November 25, 2020

Ust. Aam Amiruddin dan ceramahnya

Home Forums Forum Masalah Fiqih Ust. Aam Amiruddin dan ceramahnya

Viewing 3 posts - 1 through 3 (of 3 total)
  • Author
    Posts
  • #90259180
    Hendra_Gunawan
    Participant

    Assalamu’alaikum Wr

    Semgoa habib dan keluarga senantiasa dalam kasih sayang Alloh dan Rasul-Nya, amin

    Bib, tadi pagi ana menyimak acara Semesta Ayat di RCTI dari jam 04.30. Ana kenal betul dengan ustadz nya karena dia ustadz yang berseberangan dengan ahlus sunnah wal jamaah dari Bandung, namanya ust aam amirudin.

    Ceramahnya sungguh controversial dan menyakitkan ana bib, dia mengatakan kalau:
    Benar bahwa syafaat Nabi itu bisa didapat dengan shalawat tapi bukan dengan shalawat kosong yang hanya dinyanyi-nyanyi melainkan sholawat yang ril yaitu mengamalkan sunnah nabi dalam kehidupan sehari-hari kita. Yang menyakitkan ana bahwa dia mengatakan bukan dengan sholawat kosong yang hanya di nyanyi-nyanyikan itu bib, karena ana sangat menyukai sholawat.
    Dia mengatakan kalau meminum air bekas para Kyai atau Habib atau mengambil berkah dari pada mereka adalah perbuatan yang keliru. Dalil bahwa para shahabat mengambil berkah dari nabi tidak bisa di jadikan hujjah. Nabi adalah orang yang bisa memberikan syafaat sedangkan para Kyai dan Habib tidak bisa.

    Ana sangat khawatir karena acara siraman rohani di televisi ditonton jutaan masyarakat. Ini akan jadi polemik bagi ummat bib.

    Bib, afwan kalau habib memiliki waktu untuk membuat tulisan bantahan atas ceramahnya ini, ana yakin antum pun sangat tidak setuju dengan ceramahnya tersebut. Biar nanti ana yang mengirim artikel antum pada ust aam amirudin.

    Bib, bisakah antum menghubungi pihak RCTI supaya tidak menjadikan dia sebagai penceramah di acara siraman rohani RCTI.

    Wassalam,
    Alfaqir

    #90259206
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Kasih sayang dan Rahmat Nya swt semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    mereka itu lebih tepat adalah mesti dikasihani, dangkalnya pemahaman mereka menutup kemuliaan yg semestinya mereka dapatkan, dan mereka menjadi racun pula yg merusak akidah dan kemuliaan yg diamalkan orang lain

    kita tidak mengerti bagaimana beliau itu mengatakan \"shalawat kosong\" sedangkan hal itu merupakan penghinaan atas kemuliaan shalawat itu sendiri,

    lalu bagaimana dengan shalat, zakat, puasa, haji, yg dilakukan oleh seorang yg juga pendosa, apakah kita mengatakannya shalat kosong, puasa kosong, zakat kosong, haji kosong?, ataubahkan syahadat kosong?

    sungguh Rasul saw menegur keras ketika para sahabat berkata bahwa fulan itu munafik, maka Rasul saw berkata : \"Bukankah ia mengucap Laa ilaha illallah?, maka para sahabat berkata : tapi tingkah lakunya menunjukkan ia munafik dan fasiq wahai Rasulullah..!, maka Rasul saw berkata : Sungguh ALlah telah mengharamkan orang yg mengucap Laa ilaaha illallah dari api neraka\" (Shahih Bukhari Bab Shalat Fashl Masajid filbuyut)

    jelas sudah tak bisa kita berkata \"shalawat kosong\", ini menunjukkan dangkalnya pemahaman seseorang akan kemuliaan sunnah Rasul saw, bukankah hal itu merupakan ketaatannya atas perintah Allah swt untuk banyak bershalawat?,

    mengenai air keberkahan dlsb, ini telah dijawab oleh profesor jepang Masaru Emoto, bahwa Air bereaksi dengan emosi orang yg dihadapannya, jika ia marah dan mengumpat dengan ucapan kotor, maka air berubah menjadi buruk bentuknya jika dilihat dengan mikroskop, namun jika orang yg dihadapannya berkata cinta, terimakasih, doa dlsb maka air itu berubah menjadi indah.

    Rasul saw sendiri mengambil berkah dari tanah dan air liur, sebagaimana doa beliau saw ketika akan mengobati sahabat yg sakit : \"Bismillah, demi tanah Bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yg sakit dari kami, dengan izin tuhan kami\" (Shahih Bukhari Bab Atthib fashl Ruqyatunnabiy saw)

    AL Hafidh Al Imam Ibn Hajar AL Aaasqalaniy menjelaskan bahwa hadits riwayat shahih Bukhari yg meriwayatkan seorang sahabat meminta Rasul saw shalat dirumahnya untuk dijadikan musholla dirumahnya, Imam Ibn Hajar berkata bahwa hal itu merupakan dalil bolehnya Bertabarruk dg bekas bekas orang shalih (Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari Bab Shalat).

    demikian pula pendapat AL Hafidh Imam Nawawi mensyarah hadits diatas, bahwa hal itu merupakan dalil diperbolehkannya bertabarruk dengan bekas bekas orang shalih dan ulama (Syarah Nawawi ala shahih Muslim Bab Iman)

    Riwayat lainnya ketika para sahabat berebutan air bekas wudhu Rasul saw untuk bertabarruk (tabarruk = mengambil berkah) sebagaimana diriwayatkan pada shahih Bukhari dan Shahih Muslim, berkata Imam Nawawi bahwa hadits itu merupakan dalil diperbolehkannya bertabarruk dengan bekas minum para shalihin, ulama, juga dalil diperbolehkannya bertabarruk dengan gelas bekas minum mereka, atau piring bekas makan mereka,atau baju mereka. (Syarah Nawawi ala shahih Muslim Bab Shalat fashl : sutratulmusholla).

    drmikian pula dalam beberapa hal tabarruknya sahabat dengan memakai kain yg pernah dipakai oleh Rasul saw sebagai kafannya, inipun berkata Imam Ibn Hajar merupakan Hujjah diperbolehkannya Tabarruk dengan bekas bekas orang shalih (Fathul Baari Bisyarah shahih Bukhari Bab Janaiz)

    maka hal itu merupakan dangkalnya pemahaman si penceramah terhadap ilmu hadits dan asbab wurud hadits

    mengenai RCTI memang kordinator bagian acara keagamaannya adalah orang wahabi.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

    #90259216
    AZIS NURYADIN
    Participant

    Mungkin Kang Aam itu belum pernah baca hadits yang mana Rasul minum dari satu wadah yang mana para shahabat telah bergiliran minum dari wadah itu, kemudian Rasul minum pada urutan terakhir, dan beliau bersabda, \"Aku ingin mengambil keberkahan dari ummat Islam.\" Lihatlah, bahkan Rasul mencontohkan bahwa kita boleh bertabarruk dari bekas minum ummat Islam. Alasan Kang Aam itu adalah alasan yang mengada-ada dan dipaksakan untuk mendukung doktrin aneh yang muncul baru-baru ini.

    Wallahu a\’lam.

Viewing 3 posts - 1 through 3 (of 3 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Fiqih’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru