Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw

9 September 2019

-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi-

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Yang sama-sama kita hormati dan kita muliakan semua guru-guru kita yang hadir pada malam hari ini khususnya guru kita Al-Habib Jakfar bin Muhammad Bagir Al-Atthos kita doakan mudah-mudahan beliau panjang umur, sehat wal Afiyah dan ilmu yang di berikan kepada kita bermanfaat Insya Allah. Yang sama kita hormati Al-Habib Ahmad Al-Idrus, Kh.salman Yahya para guru lainnya hadirin dan hadirat yang hadir pada malam yang indah ini maupun yang mendengar dari kejauhan Live Streaming Majelis Rasulullah Saw dimanapun berada mudah-mudahan Allah Swt memberikan berkahnya kepada kita, di ampuni seluruh dosa-dosa kita, di kabulkan hajat kita Amin Allahumma Amin. Terlebih khusus kita doakan untuk guru kita Sayyidil Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz yang saat ini masih berada di kejauhan belum sampe di negri kita dan kita berharap kepada Allah Swt mudah-mudahan Allah Swt Allah sampaikan guru kita ke Negri kita ini tanpa ada halangan apapun Insya Allah Amin Ya Rabbal ‘alamin. 

         Hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt kembali kita dalam pelajaran kitab Hadist Riyadhussholihin bertepatan malam ini adalah Hadist yang ke 2 kita baca bersama 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

وَعَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أُمِّ عبداللَّهِ عَائشَةَ رَضيَ الله عنها قالت: قالَ رسول الله ﷺ: يَغْزُو جَيْشٌ الْكَعْبَةَ فَإِذَا كَانُوا ببيْداءَ مِنَ الأَرْضِ يُخْسَفُ بأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ. قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ يُخْسَفُ بَأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ وَفِيهِمْ أَسْوَاقُهُمْ وَمَنْ لَيْسَ مِنهُمْ،؟ قَالَ: يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ، ثُمَّ يُبْعَثُون عَلَى نِيَّاتِهِمْ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، هذَا لَفْظُ الْبُخَارِيِّ.

 Dari Ummul mu’minin yaitu ibunya Abdullah yakni Aisyah ra berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Ada sepasukan tentera yang hendak memerangi – menghancurkan – Ka’bah, kemudian setelah mereka berada di suatu padang dari tanah lapang lalu dibenamkan -dalam tanah tadi – dengan yang pertama sampai yang terakhir dari mereka semuanya.”

Aisyah bertanya:

“Saya berkata, wahai  Rasulullah, bagaimanakah semuanya dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, sedang di antara mereka itu ada yang ‘orang-orang pasar’ (-maksudnya para pedagang-) serta ada pula orang yang tidak termasuk golongan mereka tadi (- yakni tidak berniat ikut menggempur Ka’bah) ?”

Rasulullah SAW menjawab:“Ya, semuanya  dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, kemudian nantinya mereka itu  akan dibangkitkan (dari masing-masing kuburnya) sesuai niat-niatnya sendiri

Hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt sampailah kita pada Hadist yang ke dua dari kitab Riyadhussholihin berkaitan dengan bab Niat dan Ikhlas dan menghadirkan keikhlasan serta niat yang tulus dan setiap ucapan dan perbuatan kita. Hadist yang ke 2 dari Ummul Mukminin yaitu Ibu nya orang Mukmin. Apakah yang di maksud Ummul Mukminin berarti Ibu nya orang yang beriman? Tidak, akan tetapi ini untuk Takdzim dan mengagungkan Istri-istri baginda Nabi kita Muhammad Saw. Karena Nabi bagi kita laksana Ayah. Oleh karenanya semua istri-istrinya Nabi kita panggil dengan Ummul Mukminin. Sehingga kalau masuk dalam Kategori Ummul Mukminin Haram di nikahi oleh siapapun. أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أُمِّ عبداللَّهِ  (dari Ummul Mukminin Ibu nya Abdullah). Bukan kah Sayyidatuna Aisyah tidak punya anak? Tapi mengapa Sayyidatuna Aisyah mendapatkan julukan Ummul Mukminin Ummu Abdullah? Ternyata Abdullah itu adalah keponakannya yaitu Abdullah bin Zubair. Abdullah bin Zubair ini anaknya adalah Sayyidatuna Asma. Sayyidah Aisyah dan Sayyidah Asma adalah kakak beradik. Jadi boleh orang menggunakan julukan ibu nya Fulan padahal perempuan itu tidak punya anak. Demikian juga boleh orang memakai juljukan bukan kepada anaknya contoh nya Abi Hafsin. Sayyidah nya Umar mendapat kan julukan Abi Hafs. Bukan berarti beliau mempunyai anak yang namanya Hafs. Tapi itu julukan karena beliau itu laksana Singa, Hafs artinya Singa maka di sebut dengan Abu Hafs yaitu Ayah nya Singa. 

         عَائشَةَ( yang bernama Aisyah). Salah satu Istri Baginda Nabi kita Muhammad Saw bahkan dalam riwayat Istri Baginda Rasul Saw yang ke 2 dalam riwayat yang Ke 3 dan sepakat ulama setelah wafat nya Sayyidah Khodijah Al-Kubro orang yang paling di cintai oleh Rasul adalah Sayyidah Aisyah. Sepakat ulama karena banyak riwayat-riwayat Hadist mentafsirkan mana yang lebih cintai Sayyidah Khodijah atau Sayyidah Aisyah? maka mereka menagatakan sepakat waktu Sayyidah Khodijah masih hidup Sayyidah Khodijah wanita yang paling di cinta oleh Nabi Muhammad Saw bahkan setelah wafat, bahkan setelah menikah dengan Sayyidah Aisyah Nabi masih selalu menyebut nyebut kebaikan SayyidaH khodijah Al-Kubro. 

         Semua istrinya rasul mulia demkian juga Sayyidah Aisyah dan semoga Allah Swt merahmati nya dan kita mendapatkan barokahnya Amin. Salah satu istrinya Rasul yang Nabi meninggal usianya masih 18 Tahun. Lahir Sayyidah Khodijah pada Tahun 9 Hijriyah meninggal pada tahun 58 Hijriyah dan seorang wanita yang alimah, julukannya banyak, kesayangannya Nabi banyak meriwayatkan Hadist nya Nabi. Sayyidah Aisyah meriwayatkan Hadist nya Nabi 1200 Hadist nya Rasulullah Saw ada yang bilang 1010 Hadist. Bahkan saking alimnya dalam Mustadrak Imam Hakim beliau mengatakan sepertiga hukum-hukum Syariat agama kita kita bisa ambil untuk diri kita mereka itu mengambil riwayat dari Sayyidah Aisyah yang hidup bersama baginda Nabi kita Muhammad Saw. Bahkan di kenal oleh sahabat Rasul Sayyidah Aisyah ini seorang yang Alimah. 

         Kata Imam Abu Musa Al-As’ari tidak ada satu riwayat hadist apapun yang sulit bagi kami memahami melainkan kami para sahabat kami bertanya kepada Sayyidah Aisyah pasti kami akan mendapatkan jawaban tentang ilmu yang belum kami pahami. 

         Ini lah salah satu istri Rasul yang ada di dalam riwayat Rasul pernah di Tanya siapakah orang yang paling kau cintai wahai Rasul? Rasul menjawab wanita yang paling saya cinta adalah Aisyah dari golongan bapak yaitu bapaknya yaitu Sayyidina Abu Bakar Siddiq. Cukup satu kebanggaan bagi Sayyidah Aisyah yang sebagian orang zaman sekarang mencaci maki Sayyidah Aisyah. Padahal beliau salah satu orang yang Nabi di kuburkan di rumahnya. Kebangaang ke 2 Sayyidah Aisyah orang yang satu-satu nya Nabi meninggal di atas pangkuannya. Kebanggan yang ke 3 ketika Nabi di akhir hayatnya sebelum meninggal dunia di tawari Siwak oleh Sayyidah Aisyah. Ketika saudaranya Abdullah datang membawa Siwak Sayyidah Aisyah tawari wahai Rasul mau kah engkau menggunaka Siwak? Nabi memberi isyarat mau sambil menganggukan kepalanya dan sudah berat untuk berkata-kata maka di halusi ujung siwak dengan bibir,gigi dan Air liur Sayyidah Aisyah lalu setelah itu di pakai oleh Baginda Nabi kita Muhammad Saw bercampur air liur nya Aisyah dengan Air liur sayyidina Rasul Saw. 

        Banyak ungkapan ulama di riwayat-riwayat wanita yang di cinta oleh Nabi adalah yang pertama Sayyidah Khodijah, yang ke dua Sayyidah Fathimah yaitu putri Baginda Nabi kita Muhammad Saw di perkuat oleh satu saja Hadist nya Rasul pimpinan wanita Surga adalah Sayyidah Fathimah, baru yang ke 3 adalah Sayyidah Aisyah. Semoga Allah meridhoinya dan kita mendapatkan barokahnya.

         قالت (beliau berkata) قالَ رسول الله ( berkata Rasulullah Saw) يَغْزُو جَيْشٌ الْكَعْبَةَ ( ada sekelompok tentara ingin memerangi Ka’bah) sekelompok ini mereka berusaha ingin merusak Ka’bah. Dalam kitab nya Imam Muslim termasuk salah satu Hadist termasuk salah satu tanda-tanda hari Kiamat akan datang muncul nya Fitnah-fitnah banyak sekali Hadist di antara nya Hadist ini. Artinya salah satu Hadist yang Nabi ceritakan akan terjadi pada ummatku di akhir zaman muncul sekelompok tentara yang mereka ini datang untuk menghancurkan Ka’bah ]

         Dalam riwayat lain akan datang seseorang meminta perlindungan kepada Allah Swt di Ka’bah sebab turun nya Hadist ini. Orang itu dari cucu nya Rasul. Sepakat ulama orang itu Imam Mahdi. Ketika terjadi pertempuran Imam Mahdi meminta kekuatan kepada Allah Swt berlindung di Ka’bah maka bergeraklah sekelompok tentara ketika mereka sampai di salah satu tanah yang namanya Baida dan Baida ini ada dua makna.

Makna yang pertama: salah satu tempat deket dzulhulaifah. Di dalam riwayat ketika Rasul bersandar Untanya di Baida setelah itu Rasul memakai pakaian Ihram nya bertahlil dan berniat untuk pergi Haji di Baida ini berdekatan dengan Dzulhulaifah tapi yang di maksud dengan Hadist ini Baida itu bukan di situ. Baida itu salah itu tanah lapang, tanah terbuka, tidak ada tumbuhan seperti padang pasir. 

         Ketika kelompok yang ingin memerangi sampai di salah satu tanah lapang apa yang terjadi? Terbuka nya bumi untuk menelan siapa yang ada di atas nya.

         Dalam sebagian riwayat Nabi pernah bersabda: akan datang pada ummat ku ini di akhir zaman 3 malapetaka. Sayyidah Aisyah bertanya wahai Rasul kalau begitu binasah bukan kah masih ada yang sholat lalu berkata Nabi iya kalau datang pada zaman itu Fitnah dan maksiat terjadi dimana-mana, orang sudah tidak takut lagi berbuat maksiat Allah turunkan 3 malapetaka yaitu yang pertama Bumu terbuka menenggelamkan apa yang ada di atas nya sebagaimana terjadi pada tentara ini mereka di telan oleh tanah. Zaman dahulu sudah terjadi sebelum baginda Rasul di kota Mekkah sebelum ada nya Rasul sudah banyak terjadi tapi Nabi katakan akan datang juga pada ummatku di akbhir zaman bahkan kita mengetahui di beberapa Negara sudah terjadi. Bumi terbuka menenggelamkan Rumah-rumah Mobil dan sebagainya. Bahkan di Indonesia terjadi 

         Yang ke 2 perubahan. Kalau di dalam Al-Qur’an hanya 2 perubahan. Manusia berubah jadi Monyet. Secara Hakiki kata ulama. Zaman dahulu secara hakiki: mereka yang melanggar pada hari Sabtu tidak boleh mengambil ikan di laut  mereka bikin cela di lobangi pinggiran pantai hari sabtu mereka tidak memancing tapi mereka jebak ikan di hari sabtu dan mereka makan hari minggu langsung mereka berubah jadi Monyet. Ini lah perubahan secara hakiki. Kata ulama itu zaman dahulu. Zaman sekarang bisa jadi perubahan nya secara maknawi. Ada kelompok orang yang hati nya berubah seperti Monyet. Tidak punya malu seperti kera, tidak bisa membedakan mana Halal dan mana Haram seperti Monyet. Itulah yang di maksud hukuman dari Allah Swt. 

         Yang ke 3 turun Hujan Batu dari langit. Mungkin bisa jadi Meteor dan sebagainya. Mudah-mudahan Allah selamatkan kita semua. Kembali ke Hadist ketika mereka sampai di tanah lapang Baida يُخْسَفُ بأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ ( semuanya tenggelam) قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ( maka aku bertanya kepada sang Rasul) wahai Rasul ، كَيْفَ يُخْسَفُ بَأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ( bagaimana keadaan mereka wahai Rasul semuanya? Yang pertama otomatis orang yang ada di tengah yang ada di paling belakang يُخْسَفُ ( mereka di makan di tenggelamkan oleh tanah) وَفِيهِمْ ( sementara di antara kelompok itu baik yang ada di depan, di pinggir, di depan maupun yang ada di belakang, boleh jadi ada أَسْوَاقُهُمْ ( orang yang berjalan di situ. Yang dagang, yang lagi mau beli sesuatu)

         Karena dalam riwayat yang lain namanya di jalan orang pada berkumpul di situ kata Nabi ya ada di situ memang orang yang sengaja mau ngancurin Ka’bah. Ada di situ orang yang terpaksa ikut. Mungkin di situ ada orang yang lagi Musafir lagi berjalan tiba-tiba Bumi kebuka ke makan mereka semua. وَمَنْ لَيْسَ مِنهُمْ، ( dan tujuan nya memang mau menghancurkan itu) قَالَ: يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ، ثُمَّ يُبْعَثُون عَلَى نِيَّاتِهِمْ ( lalu Nabi bersabda semuanya di tenggelamkan baik yang pertama, yang di depan, maupun yang di belakang) poin dari hadis ini yang terkait dalam Bab Niat mereka di bangkitkan oleh Allah Swt tergantung niat-niat nya. 

         Kembali ke masalah Niat demikian juga Baginda Nabi kita Muhammad Saw Niat. Apa Niat nya? Di antara yang berkaitan pada malam ini kita. Seandainya saya panjang umur ketemu tahun depan saya akan puasa Tasu’ah. Itu termasuk Niat. Nabi mengahdirkan Niat padahal tidak kesampaian sebelum puasa Tasu’ah Nabi sudah keburu meninggal. Besok hari Asyuro mudah-mudahan kita  bisa mengamalkan dan ini salah satu puasa yang di lakukan oleh Nabi dan Nabi-Nabi sebelum nya. Semua Nabi dalam Riwayat puasa Asyuro. Makanya Nabi suruh. Ini hari Asyuro yang puasa bukan Manusia biasa aja seperti kita semua Nabi puasa Asyuro. Selain puasa kita di anjurkan untuk mengeluarkan harta kita lebih dari seperti biasanya. Di hari itu kita lebih kan memberi uang untuk istri dan anak kita, bapak dan ibu kita, 

         Dalam riwayat Imam Thabrani di perkuat oleh Imam Al-Baihaqi dari Imam Abu Said Rasul bersabda: siapa orang menganugrahkan memberikan Rizki lebih kepada Istri dan keluarganya anak-anak dan Ibu Bapaknya di hari Asyuro besok maka Allah akan penuhi segala kebutuhannya satu tahun lengkap. 

         Dan ini di buktikan oleh Sufyan bin Uyainah di sebutkan di dalam Kitab Irsyadul Ibad saya sudah pakai Hadist Nabi ini selama 50 sampai 60 Tahun apa yang di katakan Nabi benar Allah lengkapi Rizki saya. 60 Tahun tidak pernah kekurangan Rizki. 

         Bahkan dalam riwayat Imam Rofii hal yang paling menakjubkan dari pada hari Asuyro yang puasa bukan manusia tetapi Serigala,binatang-binatang buas,binatang melata kalau datang hari Asyuro tidak makan dan berpuasa. 

         Dalam riwayat Ibnu Umar Rasul bersabda: siapa orang puasa satu hari Asyuro Allah catat seperti puasa satu tahun. Siapa orang di hari Asyuro sedekah seakan-akan dia penuhi satu tahun setiap hari nya bersedekah. 

         Dahulu ada seorang wali tidur dan bermimpi lalu besok nya dia bercerita kepada orang bahwa dia bermimpi Allah Swt mengampuni gara-gara saya puasa di hari Asyuro dan sesungguhnya Allah Swt mengampuni dosa saya selama 60 tahun. 

         Maka Rasul ketika sampai dimana kaget ketika orang Yahudi berpuasa bahwa Asyuro ini milik nya ummat Islam. Orang Yahudi berkata ini hari luar biasa kami orang Yahudi berpuasa karena dahulu Nabi Musa di beri kemenangan, Bani Israil di beri kemenangan dari musuh-musuh nya Fir’aun dan sekutunya di hari Asyuro. Maka kami merayakan dengan puasa. Lalu kata rasul mustinya yang puasa itu bukan kalian tapi kami. Maka Nabi melakukan itu dan Nabi menyuruh ummat nya ini untuk berpuasa. 

         Mudah-mudahan Allah Swt menjadikan ilmu kita bermanfaat, lalu Allah Swt memanjangkan umur kita sampai hari esok Insya Allah. Bisa menghidupkan Sunnah nya Nabi berpuasa di hari Asyuro dan Allah jadikan amal yang kita kerjakan ini ikhlas karena Allah Swt. Amin Ya Rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.