November 29, 2020

isra mi\’raj

Home Forums Forum Masalah Umum isra mi\’raj

Viewing 8 posts - 1 through 8 (of 8 total)
  • Author
    Posts
  • #72224887
    della
    Participant

    assalammmu\’alaikum wr.wb.

    habib bagaimana bunyi dari dalil perayaan isra mi\’raj nabi Muhammad SAW?

    #72224890
    Munzir Almusawa
    Participant

    Limpahan Rahmat Nya semoga selalu tercurah kepada anda setiap kejap,

    mengenai perayaan Isra Mi\’raj, Maulid, Nuzululqur\’an dan lainnya memang tidak pernah diperintahkan langsung oleh Rasul saw, hal itu merupakan hal yg diadakan di masa setelah wafatnya beliau saw dengan tujuan membangkitkan semangat ummat ini, mengundang para da\’i untuk memberikan nasihat, mengundang masyarakat silaturahmi, menginfakkan dana untuk menjamu muslimin, yg kesemuanya itu adalah mustahab fiih dan sunnah Nabi saw.

    semua hal yg baru namun membawa manfaat bagi muslimin (Bid\’ah hasanah) merupakan hal yg diperbolehkan oleh Rasul saw, dan sudah dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu \’anhum, juga oleh para Muhadditsin alaihim rahmatullah ajma\’iin.

    seperti penjilidan Alqur\’an yg memang tak pernah ada dalilnya dari Alqur\’an dan Alhadits untuk membukukannya namun sahabat membuat Bid\’ah dengan membukukan ALqur\’an.

    lalu para Ulama Muhadditsin membuat Ilmu ilmu baru yg juga Bid\’ah, seperti Ilmu Nahwu, Ilmu Hadits, pengklasifikasian derajat hadits, Ilmu Sanad, dan masih banyak lagi yg kesemuanya Bid\’ah dan tak pernah ada Dalilnya Rasul saw memerintahkan membuat Ilmu sanad dan pengklasifikasian hadis beliau saw.

    ini semua dibuat buat demi maslahat Muslimin, lalu Alqur\’an yg dikasetkan di masa kini, lalu di Komputerkan dan di Hp kan, yg kesemuanya Bid\’ah, pemasangan karpet di msjid, speaker masjid, dan lainnya yg juga Bid\’ah,

    namun kesemua itu adalah Bid\’ah hasanah.., mana dalilnya Bid\’ah hasanah?, bukankah semua bid\’ah adalah dhalalah?, jangan bodoh dengan kesempitan pemahaman kaum sempalan yg muncul di akhir zaman, karena Rasul saw bersabda :
    \"Barangsiapa yg membuat hal hal baru dalam islam selama hal itu baik maka baginya pahalanya dan pahala orang yg mengikutinya, dan barangsiapa yg membuat hal hal baru dalam islam yg buruk maka baginya dosanya dan dosa orang yg mengikutinya\". (Shahih Muslim hadits no.1017, Shahih Ibn Khuzaimah hadits no.2477, Shahih Ibn Hibban hadits no.3308).

    [b]inilah dalil perayaan isra mi\’raj. dan semua Bid\’ah hasanah yg diingkari para sempalan itu yg justru diperbolehkan Oleh Rasul saw, dan dengan itu mereka telah melarang apa apa yg dibolehkan oleh Rasulullah saw, dan mereka yg menentang hukum Rasul saw adalah orang yg menentang hukum Allah. [/b]

    BARANGSIAPA YG TAK MAU BERHUKUM DENGAN HUKUM ALLAH MAKA MEREKA ADALAH ORANG KAFIR (QS Al Maidah -44)

    BARANGSIAPA YG TAK MAU BERHUKUM DENGAN HUKUM ALLAH MAKA MEREKA ADALAH ORANG DHALIM (QS Al Maidah -45)

    BARANGSIAPA YG TAK MAU BERHUKUM DENGAN HUKUM ALLAH MAKA MEREKA ADALAH ORANG FASIQ (QS Al Maidah -47)

    wallahu a\’lam

    #72224936
    Rachmat Agustian
    Participant

    Assalammu alaikum wr. wb

    Semoga kita semua umat muslim di seluruh dunia selalu diberi rahmat-Nya.. amien..

    Al Habib Munzir bin Fuad Almusawa.. ane mo tanya lagi ni… kali ini ane mo tanya seputar shalat…

    ane pernah baca di buku (lupa siapa yang terbitin n penerbitnya) kalo takbiratul ikhram itu mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau sampai dada (ada hadits yang shahi yang menjelaskan)..

    nah, ane pengen tanya ni bib.. teman ane disini ketika ia shalat, ia mengangkat kedua tangan hanya sampai perut. ada hadits shahi yang membenarkan tentang hal ini tidak?

    kalo misalnya ternyata tidak ada hadits shahi yang menjelaskan tentang ini, bagaimana saya sebagai umat muslim untuk menegurnya?

    makasih atas jawabannya…

    Jazakumullah khairan katsiran…
    Wassalammu alaikum wr. wb..

    #72224944
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Limpahan Cahaya Keridhoan Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

    saudaraku yg kumuliakan, perbuatan mengangkat tangan hingga perut itu tidak membatalkan shalat, namun tdk ada hadits yg mendukungnya, namun bila teguran anda akan membuat orang itu marah, maka sebaiknya biarkan saja, selama perbuatannya itu tdk melanggar syariah/ dosa. terkecuali bila ia adalah murid anda atau orang yg tak akan tersinggung dg teguran anda maka tegurlah ia agar kembali pada sunnah,

    demikian wahai saudaraku yg kumuliakan,

    wallahu a\’lam.

    #72233348
    AZIS NURYADIN
    Participant

    Assalamu ‘alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh

    Allah melindungi Habib dan Lasykar Muhammad.

    Habib, ketika kita bicara tentang Isra Mi’raj, umumnya kita lebih fokus kepada peristiwa Mi’raj. Padahal saya yakin bahwa peristiwa Isra merupakan peristiwa yang tak kalah dahsyat. Bukankah pada saat Nabi masuk ke Baitul Maqdis itu, para nabi yang berjumlah ratusan ribu pun berkumpul untuk menjadi ma’mum dari Sang Tuan. Berkumpulnya para pemimpin ummat terdahulu itu saja sudah begitu dahsyat. Ditambah lagi mereka semua bangkit untuk satu tujuan semata, menjadi ma’mum Sang Tuan.

    Sungguh, ceritakanlah kepada kami perihal peristiwa tersebut. Apakah para nabi dan rasul itu berkumpul sebagai ruh dan jasad, ataukah ruh saja? Bagaimanakah kejadian sesungguhnya dari peristiwa Isra itu, terutama ketika di Baitul Maqdis? Apakah kiranya hikmah dibalik peristiwa tersebut?

    Mohon kiranya Habib bersedia menjelaskannya kepada kami.
    Jazakallahu khairan.
    Wassalamu ‘alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh

    [size=5]هأَنَذَا أُرْسِلُ مَلاَكِي فَيُهَيِّئُ الطَّرِيقَ أَمَامِي. وَيَأْتِي بَغْتَةً إِلَى هَيْكَلِهِ السَّيِّدُ الَّذِي تَطْلُبُونَهُ، وَمَلاَكُ الْعَهْدِ الَّذِي تُسَرُّونَ بِهِ. هُوَذَا يَأْتِي، قَالَ رَبُّ الْجُنُودِ[/size]
    [Malachi 3:1]

    #72233404
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Limpahan Rahmat dan Inayah Nya swt semoga selalu menyelimuti hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    duh… Ustaz Nuryadin, saya dikasih PR nya ngga tanggung tanggung, mestinya anda ikut saya ke perlis di malaysia, he..he…he..

    mengenai peristiwa Isra, adalah teriwayatkan :
    Rasul saw bersabda : Kulihat atap rumahku terbuka saat aku di Makkah, lalu turunlah jibril as dan membelah dadaku, lalu membasuhnya dengan air zam zam, lalu ia membawa nampan (baki) yg terbuat dari emas yg dipenuhi hikmah dan iman, lalu menumpahkannya ke dadaku lalu mengembalikan dan menutup dadaku..\" (Shahih Bukhari).

    dari hadits ini kita memahami tak ada tempat yg lebih suci dari dada dan sanubari Nabi Muhammad saw, betapa agungnya hati beliau saw yg dituangi hikmah dan Iman,

    dan tak pernah ada di alam semesta ini suatu makhluk atau tempat yg lebih suci dari hati nabi saw, karena tak pernah ada di alam ini yg dibersihkan langsung oleh Jibril as dan di tuangi hikmah dan iman, kecuali sanubari Muhammad saw.

    disini kita pula tak bisa mengatakan \"bagaimana\" ketika iman dan hikmah ditumpahkan ke dada Rasul saw, apakah ia seperti bunga kah?, atau berbentuk seperti butiran berlian?, tentunya lebih indah dari bunga atau berlian..

    dan sungguh tak pernah ada iman dan hikmah yg berwujud dan berbentuk, ini hanya khusus untuk sayyidina Muhammad saw.

    mengenai beliau saw mengimami para Nabi teriwayatkan pada banyak Tafsir, diantaranya Tafsir Al Hafidh Imam Attabari, Ma\’jamul Kabir Littabraniy,

    jika dikatakan para Nabi itu adalah ruhnya saja, maka bagaimana Nabi saw Isra bersama jasadnya dan para nabi bermakmum sebagai ruh saja..?, bukankah Nabi saw menaiki Buraq, dan jika ruh saja maka untuk apa menunggang hewan kendaraan?, karena ruh tak bisa dibatasi dengan ruang dan waktu, dan tak perlu menunggang kendaraan, dan riwayat shahih Bukhari diatas menjelaskan bahwa dada beliau saw dibelah, maka itu bukan ruh.

    jelaslah bahwa para Nabi bermakmum dengan jasadnya, sedangkan sebelum itu, diriwayatkan bahwa Rasul saw bersabda :
    aku melewati Musa di malam aku isra, di Katsib Ahmar (nama wilayah di Palestina) dan ia (musa as) dan Ia berdiri melakukan shalat dikuburnya\" (Shahih Muslim)

    berkata Al Hafidh Imam Assuyuthi bahwa shalat adalah perbuatan Jasad, bukan oerbuatan ruh.

    dan pada hadits lainnya Rasul saw menceritakan beliau saw melihat Ibrahim as juga berdiri melakukan shalat, (Assunanul Kubra linnasa\’i, dalail Nubuwwah AL Baihaqiy).

    berkata pula Al Hafidh Imam Ibn Hajar menanggapi hadits ini bahwa kemudian para Nabi berkumpul di Baytul Magdis dan Nabi saw mengimami mereka,
    dan itu merupakan dalil bahwa mereka itu hidup, sedangkan para syuhada adalah hidup, demikian pada Nash Alqur\’an, dan Anbiya afdhal daripada Syuhada (Fathul Baari Bisyarh Shahih Bukhari juz 10 hal 243)

    mengenai menjadi Imamnya Nabi saw pada para Nabi bukanlah hal yg aneh, karena dalam Alqur;an pun dijelaskan bahwa mereka para nabi telah disumpah untuk setia pada Nabi Muhammad saw. (QS Al Imran 81)

    duh.. sudah dulu ya Ustaz Nur..

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

    Wallahu a\’lam

    #72233422
    AZIS NURYADIN
    Participant

    Syukron atas penjelasannya.

    Beliau memang manusia dan makhluq tersuci yang pernah ada. Semoga air wudhuku dapat mensucikan jiwa-ragaku hingga aku layak menghadap-Nya. Hanya itu yang bisa aku usahakan.

    Ah… betapa dahsyat peristiwa tersebut. Bahkan Allah mencatatnya dalam Al-Qur`an surat Al-Isra ayat pertama.

    Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. [QS. Al-Isra:1]

    Pada malam itu, bumi menyaksikan peristiwa dahsyat, dimana para orang suci pilihan Allah berkumpul menyambut kehadiran Anak Manusia Yang Terpilih. Tentu bumi yang dilalui Nabi di malam Isra itu sangatlah bercahaya dengan suatu cahaya dahsyat yang memecah kegelapan malam.

    Itu adalah malam yg ditunggu2 para Nabi dan Malaikat. Betapa dahsyatnya! Sudah semestinya malam tersebut dirayakan setiap tahunnya agar ummat dapat merasakan kedahsaytan peristiwa itu. Sungguh peristiwa yang agung. Pada malam itulah Sang Imam bertemu dengan ma\’mumnya lalu naik bertemu dengan Yang mereka sembah, Allah \’Azza wa Jalla. Maka terhubunglah makhluq dengan Sang Khaliq melalui Muhammad Rasulullah SAW.

    Kelak, tidak ada manusia yang dapat mewakili seluruh manusia untuk menemui Allah di padang mahsyar, kecuali Muhammad Rasulullah SAW, Sang Tuan, As-Sayyid, Adon, Kristos.

    Ikut ke Perlis? Nggak ah…
    Takut ditangkep. Hehehe…

    #72233448
    Munzir Almusawa
    Participant

    mereka penasaran tuh ustaz.., mereka benar benar akan membuat acara disana lagi, memang Baja tulen.., seru nih.., kalau saya ditangkap dan di penjara dusana antum gantiin di almunawar yah..

Viewing 8 posts - 1 through 8 (of 8 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Umum’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru