Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
dahulu bagian penyotingan selalu meliput semua disekelilingnya, jamaah hadroh, jamaah yg di shaf pertama, dan semua yg bisa di shot, namun kemudian muncul keluhan bahwa jamaah Nisa selalu berbincang2 dan ngobrol sambil memperhatikan jamaah sekitar, misalnya : tuh.. si anu belum nikah, tuh si anu baru cerai, tuh si anu pacar saya, si anu si anu dlsb, akhirnya mereka tidak fokus ke majelis tapi sibuk menggunjing dan ngobrol, dan kemudian jamaah pria pun demikian, mereka sibuk bicara membahas orang orang tsb, maka lalu saya menutup shot, tidak perlu ada yg di shot, tidak perlu ada tv dan layar proyektor, namun keluhan banyak muncul, maka saya minta bagian dokumnetasi rapatkan sendiri dengan jamaah Nisa (Wanita), dan Rijal (pria), akhirnya keimpulannya hanya penceramah saja yg dishot, dan saya selaku pimpinan majelis,
namun terkadang saya singkuh juga, sebab sesekali mungkin saya perlu memanggil kordinator, atau member isyarat pada jamaah hadroh, saya jadi canggung karena kamera tetap fokus pada saya, maka saya sangat terganggu pula,
terimakasih sarannya saudaraku, akan kami tindak lanjuti insya Allah
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a\’lam