Segala puji bagi Allah SWT yang telah mengutus dan membangkitkan baginda Rasulullah SAW

dan telah memberikan anugrah karunia kepada kita dengan keluasan ilmu Rasulullah saw kebaikan dengan berkat di utusnya Rasulullah SAW maka terpancarlah kebaikan di muka bumi ini dengan di utusnya  Rasulullah SAW .
Ya ALLAH salawat dan salam kami haturkan ke junjungan baginda Rasulullah saw yang mana dengan berkat beliaulah sehingga kita bisa berkumpul hadir di tempat ini dengan berkat Rasulullah saw di bulan yang di lahirkan junjungan kita Rasulullah saw. Begitu juga salawat dan salam kepada keluarga baginda Rasulullah saw dan juga para  sahabat Rasulullah saw dengan berkat merekalah akan mengeluarkan kita dari jalan kegelapan ke jalan yang terang benderang dengan keutamaan anugrah yang  Allah  berikan kepada mereka, Allah  swt yang maha pemurah dan maha pengasih memberikan itu semua kepada kita.
Ketahuilah bahwasa nya kita di dalam taman- taman  surga  nya Allah swt,  kita duduk disini berarti di taman Nya surga Nya Allah swt dan kita di dalam benteng, perisai yaitu wiqoyah daripada api neraka  yang Allah swt bentengi kita dengan berkat ini Majelis dan keberkahan dari baginda Rasulullah Saw.
Tidak  ada “minnah” yang terbesar yaitu anugrah dari Allah Swt, bukanlah  jasa yang terbesar dari pada kita semua akan tetapi jasa yang terbesar yang ter agung yaitu jasa daripada Allah swt melalui baginda Rasulullah saw, beliaulah Rasulullah saw adalah ’’minnah‘’ (anugrah)  dari Allah swt pemberian , anugrah yang terbesar yang di berikan kepada umat Iislam yaitu sebagaimana Allah swt berfirman di dalam Al Qur’an

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (

 

Allah telah memberikan anugrah yang terbesar pada orang orang yang beriman dengan apa ?
Dengan di utusnya baginda Rasulullah Saw yang mana tugas beliau yaitu membacakan ayat ayat, yaitu ayat ayat al Qur’an penjelasan dari Allah swt  dan memberikan tazkiyah, pembersihan kepada umat dari hal –hal  yang tercela di berikan oleh Rasulullah saw kesucian sehingga mereka mengetahui hal –hal yang terpuji di sisi Allah swt berkat di utusnya baginda Rasulullah saw .

Dan di dalam ayat lain Allah swt berfirman bahwasanya telah di utus Rasulullah saw yang mana di tugaskan oleh Allah swt kepada kalian untuk membacakan ayat –ayat Al Qur’an dan mengajarkan kepada kalian tentang Al Qur’an dan memberikan tazkiyah kepada kalian yang mana dahulunya kalian kalau tidak di utus Rasulullah saw dalam keadaan kesesatan yang nyata yaitu orang – orang jahiliyah dahulu sebelum diutus baginda Rasulullah saw mereka dalam kesesatan maka dari itu di utusnya Rasulullah saw menjadi petunjuk buat mereka, menjadi guru buat mereka mengajarkan kepada mereka jalan yang di ridhai oleh Allah swt, mendapatkan hidayah dari Allah swt sehingga dengan mereka mengerti, mengetahui siapa Rasulullah saw sehingga muncul dan terpancar dari hati mereka, yaitu kecintaan kepada Rasulullah saw, yaitu rasa ‘’ Sauq’’  ( kerinduan ) kepada Rasululllah Saw  yang mahabah kepada Rasulullah saw sehingga mereka rela berkorban untuk berjuang bersama
Rasulullah saw.

Dan di utusnya Rasulullah saw oleh Allah swt sebagai rahmat buat kalian, menyebarkan kasih sayang, Rasulullah saw tidak ada menanamkan kebencian atau rasa dendam yang di tanamkan oleh baginda Rasulullah Saw, sehingga rasa rahmat yang telah di bawa oleh baginda Rasulullah saw dari sifat rahmat beliau di rasakan bukan hanya orang –orang yang  terdekat dengan beliau akan tetapi musuh –musuh beliau merasakan rahmat yang ada pada diri Rasulullah saw yang mana dengan rahmat ini sehingga seseorang terangkat derajatnya dari tadinya ia di dalam terperosok dalam jurang kesesatan, jurang tercela, yang tadinya mereka suka membunuh anak mereka sendiri ,yang kuat menindas yang lemah, dengan di utus Rasulullah saw maka semua  ini menjadi ‘’ RAHMATUN MUHDA ‘’ yaitu rahmat yang Allah hadiahkan kepada umat dengan di utusnya baginda Rasulullah saw dan beliau menjadi ‘’ MUTAMIMMA MA KARIMAL AKHLAK ‘’ yaitu menyempurnakan akhlak dengan di
utusnya Rasulullah saw sehinga

Al Habib Ali mengatakan : ‘’ Tidak ada sesuatu yang terpuji di muka bumi ini kecuali sumbernya dari baginda Rasulullah saw ‘’

Pernah satu kali di riwayatkan di dalam sirah sejarah Rasulullah saw, di riwayatkan oleh Imam Hakim dan Imam Abi Daud : ’’ Pada suatu hari Rasulullah Saw dalam perjalanan Hijrahnya dari Makkah ke Madinah al munawarah di perjalanan di dapati ada seseorang laki laki yang menjamu Rasulullah saw mengundang nabi Muhammad saw, menjamu dengan jamuan maka Rasulullah saw menjadi tamunya ini orang, di berikan susu dan lain sebagainya dan Rasulullah saw tatkala sudah merasakan pelayanan merasa di jamu menjadi tamu di hormati oleh orang ini maka ‘’ MIN’ADATIL ‘AROB ‘’ ( dari kebiasaanya orang arab ) biasanya kalau ada orang mengundang atau menjamu, melayani sseorang tamu maka tamu itu biasanya menjanjikan ‘’Nanti kalau engkau datang ketempat  aku engkau pun jangan lupa nanti mampir kerumah ku, aku pun akan menjamu mu sebagaiman engkau menjamu aku akan menerima menjadi tuan rumah, maka Rasulullah bilang : ‘’ Kalau engkau pergi ke Madinah al munawarah saya tunggu engkau‘’ , kata Rasulullah:  ‘’ Akupun akan mengundang engkau datang kerumah ku‘’ .  Maka berjalanlah waktu, tidak lama kemudian maka Rasulullah sampai ke Madinah munawarah sampai tinggal di Madinah munawarah tiba tiba ini orang laki laki ini dia datang berkunjung ke Madinah munawarah, waktu dia  berkunjung ke Madinah munawarah Rasulullah mendengar si fulan ini yang dahulu pernah menjamu dia, maka ini orang ada di Madinah, maka Rasulullah denger cari tau, maka di undang oleh Rasulullah Saw di tepati janjinya oleh nabi Muhammad saw padahal nabi ngomong sudah lama kalau engkau datang ke Madinah engkau datang ke rumah ku aku jamu menjadi tamu, setelah di jamu oleh Rasulullah saw, ini orang sudah makan sudah kenyang maka Rasulullah saw menanyakan kepada orang ini ‘’Silakan engkau bercita cita atau berkeinginan apa ? apa saja yang ingin dari aku , apa yang  kau inginkan dari aku ?‘’.  Seharusnya kan minta,  surga, minta apa, namanya ini orang badui, ditanya minta apa? orang badui tersebut menjawab, “Ana minta sepuluh ekor onta, mintanya sepuluh ekor onta yang hamil supaya nanti pada beranak itu onta punya onta lagi, jadi banyak‘’, tersenyum Rasulullah saw, permintaanya cuma minta balasan nya sepuluh ekor onta .
Kelanjutan dari cerita tadi tatkala ini orang umat dari umat Rasulullah Saw yang menjamu nabi tadi minta sepuluh ekor onta yang hamil semuanya maka senyum Rasulullah saw sambil berkata
‘’Apakah kalian ga sanggup, ga mampu untuk menjadi, mencontoh nenek- nenek yang ada di bani  israil‘’ Siapa itu nenek –nenek  ? para sahabat bertanya, mana ceritanya ?. Maka di ceritakan oleh Rasulullah saw, di zaman bani Israil, nabi Musa a.s  masuk suatu kampung, maka Allah perintahkan kepada nabi Musa  jangan keluar engkau dari kampung itu kecuali menziarahi kuburnya seorang nabi minal anbiya bani Israil, ada yang mengatakan kuburnya Nabi Yusuf ada yang mengatakan kuburnya bapaknya Nabiyullah ya’kub A.s .
Maka orang kampung itu sudah lama meninggalnya, sudah lama ga ada yang tau kuburan nya kecuali si ini nenek yang tau, orang yang paling lama di kampung ini nenek –nenek,  maka di kasih tau kepada nabi Musa A.s yang tau cuma satu ini nenek nenek, ‘’Ya sudah kalau begitu beri tahu aku mana itu nenek –nenek‘’. Setelah bertemu, Nabi Musa berkata : ‘’wahai nenek ( ‘ajuz) tolong beri tahu padaku di mana kuburan nya karena perintah dari Allah ‘’ jangan keluar harus ziarah dulu, Allah suruh ziarah, nih di ajarin ziarah, lanjut cerita, subhanallah ini nenek cerdas, permintaanya tinggi, keinginan nya massya Allah, seleranya selera tinggi, apa permintaan nya ? ‘’Saya akan ngasih tahu itu kuburan tapi harus dengan tiga syarat, tidak akan ana kasih tau kalau tidak pakai tiga syarat ‘’. ‘’Apa permintaan engkau ?‘’ kata nabi Musa, ‘’Yang pertama, aku kan sudah nenek –nenek, aku mau balik lagi jadi anak muda‘’, subhanallah, kata nabi musa ‘’Baik kalau begitu, yang kedua apa ?‘’. ‘’Aku kan buta‘’ kata si nenek-nenek, ‘’Aku ini buta buat apa kalau muda kaya perawan tapi buta mana ada yang mau, mintakan sama Allah supaya kembali lagi penglihatan aku‘’, ya kher dua –duanya duniawi semua, muda, nenek nenek jadi muda buta jadi ga buta, ‘’yang ketiga apa ?‘’ kata nabi Musa, ‘’Jadikan aku temanmu nanti di surga‘’, ini yang Rasulullah seneng, yang ketiga jadi menemanimu di surga, maka nabi Musa ga bisa nurutin nih permintaan, gimana mau balikin nenek nenek jadi anak muda, minta sama Allah swt ‘Ya Allah bagaimana ini ?‘’ karena nabi Musa kalimullah, Allah katakan, berikan kepada orang ini apa yang dia mau minta, berdo’a, maka Allah kabulkan yang tadinya rambutnya udah pada putih langsung jadi hitam Massya Allah . Yang matanya buta, langsung bisa melihat, yang ketiga akan menjadi temanya nabiyullah Musa di dalam surga bersama nabi Musa A.s.
Tujuan dari cerita ini kata Habib Husein, bagaimana kita ikatkan keinginan kita atau cita –cita kita di dalam kita hadir ini majelis harus mempunyai keinginan cita –cita yang tinggi, cita cita setinggi langit sebagaimana diceritakan oleh Rasulullah saw ini Bani Israil mintanya seperti itu jangan minta yang rendah, majelis yang begini besar, di hadiri oleh umat yang banyak kalau punya permohonan, permintaan yang setinggi langit yang betul-betul bukan hanya permintaan dunia yang kita minta disini permintaan yang ukhrowi yang kita minta di sini juga jadi kita kaitkan sebagaimana juga yang di ajarakan olah baginda Rasulullah Saw .
Beliau mengatakan Habib Husein bilang  kita lihat dari cerita ini himmahnya seorang nenek nenek Bani Israil mengalahkan ’himmatu sabab al aan ‘’( semangatnya pemuda pemudi sekarang kalah sama semangatnya nenek –nenek yang dulu ) semangat nya massya Allah, kenapa begitu beliau bilang, karena si nenek ini dia sudah terdidik hatinya itu mempunyai keinginan yang tinggi atau selera yang tinggi sudah tertanam di dalam hatinya, karena dia tau kehidupan duniawiyah ini hanya kehidupan sementara tidak akan ada yang kekal di dunia ini maka dia minta supaya menjadi temanya nabiyallah Musa di Surga karena kehidupan di dunia kemudian matanya melek lagi bakal mati juga tapi dia ga lupa permintaan yang ketiga jadi teman nya, maka dari itu tatkala turun ayat Allah swt berfirman setelah Allah mengatakan Allah telah menurunkan ayat –ayat al Qur’an kepada engkau ya Muhammad maka engkau sampaikan apa yang Allah turunkan padamu engkau harus sampaikan ini risalah kepada
umat kemudian Allah mengatakan dalam AlQur’an ‘’Allah yang menjaga engkau yang melindungi engkau dari mara bahaya yang mau di sakiti oleh manusia‘’, jadi orang mau menyakiti Rasulullah saw, mau membunuh Rasulullah saw yang jaga langsung, yang turun tangan langsung Allah swt karena Rasulullah waktu di Makkah di ganggu, gangguan bertubi tubi kepada Rasulullah saw sehingga rumah Rasulullah saw saat itu di jaga oleh para shabat mereka hawatir nanti Rasulullah di bunuh maka keliling rumah Rasulullah di kawal dan di jaga oleh para sahabat Nabi, tatkala turun ayat ‘’ Allah yang menjaga engkau dari manusia’’ maka Rasulullah menyuruh mereka bubar.
Semua sahabat pulang masing –masing ke rumahnya, tiba –tiba di malam hari Rasulullah waktu keluar dia dapati ada seorang pemuda sedang duduk di depan rumah Rasulullah saw, maka kata Rasulullah ‘’Apa yang kau kerjakan di sini ? apakah kau tidak mendengar aku sudah memerintahkan kepada engkau bahwasanya engkau pulang, sudah Allah yang menjaga ku, ga perlu di jaga rumahnya, Rasulullah sudah di jaga oleh Allah ,sudah di lindungi oleh Allah swt‘’. pemuda itu berkata, ‘’Sesungguhnya aku di sini bukan untuk menjaga rumahmu ya Rasulullah akan tetapi aku duduk di sini, aku menunggu barangkali engkau malam malam punya hajat, ada keperluan apa yang aku bisa bantu sehingga aku bisa membantu keperluan engkau‘’. Bisa aku bantu, kata ini sahabat, mendengar hal itu membuat Rasulullah saw bergembira, maka gembira, senang, girang Rasulullah saw, dia duduk bukan mau jagain rumah nabi tapi mungkin nabi keluar di malam hari perlu hajat. Ini di riwayatkan dalam Shahih Muslim, Nabi tanya sama ini orang, Nabi bilang apa ? ‘’Mintalah engkau kepadaku apa saja yang engkau mau‘’, lihat beliau bilang disini ini hadits shahih Muslim, Rasul ga bilang minta saja sama Allah apa yang kau mau, Nabi bilang minta sama aku, lihatlah Rasulullah mengajarkan Tauhid. Minta sama Allah jangan minta sama saya syirik, nabi tidak bilang begitu, tapi nabi bilang minta sama aku, diem dulu ini pemuda, ga langsung di jawab, mikir, mikir apa ini kira kira permintaanya yang manteb. Minta, maka di bilang ‘’Aku minta kepadamu supaya aku menjadi teman duduk mu nanti di surga‘’, Lalu Rasulullah bilang, ‘’Bantu saya, banyak –banyak shalat, banyak sujud supaya engkau nanti akan bersama aku nanti di surga‘’ ini ajaran dari baginda Rasululllah saw untuk mengajarkan kepada umat meminta bercita cita yang tinggi kepada Allah swt .

Dari pada contoh yaitu tingginya semangat seseorang di dalam permintaan dan permohonan kepada Allah swt, dengan berkat baginda Rasulullah saw, ALLAH sudah memberikan kemudahan kepada kita khususnya kita umat Islam umat nabi besar Muhammad saw, kemudahan –kemudahan di berikan oleh Allah swt setelah kita di berikan Islam tapi jangan lupa setelah nikmat Islam yang di berikan oleh Allah swt kita perlu jaga yaitu ’’Assidiq’’ kesungguhan harus ada sama kita, bersungguh –sungguh di dalam beribadah kepada Allah swt, kemudian amanah, kita jaga amanah yang di berikan oleh Allah swt kepada kita yang kemudian yang ketiga, kita menjauhkan diri kita dari pada perbuatan maksiat yang mana perbuatan –perbuatan maksiat itu yang bisa menjauhkan kita dari Allah swt dan murka dari Allah swt. Sehingga kita bisa nanti di akherat, bisa memandang wajah Rasulullah saw, bisa bersama –sama dengan Nabi Muhammad saw apa bila sidiq yang ada sama kita, ketulusan kesungguhan yang ada sama kita, kemudian kecintaan yang ada kepada kita sehingga di dalam hati kita tertanam, kita perbaiki jalan di dunia sebelum jalan di akherat, dengan apa ? Cepatnya jalan nya kita nanti tatkala melewati diatas jembatan Jahanam maka tergantung dari mana rasa kebencian kita kepada maksiat yang kita perbuat sebesar apa kebencian kita apa bila seseorang berbuat maksiat tiba tiba ia membenci kemaksiatan cepat cepat kembali untuk taat kepada Allah swt, tatkala dia cepat untuk kembali taat kepada Allah swt begitulah kadar cepatnya dia melewati siratal mustaqim, di atas Jahanam dan ini yang telah di tuntunkan oleh baginda Rasulullah saw, kemudian dengan perbanyak shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw  .

Karena shalawat yang kita baca itu, dikatakan oleh baginda Rasulullah Saw: ‘’ Perbanyaklah kalian bershalawat kepadaku‘’ karena shalawat itu adalah  nur,  cahaya yang mana dengan cahaya ini memberikan cahaya kepada kita sehingga kita bisa melawati dengan cepat jembatan siratal mustaqim, yang ada di atas jahanam dengan memperbanyak shalawat dan salam kepada Rasulullah Saw .
Kita duduk di malam hari ini, duduknya kita disini sebetulnya kita coba bayangkan bagaimana kedudukan baginda Rasulullah saw , karena kita sekarang di majelis nya Rasulullah saw, kita bayangkan, kita resapi dalam hati kita sehingga cermin yang ada di dalam hati kita atau yang ada sama kita, hadapkan cermin itu kepada Rasulullah saw, sehingga dengan cermin itu kita bisa berkaca dengan Rasulullah saw, yang kita jadikan cermin di sini yang untuk kita lihat yang untuk kita contoh adalah cermin kita kita hadapkan kepada Rasulullah saw. Kita punya cermin jangan cuma kita balikan kepada kita, sehingga kita cuma lihat muka kita saja akan tetapi beliau katakan balikan itu cermin kita hadapkan cermin itu di hadapan Rasulullah , yang kita pandang di kehidupan kita sehari –hari yaitu Rasulullah saw  khususnya kalaian wahai anak anak ku di majelis Rasullulllah saw . Sehingga dengan cermin ini kita bisa mengambil dari pada akhlak ajaran Rasulullah saw.

Setelah kita hadir di majelis ini bertambah mahabah kita kepada Rasulullah saw, bertambah sidiq kita, ketulusan kita kepada Rasulullah Saw dengan hadir majelis ini bertambah birul walidain kita, bakti kita kepada kedua orang tua kita itu daripada manfa’at bila cermin itu kita  hadapkan kepada Rasullullah saw , kemudian dengan cermin itu bagaimana kita menjaga shalat kita yang lima waktu dalam keadaan bagaimanapun, dimanapun tidak akan kita meninggalkan shalat yang namanya lima waktu, dengan cermin itu kita akan menjauhkan perbuatan maksiat dengan di bacakan syari’at yang ada di dalam kitab Risalatul Jami’ah hukum –hukum sari’at Alhamdulillah di ajarkan di majelis ini dengan hukum –hukum syari’at, tidaklah tujuan Allah swt mengharamkan sesuatu kepada bani Adam, kepada kita atau menghalalkan sesuatu kepada kita kecuali di dalam di haramkan sesuatu itu kepada kita, itu ada manfa’at dan maslahat untukmu, untuk kalian ga mungkin haramnya atau halalnya suatu hukum di berikan oleh Allah swt kecuali ada maslahatnya kepada kalian, Allah tidak menghalalkan sesuatu dan Allah tidak mengharamkan sesuatu kecuali karena Mahabatullah kepadamu, tidaklah di halalkan sesuatu karena ada manfa’at kebaikan baik itu manfa’at duniawi maupun ukrowi, baik manfa’at yang dhahiriyah ataupun manfa’at yang batiniyah .

Contoh  seperti di haramkan orang yang minum khomer bahkan dalam buku islam apabila orang meminum khomer maka di cambuk 40 kali cambukan telah terbukti ada penemuan, kenapa dalam Islam orang yang minum khomer di cambuk 40 kali cambukan di priksa apa manfa’atnya apa maslahatnya setelah di priksa tanyakan kepada orang yang minum khomer itu di cambuk 40 kali , apa manf’atnya untuk kamu dia bilang setelah aku di cambuk 40 kali itu keluar lubuk hati ku keinginan untuk minum khomer ga kepengin lagi , nafsu untuk minum khomer tidak ada lagi , itu di tanya langsung sama orang yang di cambuk ini di slidiki oleh orang kafir , terjadi di zamanya Umar bin Khatab Amirul mu’minin yang jadi gubernur waktu di Mesir itu Amr bin Ash , ketahuan salah satu dari anaknya Umar bin Khatab  meminum khomer lagi , karena dahulu kesenangan kesukaan orang arab , ketauan  maka tatkala mau di hukum anaknya Amirul mu’minin kirim surat terdahulu kepada presidenya, lalu di bales oleh
Umar bin Khatab jangan hukum dulu anak saya , suruh pulang sini suruh ia balik ke Madinah munawarah , semua orang menunggu mau di apain , di bebaskan , tidak taunya di cambuk oleh Sayidina Umar 80 puluh kali ini anak pemimpin , sehingga tatkala di cambuk 80 kali pukulan yang ke 80 kali meninggal dunia anaknya, setelah meninggal dunia di tanya dalam mimpinya Sayidina Umar berjumpa dengan anaknya bagaimana rasanya wahai anaku , maka anaknya mengatakan trimakasih wahai ayahku gara –gara engkau mencambuk aku sampai aku meninggal dunia, Allah ampuni semua dosa- dosaku yang tadinya aku mau di masukan kedalam neraka oleh Allah Swt karena sudah engkau jalankan engkau tegakan hukum Allah swt di dunia sehingga Allah ampuni semua dosa dosaku. Di masukan surga karena menegakan hukum Allah, maka ada hikmah ada maslahat dalam seseorang menjalani hukum Allah Swt.
Lalu  Al Habib Husein melanjutkan dzikir YA ALLAH …YA ALLAH ..YA ALLAH

 

Tausiyah AL Habib Husein bin Abdurahman AL Habsyi Tarim, Hadramaut yang di terjemahkan oleh Syekh Ridwan Al Amiri

Jalsatul Itsnain

Majelis Rasululullah