May 11, 2021

Mengatasi Beda Pendapat

Home Forums Forum Masalah Tauhid Mengatasi Beda Pendapat

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • Author
    Posts
  • #111548658
    Abdu-rahman
    Participant

    Assalamu\’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Habib Munzir yg dimuliakan Allah SWT, Semoga selalu dalam keadaan Sehat
    wal afiat dan Ilmu yang bermanfaat

    Habibana Munzir yang ana hormati,
    Ada teman ana yang mengatakan bahwa, kalau sholat lima waktu atau sholat sunnah pada waktu tahiyyat awal atau akhir tidak boleh mengucapkan Allahumma Sholli Ala Sayidana Muhammad cukup hanya mengucapkan Allahumma Sholli Ala Muhammad. Menurut teman ana pada waktu sholat kita hanya Mengagungkan Allah SWT, tapi kalau Berdo’a boleh mengucapkan Allahumma Sholli Ala Sayidina Muhammad.

    Trus yg kedua bib, ada teman ana yang lain sebelumnya dia rajin mengikuti majelis dzikir, tapi setelah mengikuti ceramah agama di suatu tempat. Lalu dia bilang majelis dzikir, yasinan dan tahlilan itu bid’ah.
    Ana mohon penjelasan dari Habib, agar ana bisa menjelaskan pada teman ana dan supaya Ukhuwah Islamiyah tetap utuh.
    Terima kasih Habib atas Waktunya untuk menjawab pertanyaan ana ini.

    Jazakallahu Khairon katsiron
    Wassalamu\’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    #111548672
    bky
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

    Saudaraku yang kumuliakan, berikut kutipan jawaban Habibana yang sudah ada di forum :

    Penggunaan \"Sayyidina\" dalam shalat?
    [quote]saudaraku yg kumuliakan,
    1. tentunya boleh.

    2. karena Rasul saw memperbolehkannya, sebagaimana sabda Beliau saw : \"janganlah kalian berkata : berimakan Rabb mu, wudhu kan Rabb mu (Rabb juga bermakna pemilik, ucapan ini adalah antara budak dan tuannya dimasa jahiliyah), tapi ucapkanlah Sayyidy dan Maulay (tuanku dan Junjunganku), dan jangan pula kalian (para pemilik budak) berkata pada mereka : wahai Hambaku, tapi ucapkanlah : wahai anak, wahai pembantu\" (shahih Bukhari hadits no.2414) hadits semakna dalam Shahih Muslim hadits no.2249.

    maka jelaslah bla budak saja diperbolehkan mengucapkan hal itu pada tuannya, bagaimana kita kepada Rasul saw, dan beliau sendiri yg menamakan dirinya Sayyd, seraya berkata : \"akulah Sayyid (pemimpin)seluruh manusia dihari kiamat\" (Shahih Bukhari).
    [/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=7&id=13870&lang=id#13870

    Perilaku membaca tahlilan, yassin adalah bid\’ah?
    [quote]mengenai hadits shahihnya bahwa Rasul saw bersabda : Bacakanlah pada yg wafat pada kalian surat Yaasiin (HR Abu Dawud), walaupun sebagian mengatakan hadits ini dhoif, namun berkata Imam Nawawi bahwa Imam Abu Dawud tidak mendhoifkannya.

    maka bisa kita kedepan kan hadita hadits lain yg mendukung perbuatan ini, yaitu sabda Rasulullah saw : Bila kalian mendatangi yg sakit atau yg wafat, maka ucapkanlah hal yg baik baik, karena malaikat mengaminkan apa apa yg kalian katakan (Shahih Muslim)

    maka tentunya tak ada kalimat lebih baik dari Alqur\’an,

    sebaliknya pelarangan pembacaan ALqur\’an di kubur atau pada mayyit merupakan hal mungkar, karena tak berhak seseorang melarang pembacaan ALqur\’an, bahkan Imam Ahmad bin hanbal pun pernah melarang, namun ketika diriwayatkan tentang riwayat tsigah bahwa para sahabat banyak mewasiatkan minta dibacakan Alqur\’an setelah wafatanya maka Imam Ahmad pun menyetujui.

    mengenai Tahlilan, anda dapat melihat di kolom \"Artikel\" di kiri tampilan web ini, artikel yg berjudul \"Tahlilan\"

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,[/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=9319&lang=id#9319

    Wassalam,
    AdminIII

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Tauhid’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru