November 25, 2020

Habib Umar Serukan Persatuan Islam

Home Forums Iseng dalam keluhuran Habib Umar Serukan Persatuan Islam

Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #73395115
    agus afiantoro
    Participant

    Habib Umar Serukan Persatuan Islam

    SEMARANG – Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh merasa prihatin dengan umat Islam yang belakangan ini cenderung bercerai-berai (tafarruq).

    Seharusnya, menghadapi kehidupan yang makin maju dan modern, umat Islam bersatupadu meningkatkan kesejahteraan, memajukan pendidikan dan menguatkan akidah Iman dan Islam.

    \’\’Kalau umat Islam di dunia tidak bisa bersatu maka mudah dihancurkan oleh kekuatan lain dari luar,\’\’ tegas pengasuh pesantren Daarul Mustofa, Tarim, Hadramaut, Yaman, Sabtu.

    Ia mengatakan hal itu dalam pidato tausiyah di auditorium Pondok Pesantren Tafsir dan Hadist Al-Itqon, Gugen, Tlogosari, Pedurungan, Semarang.

    Habib Umar menyampaikan pidato dalam bahasa Arab kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Habib Sholeh AlJufri Solo.

    Kehadiran penulis kitab-kitab terkenal di Timur Tengah itu dalam rangka bersilaturahmi dengan pimpinan umat Islam di Indonesia.

    Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Masruri Mughni yang hadir dalam acara itu menjelaskan, sebelumnya Habib Umar mengadakan pertemuan dengan pimpinan umat Islam di Cisarua, Bogor.

    Bea Siswa

    Sebelumnya pengasuh Pesantren Al-Itqon KH Kharis Shodaqoh menyampaikan pidato dalam bahasa Arab.

    Ia juga mengungkapkan keprihatinannya perbedaan kepentingan di antara alim ulama menyebabkan kebibungan umat di bawah. Perbedaan yang paling mencolok belakangan ini terjadinya kepentingan politik.

    \’\’Yang paling baik adalah bila terjadi perbadaan justru menjadi rahmat untuk umat bukan sebaliknya,\’\’ katanya.

    Pada kesempatan itu Habib Umar mengumumkan para santri di Indonesia diberi kesempatan mendalami agama di pesantren Daarul Mustofa, Tarim, Hadramaut, Yaman. Bea siswa tersebut difasilitasi oleh Habib Ahmad bin Thoha AlMunawar.

    Ia mengingatkan, mendalami ajaran Islam jangan ke Barat, tetapi langsung kepada sumber Rasulullah. Pesantren dan madrasah diharapkan mengajarkan adab, akhlak, budi pekerti dan lain-lain.

    \’\’Kitab-kitab tasawuf karya Imam Al-Ghazali seperti Bidayatul Hidayah, Minhajul Abidin, Nashoihul Ibad dan lain-lain agar diberikan kepada santri untuk pedoman,\’\’ katanya.

    Ia juga menyarankan agar para kiai, alim ulama dan dai membuat komunikasi yang baik.

    \’\’Kalau terjadi perbedaan, selesaikan dengan hikmah, jangan saling menjelekkan dan menghujat,\’\’ tuturnya. Pada kesempatan itu Habib Umar memberikan kenang-kenangan berupa kitab-kitab termasuk kepada para santri amalan Ratibul Haddad. (B13-64)
    SUARA MERDEKA Senin, 12 Februari 2007

Viewing 1 post (of 1 total)
  • The forum ‘Iseng dalam keluhuran’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru