November 26, 2020

spinning darvishes

Home Forums Forum Masalah Umum spinning darvishes

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • Author
    Posts
  • #72518754
    ahmad fauzi
    Participant

    assalamualaikum ya habib, yang selalu dirahmati Allah

    ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan

    1. apa yang dimaksud dengan darwis (spinning darvishes)

    2. bagaimana sejarahnya hinggal timbul paham atau ajaran yang sedemikian rupa, yang tentunya sangat tidak umum di indonesia

    3. apakah para darwis (berdzikir sambil menari berputar) itu termasuk ajaran islam (toriqoh) atau cuma akulturasi budaya setempat khususnya seperti turki atau mesir saja?

    4. sebagian orientalis berpendapat bahwa para sufi, seperti jalaludin rumi juga melakukan hal yang demikian, sementara saya belum menemukan referensinya…karena setahu saya sufi sekaliber imam al Junaid al baghdadi pun tidak melakukan itu, atau mungkin ada kesalahan dalam informasi yang saya dapat

    saya mohon habib berkenan menerangkannya secara detail
    atas waktu dan jawabannya terimakasih

    wasalamualaikum

    #72518774
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Cahaya Kemuliaan Fatah Makkah semoga melimpah kepada hari hari anda,

    1. Darwish adalah kelompok orang orang yg memperbanyak dzikir, melupakan dunia, hidup dengan hanya beribadah kepada Allah swt, namun kini Darwish juga dipakai gelar untuk kelompok dzikir yg mencari cara mencapai kekhusyuan dg ritmik dan gerakan tubuh, dg tujuan melupakan segalanya selain Allah dalam dzikirnya itu

    2. ajaran ini muncul ketika para muslimin merasa ingin lebih khusyu, ingin melupakan selain Allah, ingin asyik dengan dzikir, maka mereka mulai menggerak2an kepalanya sebagaimana orang orang yg asyik mendengarkan musik, bisa bergerak, bisa berjoget, dlsb, mereka asyik dg musiknya, maka terlebih lagi orang orang yg asyik ketiga Nama Allah dilantunkan.., hal ini tak pernah diajarkan oleh Rasul saw, namun segala hal yg membawa/menuju kekhusyu?an dzikir selama tidak melanggar syariah maka hal itu boleh saja dilakukan, terutama disaat orang terbenam dalam dosa seperti sekarang, dan hal seperti tentunya tak perlu dilakukan di zaman dahulu, sangat sempit dan sulit untuk berbuat dosa, tempat pendosa berkumpul pun sulit, berbeda dengan sekarang, sulit menemukan kelompok dzikir, sulit mencari ketenangan, orang ingin lari dari himpitan permasalan, mereka lari ke Yoga, Budha, Hindu, dan kemana saja asal bisa mendapat ketenangan, maka muncullah kelompok darwish ini, dan makin berkembang, kebanyakan dari kalangan miskin dan fuqara, namun kini mulai digandrungi orang orang kaya dan konglomerat, mereka jadikan kumpulan darwis sebagai ganti diskoteknya.

    3. itu hanya ajaran diluar syariah islam, dari sebagian kaum sufi, sama saja seperti adat kita misalnya Beduk sebagai tanda masuk waktu shalat, dlsb, adat istiadat suatu kaum hingga menjadi umum.

    4. hal ini masih ikhtilaf antara Ulama, ada yg menentang dan mengharamkannya, ada yg memperbolehkannya dan mendukungnya dengan alasan bahwa jauh lebih baik mereka menari nari dalam kekhusyuan nama Allah daripada mereka menari nari dalam kemaksiatan, namun mengenai pendapat guru guru saya, bahwa yg terbaik adalah jalan tengah, yaitu tidak mengharamkannya, namun tak perlu pula melakukannya, saya adalah sufi, demikian pula guru guru saya, namun sufi yg kami jalankan adalah sufi yg didasari dg syariah dan sunnah, tidak bertentangan dengan sunnah, tidak mengada ada kecuali dg Nash dan Istinbath dari Alqur?an dan Al hadits.
    Kami adalah sufi, karena sufi adalah orang yg selalu ingin lepas dari dosa, menjauh dari kemaksiatan, dan pada dasarnya seluruh muslim mestilah sufi, karena ilmu syariah tanpa pengamalan, khusyu, rendah diri, sopan, menjauh dari maksiat, maka tanpa itu semua maka syariah itu tak berguna, maka kita semua adalah sufi,

    Guru saya menjelaskan, bahwa sedahsyat apapun khusyu dan Nikmat dalam menyebut Nama Allah yg dicapai para Darwish, tetaplah tak akan menyamai kemuliaan orang yg mengikuti sunnah Nabinya, misalnya kita hanya menunduk dalam dzikir, berdoa, menyebut nama Allah swt, bahkan hingga meneteskan airmata rindu pada Nya swt, demikianlah sunnah sang Nabi saw, atau dengan shalat, walaupun khusyu dan nikmatnya tidak sehebat yg menari nari dlsb, namun tetap perbuatan ini jauh lebih afdhal dari mereka, karena kita sesuai dengan Nabi saw, yg beradab sopan dihadapan Allah, dengan tunduk, rendah diri, sujud, mengemis, jauh berbeda daripada yg menari nari untuk mencari khusyu pada Allah swt namun lupa kesopanan bahwa kita dihadapan Allah.

    demikian saudaraku yg kumuliakan,

    wallahu a?lam

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Umum’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru