Jaltsatul istnain Majelis Rasulullah

22 juni 2020

Al-Habib Ja’far bin Muhammad Bagir Al-Atthos

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Alhamdulillah wa syukrulillah hadirin dan hadirat para penonton live streaming majelis rasulullah saw dimanapun berada yang mudah-mudahan Allah Swt selalu memberikan kelembutan dan kasih sayangnya untuk kita, di angkat semua bala oleh Allah Swt, memberikan ummat islam pertolongan dimanapunu berada, yang sakit Allah Swt sembuhkan dari pada penyakitnya, yang wafat Allah Swt berikan kasih sayangnya, ampunan nya, rahmatnya dan keridhoannya, di tinggikan derajat-derajatnya terutama para guru-guru kita, para ulama kita amiin ya robbal alamin.

Hadirin hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt kita di dalam pembahasan yang sangat penting. Bahkan Al-Imam Amirul Mukminin Sayyidina Umar bin Khottob mengatakan :”sesungguh nya urusan yang paling penting di sisiku atas kalian adalah sholat”.

Ini pembahasan yang sebelumnya kita di ajak untuk memperhatikan tentang tata cara sebelumnya. Kita masuk ke dalam bab sebelum sholat yaitu Thoharoh dan yang berkaitan dengan nya. Kalau kita boleh nanya di diri kita masing-masing bagaimana keadaan sholat kita? Berantakan. Setiap ibadah Imam Ghozali membagi orang-orang nya yaitu:

# al awam

# al khowas

# wal khowasul khowas.

Mungkin kita belum bisa di katakan orang awam. Kita ini masih awamul awam. Karena untuk masuk ke daerah awam orang yang sudah sempurna di dalam ibadah zohirnnya. Yang memperhatikan dari pada rukun-rukun dan syarat syarat sah nya ibadah kepada Allah Swt. Dia itu gelar nya baru muslim.

Naik lagi pada derajat orang-orang yang khowas. Yang dia menjaga hatinya, dirinya dari segala hal yang di haramkan oleh Allah Swt dan yang di benci oleh Allah Swt, yang di makruhkan oleh Allah Swt. Sampai pada tingkatan orang-orang muhsinun. Orang-orang yang di dalam ibadah yang dinamakan khowasul khowas. Dan ketika dia sembahyang ketika dia takbir masuk di dalam takbir hanya yang ada di dalam hatinya Allah Swt, yang ada di dalam ruhani hanya Allah Swt. Tidak bergerak di dalam keadaan keinginan apapun, kondisi apapun, posisi apapun, yang hanya di ingat di dalam dirinya Allah Swt. Semuanya itu sebenernya kita sudah latihan di umur tamyiz tapi anehnya sampai sekarangpun kita tidak naik-naik kelas. Dari umur 7 tahun kita di ajarin sama Rasulullah Saw

Bahkan mungkin dari sebagian kita di umur lima tahun sudah di ajarkan oleh orang tuanya tentang sholat. Jalan 10 tahun jalan 15 tahun jalan 20 tahun sholat nya tidak ada cahaya dan tidak ada tingkatan dan ini lah yang menyebabkan segala macam keadaan manusia, keadaan alam banyak yang ikut marah dengan keadaan kita.

“orang yang menjaga sholat nya di perbagus dan di sempurnakan wudhunya,lalu di sempurnakan rukuknya sujudnya khusyuk nya dengan Allah Swt maka sholat pun mengatakan kepada dia semoga Allah Swt menjaga dirimu sebgaimana engkau menjaga aku. Semoga Allah Swt memelihara dirimu sebagaimana engkau telah memelihara aku. Siapa orang  yang tidak menjaga dan memelihara sholat dia tidak sempurnakan wudhunya, rukunya tidak sempurna,sujud nya tidak sempurna, dan tidak khusyuk maka sholat mengatakan kepada nya semoga Allah Swt mensengsarakan dirimu dan mensiasiakan dirimu sebagaimana engkau mensia-siakan dan mensengsarakan aku.

Maka di lipat sholat nya kemudian lempar kemuka nya oleh malaikat. Ini lah keadaan diri kita. Ada yang sudah 30 tahun,ada yang sudah 40 tahun, ada yang sudah 50 tahun. Berkata Sayyidina  Umar” berapa banyak orang yang udah beruban dirinya satu pun sholat nya tidak di terima sama Allah Swt.”. yang saat ini kita bahas adalah masalah zohir. Jangan berprasangka dengan yang zohir saja kita bangga dan kita bisa menyombongkan diri di hadapan Allah Swt. Tingkatan nya luas dan masih banyak yang harus kita tembus lagi, kita terusin lagi. Tapi kalau dari awal nya saja sudah berantakan dan sholat nya saja ikut-ikutan, asal-asalan dan sepanjang umur nya tidak mau belajar, tidak mau meningkatkan dirinya, bagaimana dia bisa naik kelas.

Kalau kita dengar para ulama apa kita tidak yakin dengan kisah para auliya ketika sholatnya langsung terpampang Ka’bah. Ketika dia mengucap sholawat kepada Rasulullah Saw dia mendapat jawaban langsung dari Rasulullah Saw. Ketika dalam sholat nya Rasulullah Saw terpampang surga dan neraka.. dan itulah sholatnya Rasulullah Saw.

Berkata Rasulullah Saw: “ ketika aku sholat aku melihat surga di depanku sampai aku maju seolah aku menyangka bisa memetik dari pada buah-buahannya dan di sodorkan kepada ku neraka lalu aku mundur karena aku menyangka bahwa diriku terkena luapan dari pada percikan  dari pada api neraka nya Allah Swt.”. itu bukan hayalan, bukan dongeng,. Kalau orang-orang yang tidak sampe mungkin dia bilang itu dongeng. Berarti kita menafikan semua kramat nya auliya dan mukjizat nya para Rasul. Karena tidak ada mukjizat dan kramat masuk akal. Tapi itu memang kwalitas. Keislaman,keimanan,ihsan sampai derajat irfan dengan Allah Swt. Dan itu harus kita perbaiki, harus kita tingkatkan, karena waktunya hanya di dunia. Kita akan mendapatkan semuanya dari Allah Swt dari karunia-karunianya,anugrah-anugrahnya, keluhur-keluhurannya,kemuliaan-kemuliaanya, derajat-derajatnya ya tempatnya hanya di dunia. Kalau sudah 40 ,50,60 70 tahun masih saja tidak ada sama sekali bekas sholatnya

Berkata Rasulullah Saw: “ siapa orang yang  melihara sholat lima waktu maka baginya cahaya dan petunjuk di hari kiamat. Tapi orang yang tidak menjaga sholat 5 waktunya tidak ada untuk nya cahaya, petunjuk, keselamatan dan ini yang terjadi pada kita. Dalam diri kita sebelum di luar diri kita, di lingkungan kita, di sekitar kita, di negri kita. Di alam ini sudah banyak banget di tontonin Allah Swt tapi kita gak sadar masih percaya dengan yang lain-lain tapi sama Allah Swt tidak percaya. Kenapa? Karena sholat kita tidak nyambung , tidak ada konek lagi antara kita dengan Allah Swt.

Padahal Allah Swt katakan: sholat itu koneksi antara seorang hamba dengan Allah Swt.

Coba Tanya diri kita nyambung atau tidak kita ketika sholat? Keluar dari sholat apa yang terjadi pada diri kita? Apa yang berpengaruh dalam diri kita? Apa yang terlihat di dalam hati kita? Apa yang terhias di dalam ruhani kita. Kalau sudah 30 tahun 40 tahun tidak berfikir juga jangan salahin kecuali dirinya. Karena dia tidak mengikuti jejak nya para sholihin para ulama para auliya Allah Swt. Mau nya dia memang seperti itu, tidak mau meningkat kualitas nya, tidak mau mencontoh yang di contohkan oleh Allah Swt. Kalau di contohi oleh para Nabi, para Rasul    di ceritain sama Allah Swt terjadi di depan kita berkali-kali kita di ingatkan, di tontonin sama Allah Swt tidak membekas juga ya kelewatan kita nya. Kita nya yang salah dengan Allah Swt. Ini yang merupakan teguran untuk diri kita untuk perbaikan. Ini kita baru belajar zohir nya. Hukum zohir yang harus kita perbaiki dan bukan suatu kebanggaan kalau udah sempurna di dalam syarat zohirnya, rukun nya syarat sahnya syarat wajibnya kita sempurna apakah itu sudah sempurna dalam sholat kita? Belum tentu. Berapa banyak orang yang kelihatannya bagus semuanya, ideal dalam ibadahnya. Kalau sholat itu udah pake minyak wangi, udah melakukan sunnah, syarat rukunnya dia terapkan tapi ruhani nya gelap. Kalau kita mendengar hal-hal seperti ini jangan nisbatkan untuk orang lain tapi untuk kita. Yang berbicara apalagi? Itu paling takutnya manusia. Karena dia yang di sambungin sama Allah Swt melalui itu pembicaraan yang keluar dari mulutnya. Jadi dia harus nampilin dirinya bukan untuk orang lain. Saya berbicara seperti ini tamparan kerasa dari Allah Swt untuk saya.

Begitu juga yang mendengarnya. Karena ini saat-saat perbaikan diri kita dengan Allah Swt. Kalau kita tidak mendamaikan diri kita dengan Allah Swt  maka kita tidak akan damai dengan segala keadaan. Di buat datang terus permasalahan. Masalah akan selesai untuk orang-orang yang tentram dengan Allah Swt. Orang yang mempunyai hubungan yang erat akan Allah kasih jalan keluar.

Kata Imam Ghozali: kalau kita mau ketemu pembesar-pembesar, pejabat-pejabat, itu pakai undangan waktu. Ente di panggil sama Allah Swt 5 kali setiap hari boleh datang kapan waktu. Kalau pun kita mengeluh senang Allah Swt. Kenapa kita menjauh dari Allah Swt

Ini keadaan diri kita yang salah. Mungkin dari awal nya kita menempatkan kiblat nya salah. Karena kiblat nya seorang murid adalah gurunya. Kalau kita sampai pada derajat nya para pembesar-pembesar ketika takbir yang ada di dalam pikiran, ruhani, hati jasad nya semua nya Allah Swt. Sehingga tidak aneh ketika kita mendengar cerita mereka . ketika sembahyang sekeliling nya terbakar, rumahnya terbakar, runtuh bangunannya tapi dia tetep sholat.

Sayyidina Ali Zainal Abidin terbakar rumahnya tetep aja sholat. Runtuh bangunannya tetep aja sholat. Mungkin kita percaya tapi hati kita mungkin juga masih ragu. Kalau kita nya yakin dengan hal yang ada seperti itu Allah Swt berikan di dalam sholat mestinya kita cari itu rasa, cari itu ilmu sampai kita meraskaannya dan menikmatinya. Kita mendengar para auliya kalau sujud sejadahnya basah dengan air mata nya. Bukan lagi semenit dua menit tapi berjam-berjam dan bisa sujud sepanjang malam dengan Allah Swt.

Habib Abdurrahman AlMasyhur anaknya Habib Ali bin Abdurrahman AlMasyhur itu kalau sujud kata Habib Masyhur sajadah bisa di peras karena saking banyak mengeluarkan air mata. Dan bukan satu orang atau dua orang tapi cerita nya banyak. Dari zaman sahabat, tabiin, tabiit tabiin.

Abad bin Bisyir lagi sembahyang di tancep di panah tetep aja sholat sampai darahnya mengalir di temannya. Di suruh ngawasin peperangan sama Rasulullah Saw gentian yang satu tidur awalan dia bangun sholat lalu dia di panah sama mata-mata musuh lalu terkena dan dia mencabut itu panah di diemin sampai darahnya ngucur lalu kaget temannya yang tidur kok ada darah mengucur lalu dia sholat sampai salam. Lalu kata temannya kenapa engkau tidak membangunkan aku? Aku malu membangunkan engkau sedang kan aku sedang membaca surat alkahfi dan aku malu sama Allah Swt hanya karena panah aku putuskan bacaanku?

Ini lah rasa nya sholat ini nikmatnya sholat kalau kita belum bisa sampai pelajari, ikuti,contoh, jalanin punya keinginan dulu biar sampai pada orang-orang nya nyambung kita dengan orang-orang nya yaitu ke guru kita dulu. Orang-orang hebat pun di sisi Allah Swt derajat nya bermacam-macam berbeda-beda . ada yang setiap nafasnya tidak lepas dari Allah Swt. Setiap detik dan waktunya tidak lepas dari Allah Swt terus naik derjatnya di sisi Allah Swt. Ada yang sesaat dia mengingat Allah Swt. Terkadang ada yang di kasih lupa sama Allah Swt.

Karena kenikmatan itu tidak bisa terus menerus  di rasakan oleh seorang hamba hancur tubuhnya dengan cahaya yang Allah Swt berikan di dalam dirinya tidak kuat orang dengan Allah Swt secara terus menerus. Di kasih sesaat saja dia sama Allah Swt tenggelam dia lupa dengan segalanya. Ini ada, ini bisa, ini mungkin bisa di capai waktunya ya di dunia ini. Kalau kita tidak merasakan hal yang seperti itu yaudah sholat kita nanti seperti engkau masuk ibadah apapun nanti ibadahnya. Apalagi sholat nya berantakan

Rasulullah Saw mengatakan: orang yang tidak pelihara sholat-sholatnya dia tidak benar-benar menjaga sholatnya maka Allah Swt tidak akan peduli kepada kebaikan-kebaikannya. Jangan kita bisa melakukan kebaikan-kebaikan tapi di antara kita dengan Allah Swt hubungannya ancur.

Yang akan di pertanyakan di hisab di perhitungkan oleh Allah Swt di dalam kubur di hari kiamat pertama sholat. Kalau baik sholat nya amalan yang lain ikut. Walaupun kata ulama ada keburukannya  ada kekurangannya tapi karena sholatnya bagus yang lain di nilai bagus. Itulah dahsyat nya sholat. Karena tadi di katakan afdholnya ibadah badan kita dengan Allah Swt. Mudah-mudahan ada keinginan kita. Maka nya contoh dari sekarang waktu nya sudah dikit lagi

Kematian itu pasti. Tidak ada yang meleset dan tidak ada yang mungkin kabur  dan tidak ada yang bisa lari dari kematian. Tapi keyakinan kita ke Allah Swt tidak sampe-sampe. Muslim itu puncaknya di ilmu yakin. Seorang muslim sejati dengan ibadah zohirnya bener, rapih,tertib, teratur, terpelihara, terjaga ibadahnya nilainya bagus dia termasuk golongan orang-orang yang mempunyai ilmu yakin. Naik nanti kelas nya di sisi Allah Swt. Kalau hati nya bagus dia mempunyai sifat yang mulia, akhlak-akhlak nya terpancar dari hatinya, dia merasakan kenikmatan amaliah-amaliyah badannya yang Allah Swt berikan ke dalam hati seorang hamba. Naik kelas nya dia dan dia tenggelam di dalam sifat-sifat nya Allah Swt. Kalau oran muslim dia tenggelam di dalam hukum-hukumnya Allah Swt di jalanin yang wajib dan dia tinggalkan yang haram dia tertip hidupnya dengan Allah Swt dia akan naik derajat nya menjadi derajat orang-orang yang ahlil yakin. Tapi di tahapan yang pertama. Kalau dia sudah benar-benar mengerti dan mendalami makna dari ibadah dan ibadah adalah pondasi yang Nampak. Kalau nampaknya bagus kemudian maknanya dia pahami

Ini lah aturan sholat. Rukun nya, syaratnya, maknanya, terjemahannya tentang sholat kemudian hatinya mendalami, apa keindaha yang di dapat dan apa hikmah yang terkandung , apa manfaat yang di dapat di dalam sholatnya, hatinya yang merasakan. Kalau tadi sudah rapih semuanya nanti baru di buka sama Allah Swt penyaksian seperti tadi. Ada yang di saksikan langsung alam-alam yang di buka sama Allah Swt dan itu tidak aneh. Itu bukan dongeng. Mungkin orang-orang di luar yang tidak mengerti hal-hal seperti itu dia menganggap nya tidak mungkin mustahil karena memang dia tidak dapat memang Allah Swt tutup hatinya. Ruh nya di tutup sama Allah Swt tidak percaya dia bahwa bisa melihat Nabi Saw. Tidak percaya dia bahwa bisa melihat para aulia Allah Swt, tidak percaya bahwa bisa melihat arwah para sholihin padahal jelas dalil nya Al-Qur’an dan Hadist tidak perlu kita bahas di sini. Itu ada di dalam setiap ibadah kita. Kalau kita sudah memahami makna nya baru kita dapet rasanya dalam setiap ibadah kita. Di situ nanti pemberian yang luar biasa yang di namakan oleh para ulama dengan karomah. Karomah itu tidak mesti terbang, karomah itu tidak mesti kebal. Kalau bisa terbang dan bisa kebal dukun juga bisa.

Karomah itu keluhuran yang Allah Swt berikan kepada hambanya sehingga dia selalu terus ingin dekat dengan Allah Swt. Dalam tahapannya kata Imam Ghozali  kalau kita mau hadirkan kiblat kita terlebih dahulu kalau kiblat kita tidak hadir-hadir di dalam hati kita yaitu guru kita . di katakan oleh Al-Imam Hasan bin Soleh Al-Bahr kiblat nya ruh-ruh yang istimewa di Arsy nya Allah Swt tingkatan Arsy yang tertinggi orang-orang hebat raja tinggi di sisi Allah Swt menandakan Arsyh adalah tingkatan yang tertinggi di atas surge-surga nya Allah Swt adalah Arsyh nya Allah Swt. Kita tidak akan bisa memahami nya karena bagaimana kita bisa memahami, bagaimana kita mau merasa? Ente manis rasa nya bagaimana suruh tafsirin manis rasa nya bagaimana, pahit bagaimana karena tidak ada rasa. Tapi bisa tapi ada. Allah Swt lebih dekat dari segala makhluknya. Apakah kita percaya? Apakah kita yakin? Mungkin dengan lisan tapi hati kita dan ruhani kita tidak bersambung  makanya sholat nya ingin cepat-cepat selesai karena tidak ada kenikmatan di dalam sholatnya kalau dia tau Allah Swt ada setiap waktu setiap saat, setiap keadaan, setiap posisi apa nya yang susah buat dirinya? Ini yang harus kita belajar, terus renungi, terus pikirin sampai kapan kita sholat nya seperti itu saja? Tidak ada perubahan dari kitab-ke kitab dari kitab ke kitab sedangkan zohirnya saja tidak di pelajarin tidak di benerin dan tidak di jaga. Bagaimana mau naik kelas nya lagi di tingkatan orang-orang hebat di sisi Allah Swt. Walaupun bisa tanpa prosedur. Antum mau ketemu presiden tanpa prosedur bisa gak? Bisa yang terpenting ada orang dalam. Begitu juga dengan Allah Swt kalau kita punya orang dalam yang dekat dengan Allah Swt bisa kita dekat dengan Allah Swt tanpa prosedur tidak pake capek capek lagi tapi cari dong orang nya yang menyambungkan kita dengan Allah Swt

Tidak ada yang sulit bagi Allah Swt. Yang sulit itu keinginan dari kita yang tidak benar. Irodah nya kita, siddiq nya kita, tidak ada. Udah berjalan orang-orang yang bener-bener semangat. Jangan kita, Al-Habib Ahmad Masyhur bin Thoha Al-Haddad kalaupun kita saat ini mungkin kita kelas nya kelas Ashabul Yamin bukan orang-orang yang muqorrobin. Beliau yang hidupnya di masanya Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf, guru nya orang-orang hebat yang berkelas tapi tawaddu’nya merendahkan dirnya dan menyangka dirinya kalaupun kita pantes ya masuk nya golongan Ashabul Yamin. Secara zohir , secara hati mungkin ibadah kita lulus di sisi Allah Swt. Beda dengan Muqorrobin. Beda dengan aulia Allah Swt. Mudah-mudahan Allah Swt perbaiki diri kita, Allah Swt berikan hubungan yang terbaik untuk kita dengan Allah Swt dan dengan Rasulullah Saw, dengan kekasih-kekasih nya Allah Swt, dengan kekasih-kekasih nya Rasulullah Saw untuk kebaikan diri kita. Kita benar-benar memperbaiki sholat kita dengan Allah Swt.

Ini di bahas kemarin sudah panjang lebar. Masih cukup waktu nya. Saya kira sudah habis. Biasanya 20 menit. Ini ngomong setengah jam sampai satu jam sebenarnya klo kata orang-orang filosof 25 menit keatas udah ngambang dah tuh omongan tapi kata para pecinta tidak. Kata orang-orang yang cinta walaupun berjam-jam, Nabi Khutbah dari Fajar sampai Isya. Coba ente bayangin. Kalau ane tidak bakal kuat dan jangan ente minta ane seperti Nabi. Terkadang orang menempatkan omongan juga seperti Nabi di dalam apanya? Ente mau ibadah ente seperti nabi? Ya tidak akan sampai. Tapi makna nya seperti Nabi ikutin sunnahnya, ikutin jejaknya, ambil teladannya, mau ente samain derajat ente dengan Nabi? Tidak akan bisa. Malaikat, para Rasul para Nabi saja tidak sampai. Jangan mimpi kita bisa menyamakan dengan Nabi Muhammad. Orang-orang sekarang terlalu berlebihan. Jadi menganggap nya kalau dia sudah bagus secara zohir hukum islam nya bagus dia bisa nyamain Nabi? Makan nya terkadang dia kurang ajar. Bahasanya kebablasan dengan Nabi Saw. Dia berkata Nabi belum tentu masuk surga, ini orang kebablasan dan hal-hal seperti itu akan banyak kita dengar. Karena memang hubungannya tidak nyambung dengan Nabi nya. Dia mendapatkan ilmu-ilmu yang zohir saja. Kalau ilmu yang zohir itu pun derajat nya kalau dia masuk derajat ilmu yakin. Kalau di dalami ilmu hadist ilmu tafsir ilmu bahasa semuanya dia dalami ilmu-ilmu yang zohir dia tidak merasakan hatinya tidak tersambung dengan Allah Swt dan Rassulullah Saw dia derajat nya masih ilmu yakin. Mungkin dia mantap menjalani hukum Allah Swt, di jalani semuanya, kewajiban dan larangan Allah Swt, sunnah nya di amalkan tapi secara zohir hatinya tidak tersambung tidak ada bekas ibadahnya di dalam hatinya dalam kondisi ruhaninya dalam kondisi jasadnya tidak ada sama sekali bekas dan mungkin tidak sampai ilmu yakinnya dan ilmunya-ilmu yang di label dengan gelar dan dengan jabatan. Di sisi Allah Swt yang di nilai bukan ilmu

Kata Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf semua ilmu yang tidak menyampaikanmu kepada makrifat Allah Swt itu bukan ilmu yang bermanfaat.

Makna manfaat mungkin dari segi zohir di rasakan tapi untuk dirinya nyambung dengan Allah Swt tidak ada manfaat nya. Apapun gelar yang di dapat, kalau ilmu nya jadi manfaat di pelajari sama orang di ambil manfaat bisa membuat segala macam teknologi dan hasil nya hanya itu tapi dia lupa dengan sang penciptanya dan tidak ada sambungan dirinya .

Kemarin kita sudah katakan sholat pembahasan ulama Fiqih selalu dalam definisi kemudian hukum waktu sholatnya, rukunnya, syarat sah nya, syarat wajibnya kemudian sunnah-sunnah nya kemudian hal-hal yang makruhnya kemudian hal-hal yang membatalkannya. Secara ringkas nya selalu seperti itu. Yang di bahas di sini tentang waktu-waktu sholat. Kemarin secara ringkas sudah di simpulkan. Waktu sholat dalam setiap ibadah ada 6

  • Waktu fadhilah
  • Waktu ikhtiar
  • Waktu jawaz
  • Waktu karohah
  • Waktu hurma
  • Waktu darurat
  • Waktu udzur.

Kalau waktu jawaz di gabungkan dengan waktu ikhtiar dan waktu yang biasa-biasa aja nilainya. Boleh dia melakukan sholat karena waktu nya panjang sampai waktu tempo yang di makruhkan.

Waktu karohah adalah: waktu yang di mana menyisakan sholat sampai hanya bisa melaksanakan sholat itu saja secara sempurna. Dia menunda sholat sampai zuhur kalau waktunya kalau dia sholat maka selesai waktu zuhur. Itu adalah waktu makruh.

Waktu hurmah adalah; waktu yang di haramkan, yang menunda sholat sampai sebagian rakaat nya ada di luar waktu.

Waktu Fadhilah adalah: waktu yang paling utama dengan siap azan dan iqomah kemudian langsung melaksanakan sholat dan melaksanakan sunnah-sunnah nya. Paling tidak yang harus wajib adalah tekad kita ingin melaksanakan sholat. Dan yang paling utama dari Fadhilahnya adalah Takbirotul Ihrom bersama Imam.

Kata Rasulullah Saw kalau ummatku mengetahui apa yang ada di dalam shof yang pertama dan takbir setelah imam pasti mereka akan datang walaupun harus merangkak.

Ada manusia dari kecil tidak pernah meninggalkan takbirotul ihram bersama imam. Guru nya Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim yaitu Al-Habib Abdullah Al-Haddar berkata seingat aku semenjak aku Tamyiz sampai sekarang aku tidak pernah meninggalkan Takbirotul Ihram bersama Imam.

Sholat yang di wajibkan 5. Di ambil dari hadist isr’mi’raj. Rasulullah Saw di wajibkan oleh Allah Swt 50 sholat kemudian aku meminta sama Allah Swt keringanan sampai dengan 5 waktu. Isra’mi’raj ini terjadi setahun sebelum hjirah dan sebagian ulama mengatakan 6 bulan sebelum hijrah.

  • Zuhur

Penjelasan: kenapa di namakan zuhur karena di lakukannya di waktu zohiroh. Ketika sayyidina jibril datang kepada Nabi Saw di saat teriknya matahari. Ada yang mengatakan sholat yang pertama kali yang Allah Swt tampilkan di dalam agama islam kepada Nabi Adam. Dahulu para Nabi satu-satu sholatnya tidak seperti kita sehari 5 waktu, mereka ada yang di bagi-bagi. Ada yang zuhur saja, ada yang asar saja.

 

  • Asar

Penjelasan: kenapa dinamakan asar? Karena dia sudah berdekatan dengan pertemuan waktu tenggelam nya  dan asar nya di namakan tempat pergantian waktu malaikat malam dan malaikat siang dan itu adalah aturan Allah Swt. Dari situ kita bisa pelajari. Kalau Allah Swt saja sedetail itu dengan aturannya seharus nya kita sebagai makhluknya lebih rapih lagi mengambil contoh-contohnya.

 

  • Magrib

Penjelasan: pendapat Imam Syafii yang awal bahwa waktu magrib dengan tenggelam nya matahari sekadar orang azan, wudhu, menutup auratnya, dia mendirikan sholat nya dan sholat bagaikan 5 rakaat dan pendapat ini juga di ambil oleh Imam Malik. Habis nya waktu magrib ketika tenggelam nya mega merah.

 

  • Isya

Penjelasan: isya awal waktunya ketika tenggelam nya mega merah dan pendapat Imam Malik isya itu akhir waktunya di waktu sepertiga malam. Makanya di mazhab Imam Malik ada dua waktu yang panjang yaitu waktu Subuh ke zuhur dan antara waktu isya dan subuh. Karena kalau sepertiga malam kita belum sholat isya maka qodho.

 

  • Subuh

Penjelasan: awal waktu subuh ketika terbit fajar shoddiq dan akhir nya di dalam waktu yang di boleh kan sholat sampai waktu isfar setelah isfar maka makruh.

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.