السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ

اللّهُمّّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً وَسَلاَمًا دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِه

 

Hadirin –hadirat Alhamdulillah kita sudah sampai pembahasan hadits yang ke -21

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّه عَنْهُ عَنْ رسُوْل صلى اللّه عليه وآله وصحبه وسلم قال:(( إِذَا قُمْتَ إِلىٰ الصَلاَة فكبِّرْ,ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَك مِنَ القُرْآنِ، ثُمَ اركع حَتَّى تطمئن راكِعا,ثُمَّ ارْفَعْ حَتّٰى تَعْتَدِلَ قائما, ثُمَّ اسْجُدْ حَتّٰى تطمئن سَاجِدًا, ثُمَّ افْعَلْ ذٰلِك فِي صَلَاتِك كُلِهَا))رواه البخاري ومسلم

Artinya : Dari Abu Hurairah- R.A. Dari Rasulullah  S.A.W, “Jika engkau berdiri hendak melakukan Shalat, maka bertakbirlah ( Alahuakbar ) , kemudian bacalah ayat Al-Qur’an yang mudah bagimu. Setelah itu, Ruku’lah sampai engkau benar-benar ruku’ dengan Thuma’ninah. Kemudian, bangunlah sampai engkau tegak berdiri, setelah itu sujudlah sampai engkau benar-benar sujud dengan Thuma’ninah. Kemudian lakukanlah itu dalam Shalatmu seluruhnya.” – H.R. Bukhori Muslim –

Hadits ini adalah riwayat shahih Bukhari dan Muslim ada sebabnya  kenapa Rasulullah Saw mengatakan hal ini,  pada suatu hari datang seseorang a’robi  atau orang dari luar kota,  lalu  orang tersebut datang ke dalam masjid  ketika itu Rasulullah Saw sedang duduk,  dia shalat tahyatul masjid  atau shalat fardu  lalu setelah selesai shalat dia bersalam kepada Rasulullah ‘’ Asalamu’alika Ya Rasulullah ‘’.  Lalu setelah itu Rasulullah mengatakan kepada orang tersebut َصَلِّ , فَإِنَّك لَمْ تُصَلِّ shalatlah wahai fulan sesungguhnya engkau tidak shalat,  lalu orang tersebut shalat lagi dan shalatnya sama seperti shalat yang pertama.   Setelah shalat dia datang lagi kepada Nabi Saw, lalu nabi mengatakan  َصَلِّ , فَإِنَّك لَمْ تُصَلِّ  shalatlah karena engkau belum shalat, lalu sampai yang ketiga kali dia berbuat yang sama lalu Rasulullah pun mengatakan hal yang sama. Kemudian orang tersebut mengatakan ; لا أُحْسِنُ غَيْرَهُ , فَعَلِّمْنِي’ يا رسول الله ‘ ya Rasulullah aku tidak bisa shalat  terkecuali hal yang demikian  yang aku tahu, maka ajari aku  ‘’ setelah orang tersebut mengatakan ajari aku  maka Rasulullah Saw pun mengajari dia. Subhanallah dari cerita ini kita melihat  bahwa sebelum beliau mengajarkan  daripada tata cara shalat yang benar,  Rasulullah itu ingin tahu dulu bahwa dia ini salah  dan meminta untuk di ajar  agar dia punya benar benar keinginan untuk tau bagaimana shalat yang benar.

Di dalam riwayat para ulama mengatakan orang tersebut shalatnya  tidak ada tuma’ninah nya,   maka Rasul mengatakan bukan begitu shalat dan tidak sah shalatnya,  lalu dari hadits yang kita baca ini maka para ulama mengambil kesimpulan  bahwa di dalam shalat ada yang namanya rukun –rukun shalat  dan di ambil salah satu sumbernya adalah hadits tersebut  bahkan di kenal   para fuqaha ‘’ SHALATUL MUSI ‘’  yaitu orang yang shalatnya salah,  maka hal ini di jadikan Patokan .

Dan yang ingin kita pahami lebih mendalam adalah bagaimana lembutnya dan agungnya Rasulullah saw dalam mengajarkan umatnya  bahkan di katakan Rasulullah Saw  ‘’ خير معلم’’ sebaik baiknya pengajar.  Pada suatu hari  datang di masjid Rasulullah Saw,  ketika itu Rasulullah sedang duduk dengan para sahabat  lalu ada orang datang ingin buang air kecil  dan betul betul buang air kecil di masjidnya Nabi Muhammad Saw,  lalu ketika para sahabat melihat orang tersebut buang air lalu mereka mengkrubuti orang tersebut yang buang air,  maka kata Nabi sudah biarkan  biarkan dia selesai buang airnya lalu Nabi memangil orang tersebut, ” wahai fulan ini adalah masjid,  ini tempatnya ibadah bukan tempatnya buang air,  bukan tempatnya kotoran,  maka hal ini tidak pantas,  lalu nabi memperintahkan sahabat untuk membersikan kotoran  tersebut.  Kebetulan masjid beliau Rasulullah Saw masih tanah belum meresap ‘’.

Dan di kisahkan  pada suatu hari  ketika aku berdiri shalat di belakang Rasulullah Saw  lalu ada orang yang bersin,  lalu ada seseorang yang menjawab dengan ucapan ‘’ YARHAMUKALLAH ‘’ karena menjawab orang yang bersin dengan yarhamukallah adalah sunnah,  orang tersebut ingin mengamalkan sunah akan tetapi  salah tempat. Maka dari itu kalau kita ingin mengerjakan sunnah lihat tempat , dan kondisinya , apakah pada tempatnya atau bukan. Lalu orang tersebut yang menjawab dengan yarhamukallah  karena dia tidak tahu  maka para sahabat yang ada di sebelah dia melihat dengan pandangan tajam, ‘’ lalu orang tersebut  tambah polosnya sambil mengatakan, apa kalian melihat –lihat kepadaku  sambil shalat ‘’, maka para sahabat ada yang mengatakan subhnallah ada yang menepuk  tangan nya  menandakan perlu dia diam maka orang tersebut diam,  lalu dia tahu kalau dia berbuat salah  maka setelah shalat Rasul memangil orang tersebut, ‘’ mana tadi orang yang shalat ‘’ dan periwayat hadits ini mengatakan aku dapati Rasulullah Saw adalah paling baik –baiknya guru , paling baik –baiknya orang yang memberi pandangan yang paling benar , tidaklah beliau marah , tidaklah beliau membentak , tidaklah beliau berkata kasar ‘’.

Ketika Rasulullah memanggil wahai fulan kemari,   beliau mengatakan ; ‘’ ini adalah shalat  , shalat itu adalah tempatnya dzikir , tasbih , tahmid wa qiraitil Qur’an ,  sedangkan ucapan –ucapan kepada manusia  dan kepada orang itu bukan di shalat  dan tidak boleh, lalu orang tersebut  mendapatkan  pengetahuan tanpa gertakan , tanpa hal yang kasar  dan hal ini di landasi karena Rasulullah adalah  hatinya di penuhi dengan rahmat dari Allah Swt .

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” – (QS.21:107)

Rasulullah Rahmat untuk semua alam  bahkan beliau mengatakan ‘’ إِنَّمَا أَنَا رَحْمَةٌ مُهْدَاةٌ’’

Semoga hati kita di limpahi rahmat wasalalhu’alasayidina muhammadin wal hamdulilahirabil’alamin ‘’

 

Jasaltul It’snain Majelis Rasulullah SAW

Senin 13 April 2015, Masjid Raya Almunawar, Pancoran

– Al Habib Ahmad Al Kaff –