Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw

Senin, 23 November 2020

-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Yang sama kita hormati dan kita muliakan semua guru-guru kita yang malam ini menyempatkan waktu hadir berkumpul bersama kita para Kyai,para Asatidz khusunya para Habaib kita anak cucu baginda Rasulullah Saw hadir bersama kita tamu kita yang datang dari kota Hawthoh tepat nya dari Hadromaut Yaman yaitu Al-Habib Muhdhor Al-Habsyi kita doakan panjang umur sehat wal afiyah juga kepada orang tua kita Al-Habib Husein Boftein kita doakan panjang umur sehat wal afiyah

Para Muallimin,para guru dan para Asatidz bapak-bapak ibu-ibu hadirin dan hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt dan yang tidak kita lupakan juga para pendengar Live Streaming Majelis Rasulullah Saw dimanapun berada mudah-mudahan kita dan mereka semua yang malam ini di takdir mengikuti perjalanan,kegiatan Majelis Rasulullah Saw kita semua di rahmati oleh Allah Swt, di murahkan rezekinya, di kabulkan segala hajat kita, di berkahi segala kehidupan kita, di jauhkan kita dari segala marabahaya bala dan musibah penyakit apapun zohir maupun batin berkah Sayyidina Muhammad Saw

Baiklah Hadirin dan hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt setelah kita bersyukur kepada Allah Swt sholawat dan salam khusus untuk makhluk teragung Baginda Nabi besar Muhammad Saw lalu kemudian kita akan kembali melanjutkan pelajaran kita dari kitab Riyadhussholihin karya Imam Abi Zakariya Yahya An-Nawawi semoga Allah Swt merahmati nya dan kita semua mendapatkan barokahnya.

Sampailah kita masih pada bab yang ke 2 tepatnya hadist yang ke 22yang berbicara masalah atau seputar taubat kepada Allah Swt. Saya akan baca hadist ini dan hadirinpun bisa mengikutinya. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan berkah dari hadist nya Rasulullah Saw

وَعَنْ أبي نُجَيد – بضَمِّ النُّونِ وفتحِ الجيم – عِمْرَانَ بنِ الحُصَيْنِ الخُزَاعِيِّ رضي الله عنهما: أنَّ امْرَأةً مِنْ جُهَيْنَةَ أتَتْ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – وَهِيَ حُبْلَى مِنَ الزِّنَى، فقالتْ: يَا رسولَ الله، أصَبْتُ حَدًّا فَأَقِمْهُ عَلَيَّ، فَدَعَا نَبيُّ الله – صلى الله عليه وسلم – وَليَّها، فقالَ: «أَحْسِنْ إِلَيْهَا، فإذا وَضَعَتْ فَأْتِني» فَفَعَلَ فَأَمَرَ بهَا نبيُّ الله – صلى الله عليه وسلم – فَشُدَّتْ عَلَيْهَا ثِيَابُهَا، ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَرُجِمَتْ، ثُمَّ صَلَّى عَلَيْهَا. فقالَ لَهُ عُمَرُ: تُصَلِّي عَلَيْهَا يَا رَسُول الله وَقَدْ زَنَتْ؟ قَالَ: «لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ قُسِمَتْ بَيْنَ سَبْعِينَ مِنْ أهْلِ المَدِينَةِ لَوَسِعَتْهُمْ، وَهَلْ وَجَدْتَ أَفضَلَ مِنْ أَنْ جَادَتْ بنفْسِها لله – عز وجل؟!». رواه مسلم

Dari Abu Nujaid (dengan dhammahnya nun dan fathahnya jim) yaitu lmran bin Hushain al-Khuza’i ra bahwasanya ada seorang wanita dari suku Juhainah mendatangi Rasulullah SAW dan ia sedang dalam keadaan hamil kerana perbuatan zina. Kemudian ia berkata: “Ya Rasulullah, saya telah melakukan sesuatu perbuatan yang harus dikenakan had – hukuman – maka tegakkanlah had itu atas diriku.”

Rasulullah SAW lalu memanggil wali wanita itu lalu bersabda:

“Berbuat baiklah kepada wanita ini dan apabila telah melahirkan – kandungannya, maka datanglah padaku dengan membawanya.”

Wali tersebut melakukan apa yang diperintahkan. Setelah bayinya lahir – lalu  Rasulullah SAW memerintahkan untuk memberi hukuman, wanita itu diikatlah pada pakaiannya, kemudian dirajamlah. Selanjutnya Rasulullah SAW menshalatkan jenazahnya. Umar berkata pada beliau: “Apakah engkau menshalatkan jenazahnya, ya Rasulullah, sedangkan ia telah berzina?”

Rasulullah SAW bersabda:

“Ia telah benar-benar bertaubat, andaikata taubatnya itu dibagikan kepada tujuh puluh orang dari penduduk Madinah, pasti masih mencukupi. Adakah pernah engkau menemukan seseorang yang lebih utama dari orang yang mendermakan jiwanya semata-mata kerana mencari keridhaan Allah ‘Azzawajalla.”

(HR.Muslim)

Malam ini kita telah sampai pada hadist ke 22 dari pada bab taubat. Hadist ini di bawa oleh Imam Abi Nujaid yang bernama Imron bin Husein Al-Khuzai semoga Allah Swt meridhoinya dan kita semua mendapatkan barokahnya.

Hadist ini cukup lumayan panjang tapi menurut saya tidak panjang karena hadist yang ke 21 saya tidak baca. Mestinya hadist yang saya uraikan hadist yang ke 21. Nanti saudara hadirin-hadirat bisa beli kitab Riyadhussholihin lalu buka bab ke 2 tentang taubat cari hadist 21. Hadist itu lumayan panjang kurang lebih 4 lembar. Makanya saya tidak baca tapi saya mempersilahkan kepada hadirin untuk mengkaji lalu hadist ke 22 tepatnya malam ini hadist berbcara tentang masalah seputar orang yang tulus bertaubat kepada Allah Swt atas perbuatan begitu bejad yang tercela.

Hadist malam ini di bawakan oleh sahabat Nabi namanya Imron bin Husein, mungkin jarang kita mendengar tentang biografi Imron bin Husein, kita sering mendengar biografi sahabat Nabi yang bernama Ibnu Mas’ud, Anas bin Malik, Abu Hurairoh tapi Imron bin Husein ini jarang terdengar padahal sahabat Nabi yang bernama Imron bin Husein salah satu sahabat yang istimewa bahkan seorang sahabat yang di kenali dengan ketakwaan nya dengan sifat-sifat mulianya dan Imron bin Husein salah satu sahabat Nabi yang masuk islam nya berbarengan dengan ayah nya sendiri dan berbarengan dengan Imam Abu Hurairoh tepatnya pada tahun ke7 hijriyah dimana tahun itu terjadinya perang Khaibar.

Imron bin Husein ini adalah orang Mekkah datang masuk islam bersama ayahnya dan abu hurairoh kepada baginda Nabi kita Muhammad Saw lalu karena keilmuannya dan ke sholehannya ketika Sayyidina Umar menjadi Kholifah Sayyidina Umar pun mengutus Imron bin Husein ini ke Negri Basyrah Iraq untuk menjadi hakim, untuk menjadi walikota di Basyroh dan untuk mengajarkan ilmu agama kepada orang-orang basyroh dan murid-murid yang di cetak oleh Imron bin Husein ini banyak sering kita dengar nama-namanya di antaranya Imam Hasan Basri di antaranya Imam Ibnu Sirrin mereka mengatakan saya belum pernah orang-orang basrah Iraq kedatangan sahabat Nabi yang lebih utama,lebih hebat dari pada Imron bin Husein.

Jadi sahabat Imron bin Husein ini sebelum kita masuk ke dalam inti hadist saya jelaskan sedikit beliau adalah orang yang ahli zuhud. Orang yang ahli waro, orang yang sering menangis, semakin dekat dengan Allah Swt, semakin dekat dengan Nabi Muhammad Saw, semakin sering merintih, menangis kepada Allah Swt bukan karena sering melakukan dosa tapi karena saking takutnya kepada Allah Swt dan besarnya keagungan Allah Swt di dalam hatinya.

Pernah beliau kalau melihat debu yang berterbangan beliau mengatakan seandainya saja kalau saya menjadi debu yang terkena angina berhamburan artinya saking takutnya kepada mahkamah Allah Swt.

Ada dalam satu riwayat sahabat mendatangi Rasulullah Saw dan saat itu ada Imron bin Husein. Mereka ini datang kepada Nabi mengeluh, wahai Rasulullah Saw kami ini bingung dan kami kalau sedang berkumpul bersama engkau lupa dunia dan hatipun tenang ingat akhriat seakan-akan akhirat itu terlihat di depan mata tapi kalau kami sudah berpisah dengan engkau pulang kerumah jumpa dengan keluarga kumpul dengan anak-anak kami lupa dengan akhirat, inget dunia, jauh dari ketenangan. Maka Nabi kita Muhammad Saw beliau menjawab: saya bersumpah kalau kalian istiqomah selalu merasakan menghayati kalian itu selalu bersamaku baik di masjid mauoun di rumah. Di masjid atau di jalan. Di masjid kumpul dengan Nabi kalian menghayati seakan-akan kalian kumpul bersama aku maka kalian akan melihat malaikat-malaikat memberi salam kepada kalian semua.

Ini Imron bin Husein saat itu ada. Dia ambil itu ucapan Rasul kalau kalian selalu menghayati Nabi selalu bersama kalian maka malaikat akan menunjukan ungkapan cinta kepada kalian seakan-akan kalian bersalaman dan malaikat itu memberi salam kepada kalian.

Tapi kata Nabi tidak selalu. Terkadang datang malaikat memberi salam kepada kalian. Maka Imron bin Husein ini jadi tekun ibadahnya. Sampai sakitpun dia tidak pernah ngeluh kepada keluarganya. 30 tahun perutnya sakit tidak ada seorangpun yang tau. Sampai sering mendengar salam dari para malaikat. Akhirnya dia tidak sabar setelah 30 tahun sakit datang kepada Rasulullah Saw: wahai Rasulullah saya punya perut sakit sudah 30 tahun saya tahan tidak seorangpun mengetahui hal ini maka Nabi pegang saat itu juga Allah Swt beri kesembuhan.

Dia bergembira mulai hari itu dia tidak pernah mendengar salam para malaikat lagi. Sehari,seminggu,sebulan sedih dia dan kembali kepada Rasulullah Saw. Wahai Rasulullah kenapa saya sudah tidak pernah mendengar malaikat memberi salam lagi kepada saya? Kata Nabi dahulu waktu ente sakit ente sabar, jadi malaikat-malaikat di langit kagum dengan kesabaran ente tapi karena ente minta kesembuhan malaikat tidak kagum. Wahai Rasul doain biar saya sakit lagi agar saya selalu mendengar salam dari para malaikat Allah Swt. Di doain sama Nabi sakit lagi dan mulai hari itu Imron bin Husein kembali mendengar salam nya para malaikat. Semoga Allah Swt meridhoinya dan kita mendapatkan barokahnya.

Beliau menceritakan ada perempuan zaman dahulu datang kepada Nabi. Perempuan ini namanya sepakat ulama mengatakan Al-Khowlah Binti Khuwailid. Ini perempuan kalau kita membuka kitab-kitab hadist di sebut dengan julukan Imro’atun Ghomidiyyah atau perempuan dari kampung Ghomidiyyah tapi hadist malam ini menyebutkan Juhainah atau dari kampung Juhainah. Maka ulama mengatakan Juhainah sama ghomidiyyah satu nama yang sama untuk sebuah kampung

Ini perempuan ibu bapak dia ini datang kepada Rasulullah Saw perutnya hamil karena zinah sambil mengaku kalau dia itu hamil dari zinah. Mengaku bahasa arab nya I’tirof. I’tirof itu kalau orang mau mengambil hukum dari laporan yang masuk karena ada perbuatan zinah biasanya dari dua hal dari ikrar ssma bayyinah atau pengakuan sama bukti-bukti. Ini datang kepada Nabi ngaku (I’tirof) kalau sudah mengaku ikrar atau saksi saksi gugur karena orang nya sudah ngaku.

Dia datang kepada Nabi ngaku kalau dirinya itu melakukan perbuatan zinah. Datang taubat minta di beri sangsi. Jadi datang kepada Nabi ngaku kalau dia itu melakukan zinah pengen di sucikan biar meninggal dunia tidak membawa dosa. Ini bukan hal mudah. Ada orang datang mau menebus dirinya dengan cara kematian yang penting mati bersih dari dosa menghadap Allah Swt meninggal khusnul khotimah walaupun ninggalin dunia ini. Ini bukan hal yang sepele. Seorang datang kepada Rasul Saw minta di beri sanksi dan kebetulan sanksinya wanita yang sudah menikah itu di rajam.

Rajam itu suatu hukuman bukan dengan cambuk dan juga bukan dengan pedang tapi di kubur setengah tubuh lalu di timpuk di lempar dengan batu seukuran tangan tidak boleh besar tidak boleh terlalu kecil di lempar sampai meninggal dunia. Itu namanya rajam.

Kenapa ini perempuan kok ingin mengorbankan dirinya? Semata-mata agar suci dari dosa agar meninggal dunia tidak membawa dosa. Karena dia tau. Sebagaimana di dalam riwayat sesungguhnya melaksanakan sanksi sanksi hukum agama adalah penebus dari dosa dan kebetulan hukum-hukum itu adalah rajam, kalau orang berbuat zina atau cambuk kalau orang belum nikah melakukan zina atau mabuk atau memfitnah orang melakukan zinah itu semuanya sanksi-sanksi. Ketika seorang melakukan sanksi atas hukumannya maka terhapus dosa-dosanya.

Dan menjalankan hukum ini mendatangkan hikmah. Jadi bukan kejam. Karena di dalam hadist Rasul: satu hukuman sanksi yang di tegakan untuk penghumi bumi itu lebih baik dari pada bumi kejatuhan hujan 40 hari 40 malam. Satu sanksi yang di tegakan.

Kembali ini perempuan datang kepada Rasul ngaku hamil dari hasil zinah, wahai Nabi saya melakukan zinah saya minta tolong saya minta taubat tolong tegakan hukum Allah Swt beri saya sanksi dan raja saya. Ini perempuan betul-betul memang mau taubat minta di kasih sanksi datang kepada Rasul Saw, karena dia tau taubat itu ibadah yang paling utama. Kita sholat tidak taubat sementara kita tau punya dosa tidak ada guna di sisi Allah Swt. Kita pergi haji tiap tahun umroh tiap bulan tidak taubat padahal kita punya dosa tidak di terima sama Allah Swt. Nah ini perempuan tau taubat itu ibadah yang luar biasa.

Dan kita ini bapak dan ibu terima kasih sama Allah Swt. Allah Swt ini kasih kepada kita tebusan dosa dosa kita cara nya mudah yaitu nangis,taubat,minta ampun, janji tidak akan mengulangi lagi itu menjadi tebusan dari pada dosa-dosa kita. Kita ini ummat nya Nabi, bib ane penjudi ane pemabuk ane pembunuh, taubat janji tidak mau mengulangi lagi, menangis, tidak perlu kau berkeluh kesah kepada manusia berkeluh kesahlah kepada Allah Swt buat kita ummat nya Nabi Allah Swt terima taubat kita.

Coba kalau Allah Swt tutup pintu taubat mungkin tempat kita bukan surga. Kita bingung karena kita bukan malaikat, sering melakukan dosa. Kalau tidak ada yang namanya taubat kita meninggal dunia membawa dosa. Kemana tempat kita? Neraka. Makanya Allah Swt tunggu kalau ada hamba yang mempunyai dosa di tunggu sama Allah Swt. Mau laki-mau perempuan yang mempunyai dosa Allah Swt tunggu setiap waktunya.

  أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

  Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

         Ibu bapak pernah kita mendengar ayat Al-Qur’an

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ibu bapak hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt lalu hadist ini juga bisa menjadi dalil seseorang itu mengaku bahwa diri nya berzina di bolehin. Jadi dari hadist ini menjadi hukum di perbolehkan kalau ada orang mengakui dirinya itu berzinah. Dengan tujuan, dengan catatan minta agar di sucikan diri ini dengan taubat dan rajam. Jadi ada orang datang kepada hakim atau kepada sang imam yang di tunjuk oleh suatu Negara untuk menegakan hukum islam dia datang wahai imam, wahai hakim saya berbuat zinah,hukum nya boleh dia mengaku. Tujuan nya apa? Tujuannya taubat, ingin di sucikan, minta di rajam itu boleh.

Yang tidak boleh bagaimana bib? Yang tidak boleh kalau ada orang yang mengaku diri nya itu pelacur, yang tidak boleh dalam islam kalau ada seorang wanita atau laki-laki bahwa dia mengatakan dirinya itu kupu-kupu malam. Saya pezinah, saya pelacur, dengan bangga agar orang tau. Ini orang semacam itu tidak ada tujuan taubat tapi ingin menunjukan ke orang kalau dia ini pelacur, kalau dia ini pezinah. Nah ini karakter orang yang di sebut di dalam hadist rasul

“ semua umat saya nanti di hari kiamat laki perempuan di maafi oleh Allah Swt kecuali orang-orang mujahirin. Sahabat bertanya: wahai Nabi, wahai Rasulullah Saw, wahai kekasih Allah Swt siapa itu orang-orang mujahirin? Kata Nabi Mujahirun itu adalah seseorang yang melakukan maksiat, melakukan kedurjanaan lalu di tutupin sama Allah Swt aibnya. Di maksiat di waktu malam dia pezinah tidak ada orang yang tau di tutup aib nya sama Allah Swt eh pagi pagi nya dia umumin saya tadi malam berzinah, saya kupu-kupu malam, saya pelacur, ini orang-orang yang di sebut dalam hadist Rasul mujahirin atau orang yang tidak mendapatkan maaf dari Allah Swt. Apalagi kalau nantang, saya tidak takut di rajam, saya tidak takut dengan siksa gara-gara zinah, saya tidak takut menjadi penghuni api neraka, nah ini Murtad Di sebut di dalam Irsyadul Ibad

Ibu bapak hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt lalu bagaimana bib? Mana yang lebih baik? Kalau ada pezinah mau taubat bagusnya gimana?bagusnya dia datang ke hakim ke imam untuk ikrar kalau dia zinah minta di rajam atau cukup nangis di atas sajadah? Sebetul nya dua dua nya bagus

Karena ada hadist Rasulullah Saw kalau ada orang mendatangi hakim menunjukan bahwa dirinya bersalah berzinah lalu dia tunjukan sanksi dan dia jalani itu menjadi tebusan dosa-dosanya tapi kalau dia mau taubat dia tidak mau ngomomg sama siapapun diem deim dia nangis dia bertekad tidak mengulangi lagi maka urusan itu bukan urusan manusia lagi tapi menjadi urusan Allah Swt. Kalau Allah Swt maafin di maafin, kalau Allah Swt tidak mau memaafkan urusan Allah Swt.

Tapi dalam hadist Rasul siapapun datang kepada Allah Swt mau taubat sungguh-sungguh di terima sama Allah Swt. Jadi dua-dua nya bagus.

Ada lagi datang bib saya ini pezinah saya mau taubat cuman saya khawatir nanti mengulangi nya lagi. Kalau punya duit saya zina lagi, kalau saya pergi ketempat ini itu nanti saya zina lagi. Berarti yang bagus buat ente di rajam. Kenapa? Karena ente tidak yakin sama diri ente .

Kembali kita ke hadist maka ketika perempuan tadi mengadu minta di rajam Nabi panggil mana walinya? Wali perempuan ada 3. Yang pertama suaminya, atau kata ulama kalau tidak ada suaminya yaitu bapaknya, kalau bapaknya tidak ada kakaknya yang laki-laki, itu semua bisa jadi wali bagi perempuan.

Dalam hal ini Nabi memanggil mana walinya, Nabi tidak berteriak, Nabi tidak mencaci maki itu orang tapi kata Nabi berbuat baiklah kamu kepada wanita ini. Tetep kasih nafkah. Kenapa Nabi berbuat baik? Karena ini perempuan lagi bunting, lagi hamil, dan hukum tidak boleh di lakukan ketika perempuan nya lagi hamil. Yang kedua janin di dalam perut nya di punya dosa, makanya kata Nabi kasih maka, berbuat baik sama dia karena dia masih hamil dan dia punya janin tidak tau apa-apa tapi nanti kalau perempuan ini sudah melahirkan bawa lagi kesini.

Dalam riwayat yang lain di sebutkan ini perempuan ibu bapak hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt pertama kali datang ke Nabi dan mengaku bahwa dia zinah sama Nabi di suruh pulang tapi besok nya balik lagi. Kenapa saya di usir , kenapa saya di suruh pulang. Mungkin Nabi tidak tega, jadi sebelum perempuan ini ada seorang laki-laki nama nya Mais bin malik Al-Aslami datang kepada Nabi ngaku berbuat zinah juga minta di kasiih sanksi. Nah perempuan ini bilang saya di suruh pulang mungkin sebagaimana engkau dulu menyuruh pulang mais. Saya ini bunting wahai Rasulullah, saya ini hamil, saya mau taubat rajam saya. Nabi tidak tega. Kata Nabi udah ente pulang nanti kalau ente sudah lahiran. Akhirnya dia balik pulang berapa bulan melahirkan di bawa itu bayi masih merah di bungkus pakai kain menghadap Rasulullah Saw. Nabi palingkan dirinya dari perempuan itu dia bilanh wahai Rasulullah saya sudah melahirkan ayo rajam saya. Kata Nabi bawa pulang deh ente susuin dulu sampai nanti kalau sudah ente sapi terserah. Setelah dia pulang dia susui setelah dia sapi dia bawa lagi bayi nya ke Nabi udah di sapi udah bisa megang roti. Wahai Rasulullah sekarang saya datang lagi saya sudah susui saya sudah sapi ini sudah bisa makan sendiri wahai Rasulullah sekarang rajam saya. Ini ikrar pengakuan nya sudah lebih dari tiga kali. Kata Nabi bawa perempuan ini di kubur setengah badan akhirnya di rajam meninggal dunia.

Itu kalau perempuan niat nya setengah-setengah tidak mungkin dia balik lagi. Tapi dia punya dosa yang dia rasa ini itu memanas di tubuhnya tidak bisa di makan waktu. Ini tidak sebentar, menyusui dari mulai masa hamil Nabi tunda 9 bulan nti nyusuin  kata ulama 2 sampai 3 tahun balik mulu minta di rajam.

Sampai pada riwayat yang lain dia sebut tadi saya nih di suruh pulang mungkin karena engkau dulu pernah menyuruh seorang sahabat yang bernama mais bin malik.

Saya cerita sedikit ibu bapak dulu ada seorang sahabat namanya mais bin malik Al-Aslami dan datang kepada Nabi dia mengatakan sambil menangis wahai Rasulullah saya ini telah zolim kepada diri saya. Saya sudah berzinah tolong suci kan saya rajam saya. Nabi palingkan muka

Dalam riwayat yang lain dia teriak-teriak wahai Rasul saya berbuat zinah sucikan saya rajam saya lalu Nabi bilang kamu gila ya? Di tinggal sama Nabi besok nya balik lagi ini mais. Wahai Rasulullah saya minta di rajam biar saya bersih dari dosa lalu Nabi meninggalkannya. Besok nya datang lagi sampai Nabi penasaran Nabi suruh sahabat nya, coba ente pergi ke kaumnya dia nih, Tanya sama orang kampung apakah ada kelainan di otaknya? Mungkin warga kampung ada yang ingat dia ini gila, apa kata warga kampung nya? Mais itu orang paling soleh di kampung ini dan paling berakal di kampung ini dan semua ucapan nya bener. Masih tidak di dengerin sama Nabi besok datang lagi Nabi buang muka, terakhir sudah 4 kali datang kepada Rasul. Kata Nabi bawa mais lalu di kubur setengah badan di rajam dan meninggal dunia.

Ini perempuan akhirnya mempersiapkan dirinya untuk di rajam karena biasa nya orang kalau sedang sakit tersiksa badan nya bergerak. Apalagi mau di timpuk dengan batu, akhirnya perempuan ini sadar diri dia ikat baju-bajunya supaya tidak terbuka nanti ketika di rajam.

Akhirnya Nabi memerintahkan untuk di kasih hukuman dan mulai di rajam dan meninggal dunia. Dalam riwayat yang lain Khalid Ibnul Walid sahabat Nabi ikut melempar pakai batu agar besar kena kepalanya pecah dan muncrat darahnya kena muka nya Khalid Ibnul Walid lalu marah dan di caci itu mayat lalu Nabi mendengar dan Nabi marah. Ente jangan caci maki dia wahai Khalid. Sesungguhnya orang ini sudah taubat, seandainya taubatnya ini di kasih buat maling buat dia cukup. Ini orang tulus jangan di caci maki

Akhirnya di dalam riwayat yang lain habis Nabi sholatin jenazahnya Nabi doain. Kira-kira doanya Nabi di Kabul atau tidak? Nabi doain darah nya suci gugur karena takut sama Allah Swt. Tidak ada hal seperti ini dan dalam islam ini ada syariat rajam.

Walaupun di Qur’an itu ayat nya sudah di hapus. Jadi kata ulama ayatnya ada dulu di surat  Al-Ahzab. Akhirnya di hapus tapi hukum nya masih berlaku. Dalilnya dari mana bib? Dari Bukhori Muslim dari Imam Turmudzi dari kitab-kitab hadist hukum nya berlaku apa kata Sayyidina Umar: dulu Nabi merajam maka kata Sayyidina Umar kami pun ketika menjadi Khalifah merajam dan yang memiliki wewenang merajam yaitu pemimpin dan saat itu Nabi tidak pernah merajam, sahabat merajam orang yang mengaku melakukan dosa zinah karena tuduhan. Semua yang datang minta sendiri di rajam. Jadi semua yang datang ke Nabi mengaku melakukan zinah tolong rajam saya dan memaksa Nabi.

Begitu juga yang datang kepada Sayyidina Abu Bakar, begitu juga yang datang kepada Sayyidina Umar, begitu juga yang datang kepada Sayyidina Ali, mereka merajam bukan dapat berita dari orang   atau saksi 4 orang, karena bicara saksi 4 orang ini sulit.

Dalam Qur’an: 4 orang ini kalau betul-betul melihat berzina tapi kalau dengar berita dia bilang si fulan berzina itu namanya qozab, kalau kita ikut terlibat kita ikut qozab dan kita wajib di cambuk.Jadi hukum qozab ini hukum nya masih ada walaupun ayat nya sudah tidak ada.

Berkata sayyidina umar: wahai Rasul apakah pantas engkau mensholati jenazahnya? Ini bukan orang baik tapi pezinah. Wahai  umar engkau harus tau ini perempuan sudah taubat. Taubat nya dia saking tulus nya kalau di bagi untuk orang madinah yang dosa nya banyak cukup, saking tulus nya ini perempuan.

Ini datang ke Nabi mengaku dosanya supaya di ampunin minta di rajam. Orang-orang zaman dahulu seperti itu. Zaman Nabi takut sama dosa kalau zaman sekarang orang bangga sama dosa nya. Orang soleh itu menyembunyikan sujudnya, menyembunyikan tahajjudnya, menyembunyikan puasanya, menyembunyikan zikirnya dia sembunyikan ketaatannya, jangan lagi dosa nya ibadanya aja di sembunyikan. Ini lah beda nya orang mukmin sama orang fasiq seperti itu. Kalau orang mukmin ibadahnya saja di rahasiakan jangan sampe orang tau kenapa?biar ikhlas. Tapi kalau orang fasiq dosanya aibnya jadi kebanggaan buat dia. Supaya tambah duitnya, supaya tambah follower nya, supaya tambah subscribe nya, supaya tambah hartanya dia tumpuk dengan cara seperti itu lalu dapat duit dari hasil pengakuannya kalau dia pelacur dan duitnya di pakai buat kasih makan anaknya, buat dia sumbang ke masjid seakan-akan dia beli sumbuh agar api neraka lebih bergejolak untuk membakar tubuhnya.

Dalam Hadist Imam Ibnu Mas’ud mengatakan orang mukmin itu sifatnya takut sama dosa yang kecil aja dia takut seperti ketika dia duduk di bawah batu yang besar di bawah gunung khawatir akan menimpa dirinya. Ya Allah saya ghibahin orang di ampuni atau tidak ya? Ya Allah saya cela ulama di ampuni atau tidak ya? Tapi kalau pendosa orang fasik, orang zindik, orang munafik liat dosa itu mau kecil mau besar seperti laler yang  nempel di hidung lalu di usir begitu saja. Mudah-mudahan Allah Swt lindungi kita.

Bib apakah semua orang yang zina di rajam? Tidak, tapi hanya orang yang sudah menikah. Laki perempuan sudah menikah masih status suami istri atau sudah cerai dia janda dia duda kalau dia zinah di rajam. Kalau masih perawan belum menikah tidak di rajam tapi di cambuk 100 kali cambukan.

Yang zinah laki perempuan belum pernah menikah cambuk 100 kali. Jangan kasian sama mereka . cambuk nya jangan di kamar jangan di dalam rumah tapi di luar yang semua orang lihat setelah itu di asingkan dari kota itu selama satu tahun.

Dan itu terjadi ada dua orang ribut datang kepada Rasulullah Saw dalam Shohih Bukhori Muslim saya tutup dengan cerita ini: dia bilang Ya Rasulullah tolong hakimi kami dengan dalil dari Al-Qur’an. Kenapa kata Nabi? Begini wahai rasulullah saya punya anak menjadi karyawannya dia lalu dia zinahin istrinya dan suaminya marah-marah ke saya bilang bahwa anak saya mau di rajam saya minta maaf Ya Rasul tolong adili kami dengan hukum Allah Swt, bagaimana kalau anak saya jangan di rajam saya ganti dengan 100 ekor unta dan saya kasih satu budak.

Kata Nabi: kamu berdua diam saya kasih hukum dari hukum Allah Swt 100 ekor unta ente dan budak ente bawa pulang tapi anak ente 100 kali cambuk usir dari kampung asing kan selama 1 tahun dan kamu wahai unais ente datangin rumahnya Tanya sama istri orang ini zina atau tidak kalau dia mengaku zina rajam. Maka pergilah itu uneis dan bertanya apakah kamu berzina ya saya berzinah, dia mengaku dan akhirnya di rajam.

Jadi rajam buat orang yang sudah menikah dan cambuk 100 kali untuk orang yang belum menikah. Inti dari hadist ini ada 2 hal yang pertama jauhilah perbuatan zinah deket-deket aja tidak boleh apalagi melakukan. Sekarang zaman makin mudah orang melakukan zinah.  Cari pelacur tidak harus di pinggir jalan. Sekarang sudah di kasih tempat rapi bersih, tinggal iman kita kuat atau tidak.

Kata Nabi: barang siapa yang berzinah ingat nanti keluarganya di zinahi sama orang walau di rumah nya sendiri. Dalam riwayat Abu Umamah datang kepada Rasul wahai Rasul izinkan saya berzinah, sahabat mau mukulin kata Nabi jangan, lalu Nabi bertanya bagaimana kalau ibu ente di zinahin sama orang ? saya tidak mau wahai Rasul saya tidak ridho, bagaimana kalau anak perempuan ente di zinahin sama orang, bagaimana kalau kakak dan adik perempuan ente di zinahin sama orang, bagaimana kalau bibi ente di zinahin sama orang. Tolong maafin saya lalu Nabi pegang dada nya  seraya berdoa Ya Allah ampuni dosanya bersihkan hatinya dan jagalah kemaluannya dari perbuatan yang tercela  langsung orang itu merasakan tiada sesuatu yang lebih dia benci melainkan perbuatan zina berkat doanya Rasulullah Saw. Jadi jauhilah perbuatan zina tersebut.

Yang kedua. Sedalam apapun kita jatuh di jurang kenistaan jangan pernah kita lupakan bahwa kita ini punya tuhan, kita ini punya Allah Swt tidak usah ngadu sama manusia ambil air wudhu sholat sunnah dua rakaat taubat nangis sungguh-sungguh bertekad kuat berjanji tidak akan mengulangi lagi Allah Swt akan terima taubat kita. Tidak usah bicara kepada siapapun manusia cukup  kita mengemis  taubat Ya Allah saya tidak akan mengulangi perbuatan kotor itu

Perbuatan yang busuk dan jalan yang salah. Mudah-mudahan Allah Swt jaga kita semua, Allah Swt jaga negeri kita dari segala hal-hal yang tidak di ridhoi oleh Allah Swt. Allah Swt jaga keluarga kita dan anak istri dan keluarga kita semuanya orang-orang yang kita cintai di lindungi dan di jaga oleh Allah Swt dan kita semua kita meyakini kita bukan orang suci tidak saya tidak anda tapi kita semua punya tuhan maka mintalah kepadanya agar Allah Swt ampuni dosa-dosa kita dan di beri pelita lampu cahaya yang menempel dalam hati kita satu persatu sehingga kita selalu ingat kepada Allah Swt dan takut melakukan segala dosa-dosa.

Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Allah Laailaahaillallah Laailaahaillallah Laailaahaillallah

Wassalamu’alaikum Warahamatullahi Wabarakatuh.