December 3, 2020

Kita dan Harimau,Tikus serta Madu

Home Forums Iseng dalam keluhuran Kita dan Harimau,Tikus serta Madu

Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #75854333
    EKO DARMAWAN
    Participant

    [size=4][size=3]Assalamualaikum
    Sebuah cerita yang Al Fakir anggap bagus, menarik dan Insya Allah sarat dengan manfaat dan hikmah untuk jadi renungan serta nasehat khususnya buat Al Fakir pribadi.

    Harimau, Buaya, Tikus & Madu

    Releks Sekejab Renungan utk semua…renungilah betapa kecilnya kita di
    bumi Allah ini… Jadikan kisah ini sebagai pengajaran dan peringatan
    buat kita semua…

    Adalah seorang hamba ALLAH , dia pergi berjalan di tepi
    hutan. Sedang dia menghirup udara rimba yg segar,tiba tiba dia mendengar
    satu bunyi… Jeng!Jeng!Jeng!…

    bunyi….AAUUUMMMMM!!!!! Bunyi harimau yg kelaparan dan yang menunggu
    mangsanya untuk disantap. Jadi, si hamba ALLAH ini pun lari untuk menyelamatkan
    diri. Harimau itu kejar si hamba ALLAH. Sebab dia sudah sangat lapar.

    Harimau tu pun kejar, kejar, kejar dan kejar. Hamba ALLAH
    sangatlah takut, berlari tunggang langgang. Sempat juga dia berdoa agar dia
    diselamatkan dari kejaran si harimau tadi. Dengan kuasa ALLAH
    diperlihatkan sebuah sumur di depan matanya. Jadi untuk menyelamatkan diri si
    hamba ALLAH ini pun terjun ke dalam sumur.

    Di sumur terdapat tali dan sebuah timba. Si hamba ALLAH ini bergayut pada
    tali itu. Tali itu pendek dan tidak terlalu panjang. Jadi dia bergantungan di tengah-tengah
    sumur. Di mulut sumur, harimau yg lapar sudah menunggunya. Si hamba ALLAH ini
    berfikir bagaimana cara untuk menyelamatkan diri, sambil berdoa kepada
    ALLAH agar dia diselamatkan.Saat berfikir dan kebingungan bagaimana mencari selamat,
    tiba tiba dengar bunyi kocakan air di bawah sumur.

    AAAAA!!!!… Ya ALLAH….. tambahlah seram Ia dibuatnya.Apa yang ada dalam sumur itu? Ternyata ada 2 ekor buaya yg kelaparan.\"Yaa nasib, sudah jatuh
    ditimpa tangga, gumam si hamba ALLAH\".ketakutan semakin menjadi jadi. Atas ada harimau bawah
    ada buaya. Semakin risau dan takut. Tengah berfikir untuk mencari jalan
    selamat , seketika itu keluar seekor tikus putih dari lubang celah-celah sumur,
    naik ke atas tali yg hamba ALLAH itu bergayut.

    Sampai diatas tikus itu menggigit dan mulai mengerat tali itu .\"Waduh , kurang ajar si tikus ini\" bathin si hamba Allah. \"Allahhhh…. bagaimana ini\". Tak begitu lama, keluar lagi seekor tikus yg
    berwarna hitam. Naik diatas tali tadi, Cit!Cit! Cit!Cit! sampai atas.
    Tikus hitam ini pun gigit juga tali itu. \"habislah aku jadi mangsa buaya\" , begitulah keresahan si hamba Allah

    Berfikir lagi.Dan terus kebingungan \"Kalau naik atas Aku dimakan harimau. Kalau tunggu
    tali putus dan jatuh ke bawah di makan buaya. Bagaimana nih…?\" Sedang
    hamba ALLAH itu berfikir bagaiman cara untuk selamatkan dirinya, terdengar satu bunyi…. BZZZZZ BZZZZZ… bunyi lebah bawa madu. Si hamba
    ALLAH ini pun mendongak ke langit, melihat lebah yg sedang bawa madu.

    Tiba tiba setitik madu terjatuh dan terus masuk ke dalam mulut si hamba
    ALLAH tadi. Dia meraskan nikmat yang sangat ketika melumat madu tadi. Hamba ALLAH itu
    berkata, \"Fuh manisnya madu ni , tak pernah ku rasa manisnya madu semacam ini. Nikmatnya.SUBHANALLAH sungguh nikmat\". Karena setitik madu si hamba ALLAH tu
    lupa pada harimau yg sedang menantinya di mulut sumur dan buaya yg
    menantinya di bawah.
    – – – – – tAMat- – – – –

    Kalau semua mengetahui , si hamba ALLAH itu adalah kita semua. Harimau
    yg mengejar itu adalah maut kita, ajal memang sentiasa mengejar kita, so
    beringat-ingatlah, dan seharunya mulai berfikir, Sudah cukupkah perbekalan kita untuk Hari Kebangkitan nanti?
    Dan 2 ekor buaya itu adalah ibarat Malaikat Munkar dan Nakir yg
    menanti kita di alam kubur nanti. Tali yg tempat si hamba bergayut tadi
    adalah jangka hayat kita, kalau pendek talinya maka panjanglah umur kita
    dan kalau panjang talinya maka pendeklah umur kita.

    Tikus Putih dan Hitam itu adalah dunia, kita siang dan juga malam yang
    sentiasa mengikis umur kita. Kan tikus tu gigit tali tu. Madu…,madu
    yg jatuh setitik ke dalam mulut hamba itu tadi adalah nikmat dunia.
    Bayangkan setitik saja madu tu jatuh ke dalam mulutnya,dia lupa pada
    harimau dan buaya itu.Begitulah kita bila ,mendapat nikmat sedikit saja lupa pada ALLAH, lupa akan kematian dan lupa kehidupan setelah dunia.
    Waktu mendapat kesusahan barulah kita ingat ALLAH.

    ASTAGHFIRULLAH…

    1 (satu)menit untuk mengingati Allah

    Step 1:
    Sebutlah dengan sepenuh hati dan lidah yang fasih akan:

    *SUBHANALLAH
    *ALHAMDULILLAH
    *LAA I LAHA ILLALLAH
    *ALLAHU AKBAR
    *ASTAGHFIRULLAH
    *LAA ILAH ILLALLAH, MUHAMMADUR RASULULLAH
    *ALLAHUMMA SALLY WA SALLIM WABAA-RIK ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA
    AA-LIHI WA SAHBIHI AJMA-IIN

    Step 2:
    Hayatilah sedalamnya akan makna ayat demi ayat,perkataan demi
    perkataan

    Step 3:
    Forward artikel ini kepada sekurang-kurangnya 7 orang sahabat anda.

    Result 1:
    Dalam tempo satu jam anda telah berjasa mengajak mereka untuk
    mengingati,berdoa dan bermunajat kepada ALLAH Yang Maha Esa.

    Result 2:
    Dalam tempo satu jam anda telah berjasa mengajak mereka untuk
    mengingati, berdoa kepada Nabi Muhammad Alaihisallam.

    Result 3:
    Dalam masa satu jam sekurang-kurangnya 7 orang telah mendoakan
    kesejahteraan untuk kita dan di AMIN oleh para Malaikat, INSYALLAH

    Oleh sebab itu………………..duduklah sambil merenungi betapa kekuasaan
    ALLAH dalam kehidupan kita seharian kerana melakukan segala yang
    diridhaiNya Bersama kita berdoa agar sentiasa di beri nikmat kesejahteraan
    dan kelapangan akal dan fikiran dalam kita menjalani kehidupan seharian
    dalam apa jua yang kita kerjakan.

    Wasalam….
    Al fakir mohon maaf kalo ada salah tulis, soalnya cerita diatas sebenarya adalah bahasa melayu gitu.Yah semampu Al Fakir gubah.Moga terdapat manfaat.
    NB cerita buat relaks aja

    [b[size=4][u]]\"Kisah Santri dan Pramugari\"[/u][/size] [/b]

    Seorang santri sedang berada di dalam sebuah kapal terbang untuk ke sebuah negeri. Apabila tiba waktu solat, dia pun ke kamar kecil untuk berwudhu. Oleh karena kamar kecil di dalam kapal terbang terlalu kecil, maka dia terpaksa membuka pintu ketika berwudhu. Tatkala dia mengangkat salah satu dari kakinya ke tangki (washing basin), seorang peramugari telah ternampak perbuatan santri itu dan menegurnya.

    Peramugari: (dengan suara dikeraskan..) Tuan tidak boleh memasukkan kaki ke dalam tangki tu, sebab ia akan mengotorkan tangki. Ini tempat basuh muka bukan basuh kaki.

    Santri: (dengan suara lembut dan penuh rendah diri…) Berapa kali saudari mencuci muka saudari dalam satu hari?

    Peramugari: (dengan sifat angkuh…) Biasannya seh sekali atau dua kali dalam sehari.

    Santri: (dengan sifat bersahaja….) Saya mencuci kaki saya lima kali dalam sehari, berarti kaki saya lebih bersih dari muka saudari…..

    Mohon koreksi
    kodar_ikspi@yahoo.co.id[/size][/size]

Viewing 1 post (of 1 total)
  • The forum ‘Iseng dalam keluhuran’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru