Sejuta Pemuda Putihkan Jakarta
Bersama Guru Mulia

{mosimage}Dua perhelatan spektakuler digelar secara marathon oleh Majelis Shalawat dan Dzikir pemuda terbesar di Jakarta yaitu Majelis Rasulullah SAW. Sebuah Majelis yang sangat aktif membina para pemuda untuk selalu mengedepankan kedamaian dan keluhuran dalam setiap aktifitasnya. Dan sudah seringkali membuat acara-acara Dzikir dan Shalawat Akbar bukan hanya di seantero wilayah Jabodetabek bahkan hingga jauh ke pelosok kota luar Jabodetabek.

Perhelatan pertama bertepatan dengan malam pergantian tahun masehi, acara digelar di Pintu Utama Gelora Bung Karno. Acara kali ini sangat istimewa karena di hadiri langsung oleh Al Allamah Al Musnid Al Habib Umar Bin Hafidz, tokoh ulama pendidik dari Kota Tarim, Hadramaut, Yaman. yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat muslim Indonesia dan Dunia. sebagai ulama pembawa kedamaian dan kelembutan, Jamaah yang sebagian besar adalah pemuda terlihat sangat antusias menyambut kehadiran Beliau sebagai tokoh panutan yang selalu dirindu kehadirannya. Acara dimulai dengan pembacaan Syair Maulid Adhiya Ullami karya Al Habib Umar Bin Hafidz, kemudian dilanjutkan dengan pengantar tentang apa dan siapa Al Habib Umar Bin Hafidz yang disampaikan oleh Habib Munzir bin Fuad Al Musawa. Setelah itu barulah acara inti berupa Tausyiah dari Al Habib Umar Bin Hafidz. Dalam tausyiahnya, Habib Umar Bin Hafidz mengajak seluruh jamaah untuk merenungi kembali sebab-sebab apa yang mendatangkan musibah dan bencana yang terjadi di seluruh dunia, yaitu semakin menjauhnya kaum muslimin dari tuntunan dasar yang disarikan dari Al Quran dan Hadist yg selalu mesti didasari kelembutan dan kasih sayang. Jamaah menyimak satu-persatu nasihat Habib Umar Bin Hafidz yang diterjemahkan oleh dua muridnya di Indonesia yaitu Habib Munzir Bin Fuad Al Musawa dan Habib Jindan Bin Naufal Jindan.

Acara kemudian diakhiri dengan Dzikir bersama yang dipimpin Al Habib Umar bin Hafidz, terasa betul suasana khidmat jamaah menyimak dan mengikuti Dzikir-dzikir itu. Wilayah Gelora bung Karno yang biasanya pada malam pergantian tahun diramaikan oleh pemuda yang berhura-hura dengan terompet dan kembang apinya, malam itu berubah putih karena ratusan ribu pemuda pemudi pemuda berbondong-bondong penuh semangat menghadiri acara yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan tersebut.

Pada beberapa malam berikutnya, tepatnya hari senin malam tanggal 4 januari 2010, kembali sebuah perhelatan akbar digelar, kali ini mengambil tempat di Lapangan Monumen nasional (MONAS), tepat di jantung Kota Jakarta. Kurang Lebih satu juta pemuda pemudi kembali berbondong datang bergelombang dari seluruh penjuru Jabodetabek bahkan banyak pemuda yang sengaja datang dari wilayah-wilayah di Pulau Jawa dan Luar Jawa.

Selain dihadiri Al Habib Umar Bin Hafidz beserta rombongan, terlihat juga hadir beberapa pejabat pemerintah, seperti Menteri Agama dan beberapa Menteri Kabinet dan Gubernur DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Bapak Fauzi Bowo yang dalam sambutannya mengatakan bahwa Majelis Rasulullah SAW telah menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah Jakarta, karena seringkali sukses menggelar acara yang positif untuk membina para pemuda dan menciptakan suasana damai dan religius di wilayah Jakarta.

Acara Inti diisi dengan Tausyiah Al Habib Umar Bin Hafidz yang mengajak seluruh jamaah untuk kembali dalam keluhuran dan menerapkan tuntunan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, kemudian di Akhir tausiahnya, Habib Umar Bin Hafidz memimpin Dzikir yang menggetarkan hati semua jamaah. Acara ditutup dengan doa bagi kebaikan seluruh bangsa, mendoakan kemakmuran dan dijauhkan dari segala musibah dan bencana, tangis dan gemuruh hadirin menyambut doa sang Imam mulia.

Di penghujung acara, Habib Munzir Al Musawa selaku Pimpinan Majelis Rasulullah SAW menyampaikan amanat berupa undangan dari Al Habib Umar Bin Hafidz untuk kembali menghadiri Acara Akbar yang Akan di gelar bertepatan dengan hari Lahirnya Rasulullah SAW di bulan Februari yang akan datang tepatnya pada 12 rabiul awal (26 februari 2010).

Dua perhelatan akbar telah usai, namun semangat dan nuansa kemuliaannya akan terus terasa dalam kalbu kurang lebih sejuta pemuda yang menghadirinya. (RE)