November 26, 2020

Keberadaan Allah

Home Forums Forum Masalah Tauhid Keberadaan Allah

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 14 total)
  • Author
    Posts
  • #71837212

    Assalamu\’alaikum Wr. Wb.

    Habib tolong berikan penjelasan kepada saya mengenai keberadaan Allah. Di Al-Quran saya baca Allah bersemayam di atas \’Arsy yang berada di atas air, maksudnya bagaimana?
    Tapi guru ngaji saya yang juga mursyid mengatakan Allah itu tidak menempati ruang dan waktu.

    Tolong jelaskan kepada saya.

    Jazakumullah khairon katsiro

    #71837213
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Mengenai ayat tersebut, merupakan ayat mutasyabih yg tidak mungkin kita tafsirkan secara harfiyah, karena bila kita tafsirkan secara harfiyyah maka kita terjebak pd Tasybih bilkhalq, (penyerupaan/kesamaan dg makhluk).

    Sebagaimana ucapan mursyid anda adalah benar, bahwa Allah swt tidak menempati ruang dan waktu, karena bila Dia Allah menempati ruang dan waktu maka Dia terbatas dengan ruang dan waktu, sedangkan Dia lah yg Maha Menciptakan waktu dan ruang, Dia Allah Maha Suci dari segala persamaan dg makhluk, tidak membutuhkan ruang dan waktu, dan Maha Menggenggam ruang dan waktu, bila dia berada di ruang atau waktu, maka dimana Dia sebelum terciptanya ruang dan waktu?

    Sebagaimana pd surat Alfath ayat 10 : [b]?Sungguh orang orang yg berbai?at kepadamu sungguh mereka itu berbai?at kepada Allah, Tangan Allah diatas tangan mereka?. [/b]
    Apakah makna ayat ini bahwa ada Tangan besar turun dari langit menggenggam tangan sahabat?, dan bahwa makna tangan disini adalah Pertolongan, sebagaimana makna ?tangan? dalam bahasa arab ada dua makna :

    1. bermakna suatu angota tubuh yg terangkai dari daging, tulang, darah, membutuhkan aliran darah dan oksigen yg berarti membutuhkan makan dan minum, berkeringat, membutuhkan jantung, membutuhkan paru paru, dan sisa sisa oksigen dan sel sel mati akan dibuang dengan saluran saluran darah menuju air seni atau buang air besar.

    2. bermakna kemuliaan, kekuasaan, pertolongan, kedermawanan, sebagaimana contoh kalimat : Baghdad ditangan raja.

    Manakah makna yg pantas untuk ayat diatas?, ?TANGAN ALLAH DIATAS TANGAN MEREKA?. Semua orang yg berakal akan mengatakan pd makna yg kedua, yaitu pertolongan Allah, kedermawanan Allah.

    Demikian pula pd ayat ?DAN SINGGASANANYA ADALAH DIATAS AIR?, bukanlah berarti Dia berkecambah diatas air sebagaimana makhluk, tetapi Dia bersinggasana diatas sumber kehidupan (AIR), sebagaimana firman Nya : ?DAN KAMI JADIKAN DARI AIR SEGALA SESUATU ITU HIDUP?.

    Jelasnya bahwa Dia Menguasai segala Kehidupan, Dialah yg meminjamkan dan mencabutnya, dan Dia pula Yang Maha Memiliki Kehidupan, Dia pula Yang Maha Hidup dan Abadi.

    Sebagaimana contoh kalimat : Raja itu bersinggasana diatas pedang?, berarti Raja itu adalah raja yg kejam, karena Pedang melambangkan kekejaman dan kekejian, bukanlah berarti singgasana sang raja terbuat dari pedang…

    Namun sekelompok madzhab sempalan yg muncul diabad ke 20 ini mengatakan bahwa Dia Allah swt betul betul bersinggasana diatas Air.
    Maha Suci Allah dari kebodohan mereka, ?MAHA SUCI TUHAN MU, TUHAN YG MAHA MULIA DARIPADA APA APA YG MEREKA SIFATKAN..?

    Wallahu a?lam

    #71837220
    Handlight
    Participant

    Assalamu \’alayku wr. wb.
    Saya hanya ingin menambahkan sedikit. Kita ummat Islam adalah ummat yang berakal. maka janganlah kita berfikir sebagaimana anak kecil berfikir. Dalam Injil Barnabas diceritakan bahwa salah satu murid nabi Isa bertanya, \"Bagaimana Allah tidak berputra, sedangkan Dia Bapak kita?\" Maka nabi Isa menjawab dengan bijak, \"Janganlah kamu menanggapi amtsal para nabi secara harfiah.\"
    Ketika kecil, kita sering diajarkan bahwa surga itu di bawah telapak kaki ibu. Fikiran kita yang masih polos tanpa filter waktu itu mungkin mengira bahwa surga itu benar-benar berada di bawah telapak kaki ibu. Tapi kini kita mengerti bahwa itu adalah sebuah kata-kata puitis. Jika Anda mendengarkan syair-syair para penyair, mungkin Anda akan menganggap mereka itu telah kafir disebabkan syair-syai yang Anda pahami secara salah. Maka jangan menanggapi syair-syair itu secara harfiah. Dan Allah punya cara untuk mengekspresikan Diri-Nya. Jika Anda tidak memahami maksudnya, maka imanilah akan ayat tersebut, adapun bagaimana-bagaimananya, tidak usah kita fikirkan dan jangan kita tanyakan. Misalnya Allah beristiwa di atas arsy. Berimanlah akan ayat yang menybutkan sifat Allah itu, jangan Anda katakan bahwa itu ayat palsu. tetapi jangan Anda fikirkan bagaimana Allah beristiwa di atas arsy.
    Mungkin peristiwa tanya jawab antara Imam Malik dan salah satu muridnya bisa menjadi pelajaran. Jadi tidak perlu kita memikirkan bagaimana yang dimaksud \’Allah beristiwa di atas arsy\’. Tetapi imanlah bahwa Allah telah menyifati Diri-Nya demikian.
    Mohon maaf jika ada kesalahan.
    Wassalamu \’alaykum wr. wb.

    #71837221
    Munzir Almusawa
    Participant

    banyak saudara saudara kita yg terjebak dalam perangkap kebodohan dengan mengorek makna ayat ayat mutasyabihat, yg maknanya jauh berlainan dari makna dhohirnya, bahkan sebaliknya dari kalimat, sebagaimana Firman Allah swt : \"SUNGGUH ALLAH ITU TIDAK MALU UNTUK MEMBERIKAN PERUMPAMAAN DARI SEEKOR NYAMUK DAN APA APA YG [u][b]DIATASNYA[/b], [/u].. (QS Albaqarah -26)

    perhatikan makna ayat yg saya pertebal diatas dan digaris bawahi, diatas baik baik.. coba anda fikirkan dengan seksama, apa makna ayat ini?, bahwa Allah itu tak malu memberikan perumpamaan dari seekor nyamuk dan yg diatasnya..

    apa makna kata \"DIATASNYA\"….?, maksudnya adalah yg lebih kecil dari nyamuk, maka kalimat DIATASNYA, pd makna ayat ini adalah dibawah / lebih kecil lagi dari nyamuk, maka makna kata ATAS maknanya adalah BAWAH. demikian dalam ayat ini, bahwa Allah tak malu memberika perumpamaan dari seekor nyamuk dan yg lebih kecil lagi.., yaitu yg dibawah nyamuk.

    maka betapa dalamnya samudera Alqur\’an, bahwa kalimat atas bisa bermakna bawah, dan masih banyak lagi ayat ayat lain, dan tiadalah Alqur\’an bisa ditafsir semaunya dengan pemahaman yg dangkal, namun harus dengan melihat Takhirj, Asbabunnuzul, Bayanulhadits dan istifsarulmufassirin, apalagi untuk berbicara masalah sifat dan Keberadaan Allah.

    wallahu a\’lam

    #71837249

    Assalamu\’alaikum Wr. Wb.
    Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas jawabannya. Sebenarnya selama saya belajar agama saya belum pernah mempertanyakan hal yg demikian. Namun setelah masuk kuliah baru saya mendapatkan pertanyaan2 seperti itu dari liqo\’2 yg saya ikuti di kampus.

    Sebenarnya guru saya juga melarang saya untuk mengikuti liqo\’ seperti itu, tapi saya hanya coba2 mencari tahu sekaligus untuk menambah ilmu. Perlu habib ketahui bahwa liqo\’ itu diasuh oleh senior2 di kampus bahkan ada yg tidak mau diketahui profilnya secara lengkap. Mereka beranggapan bahwa, yg penting itu apa yg disampaikan, bukan siapa yg menyampaikan.
    Dalam menyampaikan materi mereka hanya bermodal Al Qur\’an terjemah saja. Mereka bilang menafsirkan Al Qur\’an itu harus dengan Al Qur\’an itu sendiri. Ketika saya tanya siapa guru mereka, mereka tidak mau memberitahu.
    Bagaimana menurut habib? Apa saya boleh tetap mengikutinya, atau saya harus berhenti saja?

    #71837254
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam Warahmatullah wabarakatuh.

    he…he..he… kasihan mereka itu, dungu dengan kegelapan pemahaman,

    kalau kita mendapat surat dari seorang Raja, dibawa oleh utusannya, dan kita tak faham maknanya, apakah kita bertanya pd surat itu sendiri, atau pada utusannya?,

    Alqur\’an tak terbang dari langit langsung kepangkuan mereka, tapi melewati sang Nabi saw, mengapa?, kenapa Allah tak langsung saja membuatnya tertulis di gunung gunung misalnya, atau tertulis di langit?, Allah justru menurunkannya lewat seorang utusan, dengan maksud bila kita tak memahaminya kita akan bertanya pada utusannya, demikian para sahabat, mereka bertanya pd Rasul saw mengenai makna ayat2 Alqur\’an, lalu para tabi\’in bertanya pada sahabat, demikian seterusnya..

    kitab Alqur\’an ini belum ada di zaman Rasul saw, masih tertulis di kulit onta, ditembok, tertulis sebagian dan terpecah2 ditangan sahabat, beberapa diantara mereka masing masing ada yg menulisnya, dan di hafalan sahabat, lalu pada Zaman Khilafah Usman bin Affan ra, beliau memerintahkan agar mengumpulkan seluruh catatan yg ada, dan seluruh sahabat yg menghafal alqur\’an, semua berkumpul dan membukukan Alqur\’an, lalu seluruh catatan lain dibakar dan dimusnahkan agar tak terjadi perbedaan pendapat kelak, maka Alqur\’an itu pun disebut Mushhaf Ustmaniy.
    (Al Itqan- Imam Assuyuthiy)

    mereka ingin memahami Alqur\’an dari Alqur\’an?, mungkin mereka merasa lebih mulia dari para sahabat, hingga tak perlu bertanya pd siapapun..

    he..he..he.. baiknya anda menjauh dari mereka, doakan saja semoga mereka mendapat hidayah, atau hadapi mereka dengan hujjah dan dalil bila anda mampu..

    wallahu a\’lam

    #71837258

    Assalamu\’alaikum wr. Wb.

    Wah…saya sangat berterima kasih nih sama Habib, sebenarnya saya sudah lama bingung mengenai masalah ini. Tapi insya Allah saya hanya bisa do\’akan mereka saja, kalau beradu argumen saya belum mampu. Mudah2an mereka sadar. Beginilah Bib keadaannya kalau hanya ada sedikit ulama di Medan.

    Oh ya Bib, di Medan ada gak majelis ta\’lim yg dipimpin habaib? Kalau ada tolong berikan alamatnya ya Bib.

    Jazakumullah khairan katsiro…

    #71837263
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Semoga keberadaan anda disana selalu dalam lindungan ilahi, dan selalu dalam curahan Rahmat Nya swt,

    mengenai wilayah medan, ada rencana saya akan membuka majelis bulanan, yaitu berupa cabang majelis Rasulullah saw, namun hingga kini masih belum ada titik terang disebabkan kesibukan jadwal jakarta dan sekitarnya.

    selama ini saya belum dapat menjelaskan dimana tepatnya majelis taklim yg dipimpin oleh habaib disana, namun baiknya anda merajuk kpd salah seorang Alumni Rubat Tarim, yaitu Hb Husein Alatas, no hp beliau : 0812 600 8410.

    demikian informasi yg saya dapatkan dari teman saya Sayid Haikal Alkaff,
    dan Sayyid Husein Alatas itu adalah teman beliau yg pernah sama sama mengajar di Majelis Taklim Babul Khairat di Jalan Ayahanda gg Rantang, Medan, yg sementara ini masih terhenti.

    wallahu a\’lam

    #71837484
    Puji rahman
    Participant

    Assalamualaikum wr.wb

    Syukur Alhamdulillah, Semoga forum ini slalu memdapatkan kebanggaan, kecintaan dan dan limpahan rahmat dari Allah Jallajalaluh.

    Bib saya juga mau bertanya, kalau saudara kita Lufthan di Medan, mengenai Liqo\’at yang ada di kampus. Begitu juga saya, waktu baru mulai masuk kuliah saya ditawarkan untuk mengikuti model liqo\’at yang semacam itu. akan tetapi saya sudah tidak mengikutinya lagi karena saya pikir bahwa Pertama, kalau mengaji itu harus di dampingi oleh seorang guru. Kedua,diperlukan beberapa disiplin ilmu untuk dapat mengartikan Al qur\’an. dan satu lagi berbeda dengan ajaran orang tua-tua dulu yang berfaham ahlisunnah waljama\’ah.

    Di kampus saya, ada juga organisasi nya yang tegabung sebagai organisasi ISLAM di kampus, akan tetapi yang banyak di dalam nya adalah kalangan \"mereka\". sedangkan di dalam organisasinya ada tidak hanya kalangan mereka akan tetapi banyak juga mereka yang membawa faham-faham baru yang bermacam-macam. dan berhubung itu adalah satu2 nya organisasi ISLAM di kampus, saya masuk di dalamnya. sedangkan mereka tidak mau mengadakan maulid Nabi saja mreka enggan [i]entah atasdasar apa mereka enggan?[/i]. bagaimana tindakan saya Bib? apakah saya melakukan hal yang sama dengan saudara kita Lufthan agar saya meninggalkan jauh jauh dari organisasi nya tau adakah solusi lainya?

    Sebelum dan sesudahnya
    Jazakumullah khairan katsira…

    #71837497
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

    Curahan kelembutan Nya semoga selalu menaungi anda dan keluarga,

    mengenai kelompok yg terkena wabah kesesatan ini, ada dua cara kita menghadapinya,
    1. Hadapi mereka dengan Hujjah Naqli dan Aqli
    Naqli maksudnya dengan ayat dan hadits, Aqli adalah logika.
    namun bila anda kesulitan mendapatkan hujjah ayat dan dalil, juga Aqli, saya Insya Allah akan membantu anda, boleh ke website ini atau ke email pribadi saya : munziralmusawa@yahoo.com

    2. menjauh dari mereka dengan tujuan menjauhkan tercemar atau tertular dg benih benih pemahaman sesat ini.

    saya akan selalu mendoakan anda, rileks saja menghadapi mereka, tidak usah emosi, mereka adalah saudara saudara kita yg buta, perlu dikasihani dan cermat, maka perlu dibimbing dan kalau mampu diobati agar dapat melihat kembali.
    wallahu a\’lam

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 14 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Tauhid’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru