November 30, 2020

Nabi Muhammad SAW buta huruf atau Genius

Home Forums Forum Masalah Umum Nabi Muhammad SAW buta huruf atau Genius

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 12 total)
  • Author
    Posts
  • #77303143
    Arief Firmansyah
    Participant

    Ass,

    subjek tadi menggelitik saya ketika saya membaca salah satu tabloid ibukota \"khazanah\" mengenai Nabi kita Muhammad SAW tidak bisa baca dan menulis, buku ini ditulis oleh Syekh Maqdishi (nama samaran) dan isi buku tersebut menjelaskan bahwa kata \"ummi\" yang masih diperdebatkan sampai saat ini masih diartikan tidak bisa baca dan menulis padahal yang saya tau (awam) \"ummi\" berarti ibu jadi kenapa ulama kita masih saja mengartikan \"ummi\" tidak bisa baca dan menulis. Saya sangat setuju dengan penulis buku tersebut bahwa nabi kita sebenarnya bisa membaca dan menulis, karena semua ini bermula ketika nabi kita mendapatkan wahyu pertama \"I\’qra\" artinya bacalah samapai jibril berulang kali mengatakan \"I\’qra\" karena tidak dijelaskan juga wahyu pertama itu berbentuk apa? mohon penjelasan dari pengasuh website ini mengenai istilah \"ummi\" karena saya sebagai ummat Rasulullah SAW tidak ingin junjungan saya dibilang tidak bisa baca dan menulis..

    Regards,

    #77303196
    ahmad fauzi
    Participant

    habibana, afwan pertanyaan in belum dijawab
    syukron

    #77303207
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

    Rahmat dan Ketenangan Jiwa semoga selalu menghiasi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    kata : Ummiyy adalah buta huruf, bukan bermakna Ibu, karena ibu dalam bahasa arab adalah “Umm”, dan bila kita katakan Ummiy bertarti ibuku dan hal ini bukan dimaksudkan pada Nabi saw.

    memang yg dimaksud Nabiyyil Ummiyy disini adalah Nabi yg buta huruf, dan bila sandarannya adalah surat Al Alaq 1-5, justru saat diperintah oleh Jibril as untuk membaca itu Rasul saw menjawab : “aku tak bisa membaca”, demikian riwayat Shahihain dan segenap tafsir.

    Namun saudaraku, buta hurufnya Nabi saw beda dg buta hurufnya kita, buta hurufnya kita adalah identik dengan kebodohan, karena tak bisa belajar sbb tak mengenal huruf, sedangkan Nabi saw ini tak perlu belajar pada buku apapun, Beliau saw diajari Allah swt tanpa perlu mencari guru atau buku untuk belajar,

    Beliau saw didampingi Jibril as dan diberi petunjuk, maka hal ini merupakan kemuliaan beliau saw, Allah membuat beliau saw buta huruf agar orang orang kafir tak mengira beliau saw pengarang atau penulis buku, atau belajar dari kitab2 terdahulu, namun seluruh ilmu dan firman Allah swst itu suci dari hati nurani beliau saw, dari Allah swt, bukan dari membaca atau merangkai dari kitab lain.

    Contohnya seperti ini, Rasul saw berkali kali dipukuli dan dianiaya, namun hal itu bukan berarti beliau lemah, karena beliau saw mampu memerintah bulan datang dan terbelah, memerintah batu dan pepohonan, menundukkan gunung dll, justru beliau saw adalah makhluk yg paling kuat dari seluruh makhluk Nya swt, namun hal itu merupakan hikmah perjuangan saja.

    Demikian pula ketika beliau tak makan tiga hari, kelaparan, sungguh bukan karena mutlak sebab miskin, sebagaimana beliau saw dapat mendoakan makanan untuk satu / dua orang saja yg kemudian cukup disantap ratusan orang,

    Atau beliau saw kehausan namun dilain waktu beliau mengeluarkan air dari jari jarinya saw dan diminum hingga ribuan orang.

    Demikian pula buta huruf ini, Rasul saw buta huruf namun beliau saw adalah makhluk yg paling ber Ilmu pengetahuan dari semua makhluk Nya swt, namun tentunya bukan dengan belajar pada makhluk lainnya, namun diajari oleh Allah swt.

    beliau memahami semua bahasa, bahkan bahasa hewan, bahkan mendengar ucapan gunung dan pelepah kurma,

    jenius?, tentu, dan bukan hanya itu, karena beliau saw diberi kemampuan dalam segala hal melebihi seluruh makhluk Nya swt.

    demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu.

    wallahu a\’lam

    #77303214
    Hendra_Gunawan
    Participant

    Assalamu\’alaikum

    afwan bib, ana pernah mendengar dari salah seorang ulama (KH M. Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi di bandung) yang pendapatnya berbeda dari habib. kata beliau, Rasulullah SAW bukannya tidak bisa membaca melainkan tidak diperkenankan oleh Allah untuk membaca. Mustahil seorang yg fathonah tidak bisa membaca. dan juga kata beliau makna ummy ada beberapa macam :
    1. Ummy berarti ibu menandakan bahwa beliau mempunyai sifat layaknya seorang ibu yg mencintai anaknya dan beliau mencintai ummatnya
    2. Ummy ditujukan bahwa beliau dari mekkah sebagai ibunya kota-kota di arab.
    3. lupa lagi …

    afwan bib, mungkin ada ikhtilaf tapi ana cuma sekedar penambah wawasan saja dan ana yakin 100 % habib juga punya pegangan yg kuat atau shahih akan makna ummy tersebut.

    #77303266
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

    Kebahagiaan dan Kesejukan rohani semoga selalu menghiasi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    diriwayatkan oleh Ibn Abbas ra bahwa nabi saw tidak bisa membaca dan menulis (Tafsir Imam Qurtubi Juz 7 hal 298)

    memang tak pernah ada sejarahnya beliau belajar menulis pada siapapun, dan ketika dikatakan oleh Jibril as : \"Bacalah\" beliau saw menjawab : Saya tak bisa membaca\" 3X diulang demikian (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim).

    dan beliau saw tak pernah menulis surat apapun kecuali dituliskan oleh sahabat.

    tentunya tak ada kaitannya antara Fathonah dg buta huruf, hal itu memang kaitan yg erat bagi kita, namun bagi Rasul saw berbeda.

    jika anda memperhatikan jawaban saya yg sebelumnya sungguh telah saya jelaskan, bahwa Nabi saw lapar tiga hari mengikat perutnya dg batu, namun bukan berarti beliau itu miskin, beda dg kita.

    bahkan diriwayatkan bahwa ketika beliau saw tidak berbuka puasa di waktu magrib dan menyambung puasanya (waashil) maka sahabat ikut2an, lalu Rasul saw melarangnya, seraya berkata : jangan kalian ikut mwnyambung puasa, sungguh Aku bukan seperti kalian, aku diberi makan dan minum oleh Allah\" (Shahih Bukhari).

    nah.. beliau diwaktu lain menahan lapar hingga menaruh 3 batu diperutnya.

    saudaraku, maksudnya adalah kejeniusan beliau memahami segala bahasa, dan segala tulisan dan huruf, namun beliau saw tak bisa membaca dan menulis secara dhohir.

    namun jiwa beliau saw memahami makna semua yg tertulis dan semua yg tak tertulis.

    demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    wallahu a\’lam

    #77303379
    Arief Firmansyah
    Participant

    Assalamu\’alaikum Yaa Habib..

    Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menjawab keingintahuan saya tentang tulisan di tabloid \"khazanah\", tapi kalo boleh saya berdiskusi dengan habib, saya ingin tahu sejak kapan para ulama menginterpretasikan kalo Nabiyil Ummiy artinya nabi yang buta huruf, karena setau saya buta huruf itu dalam bahasa arab \"La yakrou walayaktubu\" (mudah2an tulisannya benar bib)..karena kalo kita bisa telaah lebih jauh boleh lah kita ambil pendapat Nabiyil Ummiy = Nabi yang buta huruf, buta huruf yang mana karena pada masa itu bahasa sangat banyak, ada bahasa ibrani, ada bahasa romawi dll, yang menjadi pertanyaan saya atas dasar apa para ulama mengartikan Nabiyil Ummiy buta huruf kalo buta huruf untuk huruf2 ibrani mungkin saja,atau bahasa romawi mungkin saja tapi kalo kita menggunakan logika dari beliau lahir sampai beliau menjadi seoang nabi hidup di jazirah arab tidak mungkin beliau buta huruf arab…yang perlu dijelaskan kepada ummat sebenarya Nabi Muhammad SAW tidak bisa membaca dan menulis untuk bahasa yang mana menurut para ulama dunia umumnya dan indonesia pada khususnya???

    Disini saya hanya ingin menelaah mengenai mengapa Nabi Muhammad SAW dengan Nabiyil Ummiy diartikan nabi yang buta huruf,karena dari penjelasan habib sebelumnya\"Ummiy\" artinya buta huruf padahal dari apa yang sy pelajari memang benar asal katanya \"Umm\" berarti ibu dan kalo \"Ummiy\" berarti seorang ibu…karena saya takut dengan kekuasaaan Allah SWT kalo kita masih mengecap Nabi kita Muhammad buta huruf,saya hanya ingin sebagai seorang muslim dan menjunjung tinggi Nabi Muhammad SAW ingin pengakuan dari para ulama terutama habib bahwa arti \"Ummiy\" tersebut adalah ibu..bukan buta huruf/tidak bisa membaca dan menulis…karena dia hidup sebatang kara pada saat masih dalam kandungan dia sudah ditinggal ayahnya terus pada saat bayi ditingal oleh ibunya dan menjelang remaja pada saat beliau dititipkan oleh kakeknya tidak lama kemudian kakeknya juga meninggalkan beliau..dari cerita tadi bisa dibayangkan bagaimana beliau hidup sebatang kara..jadi \"Ummiy\" tersebut adalah ibu karena beliau bisa diartikan sebagai single parent, dia bisa menjadi ibu..dia juga bisa menjadi bapak sebagai pencari nafkah layaknya seorang ibu yang \"single parent\".

    Sebenanya saya hanya ingin habib membantu saya dalam menyiarkan dan meluruskan arti \"Ummiy\" menurut analisa dan logika saya kalo nabi kita Muhammad SAW bisa membaca dan menulis..Insya Allah kalo kita dapat meluruskan arti \"Ummiy\" tersebut Allah dapat mencatat amal perbuatan kita demi junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

    Demikian bib dari saya mudah2an dapat bermanfaat bagi majelis kita ini dan yang benar hanya datang dari Allah SWT .

    Wassalam.

    #77303399
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

    Kebahagiaan dan Kesejukan rohani semoga selalu menghiasi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    saya harap anda tak menghukumi hadist dg logika, jelas jelas Nabi saw mengakui sendiri bahwa Beliau saw tak bisa membaca dan menulis, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari sebagaimana saya sebutkan diatas.

    anda belilah kamus arab indonesia, lihat kalimat Ummiyy itu apa artinya?

    saya risau kalau sudah agama ini harus dipecahkan dan harus diterima oleh logika, berarti bila tak masuk logika maka kita kufur pada ALlah?,

    saya ingatkan anda untuk berhati hati dalam mengemukakan pendapat, karena pendapat anda bertentangan dengan hadits shahih, sedangkan Nabi saw bersabda : Barangsiapa yg mendustakan ucapanku maka hendaknya ia bersiap mengambil tempatnya di neraka (shahih Bukhari).

    bukan maksud saya menyinggung perasaan anda, namun berhati hatilah dalam mengemukakan pendapat bila sudah dimunculkan hadits shahih apalagi riwayat Bukhari dan Muslim.

    demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    wallahu a\’lam

    #77303459
    Arief Firmansyah
    Participant

    Ass. Ya Habib yang Insya Allah selalu dijaga kesehatannya oleh Allah SWT

    Kalo menurut habib hadits yang menjelaskan Rasulullah tidak bisa membaca pada saat mendapatkan wahyu pertama bisa saja karena pada saat wahyu pertama itu turun..Nabi Muhammad SAW dalam keadaan bertahanut dan tidak mempunyai persiapan untuk bertatap muka dengan Malaikat Jibril.Jadi sangant diwajarkan pada saat itu Rasulullah kaget melihat sosok Malaikat Jibril yang diluar bayangan beliau..

    Kalo habib berpendapat bahwa Rasulullah sendiri mengakui bahwa dia tidak bisa membaca pada saat wahyu pertama turun saya sangat setuju dengan Habib,tapi kan beliau pada saat menerima wahyu pertama dari Jibril dan Jibril mengatakan \"Hai Muhammad bacalah\" sampai berulang2 tapi kan Rasulullah menjawab sesaat beliau tertegun, beliau mengucapkan \"Apa yang harus saya baca\" dari jawaban Rasulullah saya yakin kalo Rasul juga bingung pada saat itu karena mungkin saja bacaan yang dibawa oleh Jibril secara tulisan berbeda dengan tulisan yang Rasulullah pelajari pada saat itu. Dan saya seyakin2nya kalo Nabi kita Muhammad SAW bisa membaca dan menulis.

    Wassalam.

    #77303481
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

    Rahmat dan kesucian Jiwa semoga selalu menaungi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    he..he.. he…, saudaraku, bila anda baca hadits itu, nabi saw ketika dikatakan Iqra!, (bacalah), beliau saw menjawab : Maa ana biqaari\’ (aku bukan orang yg bisa membaca). (shahih Bukhari hadits no.3, 4670, Shahih Muslim hadits no.160),

    bukan berarti : \"apa yg harus kubaca\", setahu saya di SD sudah diajarkan,

    anda belilah atau lihatlah di kamus dulu..

    demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    wallahu a\’lam

    #77303552
    ahmad fauzi
    Participant

    Assalamualaikum,

    \"labbaikka ya mandallanaa wa hadanna shalla \’alaihi\"
    saya ingin mencoba mengembangkan sebuah wacana kebersamaan berfikir disini:

    \"Dan kau tiada (dapat) membaca Kitab sebelum (Alquran) ini (datang), dan tiada pula kau (dapat) menuliskannya dengan tangan kananmu. (Sekiranya demikian), tentulah ragu-ragu orang yang mengingkarimu\" Al-Ankabut 48

    dalsm Hadist imam Bukhari mengatakan, Yahya Bin Bakir mengatakan bahwa Al-Laits Bin Aqil dari riwayat Ibnu Syihab dari Urwah Bin Zubair dari Aisyah Ummul Mukminin, mengatakan :

    Permulaan wahyu yang diterima oleh Rasulullah adalah mimpi yang sahih dalam tidur. Beliau tidak bermimpi kecuali tampak nyata baginya sebagaimana jernihnya subuh. Setelah begitu, beliau lebih senang menyendiri di Gua Hira untuk berkhalwat dalam bentuk ibadah malam dalam bilangan tertentu. Setelah itu beliau akan kembali kepada keluarganya untuk kembali berbekal. Beliau kemudian pulang kepada Khadijah dengan bekal seperti tadi, sampai beliau mendapat kebenaran saat masihberada di Gua Hira. Pada saat itulah beliau didatangi oleh Malaikat Jibril yang menyuruhnya untuk membaca. Beliau menjawab \"Aku tidak membaca atau apa yang harus kubaca? (ma ana biqari\’). Lalu ia (Jibril) menghampiriku lalu merangkulku hingga aku kepayahan. Lalu ia menuntunku lagi dan menyuruhku untuk membaca. Tapi aku masih bertanya apa yang harus dibaca. Ia menghampiri dan merangkulku lagi sampai aku kepayahan. Lalu ia lagi-lagi memintaku untuk membaca dan aku tidak tahu apa yang harus dibaca. Lalu ia menuntunku untuk membaca : \"Bacalah dengan nama Tuhanmu\"

    Jaiz adalah salah satu diantara sifat Allah dalam artian, Allah mempunyai hak prerogratif penuh atas hambanya. Sebagai contoh ekstrim: seorang hamba beribadah ratusan tahun lamanya tetapi jikalau di akhirat Allah memasukkannya ke neraka maka boleh2 saja (dengan sebab2 Allah saja yang mengetahuinnya) atau seorang hamba ketika didunia ia jauh dari cahaya Illahi, tetapi pada akhiratnya Allah memasukkan ia ke surga ya boleh2 saja.(prerogratif yang rigid). Namun tentunya seseorang pun akan diperhitungkan juga Amal baik buruknya pada Mizan dan pencurahan Syafaat Rasulullah

    Maka jika Ia Subhanahuwata\’alla berkehendak \"Kun fayakun\" jadilah sesuatu itu dari ketiadaan kepada keberadaan (to become).Lalu kira-kira apa yang mustahil dari menjadikan seorang hamba Sayyidina Muhammad buta huruf kepada kenabian, menjadikan sanubari hambanya Sayyidina Muhammad sebagai tempat tersimpannya wahyu Illahiah, yang mana jika satu ayat turun kepada gunung maka hancurlah ia berkeping-keping

    Allah Subhanahuwata\’alla jadikan kekasihnya ummi, namun Ia jadikan pula sahabat Radiallahu\’anhum sebagai pena-nya, para penulis wahyu yang mulia, penulis surat untuk para raja2 Kisra, Romawi, Habasyah (Khulafa Ar-rasyidin, Khalid bin Walid, Ubai bin Kaab, Zaid bin Tsabit, dll)

    Allah Subhanahuwata\’alla jadikan kekasihnya ummi sebagai perlindungan dari para Kafir yang menuduhnya telah membaca dan memahami Taurat dan Injil, sementara pada permulaan turunnya wahyu nabi bertanya kepada Waraqah bin Naufal, seorang ahli kitab Taurat dan Injil, perihal turunnya wahyu di Gua Hira. ini menandakan bahwa nabi memang belum pernah mengetahui Kalimat Ilahiah ini ditambah lagi dengan kemunculan Malaikat Jibril dalam wujudnya yang asli.

    Jikalau semua hal dikaitkan dengan logika, lalu bagaimana dengan bertasbihnya makanan yang dimakan oleh nabi dan sahabat pun menyaksikan itu.Bagaimana makanan itu dapat mengeluarkan bunyi, punya mulutkah ia? hembusan angin, percikan air pun demikian, ia mengeluarkan suara, sementara logika kita memaksakan sesuatu yang bersuara pasti mempunyai mulut dan sejenisnya.

    Jikalau semua hal dikaitkan dengan logika, bagaimana mungkin seorang buta huruf mengetahui huruf ka,fa,ra terdapat pada dahi Dajjal la\’natullah, melihatnya beliau pada pintu surga kalimat syahadat, naiknya nabi ke Sidratul Muntaha dengan ruh dan jasadnya, dialog Nabi Muhammad dengan Nabi Musa as tentang jumlah pelaksanaan shalat, masih hidupnya Nabi Khidir hingga saat ini, sudah berapa ribu tahunkah umurnya sekarang?

    atau seperti yang diterangkan oleh As-Suyuthi dalam Thabaqatul Lughawiyyin wan Nuhhat, bahwa Zaid bin Tsabit, Nabi pernah bersabda \" jika kalian menulis kalimat bismillahirrahmanirrahim, maka perjelaslah huruf sin di situ\", bagaimana Nabi tahu yang demikian sedangkan ia buta huruf?

    Bi\’idznillah, nothing whatsoever is impposibble for Allah upon His glorious Prophet. semua yang diucapkan oleh nabi adalah wahyu yang disampaikan Malaikat Jibril dari Allah

    maka sungguh Ia Subhanahuwata\’alla berkuasa lebih pada yang demikian

    Ke-ummi-an Nabi bukankah itu bisa dibilang juga sebagai sebuah Mukjizat dari Ia Subhanahuwata\’alla?

    note: pengarang buku Syaikh AlMaqdisi (nama samaran), kebanyakan menulis buku2 kontroversial dan polemik, salah satunya yang memuat tentang penafsiran baru ke-ummi-an Nabi Muhammad \"Khurafatu \’Ummiyyati Muhammad\", beliau mengusung paham Mutakzilah (liberal) dengan mengutip dari Dr.Mohammad Syahrur (Syria),sekaliber Nasr hamid Abu Zaid, Mohammad Arkoun, Hassan Hanafi.

    Hemat saya, apakah wajar jika seseorang yang menamakan dirinya ulama, menulis karya ilmiah keagamaan namun ia menyembunyikan identitas aslinya? (in every reason its still something suspicious)

    afwan, syukron

    (Habibana mohon koreksinya jikalau ada kesalahan..salam rindu)

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 12 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Umum’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru