Home Forums Forum Masalah Fiqih Masalah Fiqih. Mohon dijelaskan?

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • Author
    Posts
  • #123007181
    Makmun Abadi
    Member

    Assalaamu\’alaikum Wr.Wb

    Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.
    Shalawat serta salam tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

    Habib Munzir yg dirahmati Allah. Ada beberapa pertanyaan yg ingin saya tanyakan :

    1. Apakah seorang perempuan yg sedang haid boleh msk kedalam dan berdiam di dalam Masjid/Musholla walaupun sudah menggunakan (maaf) pembalut dan tidak bocor. Dan walaupun hanya diteras atau halaman Masjid/Musholla?
    2. Hal yg membatalkan sholat salah satunya adalah mengeluarkan dua huruf yg ada maknanya walaupun tidak ada maknanya. Bagaimana dengan mengucap \"Alaihissalaam\" ketika Imam selesai membaca surat Al A\’laa. atau do\’a-do\’a lain yg bukan bacaan sholat. Apakah tetap menjadi batal?[/size][/size]3. Apa hukumnya seseorang berjabat tangan/mencium tangan dengan yg bukan muhrimnya namun yg bukan muhrimnya itu adalah orang tua. Dan hanya untuk menghormatinya. Apakah tetap haram? dan ada juga yg mengatakan bahwa seorang muslim laki2 boleh berjabat tangan dengan perempuan yg beda agama? bagaimana itu bib?
    4. Kalau kita membicarakan kejelekan orang lain, namun untuk kebaikan org yg kita bicarakan itu sendiri. Cthnya, kita membicarakan kejelekan org lain dan setelah membicarakannya kita sepakat untuk mengingatkan orang tersebut. Apakah itu termasuk ghibah dan diharamkan bib?

    Mohon dijelaskan bib kepada saya yg fakir ilmu ini.
    Atas penjelasan Habib saya ucapkan terima kasih.
    Wassalaamu\’alaikum Wr.Wb

    #123007187
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Rahmat dan kelembutan Allah swt semoga selalu menerbitkan kebahagiaan pd hari hari anda,

    saudaraku yg kumuliakan,
    1. hal itu tidak diperbolehkan, yg diperbolehkan adalah lewat saja jika tak dirisaukan menetes, sebagaimana menggunakan pengaman, namun duduk dan berdiam tak dibenarkan di lingkungan masjid, musholla bukan masjid, maka boleh saja, dan juga masjid masjid yg menyediakan ruangan untuk nisa, seperti majelis taklim, maka boleh wanita haid masuk karena tempat itu memang disediakan untuk wanita dan tidak sah i\’tikaf padanya,

    2. yg membatalkan adalah ucapan yg berbicara pada orang lain, dan ucapan alaihi salam tidak berbicara pada orang lain, kecuali jika ia menjawab salam, seperti alaikum salam, pada orang yg bersalam, atau yarhamKAllah pada orang yg bersin, maka shalatnya batal,

    kecuali bicara pada Rasul saw, sebagaimana justru wajib dg ucapan assalamualaika ayyuhannabiy, yg berarti salam sejahtera untukmu wahai Nabi, justru ia adalah rukun shalat, jika tak dibaca maka batal shalatnya.

    3. wudhu batal dg sentuhan pria dan wanita yg keduanya dewasa, apakah ia muslim atau non muslim, namun ada sebagian ulama mengatakan jika ia sudah sangat lanjut uisia tidak batal.

    4. hal itu bukan ghibah, karena bermaksud membenahi keadaannya, ghibah adalah membicarakan aib orang lain benci padanya, kecuali jika demi tak terjebaknya orang lain pada kejahatannya, maka perlu disampaikan

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

    #123007271
    Gerryandi Akbar
    Participant

    Assalaamu\’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Habib Munzir yg dirahmati Allah…

    Untuk jawaban dari nomor 1 ane msh bingung bib. Mengapa perempuan yang sedang haid diperbolehkan masuk Musholla? Apakah ada perbedaan antara Masjid & Musholla?bukankah Musholla juga rumah Allah. tempat yang suci dan harus dijaga kesuciannya. Bagaimana kalau Musholla itu sudah di wakafkan bib?

    Atas jawabannya ane ucapkan terima kasih…
    Wassalaamu\’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    #123007295
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Rahmat dan kelembutan Allah swt semoga selalu menerbitkan kebahagiaan pd hari hari anda,

    saudaraku yg kumuliakan,
    betul saudaraku, mesti dijaga kesuciannya, tentunya haram menumpahkan hal najis pada musholla dan masjid, namun yg kita jelaskan adalah hukum wanita haid di musholla dan masjid walau terjaga kebersihannya,

    masjid adalah Baitullah yg sah i\’tikaf padanya, dan wanita haid tidak sah i\’tikaf di masjid, dan perbedaan hukum masjid dengan musholla jauh berbeda.

    Musholla adalah tempat shalat, boleh dijual, boleh dimiliki, boleh dikamar kita, atau dirumah kita, masjid adalah yg telah diwakafkan menjadi milik Allah dan sah padanya i;tikaf, maka tak dibenarkan wanita haidh masuk padanya.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Fiqih’ is closed to new topics and replies.