Shollaah” Marilah kita sholat, tentu menurutnya akan memberatkan orang-orang yang pergi kemasjid, dan ia berdalih bahwa ia pernah membaca Hadist Nabi dan demikian yang benar menurutnya.

    Lalu orang ini berkata layaknya seperti Syaikh Wahabi mereka yakni Al-Bani yang banyak mendha`ifkan hadits-hadits Nabi Saw, orang ini mengatakan bahwa hadits-hadits tentang Isra` Mi`raj adalah hadits Isra`illiyat (Yahudi) karena menurutnya didalamnya Nabi Musa as memerintahkan kepada Nabi Muhammad Saw untuk berkali-kali naik dan turun menghadap Allah Swt untuk mengurangi shalat menjadi 5 waktu, padahal hadits-hadits ini tercantum di dalam hadits Bukhari dan Muslim.

    Ketika kita mendengarkan ajaran-ajaran orang ini, kita pasti akan menggelengkan kepala, karena apa, orang ini telah mencampur adukan antara kumpulan ajaran-ajaran sesat menjadi satu kumpulan, bahkan mungkin menjadi sebuah ajaran baru, mungkin karena orang ini menginginkan semua orang memanggilnya “Ustadz” padahal ketika kami tanyakan dari mana bapak belajar agama Islam, ataukah dari sebuah pesantren atau dari manakah? Lalu orang ini hanya menjawab dengan entengnya: “Saya hanya baca buku-buku terjemahan saja dan belajar dari Istri saya” (naudzubillah).

    Sungguh mengerikan memang ketika masyarakat awam tidak mengetahui tentang hakikat agamanya, ketika ada orang-orang sesat yang datang mengajarkan Ahmadiyyah, karena ia banyak bicara tentang agama dan yang mengatakan ada Nabi setelah Nabi Muhammad Saw maka masuklah ia ke Ahmadiyyah, ketika ada ajaran LDII yang mengafirkan kelompok diluar kelompoknya maka masuklah ia ke ajaran sesat LDII tersebut, hanya karena ia banyak bicara didalam agama, ketika datang ajaran Syiah yang mengafirkan Sahabat Nabi Saw Sayyidina Abu Bakar r.a. dan Sayyidina Umar r.a. maka masuklah ia kedalam Syiah, dan kini ketika ada ajaran wahabi yang mengharamkan maulid Nabi Saw, mengharamkan Ziarah Kubur, Tahlil dan Talqin maka masuklah ia kedalam ajaran wahabi.

    Oleh karena paling banyak ajaran-ajaran sesat ini banyak berkembang didaerah-daerah lingkungan orang-orang awam yang hanya mengetahui agama tentang kulitnya saja. Ketika para Ulama-ulama menasehati maka orang-orang sesat ini malah balik menuduh bahwa para Ulama-ulama itulah yang telah sesat (Naudzubillah).
    Itulah dakwah Ahlussunnah wal Jama`ah yang semakin-hari dianggap sesat, orang sesat menuduh orang lain sesat sungguh mengerikan. maka benarlah apa yang dikatakan As-Sayyid Mundzir bin Fuad Al-Musawwa bahwa pada saat ini banyak bermunculan generasi-generasi sesat, kyai kyai mulia dan Ulama-ulama dihujat dan dikatakan biang kemusyrikan, berdoa bersama dan berdzikir bersama mereka mencibir sinis, orang-orang berziarah di anggap musyrik, melihat orang bershalawat mereka mencibir sinis, melihat orang bersalaman mereka mencibir sinis, melihat orang mencium tangan kyainya atau ibunya mereka mencibir sinis, melihat orang beristighfar mereka mencibir sinis, Jelaslah sudah dimata kita kelompok siapa mereka ini, mereka adalah saudara saudara kita yg sakit akidahnya, mereka terkena penyakit menular yg berbahaya dan akibatnya adalah mati dalam su’ul khatimah, Semoga Allah swt mencurahkan hujan hidayah kepada Bumi Jakarta dan seluruh permukaan barat dan timur.

    Nabi Saw bersabda:
    Dari Ali bin Abi Thalib diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: \"Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang muda tetapi bodoh, mereka mengucapkan kata-kata makhluk terbaik (ucapan Nabi Saw) dan membaca Al-Qur`an, tetapi Al-Qur`an tidak keluar dari tenggorokan mereka. Melainkan mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya. Jika kalian menemui mereka, bunuhlah sebab ada pahala bagi orang yang membunuh mereka disisi Allah pada hari kiamat. (H.R Bukhari dan Muslim ).

    Lihatlah mereka ini teriakannya sungguh menantang Ahlussunnah wal Jama`ah, padahal pengikut mereka sungguh minoritas didunia apalagi di Indonesia, orang-orang salafy wahabi ini hampir sama seperti kalangan orang-orang Syiah, mereka selalu menyembunyikan keyakinan wahabinya dikalangan Ahlussunnah wal Jama`ah, dan jika dikatakan mereka wahabi mereka dengan terang-terangan mengelak, padahal jelas-jelas dengan terang-terangan kaum salafy wahabi membenci Maulid Nabi Saw, Perayaan Isra` Mi`raj, Ziarah Kubur, Tahlilan, Pembacaan Yasin dan dengan jelas-jelas menyesatkan Ulama-ulama Ahlussunnah wal Jama`ah. nampaknya mereka ingin menghidupkan perselisihan-perselisihan dan pertumpahan darah kaum muslimin, sebagaimana perselisihan di Irak antara Sunni dan Syiah, mudah-mudahan apapun yang menimpa Ulama-ulama Ahlussunnah wal Jama`ah di Indonesia justru semakin menguatkan dan merapatkan barisan Ahlussunnah wal Jama`ah serta semakin mengokohkan dakwah Ahlussunnah wal Jama`ah.

    Untuk itulah demi menjaga kemurnian aqidah kita, aqidah Ahlussunnah Wal jama’ah yang bermadzabkan Imam Syafi’i senantiasa selalu manjaga amalan – amalan warisan daripada ulama – ulama kita yang sudah jelas kedudukannya dalam syariat islam agar kita tidak mudah mengikuti kaidah – kaidah yang justru bertentangan dengan i’tiqad kita sebab dengan cara apapun pihak – pihak ini justru ingin mempengaruhi pola pemikiran kita agar jauh dari ulama ahlussunnah Wal jama’ah yang menerapkan atau berhujjah pada Al Qur’an, As Sunnah, Ijma dan Qiyas.

    [img size=150][/img][color=#008000][/color]

    #83886623
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Rahmat dan kebahagiaan semoga selalu menyelimuti hari hari anda

    Saudaraku yg kumuliakan,
    beribu maaf selama 10 hari tidak online hingga tak bisa untuk menjawab pertanyaan anda

    saudaraku, hal hal seperti ini muncul dengan izin Allah swt membawa hikmah bagi kita untuk bangkit memperdulikan agama dan akidah kita, jika hal itu tak ada maka tak ada perjuangan untuk mempertahankan akidah kita, hal itu muncul karena lengahnya masyarakat atas masjid masjid dan akidahnya,

    saya siap meluncur kesana dan membuka cabang bulanan kita disana, anda dapat menghubungi kordinator kami bagian acara : Ustaz H., Syukron di markas kami di 021 8300912, atau di hp nya : 08176613400

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Tauhid’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru