December 6, 2020

WACANA SEPUTAR DA\’WAH

Home Forums Forum Masalah Umum WACANA SEPUTAR DA\’WAH

Viewing 9 posts - 1 through 9 (of 9 total)
  • Author
    Posts
  • #72248122
    AZIS NURYADIN
    Participant

    Assalamu \’alaykum wr. wb.
    Kayaknya saya salah masuk kamar nih. Tapi ga apa-apa ya, udah kelanjur di buka. Sebenarnya ini suatu tulisan yang perlu ditanggapi, yang harusnya masuk ke iseng dalam kemulyaan.

    WACANA SEPUTAR DA\’WAH

    Da?wah memang memiliki berbagai tantangan. Salah satu di antaranya ketika kita ingin berda?wah kepada non-muslim, ada saja yang menyeletuk: ?Da?wahi saja kaum muslimin, ngapain ngurusin non-muslim, orang muslim aja masih banyak kok yang belum menjalankan Islam secara benar?. Padahal orang non-muslim aja berjuang mati-matian untuk mengeluarkan saudara-saudara kita dari Islam.
    Ketika kita ingin berda?wah di lingkungan masyarakat muslim, ada juga yang nyeletuk: ?Ngapain ngurusin orang lain, keluarga ente aja tingkah-lakunya kayak gitu?. Padahal kita hanya berkewajiban menyampaikan. Apakah mereka berani berkata seperti itu kepada Nabi Nuh atau Nabi Luth? Pasti ga berani.
    Ketika kita berda?wah di dalam keluarga, ada juga anggota keluarga yang nyeletuk: ?Mending urusin diri sendiri, kayak yang udah bener aja Islamnya.? Padahal Islam mengajarkan kita untuk saling nasihat-menasihati. Jika kita menanggapi celoteh-celoteh mereka secara keliru, maka yang terjadi adalah kita berhenti berda?wah. Semestinya kita terus berda?wah sambil terus memperbaiki diri kita. Kemudian yaqinlah bahwa Allah itu Mahamengetahui perihal hamba-hamba-Nya.

    Di sisi lain juga terjadi suatu fenomena penolakan da?wah dengan dalih belum siap. Misalnya kita menawarkan kepada seseorang untuk berda?wah di suatu tempat. Lalu orang itu dengan ?tawadhu? menolak tawaran itu, ?Wah, saya belum pantas untuk berda?wah?. Padahal kalau kita mau bertanya kepada Habib Munzir apakah beliau sudah merasa pantas untuk berda?wah, maka beliau mungkin menjawab, ?Saya tidak pantas untuk berdiri di hadapan hadirin, saya berdiri di sini karena mendapat amanah dari guru saya dan dari Baginda Rasul saaw.?
    Kemudian jika ada seseorang yang sekarang menolak untuk berda?wah karena merasa belum pantas, dan setahun kemudian dia ditawari lagi untuk berda?wah lalu menerimanya, kira-kira apa yang ada dalam fikiran kita? ?Wah si fulan dulu bilang belum pantas untuk berda?wah, tapi sekarang kok dia berda?wah? Apakah sekarang dia menganggap dirinya sudah pantas berda?wah? Sombong sekali dia!? Nah kalau ternyata fikiran ini yang timbul kemudian bagaimana?

    OK, mungkin itu dulu wacananya. Saya mohon tanggapan Habib Munzir dan para anggota forum diskusi mengenai dua wacana ini. Siapa sebaiknya target da?wah kita? Dan bagaimana sikap kita jika ditawari untuk berda?wah?

    #72248123
    Munzir Almusawa
    Participant

    Ahlan wa sahlan wa marhaban,

    Limpahan rahmat Nya semoga selalu menaungi anda,

    ada hikayat mulia antara seorang ayah dan anaknya yg masih kecil yg musafir dengan keledainya.
    anaknya diatas keledai dan ayahnya menuntun keledai itu,
    ketika melewati sekelompok orang maka mereka mengejek, \"hei.. anak kurang ajar!, ayahnya berjalan kepanasan dia enak2an diatas keledai.., memang ayahnya tak tahu mendidik adab pada anaknya!\".

    maka sang anak pun diturunkan dengan gemetar oleh sang ayah, iapun naik keledai dan anaknya menuntun keledai hingga melewati suatu kaum, mereka langsung mengejek pula, \"Hai.. Bapak tak tahu diri, dia tua bangka naik keledai dan anak bocahnya disuruh jalan kaki..!\",

    ayahnya ketakutan lagi, turunlah ia kini bersama anaknya dan keduanya berjalan kaki dan keledai itu tak dinaiki, kasihan mungkin keledai ini lelah, maka sekelompok orang lagi mengejeknya, \"dasar bodoh, membeli keledai tapi tak digunakan, kalau kau lebih uang dan ingin jalan kaki, tak usah beli keledai, sedekahkan saja pada Fuqara!, kau akan dituntut dengan hartamu nanti dihari kiamat!\"

    maka ayahnya pun malu diri, iapun memerintahkan anaknya naik dan kini mereka berdua menunggangi keledainya, hingga melewati sebuah kelompok, mereka mengejek lagi.., \"wahai Dhalim!, ditengah panas terik matahari begini kau naiki keledai itu berdua, kau akan dibalas dihari kiamat!\",

    maka ayahnya ketakutan, iapun turun beserta anaknya, kini mereka memangku keledai itu berdua, maksudnya agar keledai tak menuntut nanti dihari kiamat, maka sekelompok orang berkata lagi, \"Hai Gila!, keledai digendong!\"

    nah.. lalu harus bagaimana dia ini…????

    berjalanlah sesuai situasi dan kondisi,
    boleh naik berdua sesaat, lalu turunkan anaknya sesaat, lalu ia turun dan anaknya naik, lalu keduanya turun, dan bila keledainya sakit, boleh menagngkat keledainya untuk mengobatinya, tdk perlu terlalu perduli pada ucapan orang, selama ia dalam kebenaran..

    nah setelah ia menjalankan dakwah barulah ia mulai berusaha mengendalikan keadaan,

    misalnya kisah diatas, lalu ia melewati air sungai, ia mesti turun dan biar anaknya diatas keledai, walaupun waktunya sang anak mestinya berjalan, namun kini keadaan menuntut lain.

    demikian pula dalam dakwah, kita bukan bunglon munafik yg berubah ubah warna, namun bukan pula besi yg tak mengenal kelenturan,

    idola kita Muhammad saw, acuan kita Muhammad saw, mercusuar kita Muhammad saw, maka kita akan sampai pada keridhoan Allah.

    satu hal.. tujuan utama dakwah bukanlah untuk memperbaiki ummat, tapi untuk memperbaiki diri kita dan mendapat pahala, tujuan kedua adalah kemaslahatan ummat.
    sebab bila kita hanya berkeinginan untuk memperbaiki ummat maka kita lupa akan diri kita sendiri, kita sibuk dengan aib orang dan melupakan aib kita, dan ketika hal yg kita jalankan tak berhasil maka kita frustasi dan menyalahkjan Allah.., padahal itu adalah kerusakan diri kita dan kehancuran dari tipu daya syaitan.

    da\’i yg baik adalah yg sibuk dengan perbaikan dirinya lalu berusaha menyelamatkan yg lain, maka sedikit usahanya akan membuka hasil yg menakjubkan..

    keterbukaan dan keberhasilan muncul diluar dugaannya, karena Allah yg mendorong dan membantunya.. demikian kemajuan sayyidina Muhammad saw, seorang miskin, yatim dan Buta Huruf, namun kerajaan beliau saw merajai dunia tanpa singgasana, dan kekuasaannya berkesinambungan hingga alam barzakh, bahkan hingga yaumil qiyamah, beliau saw tetap pemimpin seluruh manusia.

    ada pula da\’i yg lupa akan hal ini, ia lupa pada dirinya dan terus sibuk dengan orang, maka syaitan meniupnya untuk semakin sibuk dan semakin jauh dari Allah, lupa hal hal yg sunnah karena alasan sibuk dg ummat.. demikian selanjutnya hingga ia terjebak dengan perangkap dosa besar, misalnya mengkonsumsi narkotika, dengan alasan saya perlu tenangkan diri, saya da\’i terkenal dan sibuk..
    atau ia tak sholat, atau minum alkohol dan lainnya, dengan alasan : saya begini bukan karena nafsu setan, tapi lelah dalam dakwah.., saya da;i terkenal dan sangat butuh refresing. lain dengan orang umum yg cuma memikirkan maksiat

    nah.. mereka pun tenggelam dan hancur.

    he..he.. inipun kisah yg seru untuk bimbingan para da\’i.

    kita kembali pada Imam para da;i di dunia dan akhirat, Imam kita Muhammad saw.

    wallahu a\’lam

    [b]topik ini menarik dan saya membuka forum tanya jawab untuk bimbingan para da\’i dan umum..[/b]

    #72248156
    Hamdani
    Participant

    Assalamu\’alaikum wr,wb

    Habib yg ana Cintai semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan kesehatan pada anda,agar selalu bisa memberikan bimbingan pada kami, dengan dakwahnya mengajak ummat ini mempunyai idola seorang manusia yg paling baik akhlaknya,paling bagus amalnya dan paling peduli dng Ummatnya ialah Muhammad Rasulullah saw

    ana punya pandangan seorang pendakwah haruslah mencukupi syaratnya…agar sempurna hasilnya

    Allah subhanahu wa ta\’ala memerintahkan kepada Nabi
    Muhammad shallallahu \’alayhi wasallam agar menjelaskan bahwa
    dakwah (mengajak ummat) kepada agama Allah dengan
    pengetahuan dan hujjah yang nyata adalah jalannya dan jalan
    orang-orang yang mengikutinya, Allah ta\’ala berfirman:

    Maknanya: \"Katakanlah: Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang
    yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang
    nyata, maha suci Allah dan aku tiada termasuk orang-orang yang
    musyrik\" (Q.S. Yusuf:108)

    Allah ta\’ala memuliakan menara dakwah kepada-Nya, menerangi jalannya dan meninggikan derajat orang-orang yang berjuang menegakkannya serta mencucurkan rahmat dan pertolongan kepada mereka, Allah ta\’ala berfirman:

    Maknanya: \"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang
    menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata:
    Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri\" (Q.S.
    Fushshilat: 33)

    Allah ta\’ala telah menjelaskan tentang kriteria dakwah agar
    menghasilkan buahnya serta menancapkan akar-akarnya dalam
    hati, yaitu dengan berdakwah secara hikmah (bijaksana), mau\’izhah
    (nasehat), targhib (memotivasi dan menjadikan suka) dan tarhib
    (memperingatkan dan mewanti-wanti), menjelaskan dalil-dalil
    kebenaran, melemahkan dan menghancurkan syubhat-syubhat
    kebatilan. Allah \’azza wa jalla berfirman:

    Maknanya: \"Serulah manusia kepada jalan Tuhan-Mu dengan hikmah
    dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih
    baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa
    yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang
    yang mendapat petunjuk\" (Q.S. an-Nahl:125)

    Para ulama salaf radliyallahu \’anhum, mereka semua adalah da\’ida\’i yang mengajak kepada agama Allah dengan hujjah yang jelas, sehingga mereka memenuhi dunia dengan ilmu, cahaya, petunjuk, rahmat, kebaikan dan kedamaian, mereka semua akan senantiasa memperoleh pahala dari Allah sampai datangnya hari kiamat kelak, Rasulullah shallallahu \’alayhi wasallam bersabda:

    Maknanya: \"Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan dan petunjuk
    maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa
    mengurangi pahala mereka, dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan
    maka dia akan memperoleh dosa seperti dosa orang-orang yang
    mengikutinya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka\" (H.R. Muslim)

    Jadi berdakwah (mengajak ummat) kepada agama Allah dengan benar dan ikhlas adalah termasuk amal yang paling mulia, orang yang melaksanakannya berarti menempuh jalan para nabi. karena itu, alangkah layak baginya untuk selalu menyadari
    besarnya tanggung jawab yang dipikulnya, dan seyogyanya ia merasakan betapa berat amanat yang diembannya. Maka tidak selayaknya bagi seorang dai untuk bermalas-malasan, sehingga hanya berdakwah kepada ummat kita saja, melainkan hendaknya
    menyebarkan dakwah secara lebih meluas dan ini termasuk bagian dari rahmat Islam itu sendiri. Jadi dakwah mengajak kepada agama Allah adalah jalan para nabi

    wassalamu\’alaikum wr,wb
    al-faqir Hamdani

    #72248231
    Saqqaf
    Participant

    Assalamu\’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh..
    Kalau ana bib, sesedikit apapun ilmu yang saya miliki, saya coba untuk berdakwah dengan ilmu saya itu. Masalah nanti kalau ternyata banyak orang yang berbicara miring tentang kekurangan saya, saya akan sangat berterimakasih, karena dengan itu saya tau, bagaimana saya memperbaiki diri dan bagaimana kemiskinan ana dalam ilmu.

    Saya tidak terlalu berpikir tentang pahala yang akan saya terima, karena pahala itu ana tidak tau berapa takaran yang akan ALLAH berikan pada saya untuk timbangan ana di Yaumulakhir nantinya.. Namun yang saya tau, saya hanyalah pendosa, dan semoga ALLAH berkenan dengan usaha tersebut untuk mengurangi sedikti dari gunung dosa ana itu. Ana teringat kalam Habib Ali Sahibul Simtud Durar. Orang yang berdakwah itu bagaikan pedagang, siapa yang bermodal besar, kalau pintar berdagang, akan mendapat untung besar … begitupun sebaliknya..

    Tapi pun kalau ALLAH berkehendak tidak seperti \"hitung2an\" tersebut, ana ridha saja… Semoga ana hidup dan beribadah bukan untuk untuk Surga dan Neraka, namun untuk Dzat Maha Besar , Allah Subhanahu Wata \’Ala…

    Mari kita saling mendoakan, mohon maaf bila terdapat kesalahan dalam niat, dalam kata yang tertulis, semoga ALLAH ridha atas kita semua, semoga Shalawat dan salam tercurah atas Habibullah Muhammad SAW, para Shahabat, Keluarganya dan para pengikutnya sampai akhir zaman.. Amin ya Rabbal Alamin

    #72248611
    khunthai
    Participant

    Assalamu\’alaikum wrwb.
    Sholawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sahabat, keluarga, tabiin, dan umat islam yang setia dengan ajaran beliau, khususon habib munzir al musawa sekeluarga.

    Ini pak habib … kami ada menemukan tulisan tentang dakwah. Di sini yang dimaksud adalah dakwah sebagai gerakan, bukan dakwah di dalam keluarga, kecil-kecilan. Mohon maaf jika ada kesalahan. Semoga bermanfaat.

    3 (Tiga) Kata Kunci Dakwah

    1. Tahu medan
    Seorang pendakwah harus tahu medan atau keadaan masyarakat yang akan/sedang didakwahi. Pelajari struktur masyarakatnya, budayanya, kebiasaan, tradisi, hal-hal yang disukai/tidak disukai. Tingkat pendidikan, status, dlsb. Ini akan sangat berguna untuk kesuksesan dakwah.

    Dengan menguasai medan dakwah, kita bisa memakai metode yang tepat agar dakwah sampai dan diterima masyarakat. Jangan kita berdakwah model pendekar satu jurus. Apapun masyarakat/audience-nya, dakwahnya selalu memakai jurus yang sama. Ceramah dengan gaya yang sama, contoh-contoh yang tidak dipahami audience. Dakwah seperti ini tidak akan sukses, bahkan bisa-bisa dimusuhi masyarakat.

    Point ini juga termasuk analisis diri-sendiri. Sejauh mana kemampuan kita. Analisis SWOT perlu diterapkan sebelum terjun dalam bidang dakwah. Kita harus tahu benar tentang kekuatan kita, kelemahan, kesempatan saat-saat dakwah, dan ancaman/rintangan yg mungkin akan menimpa. Dengan analisis diri dan analisis medan yang akan diterjuni, kita bisa menduga apakah mampu berdakwah di wilayah/medan/masyarakat tertentu. Jika tidak mampu, jangan paksakan diri. Biarkan organisasi dakwah lain (yang lebih kuat) menggarapnya. Atau ajak/gabung dengan organisasi lain untuk kerjasama.

    2. Menyesuaikan diri
    Seorang yang ingin sukses dalam dakwahnya haruslah menyesuaikan diri dengan medan-nya. Menyesuaikan diri bukan berarti ikut-ikutan kepada kebiasaan masyarakat yang bertentangan dengan ajaran islam. Tetapi dakwah kita menyesuaikan kepada kondisi masyarakat dengan menggunakan metode atau cara yang tepat agar dakwah islamiyah kita diterima masyarakat.

    Yang kita dakwahkan adalah ajaran islam, ajaran Rasul SAW. Sedangkan metode berdakwah kita diberi kebebasan, asal tidak bertentangan dengan syariat islam. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin dakwah islamiyah di berbagai tempat mempunyai corak yang berbeda-beda. Tetapi hakekat-nya adalah sama, yaitu ajaran islam diterima di masyarakat. Sebagai contoh, dakwah di Eropa tentu saja lain dengan di Thailand. Dakwah di Papua lain dengan Jawa. Dakwah di kota pun lain coraknya dengan di desa.

    Bukan tidak mungkin hasil dakwah ini akan membentuk kultur dan budaya masyarakat berbeda-beda pula, sesuai dengan karakteristik asal masyarakatnya. Sekali lagi, hakekat dakwah adalah bagaimana agar ajaran islam diresapi dan diamalkan masyarakat sasaran kita. Kita tidak perlu mengolok-olok/menghujat masyarakat islam lain yg mungkin tidak kita pahami adat istiadatnya. Mungkin saja mereka lebih islami dari yang kita duga.

    3. Kuat/Mandiri
    Kuat dalam berbagai aspek sangat diperlukan untuk mendukung ke-efektif-an dakwah. Dalam ilmu manajemen di kenal analisis SWOT, yang S=Strength (kuat). Seorang juru dakwah akan sukses dalam dakwahnya jika didukung oleh kekuatan-kekuatan di berbagai aspek sebagai berikut:

    a. Ekonomi. Kemandirian di aspek ini sangat-sangat penting. Ini merupakan kunci pokok kesuksesan dakwah. Kata mandiri lebih cenderung secara ekonomi, di samping tentu saja tidak mengabaikan mandiri di bidang-bidang yang lain. Dengan mandiri kita tidak tergantung secara finansial kepada orang lain/organisasi luar, sehingga dakwah bisa terus-menerus secara kontinyu. Kemandirian secara ekonomi ini penting untuk menjamin kelangsungan dakwah.

    b. Ilmu. Jelas seorang juru dakwah harus mempunyai ilmu yang mumpuni, kuat. Ilmu agama adalah syarat utama. Ilmu-ilmu yang lain sangat diperlukan untuk mendukung untuk kesuksesan dakwah, sesuai dengan kondisi dan situasi medan dakwah.

    c. Sosial. Seorang tokoh panutan akan lebih diterima pendapatnya oleh masyarakat. Tokoh yang disegani dan diakui oleh masyarakat akan menjadikan lebih dihormati dan dijadikan sebagai acuan. Tingkah lakunya akan ditiru orang banyak. Jika tokoh ini berdakwahkan islam, maka kesuksesan dakwah sudah di tangan. Insya Allah.

    d. Daya Tahan. Ada kalanya seorang juru dakwah diserang oleh musuh-musuh islam yang tidak menyukai kita. Jika kita bisa menahan serangan, bahkan memukul balik, niscaya musuh-musuh dakwah tidak akan berani mengganggu lagi. Jangan dibayangkan ini hanya serangan berupa fisik saja. Banyak serangan/gangguan yang bisa terjadi. Pembunuhan karakter, fitnah, dll, adalah bentuk gangguan di masa modern ini. Mass media (komunikasi) merupakan senjata mereka, dan tentu saja senjata kita juga untuk menangkisnya.

    Kenapa beratus-ratus tahun dakwah majelis taklim dan pondok-pondok pesantren tidak mati ditekan penjajah Belanda. Itu karena mandiri/kuat. Secara ekonomi pondok-pondok pesantren kita tidak tergantung Belanda, secara ilmu beliau para ulama kita mumpuni dan tidak terlalu tergantung dengan ulama-ulama Timur Tengah sehingga ketika hubungan itu diputus/diganggu, ulama kita tetap eksis. Demikian juga dengan pertahanan yang kuat, ulama-ulama kita mampu mempertahankan diri dari serangan Belanda, dll.

    Penutup
    Demikianlah tiga kata kunci yang kami anggap penting untuk kesuksesan berdakwah. Di samping itu, kerja sama antar pendakwah (dan/atau organisasi dakwah) seharusnya diper-erat.

    Metode dakwah Wali Songo kami kira merupakan contoh dakwah yang paling efektif sepanjang zaman ..insya Allah. Kerja sama-nya, metodenya, dll, sungguh sangat tepat diterapkan pada masyarakat (Jawa dan sekitarnya) pada masa itu, sehingga alhamdulillah sekarang kita dikarunia-i cahaya iman dan islam.

    wallahu a\’lam.

    #72249035
    khunthai
    Participant

    Assalamu\’alaikum wrwb.
    Sebagai tambahan..
    Kalangan non-muslim yang aktif memurtadkan saudara-saudara kita yang lemah, mereka punya data lengkap tentang daerah-daerah incaran operasi mereka. Suku-suku di Indonesia lengkap dengan daerah, jumlah, adat-istiadat, prosentasi non-muslim, dll.. ada. Sampai daerah terpencilpun sekalian. Kebetulan saya pernah melihatnya beberapa saat yg lalu.

    Ini tulisan bukan untuk memicu kebencian kepada kalangan non-muslim, tetapi sebagai penggugah semangat kita untuk lebih menata diri, bekerja sama, dalam berdakwah.

    wallahu a\’lam.

    #72249434
    Arie
    Participant

    Assalamualaikum wr. wb

    Bib saya orang yg alhamdulillah suka baca2 buku agama (semua ini karena hidayah dan taufik dr Allah) tp untuk menyampaikan nasehat atau berda\’wah saya punya perasaaan yg sangat takut mungkin ada beberapa alasan :saya orangnya kurng PD,kl bicara kurang lancar,dan juga hafalannya kurang,mungkin smua ini krena saya terlalu banyak melakukan maksiat mata .Saya jadi takut kena azab dr Allah karena tidak mau menyampaikan ilmu yg dititipkan oleh Allah.Mungkin Hb Munzir bisa membantu saya dan memberikan wirid atau doa biar PD,Lisan ringan kl bicara,hafalan biar kuat. Dan saya mohon jg doa dr Habib Munzir.

    Syukron, Jazza kumullah khoiron katsiron
    Wassalamualaikum wr wb

    #72249449
    Munzir Almusawa
    Participant

    memperbanyak dzikir hati, mengingat Allah, memenuhi hati dg keagungan nama Nya swt, itu menambah ketenangan dan kewibawaan, dan memberi kepercayaan diri yg mantap.

    #72249513
    Hamdani
    Participant

    \’Assalmu\’alaikum warahmatullahita\’ala wabarakatuh

    Yang ana horamti Guru Habib Munzir dan Keluarga semoga Allah ta\’ala selalu melimpahkan rahmat sehat , pada anda dan keluarga guna ta\’at pada allah swt

    melihat akhir akhir ini banyaknya dakwah dng slogan kembali pada qur\’an dan sunnah tetapi praktiknya ternyata suka menyelisih syariah, maka ana beranggapan pentingnya urgensi Tauhid dibawakn terlebih dahulu daripada iabadah yang lainnya…karena Tauhid adalah pokok segalnya

    Allah swt berfirman :

    Artinya : [i]\"Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya\"[/i] (Q.S. al An\’aam: 162-163)

    [i]\"Katakanlah: Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru manusia dan hanya kepada-Nya aku kembali\"[/i] (Q.S. ar-Ra\’d: 36)

    [i]Maknanya: \"Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah\" (Q.S. Muhammad: 19)[/i]

    [i]Imam Malik dalam Muwaththa\’ [/i]meriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallallahu \’alayhi wasallam bersabda:

    [i]\"Dan perkataan terbaik yang aku dan seluruh nabi sebelumku ucapkan adalah Laa ilaaha illallah, tiada sekutu bagi-Nya\"[/i]

    Dalam riwayat lain di Shahih Muslim bahwa Rasulullah shallallahu \’alayhi wasallam ketika mengutus Mu\’adz ke Yaman berkata kepadanya

    [i]\"Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum yang ahli kitab, maka hendaklah hal pertama yang engkau dakwahkan kepada mereka adalah beribadah kepada Allah, jika mereka telah mengenal Allah maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka sholat lima kali dalam sehari semalam?\".[/i]

    MAKA hal pertama yang disampaikan oleh para nabi shalawatullahi wasalaamuhu \’alayhim dalam berdakwah adalah Tauhid,[i] mensucikan Allah dari menyerupai Makhluk-Nya.[/i]

    Dan Allah ta\’ala juga memberitakan kepada kita tentang Nabi Ibrahim bahwasanya beliau berkata

    [i]\"Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik; mempersekutukan Tuhan\"[/i] (Q.S. al An\’aam: 79)

    dan Allah ta\’ala memeberitahukan tentang ibrahim as

    [i]\"Akan tetapi Ibrahim adalah seorang yang lurus dan muslim, dan sekali-kali bukanlah termasuk golongan orang-orang musyrik\" [/i](Q.S.Ali \’Imran: 67)

    Sesuai dengan petunjuk inilah Ahlussunnah wal Jama\’ah – Asy\’ariyyah dan Maturidiyyah- yang merupakan golongan mayoritas umat Muhammad menjelaskan aqidah Islam yang murni, diambil dari al Qur\’an dan sunnah serta penjelasan para
    ulama salaf dan kesepakatan (ijma\’) seluruh umat, [i]bersih dari unsur-unsur tasybih, tajsim, penisbatan bentuk, ukuran, arah dan tempat bagi Allah, bersih dari ta\’thil, hulul, ittihad dan ilhad,[/i] dan bersih dari kerumitan dan penyimpangan para filsuf dan keyakinan kelompok-kelompok yang menyimpang seperti Khawarij, Jahmiyyah, Mu\’tazilah .Mujassimah dlsb

    Inilah urgensi tauhid yg pertama harus dibawakan oleh da\’i da\’i di Indonesia khususunya, karena kini makin banyknya kitab kitab terjemahan dlm bahasa indonesia yang telah beredar dan menyelisih paham ahlus-sunah tsb,dng mengatakan Allah mempunyai wajah,allah mempunyai tangan dlsb dan berbeda dgn tangan makhluk, dan sudah mewabah ke kalangan para pemuda Islam, sudilah kiranya Habibuna memberikan ulasan tentang Tauhid yang suci ini yang bersih dari sifat sifat seperti yg ana tuliskan diatas

    Terucap Doa untuk Habib dan keluarga dng harapan semoga si hina ini mendapat hidayah dari Allah ta\’ala dng tetap mencintai orang orang yg menganjurkan mencintai nabi_Nya
    Wassalamu\’alaikum wr,wb

Viewing 9 posts - 1 through 9 (of 9 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Umum’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru