November 25, 2020

niqab dan ridha orang tua

Home Forums Forum Masalah Fiqih niqab dan ridha orang tua

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • Author
    Posts
  • #91374811
    Annisa Rochadiat
    Participant

    Bismillah

    Assalamu\’alaikum wa rahmatullah

    Allah yubarik fik ya Habib atas tanggapan terhadap pertanyaan kami sebelumnya.

    Yang mulia Habib Munzir, kami ada pertanyaan fiqh yang membutuhkan pencerahan Habib.

    Alhamdulillah baru-baru ini kami memutuskan untuk memakai niqab. Hanya saja, orang tua kami marah besar ketika mengetahui keputusan kami tersebut. Beliau menuduh kami telah menyakiti hati beliau karena \’membangkang\’ keinginan beliau untuk menunda pemakaian cadar hingga setelah menikah atau setelah di Hadramawt.

    Beliau menyebutkan ridha orang tua dibutuhkan dalam segala hal termasuk dalam memakai cadar ini. Kami telah berusaha menjelaskan sebaik mungkin alasan kenapa kami memilih untuk memakai, akan-tetapi orang tua tetap tidak mau mendengarkan. Malahan, kami dituduh meremehkan beliau, a\’udhubillah.

    Di satu sisi kami tetap ingin istiqomah in sha\’ Allah, tapi disisi lain kami khawatir akan dampak dari \’pembangkangan\’ kami terhadap keinginan orang tua kami tersebut. Ada kekhawatiran beliau dapat mengusir kami dari rumah atau malah menghalangi kami untuk pergi menuntut \’ilm ke Hadramawt apabila tetap pada pendirian kami.

    Mohon pencerahan, nasihat juga du\’a-nya ya Habib.
    BarakAllahufikum
    Wassalaam

    #91374835
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Kesejukan Rahmat Nya dan Keindahan Dzat Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dg kebahagiaan,

    Saudariku yg kumuliakan,
    saran saya jika kiranya anda mampu untuk menenangkan hati ayah dg lemah lembut saya yakin ia akan setuju, jika saudari melanggar orang tua, secara syariah saudari benar, tak boleh kita taat pada orang tua jika diperintah melanggar aturan Allah, namun sungguh sebaiknya dan semulia mulianya adalah kita melakukan itu didukung pula oleh ayah,

    maka yg perlu saudari perjuangkan saat ini bukanlah cadar lagi, tapi yg lebih dari itu, bagaimana cara ayah agar setuju dengannya,

    cobalah minta bantuan kerabat atau orang orang disekitar ayah agar turut membantu saudari untuk membujuk ayah dalam hal ini, saya rasa ayah akan mudah mengizinkan, karena buktinya ia telah mengizinkan jika sudah sampai di hadramaut, maka jika disana nanti diizinkan maka sangat tidak beralsan jika melarang disini, maka tampaknya hal itu adalah ketersinggungan semata, ingin merasa dihargai, maka hal itu mudah saja dicairkan dengan bujukan lembut insya Allah

    Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

    #91375107
    Annisa Rochadiat
    Participant

    Bismillah wassalatu wassalaam \’ala RasulAllah

    Assalamu\’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh ya Sayyidi Habib Munzir,

    In sha\’Allah pesan ini sampai pada Habib dalam keadaan sehat wal\’affiyat.

    JazakumAllahu khairan atas nasihat dan du\’a Habib sebelumnya. Faqirah ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membujuk Ayah juga Ibu sebagaimana yang telah Habib nasihatkan. Namun, kelihatannya keadaannya semakin menjadi kompleks. Nenek juga Tante saya (adik Ibu) dari keluarga Ibu sekarang turun tangan untuk membujuk saya menanggalkan niqab. Nenek saya dikabarkan teramat sedih, begitu juga dengan Ibu yang terus menangis tiap hari.

    Ayah saya menjatuhkan ultimatum kepada saya untuk memilih Ibu atau cadar. Ibu saya, yang menderita diabetes, akhir-akhir ini gula darahnya meninggi terkait dengan keputusan saya untuk tetap memakai niqab. Ibu saya bahkan menuduh saya secara perlahan membunuh beliau karena tetap bersikukuh pada pendirian. Beliau malah mempertanyakan keabsahan pemakaian cadar itu sendiri dalam Shariah karena konsekuensinya yang beliau anggap telah menghancurkan silaturahmi antara anak dan orang tua. Keduanya merasa tertantang dengan \"ulah\" saya.

    Saya sangat khawatir saya telah memberikan citra yang buruk terhadap para Haba\’ib karena ulah saya, ya Habib. Saya berusaha tetap berperilaku santun dan menghormati kedua orangtua saya, mendengarkan pendapat beliau dengan seksama. Tetapi, tatkala saya diperintah untuk melanggar Shariah, jelas saya tidak bisa menyanggupi. Saya bingung. Alhamdulillah kantor saya, yang sebenarnya tergolong liberal-sekuler, dapat mengakomodir saya dengan niqab, tetapi orang tua dan keluarga saya justru tidak bisa menerima.

    Apakah yang harus saya lakukan selanjutnya ya Habib? Mohon petunjuk juga du\’anya.

    BarakAllahufikum
    Wassalaamu\’alaikum wa rahmatullah

    #91375143
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Kebahagiaan dan Cahaya Kelembutan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dan keluarga,

    Saudariku yg kumuliakan,
    mengenai Niqab ini telah jelas perintahnya pada Alqur;anulkarim, firman Allah swt \"KATAKANLAH PADA WANITA WANITA BERIMAN AGAR MENUNDUKKAN PANDANGANNYA DARI MELIHAT KAUM LELAKI DAN MENJAGA AURATNYA DARI HAL YG DIHARAMKAN, DAN JANGAN PULA MEMPERLIHATKAN PERHIASANNYA (kalung dlsb), KECUALI YG TERLIHAT DIPAKAIANNYA, DAN AGAR MENUTUPKAN CADARNYA DIATAS WAJAHNYA DAN DADA SERTA LEHERNYA, DAN JANGANLAH MEMPERLIHATKAN PERHIASANNYA (dan membuka jilbabnya) KECUALI PADA SUAMINYA, ATAU AYAH MEREKA, ATAU AYAH DARI SUAMI MEREKA (mertua), ATAU ANAK LELAKI MEREKA (anak kandung atau anak suson), ATAU ANAK SUAMI MEREKA (anak tiri mereka), ATAU SAUDARA SAUDARA MEREKA (adik/kakak secara keturunan dan suson), ATAU ANAK SAUDARA MEREKA (keponakan), ATAU WANITA LAINNYA (wanita muslimah lainnya, dan aurat harus tertutup pula bila berhadapan dg wanita non muslim), ATAU BUDAK WANITA MEREKA?..hingga akhir ayat\" (QS Annur 31).

    ada pula keringanan bagi wanita yg bekerja, untuk membuka wajahnya, demikian dalam kitab Syarh Baijuri Syarh Abi Syuja\’ alaa Madzhab Syafi;i, bab Ahkam Shalat.

    kesimpulannya anda boleh memilih satu daripada dua, jika saudari mampu terus bertahan maka bertahanlah, telah berkata Guru Mulia kita ALhafidh Almusnid Alhabib Umar bin Hafidh mengenai permasalahan ini, bahwa kedua orang tuanya pasti akan ALlah swt jadikan ridho pada putrinya jika putrinya tetap bertahan untuk memakai cadar/niqab, walaupun awalnya ayah ibunya terus melarang, namun Allah swt akan membuatnya ridho dan setuju.

    namun jika saudari tak mampu maka sungguh Allah swt tak memaksa lebih dari kemampuan kita,

    namun jika saya di posisi saudari, saya akan terus bertahan demi membela Allah dan Rasul saw, karena jika saya jatuh pada kemauan mereka maka dosa besar pada mereka karena telah menjatuhkan syariat Allah demi kemauan pribadinya, sungguh posisi kita bukan melawan, namun membenahi kerusakan syariah pada ayah bunda kita, sungguh merekalah orang yg paling berhak kita cintai dari semua orang lainnya, maka tumpahkan kecintaan kita dg merangkul mereka dan menyelamatkan mereka agar tidak terjatuh pada kemurkaan Allah.

    sayapun saat menuntut ilmu ke Yaman saya tak diridhoi oleh ayahanda saya, bahkan beliau buang muka saat saya pamitan untuk berangkat, namun saya tetap berangkat, dan dua tahun kemudian saya mendengar berita wafatnya ayahanda, saya sangat sedih karena barangkali ia belum ridho pada saya, namun saya bermimpi beliau datang ke Yaman, berpakaian ihram, berterimakasih pada saya dan ridho, dan Allah mengangkat derajat beliau demikian tinggi sebab keberadaan saya mencari ilmu di Tarim, demikian kejelasan Guru Mulia tentang ayahanda saya,

    contoh lainnya, jika ayah bunda kita akan minum racun apakah kita membiarkannya?, apakah durhaka jika kita merebut racun dari tangan mereka dan membuangnya?, apakah bakti pada orang tua adalah dg membiarkan mereka minum racun itu?

    saudariku, perbuatan anda kini keduanya tidak bertentangan dg syariah, jika saudari bertahan maka saudari telah berbakti pada ayah bunda secara bakti yg hakiki tanpa mereka sadari, dan mereka akan berterimaksih pada saudari jika telah berjumpa pada sidang Akbar kelak,

    jika saudari menyerah maka sungguh Allah tak memaksakan lebih dari kemampuan kita.

    Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Fiqih’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru