October 28, 2020

sholat sujud dan ulama

Home Forums Forum Masalah Fiqih sholat sujud dan ulama

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • Author
    Posts
  • #175930080
    saidi fahlapi
    Participant

    Assalamualaikum wr wb

    Semoga habib selalu dalam Rahmat taufik dan hidayah Allah Swt

    Habib Munzir yg ana muliakan….

    Bagaimana keadaan habib saat ini apakah sudah sehat lagi?…

    Ana ada pertanyaan nich bib….begini bib..

    1. a. Iman kelebihan rakaat pada rakaat ketiga kembali duduk tahiyat awal….sehingga menjadi 5 rakaat bagaimana ana sebagai makmum?…
    b. apakah ana ikut duduk tahiyat pada rakaat ketiga sedang ana sadar bahwa itu sudah rakaat ketiga?..
    c. apakah ana pada rakaat ke empat duduk saja tahiyat akhir menungggu imam atau ikut imam jadi 5 rakaat aneh rasanya kalo ikut imam bib?…
    d. semisal imam sujud sahawi pada rakaat 5 apakah ana ikut sujud?…

    2. Bolehkah sujud syukur atau sajadah diluar sembahyang tanpa rukun? Asal sujud?….

    3. Adakah cara mengetahui ulama itu termasuk Salafus shalihin, mujtahid dan mutaakhirin?….

    Sebelumnya terima kasih

    Wassalam

    #175930088
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    alhamdulillah keadaan saya baik namun agak sibuk beberapa hari ini tidak online karena mengedit dua buku terbaru saya yg akan segera diterbitkan insya Allah.

    1. anda baiknya mengucap subhanallah dg keras untuk memperingatkannya, jika ia tidak berubah maka sebaiknya niat mufaraqah (memisahkan diri) dan menyempurnakan shalat dg benar.

    2. boleh saudaraku, namun yg terbaik adalah bertakbiratul ihram, lalu langsung bersujud, jika sedang duduk mengaji maka bertakbiratul ihram dalam keadaan duduk lalu bersujud.

    3. ulama salafusshalih adalah ulama terdahulu, yaitu para Imam imam masa lalu setelah masa Tabiin (tabiiin adalah generasi setelah sahabat), gelar ini terus berlangsung bagi ulama yg hidup beberapa abad yg silam.
    Mujtahid adalah ulama yg sudah mendalami seluruh madzhab dg sempurna dan pakar dalam alqur\’an dan hadits, maka selama fatwanya tak bertentangan dg ulama terdahulu maka boleh diikuti.
    ulama mutaakhirin adalah ulama masa kini

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

    Wallahu a\’lam

    #175930323
    saidi fahlapi
    Participant

    Assalamualaikum wr wb
    Alhamdulillah…jika dah sehat…..karena kemarin katanya habib sakit….
    Semoga habib selalu disehatkan badan agar dapat selalu mengerja amal ibadah meneruskan perjuangan rasulullah…

    Habib Munzir yg ana muliakan….

    Mohon maaf sebelumnya Bib jika menggangu…

    Ana mau melanjutkan pertanyaan ana ….begini….

    1. Kemarin itu ana pengen menegur tapi yg tepat dibelakang imam malah ikut imam jadi ana ragu mw menegur…tapi ana tetap yakin ana bener kalo itu keliru…(ma\’af karena ana pernah diajarkan bagaimana cara mengingat sholat yg empat rakaat)…bagaimana ya bib?

    2. Ana juga sempat terpikir mw mufaraqah….tapi ana lihat disamping ana juga ikut imam… jadi ana ragu mw mufarakah….takut jadi fitnah? Apakah jika ana mufaraqah juga menyebabkan putus jamaah orang yg disebelah ana yg ikut imam?….

    3. Akhirnya karena ana terlalu ragu2 kemarin itu ana ulang aja sholat dirumah lagi….boleh ga Bib?…karena ana pernah dengar jika terlalu ragu2 maka sholat kita batal….

    4. Terhitung sejak kapan ulama itu disebut mutaakhirin?….

    5. Apakah ulama mutaakhrin(ulama masa kini) boleh berfatwa?…karena ana pernah mendengar ada kata \"menurut pendapat ulama mutaakhirin….\"?…

    6. Oh iya Bib apakah adab dalam surau sama dengan mesjid?…..karena ana ulama yg bilang surau juga mesjid tapi tidak diadakn sholat jum\’at…

    7. Apakah shah apabila ada seorang yg datang mw menjadi jamaah(masbuq) mengikuti orang yg didepannya tanpa memberitahu(misal dengan menyentuh orang yg didepannya) tapi langsung mengikut orang yg didepannya saja sehingga orang yg didepannya tidak tau kalau ada yg bermakmum pdnya? sedang orang yg didepan tersebut aja tidak jelas apa mw jd imam atau tidak?…..

    8. Ana pernah dengar klo sholat ied baca doa iftitah(wajjahtu wajhiya…….) ada yg bilang sesudah takbiratul ihram tapi ada juga yg bilang sesudah takbir yg ke tujuh yg mana yg disunatkan dimazhab kita yg dipakai ya Bib?….

    Mohon maaf jika ana banyak nanya soalnya ana termasuk yg miskin banget ilmu agamanya apalgi jika liat hal2 yg aneh yg dikerjakan orang dimesjid yg tak pernah ana tau …dan Sebelumnya terima kasih …..

    Wassalam

    #175930325
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    1. tentunya yg disebelah anda mungkin tidak tahu harus berbuat apa, atau merasa ragu apakah salah?, lalu ia ikut imam saja karena merasa yakin bahwa ia yg salah dan imam yg benar.

    2. baiknya anda mufaraqah, jika takut jadi fitnah maka niat mufaraqah namun ikuti gerakan imam namun perlambatlah selambat lambatnya, hingga tak persis mengikuti gerakan imam, karena para ulama madzhab kita tak membenarkan orang yg mufaraqah namun masih mengikuti gerakan imam.
    jika anda mufaraqah maka tak memutus yg disebelah anda.

    3. ragu tidak membatalkan shalat, namun jika yakin meninggalkan rukun maka batal shalatnya dan hendaknya shalat diulangi sebagaimana yg telah anda lakukan.

    4. berbeda pendapat ulama dalam hal ini, sebagian mengatakan setelah abad para Imam Madzhab, dan Muhadditsin, yaitu abad kelima hijriyah, sebagian mengatakan abad ke 10 hijriyah, sebagian mengatakan abad ke 17 hijriyah.

    5. tentunya fatwa mereka diterima selama merupakan hal yg baru, seperti narkoba, rokok, asuransi, MLM dlsb yg mungkin belum ada dimasa para sahabat, tabiin dan salaf. maka dibutuhkan fatwa baru, namun tentunya dari fatwa ulama yg mendalam dalam syariahnya.

    6. dari segi adab, tentunya baik melakukannya di musholla/surau, namun hukum tetap berbeda, wanita haidh tidak dilarang masuk musholla, demikian pula pria/wanita junub. asalkan tidak menajiskan tempat tsb, para ulama tidak mengatakan sah i\’tikaf padanya, sebagian mengatakan tidak sah keculi yg sudah diwakafkan, karena musholla boleh milik pribadi, atau didalam rumah, atau diperkantoran, atau di stasion atau pom bensin, namun tidak bisa dihukumi sama sebagaimana masjid yg sudah merupakan Baitullah dan milik Allah, dan bukan milik pribadi dan tidak bisa dijual

    7. sebagian besar ulama madzhab kita tak mengatakan sah kecuali imam mengetahuinya, maka sebaiknya diberitahu dg disentuh, agar iapun mendapat pahala menjadi imam, dan sebaiknya dilakukan demikian demi menghindari khilaf.

    8. berbeda pendapat dalam hal ini, sebagian besar ulama dalam madzhab kita Iftitah adalah pada takbiratul ihram, sebelum 7 takbir Ied, dan pada takbir terakhir adalah Fatihah.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

    Wallahu a\’lam

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Fiqih’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru