November 28, 2020

Wihdatul Wujud

Home Forums Forum Masalah Tauhid Wihdatul Wujud

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 15 total)
  • Author
    Posts
  • #92672130
    Muhammad Fadly
    Participant

    Assalamualaikum Ya Habib , Ana pernah baca buku Itiqad Ahli Sunnah Wal Jamaah karangan KH. Sirojudin Abbas bahwasanya Wihdatul Wujud itu merupakan ajaran Syiah. Apakah ini benar?, mohon penjelasannya.

    #92672143
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Kebahagiaan dan Cahaya Kelembutan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dan keluarga,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    wihdatrulwujud ini merupakan pembahasan yg sangat luas, yaitu penyatuan diri dengan Allah swt, maka dalam hal ini ada dua makna :
    pemahaman secara asli : yaitu bersatunya manusia dg Dzat Allah swt maka hal ini tentunya mungkar, karena Allah swt Maha Tunggal dan tak bersenyawa dg makhluk Nya.

    makna kedua adalah secara maknawiy, yaitu yg dimaksud adalah selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah sedekat dekatnya, hingga bersatu seluruh keinginannya hanya keinginan yg diridhoi Allah, ia tak menggerakkan tubuhnya kecuali hanya untuk hal yg diridhoi Allah, ia tak mau berfikir sesuatu kecuali yg diridhoi ALlah, maka ini merupakan kemuliaan,

    mengenai hal itu dari syiah saya belum menemukan riwayatnya yg tsiqah mengenai asal usulnya dari syiah, namun darimanapun ia selama hal itu merupakan makna yg pertama maka hal itu sesat adanya,

    namun hal ini sering dituduhkan kepada para ahli makrifah dan sufi oleh kelompok wahabi bahwa semua sufi menganut wihdatul wujud, padahal mereka adalah yg pada kelompok kedua sbgmn saya jelaskan diatas, dan hal itu justru merupakan kemuliaan,

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

    #92672233
    Muhammad Fadly
    Participant

    Assalamualaikum Ya Habib, Lalu yang ingiin Ana tanyakan siapakah Al-Hallaj itu?
    Syukron Jaziilan. Assalamualaikum.

    #92672245
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Kebahagiaan dan Cahaya Kelembutan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dan keluarga,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    AL Hallaj adalah salah seorang Sufi yg berbicara dg ucapan ucapan yg dirisaukan akan membawa fitnah bagi masyarakat umum, ia berkata aku adalah Alhaqq, yaitu yg Maha Benar,
    namun bukan berarti Alhallaj mengaku sebagai tuhan, karena ia tetap shalat, ia menyembah Allah, ia berdzikir, ia mengakui Nabi saw adalah utusan Allah, dan ucapannya itu adalah dari luapan cinta pada Allah sebagai makna yg mendalam dalam ilmu bahasa,
    banyak dari ucapan ucapan hadits atau ayat yg juga bisa dimaknakan mirip dg ucapan ini, sebagaimana firman Allah swt dalam hadits Qudsiy : ”Barangsiapa memusuhi waliku sungguh kuumumkan perang kepadanya, tiadalah hamba Ku mendekat kepada Ku dengan hal hal yg fardhu, dan Hamba Ku terus mendekat kepada Ku dengan hal hal yg sunnah baginya hingga Aku mencintainya, bila Aku mencintainya maka aku menjadi telinganya yg ia gunakan untuk mendengar, dan menjadi matanya yg ia gunakan untuk melihat, dan menjadi tangannya yg ia gunakan untuk memerangi, dan kakinya yg ia gunakan untuk melangkah, bila ia meminta pada Ku niscaya kuberi permintaannya….” (shahih Bukhari hadits no.6137)

    Maka hadits Qudsiy diatas tentunya jelas jelas menunjukkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan panca indera lainnya, bagi mereka yg taat pada Allah akan dilimpahi cahaya kemegahan Allah, pertolongan Allah, kekuatan Allah, keberkahan Allah, dan sungguh maknanya bukanlah berarti Allah menjadi telinga, mata, tangan dan kakinya.

    demikian pula ucapan Al Hallaj,

    berikhtilaf para ulama, dan sebagian mengakui bahwa Al Hallaj benar, namun ia dipenggal karena ucapannya membawa fitnah bagi muslimin yg tak mengerti maksud ucapannya.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

    #92672608
    sutopo nugroho
    Participant

    assalamu\’alaikum wr wb.

    nama saya sutopo nugroho hari ini baru gabung ke forum ini tanggal 4 maret 2008,
    saya ini sangat bodoh dan tidak mengerti tentang tauhid. untuk itu mohon dimaafkan bila tanggapan saya kurang tepat. dan kami mohon pencerahan terhadap tanggapan kami terima kasih.

    wihdatul wujud bisa digambarkan dengan allah adalah pln dan kita adalah lampu atau sejenisnya. Artinya kewenangan penuh tetap PLN sebagai sumber Energi Yang maha Kuat, dan kita adalah penerima energi tersebut (Kalifah Allah)

    mohon maaf jika kurang tepat dan mohon pencerahan lebih lanjut

    wa\’alaikum sallan Wr Wb
    sutopo nugroho

    #92672648
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Keindahan Anugerah Nya swt semoga selalu terlimpah pada hari hari anda dan keluarga,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kami sangat gembira menyambut kedatangan anda, kita bersatu dalam kemuliaan,

    wihdah artinya penyatuan.
    alwujud adalah Allah swt yg Maha Ada.

    namun dalam tasawuf banyak kalimat kalimat dan istilah yg maknanya berbeda dengan makna dhohirnya.

    Wihdatulwujud secara bahasa adalah penyatuan diri dg Allah swt, jika yg dimaksud adalah mendekat sedekat dekatnya dg Allah swt maka terpuji, jika yg dimaksud adalah bersatu dalam dzat Allah swt dan bersekutu maka tentunya mungkar.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

    #92672660
    sutopo nugroho
    Participant

    Asalamu\’alaikum Wr. Wb.
    Terima kasih atas tanggapan dan waktu yang telah diluangkan habib walaupun jawaban dan tanggapan habib belumlah memuaskan hati kami.

    Ya Habib bisakah berkomunikasi 2 arah seperti YMSG atau prog chat yang lain sehingga banyak pertanyaan yang ada dalam kepala saya bisa terpuaskan. dan langsung bisa kita dapatkan. mohon maaf sebelumnya.

    mengenai tanggapan saya kemarin adalah analisa saya mengenai zat allah, PLN adalah Sumber Energi dan Lampu,kipas angin adalah seuatu wujud yang ada dan bekerja karena energi tersebut.
    argumen penguat pada ayat2 qur\’an yang artinya kurang lebih Sbb:

    1. aku lebih dekat dari pada dirimu sendiri
    2. perhatikan bayang 2 itu, akulah yang menggerakan
    3. rumahku yang di dadamu (bait fi sudur)
    4. Aku meliputi segala sesuatu
    5. tidaklah sesuatu bergerak kecuali atas ijinku

    jadi untuk bersatunya zat allah itu dengan kita amat sangat mustahil ibarat telur ayam kita adalah putih telur sedangkan cangkang dan kuning telur adalah zat allah. perhatikan bahwa ketiga zat itu tak mungkin bersatu kecuali berubah wujud yang lain.

    saya pernah membaca kitab injil barnabas yang diakui sebagian ulama adalah unjil asli yang dulunya disembunyikan oleh para pendeta.
    dalam kitab tersebut ada seorang yang menanyakan tauhid kepada isa kurang lebih sperti ini pertanyaannya. \"Ya Yesus saya kurang mengerti mengenai perkataan musa A.S. yang mengatakan bahwa Di Surga nanti hadiahnya adalah AKU sendiri\"

    apakah berarti bahwa itulah wujud baru hasil dari telur ayam yang telah menetas dan menjadi AYAM. atau analogi Ulat dan Kupu2 dimana kita sekarang adalah ulat dan kupu2 adalah wujud baru di surga allah?

    mohon penjelasan perihal tersebut diatas dan mohon pencerahan yang gamblang sehingga saya tdk sesat karenanya

    semoga allah selalu melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada habib dan keluarga dan keturunan habib dan umat islam semua. amin…….
    Wa\’alaikum salam wr. wb

    #92672742
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Keindahan Anugerah Nya swt semoga selalu terlimpah pada hari hari anda dan keluarga,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    anda benar, wihdatulwujud yg benar adalah bermakna kedekatan, bukan bermakna persekutuan,

    mengenai penjelasan selanjutnya dalam pertanyaan anda mengenai pernyataan Musa as atau yg sejenisnya, merupakan kalimat maknawi (kiasan),

    sebagaimana firman Nya : ”Mereka yg berbai’at padamu sungguh mereka telah berbai’at pada Allah, Tangan Allah diatas tangan mereka” (QS Al Fath 10), dan disaat Bai’at itu tak pernah teriwayatkan bahwa ada tangan turun dari langit yg turut berbai’at pada sahabat.

    Juga sebagaimana hadits qudsiy yg mana Allah berfirman : ”Barangsiapa memusuhi waliku sungguh kuumumkan perang kepadanya, tiadalah hamba Ku mendekat kepada Ku dengan hal hal yg fardhu, dan Hamba Ku terus mendekat kepada Ku dengan hal hal yg sunnah baginya hingga Aku mencintainya, bila Aku mencintainya maka aku menjadi telinganya yg ia gunakan untuk mendengar, dan menjadi matanya yg ia gunakan untuk melihat, dan menjadi tangannya yg ia gunakan untuk memerangi, dan kakinya yg ia gunakan untuk melangkah, bila ia meminta pada Ku niscaya kuberi permintaannya….” (shahih Bukhari hadits no.6137)
    Maka hadits Qudsiy diatas tentunya jelas jelas menunjukkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan panca indera lainnya, bagi mereka yg taat pada Allah akan dilimpahi cahaya kemegahan Allah, pertolongan Allah, kekuatan Allah, keberkahan Allah, dan sungguh maknanya bukanlah berarti Allah menjadi telinga, mata, tangan dan kakinya.

    seperti ayat :
    ”Nasuullaha fanasiahum” (mereka melupakan Allah maka Allah pun lupa dengan mereka) (QS Attaubah:67),
    dan ayat : ”Innaa nasiinaakum”. (sungguh kami telah lupa pada kalian QS Assajdah 14).

    Dengan ayat ini kita tidak bisa menyifatkan sifat lupa kepada Allah walaupun tercantum dalam Alqur’an, dan kita tidak boleh mengatakan Allah punya sifat lupa, tapi berbeda dg sifat lupa pada diri makhluk, karena Allah berfirman : ”dan tiadalah tuhanmu itu lupa” (QS Maryam 64)

    Dan juga diriwayatkan dalam hadtist Qudsiy bahwa Allah swt berfirman : ”Wahai Keturunan Adam, Aku sakit dan kau tak menjenguk Ku, maka berkatalah keturunan Adam : Wahai Allah, bagaimana aku menjenguk Mu sedangkan Engkau Rabbul ’Alamin?, maka Allah menjawab : Bukankah kau tahu hamba Ku fulan sakit dan kau tak mau menjenguknya?, tahukah engkau bila kau menjenguknya maka akan kau temui Aku disisinya?” (Shahih Muslim hadits no.2569)

    apakah kita bisa mensifatkan sakit kepada Allah tapi tidak seperti sakitnya kita?

    Berkata Imam Nawawi berkenaan hadits Qudsiy diatas dalam kitabnya yaitu Syarah Annawawiy alaa Shahih Muslim bahwa yg dimaksud sakit pada Allah adalah hamba Nya, dan kemuliaan serta kedekatan Nya pada hamba Nya itu, ”wa ma’na wajadtaniy indahu ya’niy wajadta tsawaabii wa karoomatii indahu” dan makna ucapan : akan kau temui aku disisinya adalah akan kau temui pahalaku dan kedermawanan Ku dengan menjenguknya (Syarh Nawawi ala shahih Muslim Juz 16 hal 125)

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

    #92672765
    sutopo nugroho
    Participant

    Assalamualaikum Ya Habib, terima kasih atas penjelasannya dan semoga penjelasan habib menambah kecintaan,ketaatan dan rasa takut kami kepada allah SWT, yang udah lama sekali kami mengabaikan dan lalai mengejar duniawi yang hampa ini, Ya habib bolehkah sekiranya menanyakan tentang cara zikir dan menempatkan setiap kalimat zikir pada tempat yang benar. seperti zikir laa illaha illahullahu dan sebagainya di forum ini ataukah harus via email saja. dan banyak pertanyaan yang lainnya ya habib. ataukah hanya orang 2 yang segolongan saja yang boleh mengetahui ilmu 2 tersebut, ataukah harus melalui bai\’at saja. mohon penjelasan ya habib. terima kasih

    semoga habib ditambah nikmat ,rahmat ,hikmat dari allah Swt amin

    #92672791
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Keindahan Anugerah Nya swt semoga selalu terlimpah pada hari hari anda dan keluarga,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    jika anda ingin bertanya hal hal yg tak ingin dibaca orang lain yaitu bersifat pribadi maka boleh di email pribadi saya munziralmusawa@yahoo.com

    mengenai pembai;atan saya tak menganut faham tsb, karena ilmu kedekatan pada Allah swt boleh kita pelajari tanpa bai\’at, dan saya adalah pada kelompok orang yg kurang setuju dg Bai;at dalam tarekat untuk mempejari ilmu kesucian jiwa.

    sebagaimana beberapa tarekat yg mengajarkan mesti bai\’at dulu untuk menjadi anggotanya maka saya tak setuju, karena bai;at yg wajib hanyalah bai\’at pada Rasulullah saw dan bai\’at pada khalifah. selain dari itu apalagi untuk mempelajari ilmu maka tak membutuhkan bai\’at, walaupun bai\’at boleh boleh saja karena Bai\’at adalah janji setia.

    dalam penempatan dzikir, memang banyak versi, namun saya memilih yg paling kuat dan Jumhur(pendapat terbanyak) ulama dan para Imam, bahwa dzikir adalah didalam hati, berawal dari hati, keinginan, lalu lafadh, boleh diikuti lisan, dan boleh tidak, lalu pendawaman kehadiran Allah swt dalam hati akan membuat keadaan kita selalu dalam cahaya dzikir dalam keadaan apapun,

    jiwanya tetap sujud pada Allah swt walaupun tubunya berjalan, berbicara, bekerja, namun jiwanya tetap sujud pada Allah swt.

    ada salah seorang tokoh Sufi yg berkata : \"mereka lihat kami duduk bercengkerama bersama mereka, padahal itu bukan kami, karena ruh ruh kami berada di puncak puncak khusyu yg tertinggi\".

    jiwa mereka tetap sujud pada Allah..,

    sebagian besar manusia walaupun tubuhnya bersujud namun hatinya tak pernah sujud pada Allah..

    dzikir adalah menghidupkan kembali cahaya sujud dalam sanubari, dengan mulai mengingat kemegahan Allah, kekuasaan Nya, keidahan Nya, kerajaan Alam semesta yg milik Nya, maka hati mulai membungkuk dan merasa rendah, lalu iapun bersujud..tunduk, dengan segala ketundukan dan pasrah kepada yg memilikinya,

    sujud adalah posisi tubuh yg paling tak berdaya dan tak siaga menangkal serangan lawan.

    wujud pasrah sepenuhnya kepada sang pemilik..

    oleh sebab itulah sang Nabi Muhammad saw saat lahir dari rahim ibunya ia langsung bersujud.. (Sirah Ibn Hisyam dll). lambang bahwa inilah hamba Yang Memimpin seluruh hamba Allah, karena beliau saw sudah dimuliakan dg Sujud kepada Allah sejak lahir.

    dan Rasul saw bersabda : \"Sedekat dekat hamba kepada Allah, adalah saat ia bersujud\" (Shahih Muslim).

    saudaraku, saya bukan guru, kita sharing dan tanya jawab di forum ini untuk saling menukar ilmu dan pengetahuan, saling mengingatkan dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 15 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Tauhid’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru