Jaltsatul istnain Majelis Rasulullah

7 September 2020

Al-Habib Ja’far bin Muhammad Bagir Al-Atthos

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kita ucapkan selamat datang kepada guru kita Kh. Salman yahya dan kita ucapkan selamat datang juga kepada ananda Al-Habib Muhammad bin Munzir Al-Musawa dan juga kita ucapkan selamat datang kepada adinda Al-Habib Hasan bin Munzir Al-Musawa, kita doakan mudah-mudahan Allah Swt panjang umur beliau, di sehatkan badan beliau, di berikan keberkahan oleh Allah Swt dunia dan akhirat, di jadikan pejuang-pejuang nya Rasulullah Saw meneruskan langkah dari pada kedua orang tuanya.

Sebelum kita memulai dari pada pembacaan kita Ghoyah Wattaqrib sebagaimana biasa kita baca dari pada doa Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad di dalam pembukaan majelis

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Alhamdulillah di malam hari ini kita kembali dalam kajian kita di dalam kitab Ghoyah Wattaqrib di dalam pembahasan tentang sholat. Yang perlu sekali di masa-masa seperti ini kita selalu mendekatkan diri kita dengan Allah Swt dengan media sholat.

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اسۡتَعِيۡنُوۡا بِالصَّبۡرِ وَالصَّلٰوةِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيۡنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.

Saat-saat yang bisa nya kita setiap tahun dalam even tahunan kita yang tidak pernah di tinggalkan oleh guru mulia kita. Tapi mudah-mudahan dan kalaupun kemungkinannya tidak di hadiri oleh beliau pada tahun ini Allah Swt membuka ruang hati kita yang lebih luas, sanubari kita yang lebih luas untuk bisa tetap menatap beliau dengan hati kita dan sanubari kita dalam kebersamaan kita selalu di dalam kehidupan kita dan menjaga kita selalu. Mungkin kesalahan dari dewan guru, mungkin dari kesalahan kita semuanya. Ujian demi ujian kita hadapi dan mudah-mudahan Allah Swt tidak menjadikan ini ujian untuk kita. Mudah-mudahan Allah Swt berikan kesehatan yang sempurna pada guru mulia kita, di sehatkan badan beliau, di panjangkan umur beliau, di jaga selalu dari segala fitnah –fitnah zaman oleh Allah Swt dan segala bahaya dunia dan akhirat

Kita hanya bisa memohon dengan Allah Swt agar kita selalu tersambung dengan guru-guru kita. Baik Habibana Munzir dan sekarang Alhamdulillah kedua pejuang nya sudah hadir bersama-sama kita Al-Habib Muhammad dan Habib Hasan dan mudah-mudahan terus bisa berjuang tapak tilas dari pada kedua orang tuanya menjalani semua dari pada amanat-amanat yang agung dan luhur yang Allah Swt berikan ke dalam diri keduanya untuk terjun terus di dalam memperjuangkan panji-panji Rasulullah Saw meyebarkan dari pada dakwah nya Rasulullah Saw, sunnah nya Rasulullah Saw, ajaran nya Rasulullah Saw. Mudah-mudahan Allah Swt angkat semua bala dan musibah untuk kita semuanya ummat islam dimana pun berada. Semua dari pada penyakit-penyakit zohir dan batin kita.  yang lebih menegerihkan lagi  penyakit batin kita. Kalau virus hanya mematikan badan kita dan puncak nya adalah kita mati. Tapi kalau mati hati kita, mati sanubari kita, mati ruhani kita ini yang luar biasa bahaya nya. Tidak hanya siksaan di dunia tapi kita akan dapati siksaan di alam kubur, di akhirat, di hisab dan di hari kiamat. Tapi mudah-mudahan berkat nya Rasulullah Saw semua yang hadir bahkan yang kita hadirkan di dalam hati kita dari keluarga kita family kita, kerabat kita, tetangga kita, seluruh ummat baginda Rasulullah Saw Allah Swt selamatkan di dunia dan akhirat, Allah Swt jaga di dunia dan akhirat nya, Allah Swt pandang dengan selalu pandangan kasih sayangnya di dunia dan di akhiratnya

Kita selalu minta dengan Allah Swt dengan selalu mengiringi kehidupan kita dengan doa dan bersyukur dengan Allah Swt, sabar dengan segala ujian dari Allah Swt dan kita dekatkan diri kita dengan perintah Allah Swt, anjuran Allah Swt . yang kita pada malam hari ini di dalam pembahasan tentang rukun-rukun sholat.

Pembahasan tentang rukun-rukun sholat sudah kita bahas dari Risalatul Jami’ah dan Safinatunnajah kemudian dari Muktashor Latief dan semuanya sudah kita bahas dan kita jabarkan satu persatu dan dari rukun-rukun tersebut kita akan mengulangi nya lagi di dalam yang berkaitan tentang sholat di dalam pekerjaan nya ada 3 yang berkaitan dengan rukun sholat kemudian mahiyatussholah kemudian ‘ab’adushholah.

Kalau rukun kita tau dan jamak dari kata rukun adalah secara bahasa bagian dari yang paling kuat dari sesuatu. Kemarin saya katakan di sini dimasukan ada 18 tapi yang mu’tamad di dalam pendapatnya ulama Imam Syafii ada 13 dan 4 di tambahkan dengan Tuma’ninah di setiap rukun Fi’li nya. Kemudian di tambahkan dengan niat khuruj di dalam Abi Suja’ di dalam matan Ghoyah Wattaqrib. Ada yang mengatakan 14 di hilangkan dari pada tuma’ninah nya di masukan dengan niat khuruj.

Ada yang menambahkan 15 dengan menghapuskan tuma’ninahnya memasukan niat khuruj dan tartib. Ada yang mengatakan 17. 13 yang intinya dan 4 dengan tuma’ninahnya. Ada yang mengatakan 18 dengan memasukan niat khuruj. Ada yang mengatakan 19 dengan menambahkan khusyuk sebagai rukun sholat. Ada yang menambahkan 19 yang memasukannya dengan membarengkan niat dengan takbir. Itu semuanya dari pada pendapat-pendapat ulama Imam Syafii tentang rukun-rukun sholat.

Intinya yang 13 sudah di sepakati dan itu yang paling Mu’tamad. Sekarang yang kita bahas ada 18 dan perinsip nya ada 13. Rukun qouliy, Fi’li, Qolbiy dan maknawi. Kalau di globalin menjadi 4 bagian.

  1. Rukun qolbiyah yaitu niat
  2. Rukun qouliyahh yaitu dari mulai takbiratul ihram, membaca Fatihah, Tasyahud kemudian sholawat kepada Nabi dan salam.
  3. Rukun fi’liyah yaitu rukun yang merupakan gerakan dari mulai berdiri kemudian rukuk kemudian ‘itidal, kemudian sujud, kemudian duduk di antara 2 sujud, kemudian duduk di dalam Tasyahud akhir

 

Semua jumlah nya ada baru 12 di tambahi dengan tartib menjadi 13. Tidak boleh kita longkap satu dengan yang lainnya. Atau aturannya di rubah satu dengan yang lainnya. Itu 13 yang di sepakati oleh ulama Imam Syafii. Adapun ada yang bilang 14 ada yang bilang 15 ada yang bilang 17 ada yang bilang 18 hanya penambahan-penambahan dari ulama Imam Syafii yang memasukan nya sebagai rukun. Tapi yang mu’tamad adalah 13.

Tentu semuanya dengan hadist-hadist Rasulullah Saw semua nya di ambil dari Hadist Rasulullah Saw riwayat Aisyah di dalam riwayat Shohih Bukhori dan Muslim tentang seorang yang tidak baik mengerjakan sholat nya di suruh mengulang oleh Rasulullah Saw dan di situ di ambil seluruh rukun-rukun sholat karena hanya di sebutkan yang wajib-wajib saja oleh Rasulullah Saw di dalam hadist tersebut dan semuanya di jabarkan oleh para ulama dari hadist-hadist. Tidak mungkin para ulama mengambil sembarangan.

Kita punya pedoman di dalam Bulughul Marom bagi yang ingin mengambil dalil-dalilnya bisa kit abaca kitab-kitabnya dari pada ulama-ulama yang bermazhab Syafii dan banyak sekali. Saya tidak mungkin mengutarakan semua hadist-hadist nya di dalam waktu yang singkat dan memang bukan pada bab nya dan kita bukan membahas hadist dan kita membahas dari fiqihnya. Karena banyak orang yang komentar yang ingin dalil-dalilnya. Kalau masalah dalil kita tinggal buka kitab hadist dan kitab-kitab fiqih mazhab Syafii yang penuh dengan dalil-dalil dari ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist-hadist nya Rasulullah Saw.

Seperti kitab Bulughul Marom dan Syarah nya banyak lagi dari pada hadist-hadist dan ayat-ayat yang di sampaikan oleh para ulama yang bermazhab Syafii di dalam pengambilan rukun-rukun, syarat-syarat, sunnah-sunnah kemudian bagian Aba’ad sholah itu semua nya di uraikan oleh para ulama di dalam kitab-kitabnya.

Di sini di katakan rukun sholat ada 18.

Niat

Penjelasan tentang niat: niat terbagi ada 3 macam:

  • niat sembahyang fardhu yaitu wajib di iringi dengan 3 perkara:

 

  1. kata usholli
  2. sholat nya harus di tentukan.sholat zuhur, asar, magrib, isya atau subuh. Kalau kita tidak menyebutkan nya tidak sah
  3. kata fardhu nya harus di sebutkan. Karena itu di ambil di dalam hadist nya Rasulullah Saw di setiap sholatnya Rasulullah Saw mengatakan usholli fardhu di setiap sholat wajibnya. Jadi kata Fardhu nya tidak boleh di hilangkan di dalam sholat-sholat fardhu. Itu kalau kita sholat sendiri. Kalau kita sholat berjamaah harus ada kata makmuman.

Berdiri jika mampu

Penjelasannya: kalau dia tidak mampu boleh dia duduk, tetapi syarat ketidak mampuannya berbeda antara Ibnu Hajar dan Imam Romli. Kalau Ibnu Hajar mengatakan sama seperti sebab-sebab tayamum. Contoh nya kalau dia berdiri bertambah penyakit nya , bertambah luka penyakitnya. Kalau Imam Romli kalau dia berdiri tidak bisa khusyuk lantaran menahan sakit boleh duduk. Tapi kalau masih bisa beridiri tidak boleh duduk di dalam sholat fardhu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh