Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw

Senin, 8 Februari 2021

-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Yang kita hormati dan kita muliakan guru-guru kita terlebih khusus nya orang tua kita yaitu KH.Salman Yahya yang setua beliau sampai malam ini dalam kondisi hujan masih hadir, kita doakan mudah-mudahan beliau senantiasa di panjangkan umur nya oleh Allah Swt, di sehat kan badannya di murahkan rizkinya  dan semangat beliau bisa menjadi contoh untuk kita yang masih muda dan mudah-mudahan Allah swt berkahi kehidupannya Amin Amin Amin Ya Rabbal ‘alamin.

Para Muallimin lainnya bapak dan ibu hadirin dan hadirat yang hadir, demikian juga para jamaah live streaming Majelis Rasulullah Saw dimanapun berada, mudah-mudahan Allah Swt senantiasa selalu merahmati kita semua, melindungi kita menjaga kita dan ilmu yang kita dengar berguna dan bermanfaat Amin Ya Rabbal ‘alamin.

Puji dan syukur kepada Allah Swt kembali malam ini Allah Swt menjumpakan kita di dalam rutinitas yang mulia, majelis yang agung, perkumpulan yang penuh rahmat dan berkah di Majelis Rasulullah Saw mudah-mudahan ilmu yang telah dan akan kita dengar menjadi pelita yang meniti kehidupan kita semua.

Sholawat salam untuk baginda Nabi kita Muhammad Saw, sahabat,keluarga dan pengikutnya sampai akhir zaman dan mudah-mudahan kita semua nanti mendapatkan Syafaatul Uzmah dari baginda Nabi besar Muhammad Saw. Lalu kemudian setelah kita bersyukur kepada Allah Swt dan sholawat salam untuk baginda, kita akan kembali melanjutkan pelajaran hadist yang kita kaji dari pada kitab karya Imam Nawawi yang di rahmati oleh Allah Swt yaitu kitab Riyadhussholihin, tepat nya kita berada di bab yang ke 2 atau yang ke 3 yaitu Bab sabar. Sampailah kita pada hadist yang ke 2 kita baca bersama

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

وَعَنْ أبي سَعيدٍ بْن مَالِك بْن سِنَانٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ نَاساً مِنَ الأنصَارِ سَأَلُوا رَسُولَ الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فأَعْطاهُم ، ثُمَّ سَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ ، حَتَّى نَفِد مَا عِنْدَهُ ، فَقَالَ لَهُمْ حِينَ أَنَفَقَ كُلَّ شَيْءٍ بِيَدِهِ : « مَا يَكُنْ مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ أدَّخِرَهُ عَنْكُمْ ، وَمَنْ يسْتعْفِفْ يُعِفَّهُ الله وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ . وَمَا أُعْطِىَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْراً وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Said, Sa’ad bin Malik bin Sinan al-Khudri ra bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta -sedekah- kepada Rasulullah SAW lalu beliau memberikan kepada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis menginfakkan segala sesuatu dengan tangannya, beliau bersabda: “Apa saja kebaikan yang ada di sisiku, maka tidak sekali-kali aku timbun dari kalian, tetapi karena sudah habis, maka tidak ada yang dapat diberikan. Barangsiapa yang menjaga diri dari meminta-minta pada orang lain, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah -kaya hati dan jiwa- dan barangsiapa yang berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas daripada karunia kesabaran itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Sampailah kita sampai hadist ke 2 dari pada Bab sabar. Tepatnya hadist ini di bawa oleh sahabat Rasul Saw yaitu Imam Abi Sa’id atau namanya Sa’ad bin Malik bin Sinan Al-Khudri  yaitu orang Madinah dan sudah beberapa kali saya bahas tentang biografi beliau tapi sedikit mengingat untuk mengambil berkah, sahabat Nabi pembawa riwayat hadist malam ini namanya Saad. Beliau sahabat Rasul ayahnya juga sahabat Rasul Saw dan beliau yang bernama Sa’ad termasuk sahabat Rasul yang cerdas, yang alim, bahkan beliau banyak meriwayatkan hadist nya Rasulullah Saw. Beliau membawa hadist nya Rasul Saw kurang lebih 1170 hadist dan beliau salah satu sahabat yang di kenali sahabat yang masih kecil.

        Ketika Nabi sampai di kota Madinah, karena beliau asli orang Madinah, ketika Nabi hijrah dari kota Mekkah ke kota Madinah Abi Said umur nya masih 10 tahun. Ketika terjadi perang uhud dia ingin ikut perang bersama Rasulullah Saw namun di larang oleh Nabi karena usianya yang masih kecil, tapi ayahnya yang bernama Malik bin Sinan ikut berperang bersama Nabi di uhud. Kebetulan Malik bin Sinan meninggal gugur sebagai Syahid di medan pertempuran uhud. Lalu setelah bertambah usianya Abi Said tidak pernah meninggal kan perang bersama Rasul Saw. Dari mulai perang Khandaq dan perang-perang yang lain dan beliau ikut perang bersama Rasul sebanyak 12 kali. Usia nya panjang sampai menjadi ulama besar, lalu pada tahun 74 Hijriyah beliau meninggal dunia di kota Madinah dan di kebumikan di pemakaman Baqi yang ada di Madinah. Semoga Allah meridhoinya dan kita mendapatkan barokahnya

Beliau mengatkan  أَنَّ نَاساً مِنَ الأنصَارِ dahulu ada beberapa orang asli Madinah سَأَلُوا رَسُولَ الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم  mereka datang kepada Rasulullah. فَأَعْطَاهُمْ tapi Nabi tidak bisa di datangi sama pengemis dan pasti Nabi memberi nya. kalau sudah berbicara masalah نَاساً berarti lebih dari 2 orang. Bisa jadi 3 bisa jadi 5 bisa jadi lebih. Ini lebih dari 3 orang datang kepada Nabi dan mengemis dan Nabi pun memberinya ثُمَّ سَأَلُوهُ  lalu beberapa waktu kemudian datang lagi dan mengemis lagi فَأَعْطَاهُمْtetap Nabi beri lagi karena sudah sifat nya Rasul Saw tidak bisa menolak.

حَتَّى نَفِد مَا عِنْدَهُ sampai Nabi tidak mempunyai apapun, makanan tidak ada dan uangpun tidak ada. فَقَالَ لَهُمْ ketika mereka datang meminta lagi Nabi berkata maaf فَقَالَ لَهُمْ حِينَ أَنَفَقَ كُلَّ شَيْءٍ بِيَدِهِ Nabi berkata maaf semua sudah saya keluarkan melalui tangan saya مَا يَكُنْ مِنْ خَيْرٍ tidak ada kebaikan yang saya punya kata Rasulullah Saw. Makna nya luas, mau ilmu, mau doa, demikian juga makanan termasuk uang فَلَنْ أدَّخِرَهُ عَنْكُمْ tidak mungkin saya simpan, tidak mungkin saya sembunyikan, tidak mungkin saya tidak keluarkan, pasti saya keluarkan, akan tetapi ini sudah habis. Yang berbau urusan dunia seperti uang dan makanan sudah habis. وَمَنْ يسْتعْفِفْ يُعِفَّهُ الله tapi perlu kalian ketahui, siapa yang bisa menjaga kehormatan dirinya, harga dirinya, pasti akan di angkat kehormatan harga diri nya oleh Allah Swt. وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ siapa saja di antara kalian yang mempunyai sifat Qonaah atau merasa cukup pemberian dari Allah Swt baik sedikit maupun banyak pasti Allah Swt beri kecukupan untuk orang itu. وَمَنْ يَتَصَبَّرْ dan siapa yang melatih diri dengan sifat kesabaran يُصَبِّرْهُ اللَّهُ Allah Swt pasti akan memberikan dia karunia sifat sabar.

وَمَا أُعْطِىَ أَحَدٌ  dan tidak lah seseorang di berikan suatu karunia عَطَاءً خَيْراً وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ yang lebih baik serta lebih luas daripada karunia kesabaran itu.

Hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt hadist malam ini sangat penting dan menurut saya hadist ini harus kita pelajari dan kita praktekan dan ini hadist di titipkan oleh Imam Nawawi ada nya di bab sabar karena berkaitan sama sabar. Kalau orang punya sifat sabar maka dia di karuniai oleh Allah Swt sifat menjaga kehormatan diri. Kalau orang punya sifat sabar akan di karuniai oleh Allah sifat qonaah. Kalau orang bisa melatih diri untuk sabar maka dia tidak akan ngemis. Jadi hadist ini luar biasa.

Hadist ini pertama berbicara tentang bagaimana kedermawanan Nabi kita Muhammad Saw. Nabi itu orang yang sangat darmawan dan orang kaya dan orang yang darmawan itu berbeda. Kita tidak boleh menyamakan antara orang kaya dan orang yang darmawan. Tidak semua orang yang kaya itu darmawan dan ada orang yang kaya itu pelit dan ada juga orang yang kaya mengemis da nada juga orang kaya yang rakus seakan-akan dia tidak mempunyai apa-apa tapi semua orang yang darmawan itu pasti kaya dan itu yang ada di dalam hadist Rasul:

“Nabi bersabda: yang di maksud kekayaan itu bukan orang yang banyak depositnya, simpanan nya,banyak fulus nya, banyak hartanya tapi hakekat kekayaan orang yang punya hati yang kaya”

Rasul itu orang yang paling darmawan. Maka nya kalau ada orang datang sekali lalu kembali lagi dan kalau Nabi masih mempunyai uang akan Nabi beri kembali. Baru sampai pintu kembali lagi misal minta kembali akan Nabi beri kembali. Seandainya dia kembali lagi Nabi masih mempunyai uang akan Nabi beri kembali. Itulah sifat darmawan baginda Nabi kita Muhammad Saw dan itu menjadi karakter nya Rasul.

Di katakan oleh Imam Jabir sahabat yang dekat sekali dengan Nabi, dan beliau mengatakan bahwa Nabi itu tidak pernah di mintai apapun lalu Nabi tolak, kalau Nabi punya pasti Nabi beri atau kalau Nabi tidak punya Nabi menolak nya dengan bahasa yang halus kata Nabi nanti kembali lagi ya? Atau Nabi mendoakan, atau Nabi menjanjikan agar orang ini tidak kecewa tapi Nabi bukan mengumbar janji dan pasti Nabi tunaikan janjinya. Ini lah karakter manusia sempurna.

Di katakan oleh Farasydaq satu-satu nya manusia yang tidak pernah menolak atau tidak pernah mengatakan tidak yaitu Rasulullah Saw. Kecuali ketika ucapan tasyahud di dalam sholat nya yaitu tidak ada tuhan selain Allah Swt. Kalau bukan karena tasyahud maka tidak nya menjadi iya

Padahal Nabi tidak menolak bukan karena Nabi orang kaya raya tapi hidup nya Nabi persis orang miskin. Mungkin kita belum pernah mengganjal perut kita dengan batu tapi itu kebiasaan Rasulullah Saw saking laparnya sampai mengganjal perut nya dengan batu. Karakter kriteria orang susah. Nabi miskin terus sampai meninggal dunia tapi bukan miskin hati namun kaya hati

Sampai dalam hadist shohih Sayyidatuna Aisyah mengatakan: sampai Nabi meninggal dunia baju perang nya yang di gadai belum sempat di tebus karena tidak punya uang.

Kata Imam Ibnu Abbas: Nabi itu menggandai baju perang nya kepada orang yahudi, kata ulama mengapa Nabi tidak mau menggadai ke Sayyidina Abu Bakar? Kenapa Nabi tidak menggadai ke Sayyidina Usman? Karena Nabi menjaga kehormatan diri nya. Tidak mau menyusahkan sahabat nya dan tidak mau merendahkan kehormatan diri nya, tidak mau merepotkan orang lain. Tadinya 20 sho’ gandum akhir nya nambah lagi 10 sho gandum dan gandum itu untuk makanan keluarganya. Nama orang yahudi itu adalah Abu Sahm. Tapi tidak membuang sifat darmawan Nabi Saw

Sampai di katakan oleh Imam Ibnu Abbas: manusia yang paling darmawan adalah Rasulullah Saw. Dalam riwayat ada seseorang datang kepada Nabi dia mengemis, Nabi meminta maaf seraya berkata, saya hari ini tidak mempunyai makanan dan tidak mempunyai uang. Namun ente boleh ngutang sama siapa saja dan ente beli makanan nanti biar saya yang bayar.

Kita mungkin belum bisa seperti itu tapi itu lah sifat nya Nabi Muhammad Saw. Lalu sayyidina Umar dengar tidak tega dan berkata wahai Rasulullah Saw beberapa waktu yang lalu engkau sudah memberi dia, kalau engkau belum mampu jangan paksakan wahai Rasulullah. Langsung Nabi kecewa dengan Sayyidina Umar. Maka sahabat yang lain melihat Nabi ketika wajah nya kecewa dan ada salah satu orang anshor berkata: wahai Rasulullah Saw berilah pengemis itu, jangan takut, sang maha pemberi rizki pasti akan memberikan rizki untukmu wahai Rasulullah Saw. Ketika mendengar perkataan orang Anshor tersebut Nabi langsung girang dan berkata Nabi: saya memang di utus oleh Allah Swt untuk berbuat seperti ini dan untuk menjadi orang dermawan.

Makanya kita berdoa sama Allah agar di jadikan orang yang punya dunia adanya di hati bukan di tangan. Kalau dunia ada di hati kita tangan kita mudah untuk memberi walaupun yang kita keluarkan tidak banyak, kenapa? Karena ke dermawanan itu muncul dari kekayaan hati. Itulah baginda kita Nabi Muhammad Saw. Sampai di katakan kalau Nabi tidak bisa memberi akan Nabi janjikan, adakalanya Nabi sudah meninggal dunia masih hutang janji

Dalam Hadist Shohih Sayyidina Abu Bakar Siddiq ketika Nabi sudah meninggal dunia datang harta dari Bahrain lalu Nabi kumpulkan para sahabat. Hei, siapa di antara kalian yang pernah di hutangi oleh Rasulullah Saw atau di janjikan sesuatu sama Rasulullah Saw datang kepada saya, karena ada harta dari Bahrain. Tiba-tiba muncul Sayyidina Jabir dan berkata Maaf wahai Sayyidina Abu Bakar dulu Nabi pernah menjanjikan saya sesuatu dan secepat nya di berikan  harta nya oleh Sayyidina Abu Bakar.

Dalam Hadist Shohih juga di sebut Nabi kalau mendapatkan uang tidak pernah di simpan.kalau Nabi dapat uang Sore pasti malam nya segera di keluarkan tapi kalau Nabi mendapatkan uang di pagi hari pasti tidak sampai jam 10 pagi uang nya segera di infaqan oleh Rasulullah Saw. Mau sedikit mau banyak

Bahkan dalam riwayat ada orang datang kepada Nabi dan kebetulan Nabi mendapatkan Kambing dengan jumlah yang banyak. Ketika orang ini datang mengemis kepada Rasul Nabi tidak berfikir panjang segera memberikan kambing nya kepada orang yang datang kepada nya dengan jumlah yang sangat banyak. Wahai warga kamoungku ayo buru-buru masuk islam karena Muhammad saking dermawannya dia mendermakan sesuatu yang dia tidak akan takut ke fakiran lagi selama-lamanya.

Makanya di dalam hadist ini di katakan mereka datang kepada Nabi dan Nabi beri lalu datang kembali kedua kali nya dan Nabi beri kembali sampai habis.

Begitu juga kita, kalau ada sesuatu yang bisa kita Infaqan berinfaq lah. Tidak bisa 1 juta 100 rb. Tidak bisa 100 rb 10 rb, tidak bisa 10 rb 1000. Jangan sampai tidak berinfaq. Apalagi sekarang nih lagi musim penyakit, tidak cukup memakai masker, tidak cukup memakai Senitaizer, tidak cukup apa yang kita makan higienis tapi sedekah setiap hari. Sedekah ini menolak penyakit. Ada orang di siplin makannya, tidur nya, tapi bakhil banget, nah itu akan di kejar kejar sama Corona. Ada orang yang tidak punya harta makanan keluarkan. Jangan sampai makanan basi di rumah kita. Tidak punya uang tidak punya makanan berikanlah nasihat kepada orang sebagaimana Nabi tidak pernah menyimpan kebaikan.

Lalu kata Nabi siapa orang menjaga kehormatan diri maka orang itu akan di jaga kehormatan dan harga dirinya oleh Allah Swt.

Nah ini mulai masuk pendidikan dari Rasulullah Saw. Pendidikan yang pertama Nabi Dermawan dan mudah-mudahan kita bisa mencontohnya. Pendidikan yang ke dua Nabi bukan hanya dermawan, bukan Nabi menolak begitu saja karena tidak punya tapi Nabi berikan nasehat karena ini orang sudah datang berkali-kali kepada Rasulullah Saw berarti ada sifat yang tidak baik. Makanya di didik oleh Rasul agar mempunyai sifat menjaga kehormatan diri dari mulai urusan yang tidak dosa sampai urusan yang tidak pantas sampai urusan yang haram. Jaga kehormatan diri kita ini sayangi diri kita ini, kehormatan diri kita di jaga. Bukan hanya dari maksiat tapi dari apapun yang tidak pantes termasuk meminta-mnta sama orang dan minta-minta sama orang sekarang bentuk nya luas. Tidak hanya berdiri di lampu merah tapi bisa dengan berbentuk surat, bisa dengan status. Kita ini di didik oleh baginda Nabi besar Muhammad Saw agar memiliki sifat menjaga kehormatan diri nya dan orang yang menjaga kehormatan diri nya akan di jaga kehormatan nya oleh Allah Swt. Jangan hinakan diri kita dengan 100.000, dengan 1 juta, dengan 10 jt dengan 1 milyar sekalipun jangan kita jual diri kita demi dunia.

Nabi sudah bilang: siapa orang yang merasa cukup, punya sifat qonaah, Allah Swt akan berikan dia kecukupan . qonaah ini sifat mulia, mudah-mudahan bisa kita bawa kerumah kita masing-masing.

Qonaah ini salah satu sifat ridho dengan segala pemberian dari Allah Swt. Mau sedikit, mau banyak merasa senang, nyaman rela atas pemberian dari Allah Swt rizki apapun mau sedikit mau banyak, itu adalah namanya sifat qonaah.

Dalam riwayat Imam Muslim beruntung kalau orang sudah menjadi muslim, apalagi kalau dia mempunyai rizki cukup dan punya sifat qonaah, jangan bingung,

Ada orang tidak punya apa-apa, kita dapat hanya sekian ucapkan Alhamdulillah. Jangan banyak mengeluh. Imam Ibrahim bin Ad-ham lagi jalan melihat orang muka nya sumpek, sedih. Bertanya Imam Ibrahim bin Adham wahai anak muda ane melihat wajah ente kok sumpek benar? Ane mau bertanya tentang tiga perkara tolong ente jawab. Saya mau bertanya kira-kira apa yang akan terjadi di alam dunia ini sudah di takdirkan sama Allah Swt apa belum? Sudah, apakah itu bisa terjadi tanpa campur tangan Allah Swt? Tidak.

Sekarang pertanyaan yang kedua: apakah mungkin rizki seseorang itu berkurang setealh di takdirkan sama Allah Swt dengan jumlah yang Allah Swt tentukan? Tidak

Sekarang pertanyaan yang ke 3: apakah bisa berkurang ajal seseorang sedetik saja setelah di tentukan oleh Allah Swt ? tidak. Terus ngapain ente pusing semua sudah di atur sama Allah Swt. Umur kita, rizki kita, kehidupan kita sudah di takdirkan oleh Allah Swt. Tinggal kita merasa cukup atau tidak, punya sifat qonaah atau tidak, bisa menjaga harga diri kita atau tidak

Jadi dalam hadist ini di katakan: siapa orang belajar sabar menahan diri nya maka Allah Swt akan karuniakan kepada dia sifat kesabaran. Jadi kesabaran ini dan sifat menjaga kehormatan diri, sifat qonaah bisa di pelajari.ilmu itu untuk di pelajari begitu juga sifat sabar harus di pelajari. Kalau orang punya sifat sabar hati nya tidak akan gelisah. Kalau orang punya sifat sabar dia tidak akan mengemis. Kalau orang punya sifat sabar dia tidak mau menghinakan kehormatan dirinya. Makanya intinya sabar.

Nabi Muhammad Saw di balik kedermawanannya kepada orang yang datang ngemis sampai ada ayat Wa ammassa Ila Fala Tanhar. Pengemis jangan di usir

Dalam sebagian riwayat di katakan jangan usir pengemis walaupun datang naik kuda kalau ente mampu kasih. Karena ketika kita qonaah dan tidak mengemis sama orang berarti kedudukan kita dengan orang itu sama sederajat tapi ketika kita sudah mengemis maka siap-siap jadi budak nya.

Kenapa Imam Malik berani memberontak kepada pemerintah saat itu? Karena Imam Malik tidak pernah mengemis. Kenapa Imam Syafii berani menolak permintaan saat itu karena tidak pernah mengemis. Imam Abu Hanifah,Imam Ahmad bin Hambal karena tidak pernah makan dari harta mereka. Kalau kamu mempunyai sifat qonaah cukup atas karunia dari Allah Swt tidak mengemis antara kamu dengan raja yang mempunyai dunia ini derajat nya sama sederajat.

Nabi dalam hadist ini mengajarkan kita bukan hanya sifat dermawan tapi Nabi mengajarkan kita jangan mengemis.kalau dalam pandangan Islam Imam Ghozali dalam Ihya Ulumuddin mengatakan dasar nya mengemis hukum nya haram Terkecuali karena darurat  atau ada orang yang mempunyai kebutuhan yang sangat mendesak mendekati darurat maka di boleh kan untuk mengemis.

Di katakan oleh Al-Imam Ghozali di dalam kitab Ihya Ulumuddin karena ketika kita mengemis kita menunjukan keluh kesah bukan kepada Allah Swt, yang kedua kita menunjukan Allah Swt itu tidak pernah memberi nikmat kepada kita .

Jangan meminta dan mengemis kepada manusia, minta lah sama Allah Swt yang pintu nya tidak pernah di tutup . lalu kata Imam Ghozali dasar hukum mengemis itu haram, kenapa? Karena orang yang mengemis ini dan karena orang yang di minta sama dia pasti terganggu. Maka mau tidak mau dia akan memberikan karena dua hal yang pertama gengsi yang kedua pamer dan kata Imam Ghozali maka si pengemis itu hukum nya haram untuk menerima nya.

Ada ulama yang pindah kampung karena kampung yang dia tempati tidak ada pengemis nya dan dia ingin pindah ke kampung yang banyak pengemisnya. Sehingga ketika datang pengemis dia girang dan memang Nabi kita Muhammad Saw dalam riwayat Imam Muslim menjelaskan kepada sahabat yang namanya Qobisoh bahwa haram orang yang mengemis kecuali dalam tiga keadaan

  • Boleh orang mengemis tapi orang itu harus terbebani karena hutang orang lain. Misal nya saudara kita berhutang kepada orang, dia tidak mampu bayar, maka kita terbebani hutang adik kita atau mungkin saudara kita meninggal maka kita terbebani hutang saudara kita atau hutang orang tua kita maka boleh mengemis sampai tertutup hutang nya setelah itu tidak boleh berhutang lagi
  • Adalagi seseorang yang terkena musibah habis hartanya contohnya kebakaran. Maka dia boleh mengemis sampai punya sandaran hidup. Bisa buat makan, minum bisa beli baju, sudah jangan mengemis lagi
  • Ada orang tertimpa musibah kesengsaraan hidup benar-benar miskin sampai di buktikan 3 orang masyarakat kampung nya menyatakan memang si fulan itu benar-benar miskin maka dia boleh mengemis sampai dia mendapatkan sandaran hidup

Tapi selain 3 keadaan itu itu haram wahai Qobisoh. Apa yang dia makan dari hasil  ngemis itu dosa besar di sisi Allah Swt. Ada orang mengemis jadi profesi punya rumah di kampung nya bagus seperti villa lalu pergi ke Jakarta pakai baju rombeng. Ini profesi  yang di maksud di dalam hadist ini. Dia bisa untuk makan, untuk minum.

Makanya dalam Hadist Baginda Nabi kita Muhammad Saw seseorang itu kalau ngemis padahal dia mampu dia seperti mencakar-cakar muka nya sendiri. Dalam hadist lain di hari kiamat mukanya sudah tidak ada daging nya. Kenapa? Karena di dunia dia menghinakan diri nya sendiri dengan mengemis. Kecuali dia minta dan ngemis pada penguasa yang dia yakini pengusa itu nyimpen baitul mal.

Dalam hadist baginda Nabi kita Muhammad Saw siapa orang mengemis padahal dia mampu maka sesungguhnya dia mengumpulkan api neraka jahannam untuk diri nya sendiri di hari kiamat. Sahabat mendengar hadist itu bingung dan bertanya kepada Rasulullah maksud nya apa wahai Rasulullah? Lalu Rasulullah Saw menjawab dia mempunyai kekuatan untuk bisa makan siang dia punya simpanan buat makan malam tapi mengemis dan itu sama saja dia mengumpulkan api neraka jahannam.

Jadi jangan sembarangan ngemis-ngemis. Ada orang mengemis di jadikan sebagai pekerjaan sehari-hari dan itu menghancurkan harga diri nya. Kata Nabi yang mikul kayu bakar. Ada orang bekerja mencari kayu bakar bawa tali kehutan dia pikul kayu bakar berat lalu dia jual mau laku atau tidak laku itu lebih baik dari pada mengemis. Orang yang tidak mengemis adalah orang yang terhormat dan mulia dan satu hal kalau kita sudah terbiasa mengemis kita bukan menjadi orang yang tambah kaya. Siapa yang bilang bib? Rasulullah Saw

Dalam riwayat Imam Turmudzi Rasulullah bersabda  tidak lah sesorang membuka diri nya untuk mengemis melainkan Allah Swt akan buka pintu ke Faqiran buat orang itu.

Dahulu sahabat di baiat oleh Nabi agar tidak menyembah kecuali kepada    Allah Swt, tidak minta kecuali kepada Allah Swt setelah itu bubar lalu berjalan dalam kehidupan para sahabat yaitu Sayyidina Tsauban lanjut usia sudah tua, lag menaiki unta nya dan sudah sampai di atas unta naik dengan susah payah cambuk nya jatuh dan Sayyidina Tsauban turun lagi, padahal di situ banyak orang, ada sahabatnya, kenapa tidak menyuruh orang? Ternyata dia ingat sudah di baiat oleh Rasul tidak boleh minta tolong kepada siapapun kecuali kepada Allah Swt

Dahulu ada sahabat yang bernama Hakim bin Hizam dia berkata saya datang kepada Nabi dan mengemis lalu Nabi kasih, setelah itu saya datang lagi dan Nabi kasih lagi dan setelah itu saya datang lagi lalu Nabi kasih lagi dan Nabi berkata wahai Hakim maaf saya ajari kamu bahwa harta dunia ini hijau dan manis, kalau kita terima dunia ini dengan hati yang biasa-biasa saja berkah kita tapi kalau dengan rakus akan hilang berkah nya dunia ini dan kamu harus tau, seperti orang makan yang tidak pernah kenyang. Apa enaknya? Saya bisa kasih kamu terus menerus tapi kamu seperti orang makan yang tidak pernah kenyang. Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Lalu Hakim berkata wahai Rasulullah demi Allah yang telah mengutus engkau sebagai Nabi mulai detik ini setelah kejadian ini saya tidak akan meminta-minta sampai saya meninggal dunia wahai Rasulullah dan itu di buktikan oleh Rasulullah Saw. Setelah Nabi kita Muhammad Saw meninggal dunia Sayyidina Abu bakar pernah memanggil Hakim bin Hizam dan mau di kasih duit namun di tolak. Setelah Sayyidina Abu Bakar Siddiq meninggal dunia dan Sayyidina Umar menjadi Amirul Mukminin ada bagian dan di panggil Hakim bin Hizam ini mau di duit namun di tolak lagi dan sampe meninggal dunia tidak mau menerima pemberian padahal tidak pernah mengemis

Oleh karena nya melalui Hadist ini mudah-mudahan Allah Swt jadikan kita hamba-hamba yang soleh yang bisa memiliki sifat Qonaah, memiliki sifat menjaga kehormatan diri dari apapun yang mendatangkan hal-hal yang hina. Apalagi yang mendatangkan cobaan yang mendatangkan dosa dan mudah-mudahan Allah Swt karuniakan kita kepada sifat kesabaran. Bukan hanya dalam ketaatan, bukan hanya menahan diri dari segala maksiat tapi kesabaran untuk bisa membelenggu hawa nafsu kita agar menjadi orang yang Qonaah, tidak mengemis, tidak terlalu berlebihan dalam urusan berharap kepada orang lain dan selalu berdoa . mudah-mudahan ilmu yang kita pelajari manfaat dunia dan akhirat. Kita ucapkan bersama

Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah…Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah,,, Ya Allah… Ya Allah…. Ya Allah…

Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah…Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah,,, Ya Allah… Ya Allah…. Ya Allah…

 

Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah…Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah,,, Ya Allah… Ya Allah…. Ya Allah…

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh