May 13, 2021

Kesedihanku dgn pindahnya tempat majlis mlm selasa

Home Forums Forum Masalah Umum Kesedihanku dgn pindahnya tempat majlis mlm selasa

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 11 total)
  • Author
    Posts
  • #111500064
    Abdurrahman
    Participant

    Assalamu \’alaikum wr.wb

    Ketika habibana Munzir Almusawa di akhir ceramahnya mengumumkan bahwa mulai Senin depan (7 Juli 2008) pindah dari Masjid Almunawwar Pancoran ke Masjid At-Tiin Taman Mini, kontan langsung sedih hati ini. Langsung kuingat kenangan-kenangan yang pernah ada di masjid itu. Ku tatap masjid dgn penuh kesedihan.

    Dilihat-lihat sekeliling bangunan masjid. Ya Allah, masjid ini banyak kenangan yg tersimpan di dalamnya. Masjid ini menjadi saksi datangnya Guru-guru mulia. Masjid ini menjadi saksi bagaimana seorang Habibana Munzir berdakwah kepada umat. Masjid ini pun menjadi saksi tangisan dan tetesan air mata jamaah yang hadir ketika ceramah Habibana Munzir sangat menyentuh hati.

    Mulai Senin, 7 juli 2008, tidak ada lagi hiruk pikuk disana.
    Mulai Senin, 7 Juli 2008, tidak ada lagi para pedagang menjajakan dagangannya disana.
    Mulai Senin, 7 Juli 2008, tidak ada lagi keramaian motor di sekitar masjid Almunawwar.
    Mulai Senin, 7 Juli 2008, tidak ada lagi suara lantunan pujian kepada Rasulullah setiap malam Selasanya.
    Mulai Senin, 7 Juli 2008, tidak ada lagi suara dan paras indah Habibana menyampaikan risalah nabawiyyah disana.

    Ya Allah kami sudah jatuh cinta dengan Majlis Rasulullah…
    Kami sudah jatuh cinta kepada Habibana Munzir yang tercinta…
    Teguhkan hati dan raga kami untuk tetap istiqomah menghadiri Majlis Rasulullah SAW sekalipun sudah berpindah tempat.
    Jangan Kau jadikan perpindahan tempat sebagai alasan kami untuk tidak hadir…

    Ya Rab, kami mengadukan ini semua kepada-Mu. Kalau bukan kepada-Mu kami mengadu, lalu kepada siapa lagi? Karena sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik tempat mengadu.

    Mohon maaf atas tulisan ini, karena sesungguhnya ana hanyalah hamba yang Dhaif.

    Akhirul kalam…Wassalamu \’alaikum wr.wb

    #111500072
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Cahaya Rahmat Nya swt semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    hal yg sangat berat bagi saya memindahkan majelis, namun almunawar tak lagi mampu menampung jamaah, mereka berdesakan dg panasnya, sesak dan panas,

    sebagian diluar tak beraturan, bertebaran dimana mana,

    parkiran yg tak beraturan, bahkan berkali kali motor jamaah hilang, anda bisa bayangkan seorang pemuda datang majelis dg kendaraan dan pulang motornya sudah tiada, dan itu terjadi berkali kali, dan masih banyak lagi hal hal lain yg membuat kita mesti Hijrah..

    marilah saudara saudaraku.., hijrah bersama saya, hijrah bersama Allah dan Rasul Nya.. semoga kita dalam golongan Muhajirin kelak..

    bagi ikhwan yg tidak mampu kami akan usahakan ikhwan yg mampu untuk menyediakan mobil, atau mikrolet, atau lainnya secara cuma cuma dari almunawar, marilah kita bergotong royong untuk kemuliaan ini

    semoga ALlah melimpahkan keluasan dan kemudahan pada kita dan jamaah utk bisa selalu hadir,

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

    #111500081

    [i]Afwan Yaa Habibana, Ana ingin menambahkan dari tulisan Saudara Durrahman ![/i]

    Betul Yaa Akhi…
    Ana terharu sekali membaca tulisan Antum !
    Sungguh telah banyak kenangan-kenangan indah kita di Masjid Raya Al-Munawar sebagai tempat pusat Majelis RASULULLAH SAW setiap malam selasanya.

    Saat kita datang memarkir kendaraan, diterima dgn ramah oleh para penjaga parkir.
    Saat kita menyapa para pedagang yg menjajakan daganggannya sambil mengharap keberkahan majelis.
    Saat kita memasuki pintu gerbang Masjid dan melihat-lihat sejenak di Kios Nabawiy.
    Saat kita mencari tempat untuk menyimpan sandal sebelum masuk Masjid.
    Saat kita menginjakkan kaki di teras Masjid.
    Saat kita antri mengambil air wudhu atau sekedar mencuci kaki karena masih dalam keadaan wudhu.
    Saat kita disambut dgn hangat oleh aktifis majelis yg memberikan jadwal & lembaran kajian Hadits Shahih Bukhari.
    Saat kita melaksanakan Sholat Sunnah Tahiyyatul Masjid.
    Saat kita duduk bersimpuh mengagungkan Nama ALLAH SWT sambil menunggu kedatangan Habibana Munzir yg mulia.
    Saat kita bershalawat kepada Sang NABI SAW.
    Saat kita mendengarkan dan membaca Maulid Addhiya’ullami.
    Saat kita berdiri Asroqol membayangkan RASULULLAH SAW hadir di tengah-tengah kita.
    Saat kita mendengarkan Tausiyah Habibana Munzir yg penuh kelembutan dan keluasan ilmu yg begitu bermanfaat.
    Saat kita bermunajat kepada RABBUL ALAMIN dgn mengumandangkan LAFDHUL JALALAH…
    Saat kita meneteskan air mata memohon ampun kepada ILAHI RABBIY.
    Saat kita berdesak-desakkan untuk bersalaman dgn Habibana Munzir yg kita cintai.
    Saat kita keluar masjid dan saling tegur sapa dgn teman-teman di majelis.
    Saat kita naik kendaraan dan pulang menuju rumah masing-masing.

    [b]DUHAI RABBIY[/b], betapa indahnya kenangan-kenangan yg telah kami lalui bersama dalam kehadiran di Masjid Raya Al-Munawar saat berlangsungnya Majelis RASULULLAH SAW.

    [b]WAHAI ALLAH[/b], akankah kenangan-kenangan ini kan kami dapatkan kembali di Masjid At-Tiin sebagai tempat pusat Majelis RASULULLAH SAW yg baru.

    [b]YA ALLAH[/b], jadikan dimana pun Majelis RASULULLAH SAW berada, selalu mendatangkan manfaat yg besar bagi Umat.

    [b]ALLAHU RABBI[/b], jangan biarkan Dakwah Mulia ini terhambat atau bahkan terhenti karena sebab musabab apapun.

    Karuniakan umur yg panjang dalam sehat wal a’fiat kepada Guru Mulia Kami, HABIBANA MUNZIR ALMUSAWA yg selalu menuntun kami kepada cahaya taubat, cahaya munajat, cahaya rahmat, dari Engkau RABBIY YANG MAHA AGUNG.

    Karuniakan selalu kebahagiaan kepada beliau Habibana Munzir, untuk terus membimbing kami kepada keluhuran akhlak Baginda RASUL SAW, untuk selalu istiqomah mengikuti sunnah Beliau SAW.

    [i]Demi Sayyidina Muhammad…
    Nabi penuntun Umat…
    Akhlak yg sungguh memikat…
    Menjadi panutan Umat…[/i]

    #111500092
    M. Fakhrurrozi
    Participant

    Ass.Wr.Wb…

    Ijinkan saya yang penuh dosa ini mengajak semua jamaah MR untuk tetap memakmurkan majelis, walaupun tempatnya berpindah. Mohon ijin Bib….hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah menjadi titik tolak kebangkitan Islam di tanah Arab. Rasul secara fisik berpindah tempat karena Makkah belum memungkinkan untuk menjadi pusat kebangkitan Islam kala itu. Dan sungguh, Allah berfirman bahwa mereka yang hijrah akan sampai sesuai dengan niatnya. Mereka yang berhijrah karena harta dan wanita maka hijrahnya akan sampai ke dua hal itu. Sedangkan hijrahnya orang-orang karena Allah SWT dan Rasulullah SAW, itulah yang akan diterima Allah..Jadi semoga hijrahnya MR ke At Tiin ini menjadi titik tolak kebangkitan Islam di Jakarta dan sekitarnya serta semoga hijrahnya kita ke At Tiin memang betul karena Allah SWT dan Rasulullah SAW…

    Ijinkan saya yang berlumuran dosa ini mengingatkan diri ini dan semua jamaah, untuk meluruskan niat dalam majelis dan menyempurnakan ikhtiar dalam majelis karena Allah SWT dan Rasulullah SAW. Marilah kita bersatu padu dalam barisan pecinta Rasulullah SAW. Semoga hijrahnya kita dicatat dalam barisan orang-orang yang dirindukan Rasulullah SAW. Amin….

    Mohon maaf, Bib kalau saya lancang…

    Wss.Wr.Wb

    Ozi

    #111500115
    Munzir Almusawa
    Participant

    Majelis Rasulullah saw tahun 1998 belum ada nama,

    saat itu malam selasa berpindah pindah dari rumah kerumah, hanya beberapa orang saja, jadi setiap malam selasa, selesai saya ceramah lalu saya berkata : siapa yg mau ngambil majelis malam selasa depan..?,

    kadang ada yg nyaut, kadang semua diam, jika semua diam maka malam selasa depan masih ditempat semula.

    saya tinggal dirumah ibunda saya di cipanas puncak, dan saya ke jakarta hari senin atau malam senin dengan Bis umum, atau dijemput, kalau saya datang dengan bis umum saya lebih sering memilih datang larut malam senin, menghindari kemacetan jakarta dan ramainya olok olok orang terhadap pakaian saya di Bis Umum dan terminal Kp Rambutan, karena dith 1998 itu pakaian islami belum semarak seperti sekarang yg sangat lumrah.

    jika saya sampai larut malam maka saya mendatangi rumah salah seorang dari beberapa jamaah kita, untuk numpang istirahat dan menginap hingga malam selasa,

    seringkali mereka tak membuka pintu, entah karena kelelahan atau memang sudah kesal karena sering diganggu oleh kedatangan saya di tengah malam, maka saya terpaksa pergi kerumah yg lainnya dg berjalan kaki, karena keuangan yg sangat terbatas saat itu, dan jika sudah kesana sini tak ada yg membuka pintu maka tak jarang saya tidur di teras rumah mereka dg berbantalkan sorban,

    tujuan saya adalah mengenalkan sang Nabi saw sebagai idola, itula cita cita saya, agar orang orang mencintai Nabi saw

    saya teringat suatu waktu asma saya kambuh, saat itu saya tak punya uang sama sekali, saya punya obat namun butuh air minum untuk meminumnya, saya tak punya uang tuk beli air aqua,
    saya berjalan pelahan lahan dan mengetuk pintu, mereka tak bukakan, mungkin kelelahan, maka saya pergi berjalan kaki ke jarak yg cukup jauh, nafas saya makin sesak,

    semestinya jika asma sudah akut maka jangankan berjalan, bergerak pun sangat menyakiti, namun saya harus berjalan di malam itu kerumah yg lainnya demi minta air putih saja untuk minum obat, saya berjalan dari pejaten menuju condet, namun akhirnya saya tak kuat, saya stop taxi dan roboh didalamnya tak sadarkan diri..

    saya bangun dan sadar ketika saya sudah diruang UGD Rs MMC, beberapa jamaah sudah berdatangan, rupanya saya dibawa oleh sopir taxi itu ke rs mmc, sopir taxi itu mengira saya orang asing, dan petugas rs mmc memeriksa barang barang saya dan menemukan banyak no telp dan mereka menghubunginya.

    dua hari saja saya dirawat dan sudah pulih..

    semoga Allah memuliakan sopir taxi itu yg menolong saya ditengah malam saat keadaan saya sendiri dan sakit parah dan roboh tak sadarkan diri, mungkin jika ia berniat jahat dan menelantarkan saya dijalan gelap dimalam itu munkgin ajal saya sudah menjelang..

    tak lama majelis semakin banyak dikunjungi maka tak lagi bisa dirumah, kita pindah ke mushollah, dari musholla satu ke musholla lainnya berpindah pndah setiap malam selasa, lalu semakin banyak maka pindah dari masjid ke masjid, lalu semakin banyak maka hanya empat masjid saja, yaitu masjid Attaubah kalibata, masjid almunawar pancoran, masjid Attaqwa pasar minggu, dan pesantren darul islah mampang prapatan,

    lalu jamaah semakin banyak dan akhirnya ditetapkan disatu tempat saja, yaitu di almunawar pancoran..

    dan kini almunawar pancoran pun sudah tak menampung.. kita hijrah ek Attin..

    entah bagaimana selanjutnya hanya Allah yg Maha Tahu..

    demikianlah majelis rasulullah..

    #111500122
    M. Fakhrurrozi
    Participant

    Allah Karim…sungguh besar perjuangan dan pengorbanan Habib dm membuat kt semua cinta Rasulullah SAW. Sdr2ku..Habib sdh bjuang begitu dahsyatnya,maka sungguh mjd tgs kt semua utk mendukung Habib.Marilah semakin ramekan majelis di At Tiin..sedih memang meninggalkan Munawar,tp jgn sampe berlarut2 shg membuat Habib sedih. sdr2ku…mari kt dukung perjuangan Habib…saatnya kt berhijrah ke At Tiin dg ridlo Allah dan RasulNYA..Amin…

    Ozi

    #111500124
    isni
    Participant

    Ya… Guru Mulia…

    kelu lidah ini ya Habiby… sami\’na wa atho\’na
    kemana Kau pergi… bawalah selalu kami

    Ya Allah…
    Ya Rasulullah…
    saksikan kecintaan kami kepada Guru kami…

    Ya Allahu ya Allah..
    jadikan kecintaan kami pada Guru Kami sebagai jembatan menuju cita tertinggi

    cinta dan rindu padamu wahai Nabiy..
    cinta dan rindu bertemu dengan-MU ya Rabbiy..

    Ya Allahu ya Allah…

    #111500132

    [i]Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

    Wahai teman-teman sekalian, mari kita sudahi saja forum kesedihan ini, kita tak ingin membuang waktu Habibana lagi dalam menanggapinya, kasihan beliau sudah terlalu lelah dgn dakwahnya di dunia nyata maupun di dunia maya ini.[/i]

    Mohon maaf atas segala tulisan Ana di atas, itu hanyalah ungkapan hati ini menanggapi tulisan dari Bang Durrahman (Semoga ALLAH SWT merahmati beliau). Sungguh Ana merasa terharu membaca tulisan Bang Durrahman, dan tanpa sadar Ana hanyut dalam menanggapi tulisan beliau, yg malah membuat semakin besarnya kesedihan meninggalkan Masjid Al-Munawar.

    [i]Sungguh kesedihan ini kan berujung pada kerinduan untuk terus menghadiri Majelis RASULULLAH SAW.[/i]

    Dan…

    Begitu besarnya perjuangan Habibana Munzir dalam mengajak kita beridolakan Baginda RASUL SAW. Dalam mengajak kita kepada indahnya akhlak, indahnya sujud, indahnya munajat, indahnya menyebut nama yg paling agung, ALLAH SWT.

    Begitu tingginya semangat Habibana Munzir dalam mendirikan Majelis RASULULLAH SAW ini, maka kita pun harus lebih semangat dalam membantu & menghadiri Majelis RASULULLAH SAW dimanapun berada, terutama majelis pusat yg baru nanti di Masjid At-Tiin TMII.

    Semoga Majelis RASULULLAH SAW semakin berkembang luas dalam membenahi umat…

    [i]Kepada Habibana Munzir dan Saudara-Saudaraku yg kumuliakan!
    Sekali lagi tolong bukakan pintu maaf untuk Ana yg hina ini…

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…[/i]

    #111500170
    Munzir Almusawa
    Participant

    Hayyakumullah.. semoga Allah menyambut anda dengan segala anugerah Nya swt..

    #111500210
    Abdurrahman
    Participant

    Habiby, maaf sebelumnya. Ana kirim posting tentang kesedihan ini bukan untuk menambah pikiran antum ataupun menambah kesedihan antum, tetapi ana hanya meluapkan kesedihan ana mewakili jamaah.

    Sekiranya tulisan ana menambah pikiran antum, ana mohon maaf sebesar-besarnya. Sungguh bukan maksud hati demikian.

    Kami mencintai antum, dan semoga kami pun dicintai oleh antum.
    wal\’afwu…..

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 11 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Umum’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru