October 26, 2020

Sirah Nabawiyah ibnu Hisyam

Home Forums Forum Masalah Umum Sirah Nabawiyah ibnu Hisyam

Viewing 3 posts - 1 through 3 (of 3 total)
  • Author
    Posts
  • #179884690
    Harunul Lutfi
    Participant

    Assalamu\’alakum wr wb ya habibana
    Hati ini rasanya teramat senang mendapat info bahwa habib sudah sembuh dari sakitnya berkat do\’a sang guru habib Umar bin Hafidz, semoga Allah selalu memberikan kesehatan yang sempurna kepada habib.
    Sungguh telah bangkit kembali semangat untuk menegakkan panji yang dibawa Sang Nabi, Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW.

    Ya habibana, kemarin saya beli buku siroh nabawai ibnu hisyam terjemahan 2 jilid (penerbit darul falah). Tapi ketika saya cari referensi di internet, ternyata penerbit darul falah itu sepertinya penerbit buku2 salafi/wahabi.
    1. Apakah boleh saya jadi referensi kitab sirah ya habib? Saya jadi ragu nih ….
    2. Bagaimana sebenarnya dalam detik2 wafatnya sang Nabi menurut siroh ibnu hisyam, apakah bener riwayat yang menyebutkan bahwa Ali mendengar Rasulullah mengucapkan \"Ummati Ummati Ummati\". Adakah hal lain yang diucapakan sang Nabi SAW?
    3. Saya juga beli buku fathul mu\’in terjemahan 3 jilid , apakah kitab ini kitab fiqih aswaja? Saya sangat suka mempelajari fiqih. Bolehkah saya usul, bagaiman kalo habib mengadakan kajian fiqih juga di Al-Munawar, sungguh saya akan sangat bersyukur jika habib mau.
    Semoga habibana selalu dalam curahan samudara rahmat Allah SWT, Amin ya Robbul \’Alimin

    Jazakumullah khoiron katsiro

    #179884699
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    1. buku itu boleh anda baca, mereka umumnya hanya menaruh ta;liq (catatan kaki), mendhoifkan haditsnya, atau mengatakan hal itu bid;ah, hal ini syirik, maka mustahil Rasul saw berbuat begini dan begitu, itu saja yg mereka perbuat pada beberapa buku sejarah Nabi saw, maka jika ada catatan kaki spt itu tak perlu dibaca.

    2. detik detik wafat Nabi saw telah saya syarahkan dg panjang lebar, Insya Allah Admin III akan membantu anda

    3. buku itu buku aswaja, fiqih Imam Syafii.
    saudaraku, kajian fiqih sudah banyak dibahas oleh para guru dan ulama di ratusan majelis taklim lainnya, maka saya membahas di almunawar hadits shahih Bukhari, diwarnai dg kajian tasawwuf, tauhid, fiqih dll, karena ummat sedang dalam kerusakan, mereka butuh ketenangan dan hidayah, pertolongan Allah swt dan bertobat, yg jika itu telah mereka dapatkan mereka akan mencari sendiri kajian fiqih, tajwid, nahwu dll.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

    Wallahu a\’lam

    #179884708
    bky
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

    Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban habibana yang sudah ada di forum :

    [quote]2. Dalam riwayat Ibn Hisyam (kitab sejarah yg pertama dari semua kita sejarah nabi saw). Meriwayatkan bahwa Rasul saw wafat di pangkuan Aisyah ra, dirumah Aisyah, dan dimakamkan di kamar Aisyah. Demikian pula diriwayatkan bahwa Fathimah Azahra turut menyaksikan wafat beliau saw.[/quote]
    berikut linknya :
    https://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=488#488

    artikel yg berkaitan :
    [quote]Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya.

    Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.

    Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah,

    \"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya.

    Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya.

    Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur\’an.

    Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku,

    akan bersama-sama masuk surga bersama aku.\"

    Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.

    Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya.Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.

    Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. \"Rasulullah akan meninggalkan kita semua,\" desah hati semua sahabat kala itu.

    Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu

    semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah

    yang limbung saat turun dari mimbar.

    Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.

    Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup.

    Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang

    berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

    Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

    \"Bolehkah saya masuk?\" tanyanya.

    Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, \"Maafkanlah, ayahku sedang demam,\" kata Fatimah

    yang membalikkan badan dan menutup pintu.

    Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, \"Siapakah itu wahai anakku?\"

    \"Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,\" tutur Fatimah lembut.

    Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

    Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang.

    \"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di

    dunia.

    Dialah malakul maut,\" kata Rasulullah,

    Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah

    menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai.

    Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

    \"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah? \"Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

    \"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

    Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,\"kata jibril.

    Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

    \"Engkau tidak senang mendengar kabar ini? \"Tanya Jibril lagi.

    \"Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?\"

    \"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: \’Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,\" kata Jibril.

    Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.

    Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

    \"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.\" Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.

    \"Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril? \"Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

    \" Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,\" kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi.

    \"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. \" Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.

    Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

    \"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.\"

    Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

    Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

    \"Ummatii, ummatii, ummatiii?\" – \"Umatku, umatku, umatku\"

    Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli \’ala sayyidina Muhammad wa baarik wasalim \’alaihi

    *****

    Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

    Kirimkan kepada sahabat-2 muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencinta kita.

    Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.[/quote]
    berikut linknya:
    https://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=10&id=10114#10114

    Wassalam,
    AdminIII

Viewing 3 posts - 1 through 3 (of 3 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Umum’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru