November 24, 2020

Wajibkah mengikuti aliran Thoriqoh?

Home Forums Forum Masalah Tauhid Wajibkah mengikuti aliran Thoriqoh?

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • Author
    Posts
  • #73468901
    Hendra Fakhrurrozy
    Participant

    Assalamu\’alaikum warohmatullohi wabarokatuh Al habib Munzir Al Musawwa. perkenalkan nama saya hendra, namun saya punya sebuah nama islam yaitu Fakhrurrozy, dan saya anggap nama baru yg saya peroleh dari seorang sebagai nama hijrah, dan kiranya Al habib Munzir berkenan memanggil saya dengan nama baru ini.
    Alhamdulillah, bahagia sekali saya bisa berinteraksi dengan Habib Munzir walau dalam bentuk tanya jawab, dan kiranya nanti Habib Munzir bersedia untuk menjawab dan memberikan penjelasan atas beberapa pertanyaan dari saya.
    Begini bib, karena ini menjadi ganjalan saya sejak saya di Batam (2,5 tahun lalu saya tinggal di Pekanbaru-Riau), berikut hal yg ingin saya tanyakan:

    1). Di Batam saya pernah mengikuti dzikir sebuah Thoriqoh, yaitu Thoriqoh Naqshbandi Haqqoni, dan saya sampai sekarang hanya sebatas mengikuti namun belum bai\’at karena saya merasa belum pas untuk mengamalkan bacaan-bacaan dzikirnya. Sepanjang pengetahuan Habib Munzir, bagaimana keberadaan Thoriqoh ini?

    2). Setahu saya, sebagian orang yg menjadi jama\’ah Thoriqoh ini adalah orang yg cuma ikut-ikutan dzikir. Sepanjang pengetahuan Habib Munzir, adakah syarat awal yang harus di penuhi seseorang sebelum mengamalkan dzikir sebuah Toriqoh?

    3). Wajibkah kita masuk salah satu aliran Thoriqoh?

    4). Benarkah orang yg terbawa dengan bacaan dzikir, karena saking khusyuk atau tawajuh menyebabkan dirinya hilang kesadaran dan berbuat sesuatu di luar kendali dirinya?(melempar gelas atau berucap kalimat Alloh atau Thoyyibah namun secara berteriak tanpa kontrol hingga pingsan dan semacamnya)

    Itu saja hal yang saya tanyakan, semoga Habib Munzir bersedia untuk segera menjawab dan menjelaskannya sebagai pencerahan dari kegelisahan saya.

    Jazakalloh Khoiron Katsiroo

    Wassalamu\’alaikum

    Fakhrurrozy

    #73468905
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Limpahan Kebahagiaan semoga selalu tercurah pada hari hari anda,

    Saudaraku Fakhrurrozy yg saya kumuliakan,

    1). Tarekat Naqshabandiy adalah salah satu tarekat tasawwuf yg diakui oleh para ulama Ahlussunnah waljamaah, maka bila ditemukan hal hal yg mengingkari syariah padanya, maka hal itu adalah oknum yg tak memahami bimbingan kesucian tarekat ini, namun tarekat Naqshabandiy sendiri pada segenap tuntunannya tidak bertentangan dg syariah.

    2). Tiadalah seseorang memasuki dan mengikuti tarekat terkecuali selayaknya dengan niat untuk semakin dekat kepada Allah swt, dan tak ada syarat syarat tertentu yg syar’I untuk mengikuti sebuah tarekat, bila ada dari persyaratan persyaratan maka itu bukanlah syarat mutlak, namun berupa salah satu usaha agar para hadirin yg mengikutinya tak meremehkannya, atau iseng dlsb, oleh sebab itu diadakan bai’at dll, hal semacam ini dimaksudkan agar para pengunjungnya lebih serius dan konsentrasi dalam berdzikir, karena pada hakekatnya setiap muslim, mukmin, boleh berdzikir dg dzikir apapun dan kapanpun kepada Allah swt tanpa harus menunggu bai’at terlebih dahulu, namun sebagaimana yg saya katakan bahwa bai’at diada adakan demi keseriusan mereka, maka bole boleh saja namun bukanlah syarat mutlak.

    3). Tidak wajib bagi kita mengikuti suatu tarekat, yg diwajibkan pada kita adalah berdzikir pd Allah swt, dan mengikuti apa apa yg telah diwajibkan oleh Allah dan Rasul Nya.

    4). Orang yg asyik kepada suatu hal, maka ia akan tenggelam dan hilang kendali, sebagaimana orang yg tergila gila kepada kekasihnya akan melupakan makan dan minum, melupakan tidur dan meninggalkan segalanya demi kekasihnya, mabuk cinta merupakan hal yg membuat akal tak lagi berkuasa menahan gejolak cinta, tingkah lakunya menjadi abnormal dan seakan akan hilang kesadarannya, ada orang yg ambisius pada suatu hal hingga melupakan keluarga dan teman temannya, ada orang mencintai kekasih hingga melupakan atau durhaka pada ayah ibunya, ada orang yg ambisi kedudukan hingga rela membunuh saudara atau ayahnya dan mereka merasa benar dengan perbuatannya, nah.. dari semua orang yg “tenggelam” akalnya pada sesuatu ini, diantara mereka semua itu, maka yg mulia hanyalah mereka yg tenggelam akalnya karen rindu kepada Allah swt.

    Namun hal itu tentunya ada batas batas wajarnya, bila melebihi batas wajar maka hal itu adalah suatu kekurangan, bukan merupakan suatu kelebihan, sebagaimana mereka melempar gelas, mengamuk atau berbuat hal yg tak wajar, maka hal itu adalah kekurangan yg perlu diperbaiki pada diri mereka, bukan suatu kelebihan.

    Demikian saudaraku Fakhrurrozy yg kumuliakan,

    Wallahu a’lam

    #73468908
    Hendra Fakhrurrozy
    Participant

    Assalamu\’alaikum warohmatulloh Al habib Munzir Al Musawwa,
    Alhamdulillah dan terima kasih yg banyak saya ucapkan kepada habib Munzir karena telah sudi menjawab juga menjelaskan segala pertanyaan yg saya ajukan. semoga Alloh Subhanahu wa ta\’ala senantiasa membimbing langkah habib dalam dakwah, di berikan kesehatan jasmani & rohani termasuk seluruh keluarga habib serta segenap pengelola website majelisrasulullah ini. dan saya minta do\’a dari habib agar saya diberikan kekuatan iman, ketabahan hati serta kelapangan bagi saya & istri yg insya Alloh sekitar satu setengah bulan lagi (menurut perkiraan dokter) akan melahirkan anak kami yg pertama.

    Semoga Sholawat & salam senantiasa tercurah keharibaan Rosululloh Muhammad sholallohu \’alaihi wasallam berikut keluarganya serta para sahabat beliau.
    Allohumma sholli \’alaihi wa \’ala alihi washohbihi ajma\’in…

    Wassalamu\’alaikum

    Fakhrurrozy

    #73468919
    Munzir Almusawa
    Participant

    [b]Baarakallahufiikum.. semoga limpahan keberkahan atas anda dan keluarga.[/b]

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Tauhid’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru