November 29, 2020

tips memilih gubernur

Home Forums Forum Masalah Umum tips memilih gubernur

Viewing 3 posts - 1 through 3 (of 3 total)
  • Author
    Posts
  • #78564413
    admin
    Keymaster

    Assalamu\’alaikum wrwb. Pak habib ..boleh nambah sedikit. Jika tidak, maka silakan ditampilkan dalam subject topik yang lain.. terserah judulnya. Kami bukan orang Jakarta, dan tinggal jauh dari ibukota, sehingga tidak ada urusan dengan kampanye. Ini lebih bersifat umum. Sedikit masukan untuk saudara-saudaraku di jamaah Majelis Rasulullah dalam hal sebagai kader partai atau penggembira suatu partai. Menggelitik untuk disampaikan karena adanya dukung-dukungan terhadap suatu partai tertentu di forum ini dan bahkan ada yang mengaku sebagai kader…maaf. Agar kita jamaah MR berpolitik secara lebih cerdas. Perhatikan tips berikut ini. Jika anda adalah kader suatu partai, atau memutuskan hendak menjadi kader suatu partai, maka: 1. Sudahkah anda cermati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai tersebut. AD/ART adalah dasar ideologi, cara pandang, arah perjuangan organisasi (partai) tersebut. Inilah yg diperjuangkan partai anda. Jika anda kader partai, maka harus mensukseskannya, apapun latar belakang anda. 2. Tahukah anda siapakah pendiri partai anda. Namanya, sejarah hidupnya, pendidikannya, perjuangannya, cara pandang hidupnya, dll. Suatu organisasi/partai dibentuk berdasar perjuangan/ide perintisnya, dan akan terus seperti itu selama org/partai itu ada. Jika cara pandang hidup, perjuangan, dll orang tsb searah dengan apa yg hendak anda perjuangkan, silakan masuk partai itu.. maka ide-ide anda akan lebih mudah terlaksana. 3. Tahukah anda, siapakah tokoh kunci partai dukungan anda saat ini. Tokoh-tokoh kunci inilah penggerak partai, yang menentukan kebijakan partai. Tidak ada orang yg bisa melawan dia di dalam partai. Anda harus selaras dengannya. Tokoh kunci ini bisa lebih dari satu orang, tapi bisa dihitung dengan jari..mungkin tidak lebih dari 5 orang, dan tidak harus ketua umum. Semisal, pak harto untuk golkar di zaman orba. Ini bukanlah tokoh-tokoh idola (anda) yang menjabat di partai tersebut. Tokoh-tokoh idola mungkin saja jabatannya hanya untuk penarik dukungan orang2 saja (seperti kita-kita ini). Apalagi hanya tokoh-tokoh penggembira, walaupun tokoh-tokoh itu sangat kharismatik di mata masyarakat. Jika anda mengaku sebagai kader tetapi tidak mengetahui ketiga hal tersebut di atas, maka anda sangat naif. Besar kemungkinan anda (akan) tertipu. Tertipu dengan janji-janji manis (rekan senior) partai, tertipu dengan adanya tokoh-tokoh idola. Jika anda (atau kita) hanya penggembira saja.. yang akan mencoblos/memilih pada pilkada/pilpres nanti, ini lebih mudah, 1. Kenali siapa calon pilihan anda dengan baik. Ini seperti nomor dua di atas. Ideologi seseorang tidak akan berubah di manapun dia berada. Dan dia akan menjalankannya begitu terpilih. Tidak peduli apapun janjinya. 2. Kenali siapa saja tim suksesnya (orang-orang di sebaliknya dan juga termasuk partai-partainya). Calon terpilih akan berhutang jasa pada tim suksesnya. Dia akan menjalankan program partai pendukungnya, dan akan memilih pembantu-pembantu di antara tim suksesnya. Jadi apapun janji-janjinya… setelah terpilih hal inilah yang pasti akan dilakukannya. Semoga manfaat. Mohon maaf jika tidak berkenan. Semoga habib selalu diberi kesehatan dan kelapangan.amien. Semoga dakwah Majelis Rasulullah dijayakan sampai akhir zaman..amien.

    #78564416
    khunthai
    Participant

    Maaf mas admin…saya betulkan tata letaknya.

    Assalamu\’alaikum wrwb.
    Pak habib ..boleh nambah sedikit. Jika tidak, maka silakan ditampilkan dalam subject topik yang lain.. terserah judulnya. Kami bukan orang Jakarta, dan tinggal jauh dari ibukota, sehingga tidak ada urusan dengan kampanye. Ini lebih bersifat umum. Sedikit masukan untuk saudara-saudaraku di jamaah Majelis Rasulullah dalam hal sebagai kader partai atau penggembira suatu partai. Menggelitik untuk disampaikan karena adanya dukung-dukungan terhadap suatu partai tertentu di forum ini dan bahkan ada yang mengaku sebagai kader…maaf. Agar kita jamaah MR berpolitik secara lebih cerdas.

    Perhatikan tips berikut ini. Jika anda adalah kader suatu partai, atau memutuskan hendak menjadi kader suatu partai, maka:

    1. Sudahkah anda cermati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai tersebut. AD/ART adalah dasar ideologi, cara pandang, arah perjuangan organisasi (partai) tersebut. Inilah yg diperjuangkan partai anda. Jika anda kader partai, maka harus mensukseskannya, apapun latar belakang anda.

    2. Tahukah anda siapakah pendiri partai anda. Namanya, sejarah hidupnya, pendidikannya, perjuangannya, cara pandang hidupnya, dll. Suatu organisasi/partai dibentuk berdasar perjuangan/ide perintisnya, dan akan terus seperti itu selama org/partai itu ada. Jika cara pandang hidup, perjuangan, dll orang tsb searah dengan apa yg hendak anda perjuangkan, silakan masuk partai itu.. maka ide-ide anda akan lebih mudah terlaksana.

    3. Tahukah anda, siapakah tokoh kunci partai dukungan anda saat ini. Tokoh-tokoh kunci inilah penggerak partai, yang menentukan kebijakan partai. Tidak ada orang yg bisa melawan dia di dalam partai. Anda harus selaras dengannya. Tokoh kunci ini bisa lebih dari satu orang, tapi bisa dihitung dengan jari..mungkin tidak lebih dari 5 orang, dan tidak harus ketua umum. Semisal, pak harto untuk golkar di zaman orba. Ini bukanlah tokoh-tokoh idola (anda) yang menjabat di partai tersebut. Tokoh-tokoh idola mungkin saja jabatannya hanya untuk penarik dukungan orang2 saja (seperti kita-kita ini). Apalagi hanya tokoh-tokoh penggembira, walaupun tokoh-tokoh itu sangat kharismatik di mata masyarakat. Jika anda mengaku sebagai kader tetapi tidak mengetahui ketiga hal tersebut di atas, maka anda sangat naif. Besar kemungkinan anda (akan) tertipu. Tertipu dengan janji-janji manis (rekan senior) partai, tertipu dengan adanya tokoh-tokoh idola.

    Jika anda (atau kita) hanya penggembira saja.. yang akan mencoblos/memilih pada pilkada/pilpres nanti, ini lebih mudah,

    1. Kenali siapa calon pilihan anda dengan baik. Ini seperti nomor dua di atas. Ideologi /keyakinan seseorang tidak akan berubah di manapun dia berada. Dan dia akan menjalankannya begitu terpilih. Tidak peduli apapun janjinya.

    2. Kenali siapa saja tim suksesnya (orang-orang di belakang layar dan juga termasuk partai-partainya). Tim sukses adalah bukan tokoh-tokoh idola yg kelihatan, tetapi adalah orang yang berhasil merekrut tokoh-tokoh tersebut untuk kampanye dan memilih si calon itu. Calon terpilih pastilah akan berhutang jasa pada tim suksesnya. Dia akan menjalankan program partai pendukungnya, dan akan memilih pembantu-pembantu di antara tim suksesnya. Jadi apapun janji-janjinya… setelah terpilih hal inilah yang pasti akan dilakukannya.

    Semoga manfaat. Mohon maaf jika tidak berkenan. Semoga habib selalu diberi kesehatan dan kelapangan.amien. Semoga dakwah Majelis Rasulullah dijayakan sampai akhir zaman..amien.[/quote]

    #78564445
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Limpahan Keridhoan Ny swt semoga selalu menaungi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    Terimakasih tanggapannya, sebenarnya Majelis Rasulullah saw ini non partai, kita tak mencampuri urusan politik, Cuma masalah gubernur ini saya tak menganggapnya politik, karena disini adalah perjuangan Ahlussunah waljamaah yg akan semakin menguat bila didukung oleh salah satu dari mereka yg menjadi gubernur.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam Kebahagiaan selalu,

    Posisi saya di singapura,

    wassalam

Viewing 3 posts - 1 through 3 (of 3 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Umum’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru