August 1, 2021

salam takzim dan perkenalan

Home Forums Forum Masalah Umum salam takzim dan perkenalan

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • Author
    Posts
  • #215177424
    dian basori
    Participant

    Assalaamu \’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    bismillah walhamdulillahi wa shollallohu \’ala sayyidina muhammadin wa alihi wa shohbihi ajma\’in

    yaa habib Ahmad yaa sayyid Ahmad izinkan hamba memperkenalkan diri kepada yang mulia habib Ahmad sebagai pengganti pengajar di Majelis Rasulullah saw..

    yaa habib Ahmad,

    1. apakah yang dimaksud ta\’alluq? (afwan bila keliru penulisan latinnya). apakah ada kaitannya hati kita senantiasa mengingat2 orang2 shalih seperti HabibUmar bin Hafidh dan orang2 mulia sepeerti murid2 beliau? tidak cuma mengingat tapi juga berusaha ikuti pelajaran2 dari beliau.
    apakah ta\’alluq dengan orang2 shalih yang telah wafat masih boleh yaa bib?

    2. ya habib, hamba sedang berusaha dawamkan wirdul kabir dan wirdul shaghir-nya Imam fakhrul wujud syaikh abi bakr bin salim. mohon ijazah untuk wirid ini ya habib. serta doakan hamba untuk istiqamah dan mendapat berkah serta rahasia apa yang diniatkan shahib wirid ini (imam fakhrul wujud)

    #215177432

    Waalaikum Salam Warahmatullah Wa Barakatuh,

    Mudah-mudahan Allah menjadikan kita saling mengenal di dunia dan di Syurga nanti.
    Saya selalu berharap doa antum semua agar Allah SWT selalu membimbing saya dalam menjalankan amanat Majelis Rasulullah SAW.

    Ta\’alluq adalah menjalin hubungan. Dan sebaik-baiknya hubungan yang dijalin adalah menjalin hubungan dengan para Ulama, Awliya dan Shalihin. Ada hadist shahih dalam Kitab Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi, dikutip bahwa Nabi SAW menceritakan tentang seseorang yang telah membunuh 99 jiwa dan ingin bertaubat. Maka orang tersebut datang kepada seorang ulama yang kurang pandai dalam berdakwah. Ketika orang ini mengeluhkan kepadanya bahwa ia telah membunuh 99 jiwa dan ingin bertaubat, si orang Alim ini terperanjat dan mengatakan kepadanya, “Tidak ada taubat bagimu.” Maka orang itu marah dan dibunuhlah orang Alim itu hingga genap manjadi 100 jiwa. Tidak lama kemudian dia menyesal dan ingin bertaubat, lalu dia mendatangi seorang Alim yang lain yang pandai dalam membimbing umat dan penuh dengan kasih sayang. Orang Alim kedua mengatakan, “ Pintu taubat selalu terbuka untukmu, namun kamu harus pindah dari kampungmu yang penuh dengan para pendosa ke kampung orang-orang shaleh.” Orang itupun menjalankan perintah si Alim ini dan berangkat untuk pindah ke kampung orang-orang shaleh. Sayangnya di tengah perjalanan ajal menjemput. Meninggallah orang yang ingin bertaubat itu. Lalu datanglah malaikat Rahmat ingin membawanya ke Syurga dan malaikat Azab ingin membawanya ke Neraka. Kedua malaikat ini berselisih. Malaikat Azab mengatakan, “Orang ini telah membunuh 100 jiwa.” Malaikat Rahmat menjawab, “Tetapi dia sudah bertaubat.” Malaikat Azab mengatakan, “Namun dia belum melakukan satu kebaikan pun.” Maka dengan segala ‘ilmu’ dan keagungan-NYA, Allah SWT mengutus malaikat lain untuk menjadi penengah diantara kedua malaikat tersebut. Malaikat yang menengahi itu mengatakan, “Allah SWT memerintahkan untuk mengukur jarak yang telah di tempuh oleh orang itu. Apabila lebih dekat ke kampung orang-orang shaleh maka yang berhak membawanya adalah malaikat Rahmat ke Syurga. Tapi jika lebih dekat kepada kampung para pendosa yang ia tinggalkan, maka yang berhak membawanya adalah malaikat Azab ke dalam Neraka.” Dan ketika dihitung ternyata orang itu hanya sejengkal lebih dekat ke kampung orang-orang shaleh. Selanjutnya malaikat Rahmat membawanya ke Syurga yang penuh dengan kenikmatan.

    Cobalah lihat apa yang diceritakan oleh nabi Muhammad SAW tentang menjalin hubungan dengan orang shaleh. Jangankan duduk berkumpul, mendengarkan dan mencintai mereka, sekedar berniat kuat untuk pergi ketempat mereka saja, Allah SWT masih membalas dengan kemuliaan yang yang luar biasa. Laa ilaaha illallah. Dan masih banyak lagi hadits-hadist serupa ini.
    Menjalin hubungan dengan orang shaleh, baik yang masih hidup maupun sudah wafat adalah hal yang dianjurkan dalam agama Islam. Diantara caranya adalah dengan mencintai mereka karena Allah dan dengan mengikuti apa yang mereka ajarkan. Al-Imam Abdul Wahhab Asy-Sya’rani memiliki beberapa kitab yang menjelaskan tentang bagaimana cara menjalin hubungan dengan orang-orang shaleh diantaranya; Al Anwar Al Qudsiyyah fi Bayan Adab Al Ubudiyyah, dll.

    Wirid As-Syeikh Abi Bakar bin Salim, sepengetahuan saya, dahulu Kakenda AlHabib Salim bin Ahmad bin Jindan memiliki andil besar dalam menyebarkan Wirid Shaghir As-Syeikh Abi Bakar bin Salim, sebagaimana juga orang tua saya, Al-Habib Novel bin Salim bin Jindan memiliki andil besar dalam menyebarkan Wirid Kabir As-Syeikh Abi Bakar bin Salim.
    Kedua Wirid tersebut sangat berkah dan bermanfaat.
    Dan, jika sah saya memberikan ijazah, sebagaimana saya mendapatkan ijazah kedua Wirid tersebut dan membacanya di hadapan ayah saya, Al-Habib Novel bin Salim bin Jindan dan sebagaimana beliau mendapatkannya dari ayah beliau, Al-Habib Salim bin Ahmad bin Jindan dengan sanadnya sampai kepada As-Syeikh Abi Bakar Bin Salim, maka saya ijazahkan kedua Wirid tersebut untuk antum dan keluarga antum.

    Mudah-mudahan segala harapan antum selalu Allah kabulkan dengan penuh kemudahan dan keberkahan.

    Wassalam

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Umum’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru