Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
sitimaryamParticipant
Assalamualaikum Wr Wb..
habibana yang ananda sayangi..
note : admin mohon maaf untuk thread \’tanya dan kegembiraan\’ ini harap email saya tidak ditampilkan yaa…terimakasih untuk bantuan admin. semoga keberkahan dan kebahagiaan terlimpah untuk admin dan seluruh khadim Majelis Rasululloh. amiiin.
sitimaryamParticipantAssalamaualaikum Wr Wb
Alhamdulillah…puja puji syukur untuk Mu Rabbiy…
Amiiin Ya ALLAH..Amiiin ya Rabbal alamiin..
terimakasih banyak habibana…terimakasih banyak…doakan agar ananda dan keluarga istiqamah dalam aqidah ini dan bisa wafat dalam keadaan khusnul khatimah..
Segala jasa baik habibana, hanya ALLAH yang bisa membalasnya..
Tetap semangat dan terseyum yaa abaaanaa :)Wassalam,
sitimaryamParticipantAssalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Subhanallah…
* text disembunyikan atas permintaan penanya *
sitimaryamParticipantassalamualaikum wr wb
yaa habibana, terimakasih untuk jawabannya. jika memang benar alirannya bukan aswaja dan kita telah menasehatinya dan ia tidak mau bagaimana bib ? apakah hukumnya mengontrakan rumah pada yang berbeda aliran ?
orang ini hampir 20 tahun lebih mengontrak rumah keluarga kami. dimulai dari ayahnya hingga kemudian pulang kampung kemudian anak-anaknya meneruskan mengontrak. artinya silaturahmi kami sebenernya sudah lama sekali bib dan baik. tapi apa sesuai syariat benar ?
mohon saran habibana bagaimana ? apakah harus tegas memintanya keluar atau bagaimana ?
atas saran dan jawaban habibana sekali lagi saya haturkan terimakasih.
mohon maaf ya bib sebelumnya..wassalamualaikum…
sitimaryamParticipantAssalamualaikum wr wb
terimakasih ya habibana atas jawaban dan doa yang senantiasa habib berikan untuk saya dan keluarga saya..
ya habiib pada kesempatan ini saya juga ingin bertanya…dulu saya lalai dan sering meninggalkan sholat fardhu saya. kemarin saya diberitahu kalau saya bisa meng qadho sholat saya yang dulu. apa benar y ahabib ?? bagaimana caranya ?? yang telah saya jalankan adalah ketika saya selesai sholat dzuhur misalnya, saya berdiri kembali untuk melakukan sholat dzuhur qadho (seperti sholat wajib) dengan niat qadho an. apa begitu sudah benar ?? bagaimana seharusnya ya habib ??
bib, yang kedua mengenai aliran liberal saya dulu, saya pernah dianjurkan membaca ratib al athas. dari teman saya diminita atau disarankan untuk meminta ijazah dari seseorang seperti habib misalnya. ya habib..mohon maaf beribu maaf apabila adab saya salah tapi apakah saya boleh memintanya dari habib ?? saya ragu karena saya perempuan..demikian ya habib..mohon maaf dan terimakasih sebelumnya..semoga habib sehat dan semangat selalu
wassalam..
sitimaryamParticipantAssalamualaikum ya habibana..
Ya habib..semoga habib dalam keadaan sekeluarga dalam keadaan sehat selalu..
terimakasih sebelumnya telah menjawab email perdana saya. Mohon maaf ketika itu saya mengetik dengan cepat berlomba dengan member lain karena terbatasnya qouta. Ya habib, terkait dengan jawaban habib mengenai mimpi tersebut maka izinkanlah saya menggambarkan kenapa muncul pertanyaan dan kebingungan saya mengenai mimpi tersebut. Sejujurnya habib yang baik, saya merasa belum lah menjadi perempuan yang sholehah seperti nisa dan harim lainnya di majlis saya jauh sangat jauh dibandingkan perempuan subhanallah.. tertunduk hati dan seluruh jiwa saya melihat mereka yang cantik luar dan dalam, pintar, tawadhu, ya habiib sungguh jauh dari mereka murid-murid habibana..Bib, saya tidak bercadar dan akhlak saya jauh dari sempurna. Siapa saya ?? Habib yang baik ketika itu saya adalah pendukung ajaran liberal. Jujur saya menyukai dan menjadi supporternya karena saya merasa ajaran tersebut sangat baik dalam merefleksikan ataupun membela kehidupan perempuan. Singkatnya saya mendukung pada tataran praktis saja bib, tidak sampai menjadi pelaku apalagi peng konsep liberal. Alhamdulillah belum sampai ketahap itu. Singkat cerita saya tertarik pada suatu majlis dan banyak berdiskusi dengan seseorang mengenai apa itu maulid, majlis, dan pertanyaan2 lainnya. Sama sekali tidak ada niat saya untuk mendebat majlis, semua murni karna akal, logika, dan pikiran saya menari2 ketika melihat dan mengikuti majlis, hingga akhirnya semua itu masuk kedalam hati saya. Pada masa berdiskusi itulah kemudian saya bermimpi (seperti saya ceritakan ke habib di email sebelumnya) selang beberapa bulan kemudian saya ingat mimpi saya tersebut ketika saya sudah sedikit paham keutamaan maulid pertanyaan yang menggulir dikepala saya adalah mengapa waktu itu saya memanggil orang tersebut (dalam mimpi saya) hanya muhammad, muhammad, muhammad. Betapa lancangnya saya yaa habib dan tidak memanggil dia yaa rasulullah..atau panggilan yang lebih mulia..entah kenapa tapi begitu dalam mimpi saya. Yaa habib sejak email jawaban habib kemarin saya berusaha me rewain kembali mimpi saya tersebut. Yaa habib akan kah mimpi saya datang kembali sedang dulu saya bermimpi tapi “terlewat” begitu saja ?? padahal keadaan saya mungkin waktu itu sedang bergelumat dengan logika2 dan bermaksiat bathin dengan menjadi pendukung liberal ?? sehingga saya bertanya apa benar beliau rasulullah dan apa tanda orang yang bertemu rasulullah..ya habiibb beribu terimakasih atas kesempatan bertanyanya..habib yang baik, betapa malu dan teriris bathin saya karena saya masih bekerja di lembaga yang berbau liberal. Alhamdulillah tidak ada paksaan dan saya dapat beribadah dengan baik karena disini saling menghormati dan tidak saling ganggu. Mengenai saya yang mengikuti majlis tidak pernah saya ceritakan ke teman-teman saya. Meski kadang saya sedih tidak bisa meluapkan apa yang saya rasakan. Jangankan mengajak, posisi kami yang nafsi-nafsi sudah bagus menurut saya. Ada keinginan mengajak tapi menurut saya mungkin belum saatnya karena saya pun masih berbau nista dan jauh dari sempurna. Biarlah asalkan saya masih dapat menghadiri majlis dan ini menjadi bagian cerita tersendiri di hati saya. Keluarga saya tidak melarang dan bahkan ikut bersama saya maka itu sudah lebih dari cukup. Alhamdulillah…
Habib yang baik, kadang kalau sedang jatuhnya hati saya dan sedang terbakar hati saya, tertahan air mata ini bib ketika melihat berita habib di website atau milis dari meja kerja saya. Melihat kenyataan habib sedang membangun kota jakarta sebagai kota sayyiduna Muhammad sedangkan disisi lain saya bekerja untuk arah yang berbeda. Andaikan kemampuan saya dapat saya arahkan untuk membantu (meski tangan ini terlalu kecil untuk membantu) tapi setidaknya bekerja untuk arah yang sama atau bekerja ditempat yang sejalan dengan hati saya. Habib yang baik, sungguh tidak terbesit sama sekali niat dihati saya untuk menjadi pendukung liberal lagi. insyaALLAH aqidah ini akan saya jaga (mohon doanya ya habib). Hal lain yang membuat saya merasa begitu munafik adalah kenyataan bahwa saya menikmati secara finansial rupiah dari tempat kerja saya ini bib. Kadang saya berfikir dulu ketika kuliah saya berdoa agar diberi pekerjaan. Sekarang saya sudah dapat dan merasakan berbagai nikmat, mendapat pekerjaan dengan mudah kenapa saya tidak bersyukur ?? dan justru meminta lagi untuk kerja yang lebih baik yang searah dengan hati saya ?? sedang saya mengetahui bahwa untuk melepaskan kerja ini sangat tidak mungkin karena berpengaruh pada keluarga saya. Kadang muncul perangai dari hati saya yang kotor dengan melegitimasi semuanya sebagai bagian jihad saya untuk menafkahi orang tua saya. Saya niatkan untuk beribadah. Begitu pikir singkat saya. Namun tetap saja bib hati saya merasa kurang nyaman. Ada juga yang berkata bertaqwalah kamu sesuai dengan kesanggupan kalian. Kalimat ini juga menjadi kalimat “penggembira” ketika saya bingung. Yaa habib saya mohon diperjelas kalimat bertaqwalah sesuai dengan kesangupan kalian sehingga saya menjadi yakin dengan yang saya jalankan dan niatkan. Saya mohon saran dari habib sebaiknya bagaimana ??
Terakhir, mohon doanya agar saya dapat mengajak orangtua, kakak, keponakan, dan seluruh keluarga saya agar lebih mencintai Al Mustofa, Rasululllah SAW..dan aqidah kami tetap melekat sampai akhir hayat. Juga mohon doanya untuk almarhumah adik saya ya habib, sedih sekali dia belum mengenal majlis ini karena sudah berpulang ke Rahmatullah karena sakit pada usia 16 tahun. Disetiap majlis wajahnya selalu saya hadirkan..mohon doa habib untuk almarhumah adik saya tersebut..
Ya habibana…terimakasih sekali lagi atas waktu dan maaf beribu maaf kalau surat saya ini terlalu panjang. Habib yang baik, terbesit dihati saya apakah email saya ini terlalu pribadi isinya ?? kalau pribadi mohon maaf sebelumnya bisakah email ini tidak ditampilkan ? tapi sekiranya mungkin ada teman yang mempunyai masalah yang sama maka tidak mengapa kalau habib ingin tampilkan. Kepada habib dan admin saya serahkan segala keputusan.
Yaa habiibb..hanya ALLAH yang dapat membalas segala keringat dan jasa habib pada saya dan keluarga. Mohon maaf sekali lagi menyita waktu istirahatnya semoga habib sehat selalu dan terus diberi kekuatan membawa pemuda pemudi pembela ajaran rasulullah…amiinn yaa rabbal ‘alamiinn..
Wassalamualaikum wr wb
-
AuthorPosts

