Bermalam Minggu Bersama Keluhuran & Pawai Kedamaian

Setiap sabtu malam Habib Munzir Almusawa mengadakan Tablig Akbar di empat wilayah seputar Jakarta yang masing-masing mendapat kunjungan sebulan sekali, Tablig Akbar yang baru lalu ini adalah di Masjid Raya Al Istiqomah, Tegal Parang Jakarta Selatan, tepatnya 1 Oktober 2005, acara dimulai pk 20.30 wib. Sebagaimana biasa habib Munzir memulai majelis beliau selalu dengan diawali pembacaan Maulid Dhiya’ullami, karangan Gurunya Al Allamah Al Habib Umar bin Hafidh, di iringi dengan nasyidah-nasyidah yang sangat syahdu dan membangkitkan semangat luhur, dengan lantunan suara munsyid (pembaca qasidah), yang sudah tak asing lagi di Majelis Rasulullah saw bahkan sampai ke seluruh cabang Majelis Rasulullah saw di seputar Jawa Bali, bahkan hingga Singapura dan Malaysia, yaitu saudara Muhammad Irfan alias Muhammad Qalby.

Nasyidah yang diiringi Hadroh Ahbaaburrasul saw yang menggema dengan alur suara yang membangkitkan ruh untuk asyik dan tenggelam dalam kekhusyu’an kepada Allah swt. Hadirin sebagian besar adalah anak-anak dan remaja, merupakan hal yang sangat menakjubkan bahwa anak-anak kecil usia SD dan dibawah umur ini sangat teramat asyik dan khusyu mengikuti acara demi acara tanpa membawa keributan dan hiruk pikuk sebagaimana kebiasaan anak-anak pada umumnya, hal ini membawa kegembiraan yang tak terperikan bagi orang tua mereka yang sangat berterimakasih kepada Hb Munzir Almusawa yang telah menjadi idola bagi anak-anak mereka, mereka mengakui bahwa anak-anak mereka yang nakal dan mulai mengenal kenakalan remaja, kini berubah total, mereka berlaku sopan, asyik dengan asesoris islami, asyik bersenandung dengan Qasidah Fakhurlwujud Al Imam Abu Bakar bin Salim dan Qasidah Al Habib Umar bin Hafidh dan qasidah-qasidah lainnya, dan tak terdengar lagi dari mulut mereka nyanyian-nyanyian dari lagu artis-artis terutama artis-artis cilik seperti Joshua dan lainnya.

Topik Pembahasan malam itu adalah seputar Persiapan Ramadhan dan kemuliaan nama Allah, dan kemegahan nama agung itu *(silahkan klik multi media utk mendengarkan langsung ceramah Hb Munzir Almusawa dengan topik: Tablig Akbar Malam Minggu 1 Oktober 2005). Airmata berderai dari hadirin remaja dan dewasa, terlebih lebih kaum hawa yang juga memenuhi masjid di lantai dua.

Acara selesai pk 22.00 wib dan Habib Munzir mengumumkan pada hadirin bagi yang berkenan mengikuti “PAWAI KEDAMAIAN”, yaitu iring-iringan mobil dan motor membawa bendera-bendera kedamaian dan bendera Majelis Rasulullah saw, dengan maksud memberikan kesempatan bagi para pemuda yang mempunyai kebiasaan untuk adu kecepatan bermotor di jalan-jalan atau menontonnya, atau berpacaran di malam minggu, atau mengadakan aktifitas maksiat lainnya, maka akan sulit bila mereka dilarang dan dikecam, mereka akan balik bertanya, “Lalu apa yang akan kami perbuat di malam minggu?” maka jawabannya adalah “Bermalam minggu lah bersama Allah dan Rasul Nya dalam acara Tablig Akbar dan Pawai Kedamaian Majelis Rasulullah saw..!”.

Pawai ini dimulai pk 22.30wib dari Parkir masjid tersebut, rute malam itu adalah Jl. Raya Gatot Subroto, menuju Cawang dan melewati Jl. Raya Otto Iskandar Dinata menuju Kp. Melayu, berputar balik melewati Jl. Raya Otto Iskandar Dinata dan meneruskannya ke Jalan Raya Dewi Sartika, lalu berbelok ke Jl. Raya Kalibata dan lalu berbelok kiri di Jl Raya Pasar Minggu, menuju Masjid Jami’ Attaqwa Raya lalu berputar balik kearah Pancoran melewati Masjid Raya Almunawar, dan lalu melewati Kuningan kearah Jl. Raya Mampang Prapatan kearah Republika, lalu berputar balik melewati Jl Raya Mampang Prapatan dan berakhir di Masjid Raya Assa’adah (Pinggir jalan raya Mampang Prapatan), dengan diiringi ratusan motor dan ratusan bendera putih yang dikibarkan membuat malam minggu ini seakan bukan lagi malam dosa, tapi malam yang benderang dengan Cahaya Mahabbah Rasulullah saw, pawai diakhiri dengan doa bersama, dipimpin oleh Hb Munzir Almusawa Khadim Majelis Rasulullah saw dan juga Pimpinan Masjid Raya Assa’adah, KH Ahmad Suryani.

Salah satu dari pokok ucapan doa Hb Munzir malam itu adalah mendoakan pemuda sekalian agar dilimpahi hidayah, maghfirah, dan beliau juga berdoa untuk seluruh muslimin khususnya pemuda Ibukota, mereka yang masih dalam kemaksiatan agar diberi hidayah, mereka yang sedang bermaksiat di malam ini agar dibenamkan dihati mereka keinginan untuk tobat, mereka yang akan berzina, mabuk-mabukan dan lain sebagainya, agar tercabut keinginan mereka untuk melakukannya, digantikan dengan keinginan yang luhur, dan agar Allah menyelamatkan seluruh wilayah muslimin, khususnya Ibukota Jakarta dari segala musibah dan kesulitan, Hb Munzir juga bermunajat kepada Allah, menitipkan sanubari-sanubari para pemuda sekalian kepada Allah swt, agar dijaga dan di ayomi dengan keluhuran dan terus dibimbing untuk mencintai dan beridolakan Nabi Muhammad saw.

Akhir doa, habib munzir bersama-sama memimpin dzikir jalaalah : “YAA ALLAH-YAA ALLAH..!”, beliau mengulang-ulangnya diikuti dan bersama hadirin sekalian berkali-kali dan terus meninggikan interval suaranya, membuat hadirin pun larut dalam Lafadz agung itu, Derai airmata dari para pemuda tak ayal lagi membanjiri Teras Masjid Raya Assa’adah Jalan Raya Mampang Prapatan itu disaksikan puluhan kendaraan yang melintas malam itu, doa diakhiri dengan ucapan beliau : “Yaa Rabb.. Jadikanlah menggelegar dan menggemanya ucapan kami memanggil Nama Mu yang Maha Dahsyat dan Berwibawa sebagai Gelegarnya petir yang mengawali Hujan derasnya Rahmat Mu? Hujan derasnya Hidayah Mu.. Hujan deras Nya Kemudahan Mu.. di Ibukota Jakarta dan seluruh wilayah Muslimin..

Acara selesai pk 00.30wib, para pemuda bubar kerumah masing-masing dengan sisa-sisa airmata, dan Insya Allah bisa dipastikan malam minggu itu mereka bermalam dalam kemuliaan.