Laporan Perjalan Da’wah 1426H/2005

Senin 11 April 2005

Berangkat pk 23.30wib, tujuh personil inti Tim Penggerak Majelis Rasulullah saw Jakarta, dari kiri : Sdr. Saeful Zahri, Sdr Aji, Sdr Syafii alias Muhammad Ruhiy, Hb Muhammad Munzir Almusawa, Sdr Ghofur alias Muhammad Asad, Sdr Agus alias Muhammad Ainiy, dan Sdr. Irfan alias Muhammad Qalby, selepas majelis Senin Malam di Masjid Raya Almunawar menuju Slawi Jawa Tengah, dengan jarak tempuh 356km.

{mosimage}{mosimage}{mosimage}{mosimage}{mosimage}{mosimage}{mosimage}

Selasa 12 April 2005

{mosimage}{mosimage}Tiba di Slawi Subuh, dan istirahat. Slawi adalah kota kecil yang berdampingan dengan kota Tegal, di Slawi ini kami telah mengatur jadwal dan sering mengunjunginya pada tahun 2001 hingga 2002, dengan perjuangan yang cukup berat yang dipelopori oleh personil Majelis Rasulullah yang berasal dari wilayah setempat, sdr. Fakhrur Matlab yang kemudian terus memelopori penyebaran Maulid Dhiya’ullami di beberapa musholla di wilayah Slawi, dan kali ini kami berkunjung lagi ke wilayah tersebut dan memang ternyata kami melihat perkembangan yang fakum dari aktifitas dakwah, terlihat dari wajah-wajah hadirin yang tampak sudah merasa asing dengan Maulid Dhiya’ullami, yang pada tahun 2001-2002 dengan gencar berkumandang hampir setiap bulan di wilayah tersebut. Musholla baitul Muqaddas adalah Musholla yang saat itu belum rampung, dan fihak Majelis Rasulullah sempat memberikan sedikit dukungan dana untuk membantu pembangunan Musholla tersebut, dan kini Musholla itu tampak telah rampung dari pembangunannya, Majelis ba’da Isya di Musholla Baitulmuqaddas Curug Pangkah Slawi ini, hadirinnya adalah masyarakat awam yang 3 tahun lalu sering dikunjungi, kami mengadakan acara pembacaan Maulid Dhiya’ullaami dan Ceramah, Jumlah hadirin berkisar 200 personil. Tampaknya Musholla yang pembangunannya telah rampung itu menanti pemugaran rohani pula untuk para penghuninya, Rabbunallah….!, semoga kunjungan kami yang akan datang kami akan melihat wajah-wajah bercahaya dari kelompok Masyarakat pecinta Rasul saw yang sudah terwarnai dan terang benderang dengan cahaya Dhiya’ullaami’, amiin.

{mosimage}{mosimage}{mosimage}Majelis selanjutnya di wilayah Talang, sekitar 10 km dari majelis pertama, majelis yang dikordinir oleh As Sayyid Mahdi Alhiyeyd dari Tegal dan Ust. Sulthon, yang keduanya adalah alumni Darulmustafa Tarim dan beberapa asatidz yang barusaja meresmikan Pondok pesantren di tempat tersebut dan kini telah dihuni beberapa santri, Rabbunallah… tak terperi kegembiraan kami setelah melewati jalanan gelap dan sunyi padahal waktu masih menunjukkan pk 21.00,wib, hujan gerimis semakin membuat hati kami membeku di wilayah yang seakan tak berpenghuni, tiba-tiba sayup-sayup kami mendengar alunan bacaan Maulid Dhiya’ullami’, milik Guru Agung Al Habib Umar bin Hafidh dikumandangkan..dan saat kami tiba seluruh hadirin berdiri dan menyambut dengan Thola’al badru alaina dan berjejallah ratusan hadirin untuk mendapat kesempatan bersalaman. Hadirin dari golongan masyarakat yamg sudah mulai memahami Maulid, asyik dengan Qasidah dengan Hadrah dll, pembacaan Dhiyaa’ullami dan Ceramah, hadirin berkisar 500 personil.

Rabu 13 April 2005

{mosimage}{mosimage}Berangkat dari Slawi pk 14.00wib menuju Purwokerto, jarak tempuh 100 km dan tiba 16.00wib dan istirahat Majelis Ba’da Isya di Desa Banjarsari Purwokerto, hadirin adalah masyarakat awam yang 3 tahun lalu sering dikunjungi, acara diteruskan dengan pembacaan Maulid Dhiya’ullaami dan Ceramah, Jumlah hadirin berkisar 500 personil, dan kordinator untuk wilayah ini adalah Sdr. Kardi alias Muhammad Laqimiy.

Kamis 14 April 2005

{mosimage}{mosimage}{mosimage}{mosimage}

{mosimage}Berangkat dari Purwokerto menuju Wonosobo dengan jarak tempuh 98 km, lalu menuju pedesaan yang diapit oleh Gunung Sundoro dan Gunung Sumbing yang jarak tempuhnya dari Wonosobo berkisar 25 km, kami tiba di awal waktu Isya dan istirahat di kediaman kakak dari Lurah setempat, lalu kami beramah tamah dan makan malam dirumah lurah setempat, cuaca yang sangat teramat dingin menusuk tulang cukup membuat kami seakan berat meninggalkan wilayah ini.

{mosimage}Majelis dimulai pk 21.30 wib hadirin adalah masyarakat yang sangat teramat awam, hadirin berkisar 100 orang, Kordinator wilayah ini adalah Hb Ahmad assegaf, seorang berjiwa Patriot yang bertahun-tahun silam telah memelopori perkembangan dakwah seputar Wonosobo Dieng, pria asal Pekalongan ini sangat berbudi Luhur, dan giat tak mengenal lelah dengan hilir mudik ke wilayah-wilayah seputar Wonosobo yang dikenal salah satu wilayah sasaran Kristenisasi terbesar sejajar dengan Magelang dan Gunung Kidul.
Berangkat dari Wonosobo tengah malam menuju Demak dengan jarak tempuh 151km.

Jumat 15 April 2005

{mosimage}Tiba di Demak Subuh, Majelis siang di Demak dibatalkan untuk dihadiri karena kondisi kami yang kelelahan, Ba’da Magrib kami menuju Kudus dan tiba ba’da isya di kediaman Hb Alwi Ba’agil shohibul majelis, dan beliau merupakan tokoh yang termasyhur di wilayah Kudus sejak mendiang Ayahnya, dan ayahnya dikenal sebagai pengusaha rokok yang ternama di Kudus yang keuntungannya ditumpahkan pada Masyarakat Kudus dan sekitarnya hingga ayahnya sangat termasyhur di Kudus sebagai orang Dermawan.

{mosimage}{mosimage}Majelis tersebut dimulai pk 20.00wib, dengan hadirin yang kebanyakan adalah jamaah Hb Syeikh Assegaf, seorang Da’I yang merajai wilayah seputar Kudus, Demak, Pati, Rembang dan hampir seluruh wilayah Jawa Timur telah dipenuhi pengikut beliau, hadirin di Kudus berkisar 2000 orang. Pk 23.30 kami bergerak menuju Bangil Jatim dengan jarak tempuh 364km

Sabtu 16 April 2005

Tiba di Bangil pagi dan Majelis yang akan dikunjungi adalah Majlis Ta’lim Raudhotussalaf pimpinan Hb Umar Assegaf yang pada kesempatan ini bergabung dengan kunjungan Kyai asrori dengan jamaahnya, maka hadirin berkisar 20 ribu orang, namun karena kondisi Hb Munzir yang tak mengizinkan kami tak bisa menghadirinya dan meneruskan perjalanan ke Situbondo dan beristirahat. Sore pk 14.00wib kami menuju Denpasar dengan jarak tempuh 340km.

Ahad 17 April 2005

{mosimage}{mosimage}Kami tiba di Denpasar dinihari disambut oleh para Kordinator dakwah untuk wilayah Bali yaitu Hb Talib Segaf dan Ustaz H.Badrudin, dan pagi itu kami menghadiri majelis subuh di salah satu mesjid di perumahan Monang Maning Denpasar, dan pk 09.00 wita kami mengunjungi majelis besar yang diadakan atas kerjasama Hb Alwi Khanaiman dll untuk perayaan Maulid tahunan di Denpasar Bali, hadirin berkisar 1000 personil, dan siang itu juga selepas majelis tersebut kami menuju Klungkung, dengan jarak tempuh sekitar 30 km, kami makan siang dengan jamuan hangat oleh salah seorang aktifis dakwah {mosimage}untuk wilayah Klungkung Hb Segaf Assegaf, dan lalu kami mengunjungi majelis Nisa di Klungkung, yang dikordinir langsung oleh Hb Talib Assegaf, selepas majelis tersebut kami menuju Karangasem, dengan jarak tempuh 40 km dari Klungkung, kami menghadiri majelis disebuah masjid di wilayah tersebut bersama Hb Talib Segaf, dan selepasnya kami mengunjungi undangan makan malam dirumah masyarakat setempat dan kemudian kami berniat meneruskan perjalanan ke Singaraja, namun karena keadaan jalan yang akan ditempuh rusak berat, maka kami membatalkan niat dan segera kembali ke Klungkung – Denpasar – Banyuwangi dengan jarak tempuh Karangasem Banyuwangi 204km, dan kami beristirahat di banyuwangi.

Senin 18 April 2005

{mosimage}{mosimage}Kami tiba di Banyuwangi pagi dan beristirahat, sore itu juga kami bergerak menuju Sukorejo Pandaan dengan jarak tempuh 270km untuk menghadiri majelis-majelis KH Sa’dullah, kami menghadiri majelis di Mojosari yang memang telah menanti sejak Ba’da Magrib, namun dikarenakan kendaraan kami mengalami masalah maka kami baru tiba pk 21.30wib, namun luapan massa ternyata tidak bergerak dari lokasi untuk menanti kedatangan kami, selepas majelis tersebut kami menuju majelis kedua di Gempol yang dijadwalkan kedatangan kami ba’da Isya dan kami baru tiba pk 23.30wib, selepas majelis kami beramah-tamah di Gubuk Pesanggrahan Pondok Pesantren Tajulmuslimin Pimpinan KH Sa’dullah, kami berbicara seputar gerakan dakwah dan kendala-kendala dalam perluasannya dimasing-masing wilayah, dan membandingkan permasalahan-permasalahan yang kami temukan di Jakarta, dan mendengarkan pula permasalahan-permasalahan yang timbul di wilayah Jawa Timur, kami beristirahat di Peristirahatan Hb Muhammad bin Hadi di Tretes.

Selasa 19 April 2005

{mosimage}{mosimage}Siang kami mendatangi jamuan makan siang di Tretes, kediaman salah satu penggerak dakwah dari para pendukung KH Sa’dullah yang Kiyai mulia dan rendah diri ini memimpin 54 majelis seputar Jawa Timur yang tiap-tiap wilayahnya tidak kurang dari 500 personil, sore itu kami menuju Malang Selatan, majelis KH Sholihin, salah seorang rekan seperjuangan KH Sa’dullah, dan beliau ini mengkordinir ribuan warga setempat, yang pada malam kedatangan kami ini berduyun-duyun lelaki dan wanita, walaupun mereka kalangan masyarakat pedusunan, namun kepolosan mereka dan kuatnya keinginan mereka untuk hadir mendengarkan ceramah agama, merupakan hal yang menggembirakan, karena tidak sedikit dari mereka yang dari kawula muda.{mosimage}Selepas majelis kami segera menuju majelis selanjutnya di Pondok Pesantren Tajulmuslimin, kami tiba pk 00.30 dinihari dan disambut dengan riuhnya ratusan petasan besar, diteruskan dengan pembacaan Maulid Dhiya’ullami, dengan iringan nasyid yang bergemuruh dengan Hadroh yang menggetarkan jiwa, luar biasa semarak majelis ini, yang menjadi majelis penutup bagi kami untuk majelis Jawa Timur, selepas majelis kami berziarah ke makam Al Habib Al Guthb Abubakar bin Muhammad Assegaf di Gresik, lalu kami beristirahat.

Rabu 20 April 2005

{mosimage}Pagi kami meluncur menuju Semarang, dengan jarak tempuh 353km, kami tiba saat adzan magrib di wilayah setempat, dengan sambutan kordinator dakwah wilayah setempat hb Ali Almunawar, dan kami menghadiri dua majelis yang dikordinir oleh beliau, lalu kami singgah dikediaman beliau sambil membicarakan gerakan dakwah dan perkembangan dakwah di wilayah Semarang yang dikordinir Putri beliau yang Alumni Daruzzahra, Tarim Yaman. Merupakan hal yang sangat menggembirakan ketika kami mendengar bahwa Putri beliau telah menjalin hubungan dakwah di rumah sakit dan Lembaga Permasyarakatan wanita di kota Semarang, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan menarik yang mulai terkordinir dengan baik di Kota Semarang, dan malam itu juga selepas makan malam kami meluncur menuju Pekalongan, kami tiba larut malam dan beristirahat.

Kamis 21 April 2005

{mosimage}{mosimage}Majelis di Masjid Agung Pekalongan dalam acara maulid tahunan, dan kami bertemu muka dengan Pimpinan para Habaib untuk wilayah Pekalongan, Al Habib Bagir bin Ahmad Alattas, yang mewarisinya dari ayahnya yang Jumawa dan Lemah lembut dan menjadi sosok agung pewaris akhlak Nabi saw, Al Habib Al Allamah Assayyid Ahmad bin Ali bin Abdullah bin Talib Alattas, yang berguru pada sosok Imam Besar di Tarim Yaman, Al Allamah Al Habib Abdullah bin Umar As Syatiri rahimahullah. Dan ayah beliau (datuk hb Bagir) adalah salah seorang yang menjadi Matahari Pembawa Keagungan Islam di wilayah Pekalongan, Al Allamah Al Habib Ali bin Abullah bin Talib Alattas, yang kuburnya hingga kini banyak diziarahi orang.

Hb Bagir hingga kini menjadi pewaris ayah dan datuknya yang bagaikan Bayangan Kelembutan Sang Nabi Mulia saw untuk wilayah Pekalongan dan sekitarnya.
Selepas acara kami mengunjungi majelis berikutnya yang menjadi majelis penutup dari rihlah ini, yaitu di wilayah Comal dengan jarak tempuh 17km, yang dikordinir Hb Ahmad Assegaf yang kabar beliau telah kami paparkan di Kunjungan Wonosobo.

Jumat 22 April 2005

Pagi Jumat kami tiba di Jakarta dengan menggenapkan 11 hari perjalanan dengan menghadiri 17 majelis seputar Jawa Bali. Dapatkan VCD Perjalanan Dakwah ini, yang telah diringkas dalam 1 VCD durasi 55 menit, segera pesan di rubrik “Kios Nabawiy”.