November 26, 2020

MEMULYAKAN NABI

Home Forums Iseng dalam keluhuran MEMULYAKAN NABI

Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #72015047
    AZIS NURYADIN
    Participant

    Memulyakan Nabi Muhammad SAAW

    (Allah berfirman): \"Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)\". [QS. Al-Hijr: 72]

    Dalam surat Al-?Ashr, Allah bersumpah dengan berfirman: ?Demi masa.? Masa yang mana? Masa di mana Nabi hidup di dunia. Orang Arab biasa bersumpah dengan umur seseorang. Di sini Allah bersumpah dengan umur Nabi Muhammad SAAW untuk memulyakan beliau. Demi umur Muhammad, demi masa di mana Muhammad hidup di dunia ini, sungguh manusia itu berada dalam kehancuran, kesesatan, dan kebinasaan, kecuali mereka yang beriman, beramal shalih, dan berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran. Periode di mana Muhammad Rasulullah SAAW hidup di dunia adalah periode puncak dari kehidupan manusia dan seluruh makhluq di alam semesta. Tidak ada masa seperti itu sebelumnya dan sesudahnya. Wajarlah jika Allah begitu memulyakan makhluq yang satu ini. Di pintu surga tidak ada nama makhluq tertulis kecuali nama Muhammad Rasulullah.

    KESOMBONGAN IBLIS

    Tapi sayang seribu sayang, di zaman ini ada orang yang enggan memulyakan Nabi, bahkan menuduh yang tidak-tidak kepada orang yang memulyakan Nabi.
    Dulu Allah telah menciptakan Azazil yang hanya mau menyembah dan memulyakan Allah. Tetapi ketika Allah menciptakan Adam dan menyuruh Azazil memulyakan Adam, Azazil menolaknya. Maka berubahlah namanya menjadi Iblis.
    Allah, apabila Dia mencintai seseorang, maka ia akan mengumumkannya kepada Jibril: ?Wahai Jibril, sesungguhnya aku mencintai Fulan, maka cintailah Fulan.? Maka Jibril pun mencintainya dan mengumumkannya kepada penduduk langit. Maka penduduk langit pun mencintainya dan mengumumkannya kepada penduduk bumi. Dan tidak ada makhluq yang lebih Allah cintai melainkan Muhammad Rasulullah SAAW. Lalu mengapakah kita tidak mencintai dan memulyakan beliau? Padahal tidak sempurna iman seseorang hingga dia mencintai Nabi dengan kecintaan yang melebihi kecintaannya kepada dirinya, orangtuanya, anak-anaknya, dan dunia seisinya. Nabi Muhammad SAAW adalah Sayyidunnas, Tuan manusia di dunia dan di akhirat. Nabi itu lebih pantas untuk dicintai oleh mu`min.
    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri. [QS. Al-Ahzab: 6]

    ADAT ISTIADAT SHAHABAT

    Barangsiapa bertasyabbuh (menyerupai) terhadap suatu golongan, maka dia termasuk ke dalam golongan tersebut. Begitu pula orang yang ikut-ikutan upacara kaum Anshor ketika menyambut Rasulullah. Maka mereka adalah termasuk golongan kaum Anshor yang dimulyakan Nabi. Mengapa kita harus berdiri ketika mengucapkan ?Thola?al Badru ?alayna? sedangkan Nabinya tidak ada? Karena demikianlah kaum Anshor melakukan, dan kita adalah kaum yang ingin menyerupai mereka. Jika memang hal ini tidak bisa diterima, maka untuk apa kita bersalam kepada Nabi di dalam tahiyat akhir sedangkan Nabinya tidak ada? Sayangnya tidak sah shalat seseorang yang tidak bersalam kepada Nabi pada tahiyat akhir.
    Katakanlah: \"Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan\". [QS. Yunus: 58]
    Allah menyuruh kita untuk bergembira atas karunia dan rahmat-Nya. Ketika kita menikah, kita disuruh untuk bergembira dan bersyukur dan merayakannya. Ketika anak kita lahir, kita disuruh untuk bergembira dan merayakannya serta bersyukur. Akan tetapi, apakah karunia dan rahmat Allah yang lebih pantas untuk disyukuri?
    Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. [QS. Al-Anbiya: 107]
    Adalah wajib untuk mensyukuri karunia dan rahmat yang terbesar ini. Rahmat yang Allah anugerahkan kepadaku dan kalian, yang dengannya aku dan kalian dapat mengenal keagungan ?Laa ilaaha illallaah?. Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai beliau SAAW melebihi cintanya kepada dirinya sendiri.
    ACARA MAULID

    Mengadakan acara pembacaan riwayat hidup Muhammad Rasulullah SAAW adalah salah satu cara kita mengungkapkan kegembiraan kita atas karunia terbesar ini. Dengan acara-acara seperti ini memuncaklah keimanan kita dengan tersambungnya sanubari kita dengan sanubari sang idola SAAW. Sebagaimana Abu Hurairah dan para shahabat berkata kepada Nabi bahwa puncak keimanan mereka adalah ketika mereka ada di dekat Nabi SAAW. Sungguh berbeda antara shalat bersama Nabi dengan sholat tidak bersama Nabi. Sungguh berbeda puasa bersama Nabi dengan puasa tidak bersama Nabi. Begitulah para shahabat, keimanan mereka memuncak ketika mereka berada di dekat Nabi. Tetapi ketika mereka kembali kepada keluarga mereka, maka menurunlah keimanan mereka.

    MENABUH TABUHAN

    Menabuh tabuhan di dalam Masjid adalah dibolehkan pada saat walimah dan hari raya. Bagaimana kalau pada saat mengadakan acara maulid Nabi? Lebih boleh lagi. Sebab kegembiraan dalam kelahiran Nabi adalah kegembiraan yang melebihi kegembiraan saat walimah atau pun hari raya idul fitri. Sebagaimana dikatakan Abbas: ?Ketika engkau lahir wahai Rasulullah, terang-benderanglah timur dan barat dengan cahayamu. Dan cahaya itu masih kami rasakan hingga saat ini.? Ini dapat dilihat dalam Al-Mustadrak fii Shahihain Imam Hakim. Tidakkah Anda merasakan cahaya Rasulullah memancar di sanubari Anda? Tidakkah Anda merasakan cahaya tauhid yang dibawa Rasulullah SAAW menerangi gelapnya sanubari Anda? Dan lihatlah bagaimana Sayyidina Abbas memuji beliau SAAW. Adakah itu perbuatan syirik? Jika itu perbuatan syirik niscaya Nabi SAAW yang langsung menegurnya. Tetapi Nabi SAAW justeru malah ridho dan mendo?akan Sayyidina Abbas.

    MAKRUH MEMBUNUH KATAK

    Ketika Nabi Ibrahim di masukkan ke dalam api besar, Allah berfirman kepada api besar itu agar menjadi sejuk bagi Nabi Ibrahim. Maka sejuklah api itu terhadap Nabi Ibrahim. Tetapi seekor katak yang melihat Nabi Ibrahim di masukkan ke dalam api besar itu, ia segera melompat-lompat ke sungai dan kemudian mengantungi air dalam mulutnya dan melompat-lompat ke arah api besar itu dan menyemburnya dengan air dalam mulutnya yang tidak seberapa. Sungguh perbuatan yang sia-sia. Tetapi Allah tidak menilai demikian. Disebabkan sikap satu katak ini yang memulyakan dan mencintai Nabi Ibrahim Khalilullah, maka seluruh katak di dunia ini diharamkan untuk dibunuh, dan sebagian pendapat mengatakan makruh dengan kemakruhan yang sangat. Bagaimankah bila kita memulyakan dan mencintai Nabi SAAW? Adakah ini disebut perbuatan syirik? Justeru inilah perbuatan yang sangat diridhoi Allah.

    KISAH POHON KURMA

    Disebabkan jama?ah telah bertambah banyak, maka Sayyidina Umar membuatkan mimbar yang tinggi untuk Nabi agar jamah yang di belakang dapat melihat wajah Nabi yang menenangkan. Maka ketika Nabi menggunakannya untuk pertama kali, belum lagi Nabi berkata, terdengarlah suatu jeritan yang menyayat hati hingga membuat para shahabat ikut merasakan kesedihan si sumber jeritan. Maka Nabi turun untuk mencari sumber jeritan itu. Ternyata jeritan itu bersumber dari batang pohon kurma yang biasa Nabi gunakan untuk bersandar di kala menyampaikan pengajaran kepada para shahabat. Pohon kurma itu begitu sedihnya ketika Nabi tidak lagi bersandar kepadanya. Kerinduan dan kesedihannya diketahui oleh Allah, dan dengan izin-Nya, suara batang pohon kurma itu pun dapat di dengar oleh mereka yang hadir dalam majelis itu. Maka Nabi menawarkan kepada batang pohon kurma itu dua pilihan, tetap disandari oleh Nabi di dunia ini, atau ditumbuhkan kembali di istana Nabi di surga. Maka pohon kurma itu pun memilih untuk ditumbuhkan kembali di istana Nabi di surga, di mana saat itu tidak ada tumbuhan dunia yang ditumbuhkan kembali, kecuali batang pohon kurma itu. Setelah memilih demikian, maka pohon kurma itu pun mati dan dikubur di bawah kaki tangga pertama dari mimbar Nabi SAAW. Betapa besar ni?mat yang diperoleh pecinta Nabi Muhammad SAAW, dapat hidup bersama Sang Tuan manusia di surga. Tidakkah Anda ingin bersama beliau SAAW?

    (Diambil dari ceramah-ceramah Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa. Tulisan ini telah saya print, kemudian diperbanyak oleh teman saya dan dibagi-bagikan kepada teman2 kantornya dan mendapat tanggapan positif. Semoga dapat membantu da\’wah Anda sekalian dalam menanamkan kecintaan kepada Sang Rasul SAAW.)

Viewing 1 post (of 1 total)
  • The forum ‘Iseng dalam keluhuran’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru