Jaltsatul istnain Majelis Rasulullah

Senin, 27 Juli 2020

Al-Habib Ahmad Mujtaba bin Syihab

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Yang terhormat segenap para hadirin semoga senantiasa dalam lindungan Allah Swt dan rahmat Allah Swt, senantiasa dalam perhatian Rasulullah Saw, senantiasa dalam peningkatan cinta kepada Allah Swt dan Rasulnya, khususnya guru saya ayahanda yang senantiasa hadir bersama kita dengan ruhnya yaitu Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa semoga Allah Swt senantiasa mengangkat derajat beliau di surga dan semoga Allah Swt menyenangkan beliau dengan majelis ini dan para hadirin di majelis ini dan juga khusunya Al-Habib Husein Al-Habsyi dan khususnya guru saya Al-Habib Muhammad bin Alwi Al-Kaff dan juga rekan dan guru saya Ust.Afif dan segenap para hadirin.

Alhamdulillah senantiasa puja dan puji syukur kita haturkan ke hadirat Allah Swt tuhan semesta alam, tuhan langit dan bumi yang telah mengumpulkan kita di tempat yang mulia di waktu yang mulia bersama orang-orang yang mulia dalam acara yang sangat mulia itu semua adalah Taufiq dari Allah Swt, yang mana Taufiq itu adalah suatu yang sangatlah mahal yang tidaklah Allah Swt berikan melainkan kepada hamba-hamba yang Allah Swt cintai.

Ulama yang di rahmati oleh Allah Swt berkata saking mahal nya taufiq ini padahal taufiq itu adalah asas dari segala ibadah. Jika Allah Swt menciptakan kemampuan bagi seorang hamba untuk taat kepada nya itu adalah taufiq. Tidak mungkin seorang hamba sholat,ataupun puasa,zakat ataupun haji, bersedekah, beritikaf, hadir majelis taklim melainkan kalau Allah Swt memberikan taufiq dahulu kepada nya.

Kita lihat dalam Al-Qur’an Allah Swt sering sekali membahas masalah sholat berapa ayat Allah Swt membahas masalah puasa? Di beberapa ayat Allah Swt membahas masalah zakat dsb. Akan tetapi asas dari semua itu adalah taufiq. Allah Swt tidak membahas taufiq di Al-Qur’an bahkan tidak menyebutkan nama kalimat taufiq itu melainkan sekali.

وَمَا تَوْفِيقِىٓ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Hanya satu kali Allah Swt menyebutkan kalimat taufiq di Al-Qur’an . ulama berkata ini adalah pelajaran untuk kita. Seakan-akan Allah Swt berkata : wahai hamba-hambaku ketahuilah Asas dari pada taufiq dari pada semua taat adalah taufiq akan tetapi aku sendiri pelit untuk menyebutkannya apalagi memberikannya . kalau hanya saja di sebutkan sekali betapa pe;it nya Allah Swt menyebutkan taufiq ini lalu bagaimana gerangan untuk memberikannya maka mintalah dari Allah Swt taufiq. Suatu perkara yang tidak bisa kita hasilkan dengan daya dan upaya kita. Itu semua hanya dari Allah Swt.

Yang kedua adalah pengampunan minta dari Allah Swt dan keridhoan mintalah dari Allah Swt. Kita sekarang berkumpul di tempat yang mulia dalam hidangan Allah Swt, di rumah Allah Swt. Yang  tidaklah seseorang itu di izinkan untuk masuk kerumah seseorang melainkan kalau seandainya sudah di izinkan kalaui tidak berarti maling. Hanya mereka orang-orang yang Allah Swt pilih untuk datang kerumahnya. Tempat-tempat yang mana Nampak bagi penghuni langit bagaikan indahnya penampakan bintang-bintang bagi penghuni ada keberkahan di tempat seperti tempat ini. Allah Swt sudah membahas itu di Al-Qur’an ketika Allah Swt membahas bagaimana Allah memanggIL Nabi Musa di jabal Thur di tempat yang penuh berkah. Ada keberkahan tempat. Jika keberkahan sudah turun dalam suatu tempat walaupun tempat itu kecil, walaupun tempat itu panas tapi nikmat kita duduk di situ. Seakan-akan luas tempat itu kenapa? Karena ada keberkahan di tempat itu. Juga sebaliknya jika Allah Swt cabut keberkahan dari suatu tempat walaupun di hias-hiaskan tempat itu dengan hiasan yang indah dan luas nya luar biasa tapi engkau masuk situ engkau akan merasakan kegundahan tidak ada keberkahan dalam tempat itu

Yang kedua keberkahan dalam waktu. Jika Allah Swt sudah menurunkan keberkahan di waktu walaupun  waktu itu sedikit akan tetapi kelihatan nya panjang , kelihatan nikmat ketika kita melalui di wkatu itu seakan-akan kita tidak mau keluar dari waktu itu. Dan ini juga Allah Swt  sudah membahas nya di Al-Qur’an

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ

sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi.

Berarti ada keberkahan di waktu. Waktu yang singkat jika Allah Swt berkahi maka akan menjadi waktu yang sangat panjang. Sering sekali kita mendengarkan cerita dari pada guru-guru kita.

Dahulu Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi, waktu itu beliau kedatangan tamu yaitu Al-Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Atthos. Ketika itu Al-Habib Abu Bakar bermalam di rumah seseorang yang ada di kota Seiwun dan seketika itu pula Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi singgah juga di rumah seseorang itu mau bermalam dengan guru beliau. Dan kebiasaan para ulama, kebiasaan para wali mereka kalau di sepertiga akhir malam mereka bangun malam, bangun lah Al-Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Atthos dan bangun juga Al-Habib Ali Habsyi untuk berkhidmah kepada beliau. Al-Habib Abu Bakar menyuruh Al-Habib Ali untuk membuat kopi. Subhanallah memang adat nya salaf kita mereka kalau bangun malam sambil minum kopi. Kalau kita membaca di sejarah Al-Habib Abdullah Al-Haddad sebelum beliau beribadah bangun malam beliau membuat kopi terdahulu. Makanya di namakan kopi itu minumannya orang-orang sholihin karena membantu mereka untuk bangun malam.

Di daerah Hadromaut untuk menyediakan kopi butuh proses yang lama. Kopi nya masih kopi butiran, perlu di tumbuk, agak lama numbuknya dan semua memakai system manual, di masak airnya dengan kayu bakar.

Mulai lah Al-Habib Ali Al-Habsyi dalam proses menyeduh kopi, menumbuk biji kopi, membakar kayu bakar untuk jadi kompor dan beliau berkata ketika aku menumbuk biji kopi itu aku dengarkan guru ku Al-Habib Abu Bakar beliau mulai membaca surat Al-Fatihah tidak lama kemudian beliau mulai membaca surat Al-Baqoroh dan dengan mode pembacaan yang normal tidak cepat tidak lambat dan aku mendengar tiap-tiap huruf yang beliau baca , beliau membaca surat Al-Baqoroh dan aku masih menumbuk biji kopi, lalu aku bertanya wahai habib ini suatu karomah yang luar biasa engkau bisa menghatamkan Qur’an dalam setengah jam, lalu beliau menjawab bukan wahai Ali, ini namanya bukan karomah dan siapaun bisa seperti ini, ente juga bisa semua orang juga bisa, bagaimana cara nya wahai Habib? Ini lah yang di namakan keberkahan waktu.

Jika Allah Swt memberikan keberkahan waktu ente bisa melakukan perkara yang besar dalam waktu yang singkat dan kunci nya adalah

Waktu itu kita masih belajar di Tarim lalu kita bertanya kepada guru kita Al-Habib Salim Asyyatiri, wahai Habib kita ingin mengeluh, kita sudah tidak punya waktu untuk murojaah, kita minta barokatul waktu, apakah ada zikir apakah ada ijazah biar waktu kita berkah? Beliau tersenyum sambil berkata wahai anakku keberkahan waktu itu tidak bisa pakai zikir-zikiran dan tidak bisa pakai ijazah-ijazahan kunci nya hanya satu yaitu Istiqomah. Engkau tartibkan pekerjaanmu dalam waktu tertentu kemudian engkau istiqomah jangan kau putuskan kerjaan itu maka niscahya akan timbul waktu yang barokah di situ.itulah keberkahan dalam waktu.

Seperti zaman yang kita alami sekarang ini yaitu zaman yang penuh berkah . 10 hari pertama di bulan Zulhijjah. Allah Swt bersumpah dengan zaman sekarang yang seperti ini dan memang Allah Swt tidak mau bersumpah melainkan dengan perkara yang sangat agung

وَالۡفَجۡرِۙوَلَيَالٍ عَشۡرٍۙ

 Demi fajar,  demi malam yang sepuluh

Ulama berkata yang di maksud malam yang sepuluh adalah malam awal 10 zulhijjah dan yang sekarang kita di malam yang ke 7.

Nabi saw bersabda di dalam hadistnya yang di riwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim : tidaklah ada amal soleh yang mana Allah Swt suka dan Allah Swt cinta untuk merimanya lebih utama dari pada 10 hari di bulan zulhijjah.

Kalau kita lihat amal-amal di bulan lain Masya Allah luar biasa akan tetapi amal di 10 hari bulan zulhijjah ada keutamaan yaitu kecintaan Allah Swt kalau kita mau membandingkan contohnya : bukankah 10 hari di bulan Ramadhan yang terakhir itu luar biasa?itu betul, ramadhan itu luar biasa yang pahala sunnah di jadikan wajib yang wajib di lipatk gandakan menjadi 70 , apalagi di 10 terakhir bulan ramadhan, betul dan ramadhan menang dengan perkara lipat ganda tapi 10 hari pertama di bulan zulhijjah menang bukan karena lipat ganda karena suatu yang agung yaitu karena cinta Allah Swt dan kalau Allah Swt sudah cinta amal itu balasan nya sudah lebih dari apa yang Allah Swt berikan di bulan Ramadhan.

Apalagi malam arofah yang mana Allah Swt mau kenal kembali kepada hambanya. Para sahabat Al-Imam Abdullah bin Umar ketika beliau membahas keutamaan puasa di 10 hari pertama di bulan zulhijjah lalu beliau membahas keutamaan puasa di tanggal 8 zulhijjah dan di tanggal 9 zulhijjah beliau berkata kami menganggap bahwasannya puasa di hari 9 pertama di bulan zulhijjah itu satu hari nya sama dengan 1000hari kata beliau. Adapun hari arofah maka kami menganggap satu hari nya bagaikan 10000 hari. Hadist yang seperti ini di nobatkan oleh ulama menjadi hadist yang hukum nya marfu’. Termasuk juga sabda Nabi Saw. Jangan lupa juga untuk berpuasa di tanggal 8 hari tarwiyah terutama di hari arofah di tanggal 9.

Perkara yang ke 3 adalah keberkahan di dalam individu. Jika individu ada zat yang mempunyai keberkahan luar biasa dan ini sudah Allah Swt bahas di dalam Al-Qur’an ketika Allah Swt menceritakan Nabi Isa ketika di lahirkan dan ia berkata

وَجَعَلَنِى مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَٰنِى بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

oleh karena itu jangan heran kalau seandainya di antara nya mukjizat Nabi Isa bisa menyembuhkan orang sakit, bisa menghidupkan orang mati, kenapa? Karena memang zat ini zat yang penuh dengan barokah. Zat yang di situ ada symbol cinta dari Allah Swt. Kalau seorang hamba sudah di cintai oleh Allah Swt apa yang dia mau Allah Swt akan kabulkan.

         Dalam hadist qudsi Allah Swt berfirman jika aku mencintai hambaku aku akan memberinya apa yang dia mau seakan-akan kalau dia memukul denganku, seandainya dia berjalan dia berjalan denganku, seandainya dia melihat dia melihat dengan kekuasaanku, seandainya dia mendengar dia mendengar dengan kekuasaanku, itulah mereka pada auliya Allah Swt. Mendengar dengan kekuasaan Allah Swt, melihat dengan kekuasaan Allah Swt, tangan nya dengan kekuasaan Allah Swt, ini adalah hadist yang shohih. Di acara ini kita bersama tadi membaca Al-Qur’an, tahlil dan membaca maulid Saw, bersama kita bersholawat kepada Nabi Saw dan juga biasanya antum mendengari mutiara-mutiara ilmu yang di untaikan oleh guru-guru kita yang sebenarnya malam ini guru saya Al-Habib Jakfar bin Muhammad Al-Bagir Al-Atthos, sebenernya beliau yang mengisi di tempat ini akan tetapi beliau uzur.

Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir menyebutkan keutamaan majelis majelis seperti ini beliau berkata: majelis taklim yang seperti ini tidak ada duanya, di sini bagaimana cari kita menghidupkan hati kita, memakmurkan hati sanubari kita, memakmurkan ruh kita dengan majelis seperti inilah lebih hebat dari pada ibadah-ibadah yang lain. Majelis seperti ini bisa menghidupkan hati yang sudah mati, bisa menghidupkan ruh-ruh yang sudah gelap hanya dengan duduk, ngumpul dengan kaum sholihin, mendengar perkataan kaum solihin, melihat wajah-wajah mereka, menatap wajah-wajah mereka. Aktsar nya luar biasa lebih baik dari pada sholat sunnah 1000 rakaat atau engkau hatam qur’an beberapa kali sekali engkau memandang dengan padangan keagungan, pandangan yang penuh rahmat kepada seorang wali, kepada orang solihin maka niscahya itu padangan lebih hebat bekasnya, lebih hebat pengaruhnya dari pada ibadah-ibadah yang biasa. Janganlah kita lewatkan majelis seperti ini. Cari di kampung kita ada majelis. Kalau tidak bisa hadir dengan jasad bisa dengan streaming walaupun alam zohir lebih utama insya Allah baik.

Kalau kita tidak bisa semuanya paling tidak kita mengambil sebagiannya. Di majelis seperti ini di butirkan di sini bibit-bibt mahabbah kepada Allah Swt. Bibit cinta kepada Rasulullah Saw yang mana kalau seandainya kita memahami qosidah yang di lantunkan tadi. Berapa kali kita hadir di majelis ini, berapa kali kita mendengar qosidah yang indah nandanya akan tetapi alangkah indah nya bila engkau tau artinya bila engkau tau makna yang luhur dari pada qosidah-qosidah tadi mungkin engkau bisa mati atau bisa pngsan paling tidak bisa nangis. Makna yang tinggi yang luhur yang di lantunkan qosidah yang kita dengar tadi hanya saja kita masih terhijab tertutup untuk memahaminya kalimat yang kita dengar sungguh luar biasa. Di butirkan lah di sini mahabbah kepada Allah Swt.

Kalau kita bertanya kepada diri kita di sini ada yang umur nya sudah belasan tahun, di sini ada yang umur nya puluhan tahun, saya bertanya kepada diri saya pribadi dan kepada antum semua, seberapa lama kita hidup di dunia ini pernah engkau duduk sekali dengan Allah Swt, pernah kah engkau pacaran dengan Allah Swt, pernah gak engkau berduaan dengan Allah Swt di dalam suasana malam yang gelap sepi sunyi engkau tinggalkan kasurmu kau sangat ngatuk sangat capek tapi demi kekasihmu engkau tinggalkan semua itu engkau bangun engkau mencari tempat yang sunyi yang sepi engkau bentang sajadahmu engkau berwudhu engkau sholat dan ketika di sujud engkau teteskan air matamu engkau ingat berapa banyak engaku mempunyai dosa engkau ingat betapa jauh nya engkau dengan Allah Swt. Sudah berapa tahun ia rindu denganmu tapi engkau terus menjauh. Pernah kah satu malam engkau korbankan untuknya? Pernah kah engkau tinggalkan keinginanmu deminya, sudah berapa tahun dia tidak seperti itu. Alangkah rugi nya orang kalau seandainya dia meninggalkan dunia ini dan dia tidak pernah berpacaran dengan Allah Swt, akan celaka dunia barzakh dan akhiratnya. Sungguh beruntung mereka yang senantiasa berpacaran dengan Allah Swt, sungguh beruntung mereka yang setiap malam berduaan dengan Allah Swt di tempat yang tidak ada di situ orang melihatnya, tidak ada yang tau kecuali engkau dan dia yaitu Allah Swr

Allah swt berfirman di dalam hadist qudsinya: sungguh berdusta mereka yang mereka mengaku-aku mencintai aku akan tetapi ketika datang nya malam mereka tinggalkan aku. Bukan kah sang pencinta mau berduaan dengan orang yang ia cintai.

Engkau mengaku cinta kepada nya tapi kapan engkau berduaan dengannya?ia selalu menunggumu tapi kita menjauh dan menjauh. Walaupun kita sholat terkadang khusyuk, terkadang menghayal akan tetapi pernah atau tidak engkau berudaan di tempat yang tidak di lihat orang di waktu yang penuh berkah sebelum fajar di waktu yang sepi sunyi. Sungguh rindu nya Allah Swt kepadamu.

Al-imam Ibnul Farid mengungkap kan bagaimana Allah Swt cinta kepada hamba-hamba nya lalu bagaimana perihal mereka para hamba-hamba Allah Swt yang mempunyai rasa cinta yang luar biasa kepadanya. Mereka hamba-hamba Allah Swt yang tersiksa dengan cinta nya kepada

Beberapa hari yang lalu kita mendengar Al-Habib Umar di dalam rouhahnya: api yang membara di hati para pencinta kepada Allah Swt lebih panas dari pada api-api dunia ini bahkan panas nya itu lebih panas dari pada api jahannam di neraka nanti. Oleh karena itu di katakan jika Allah Swt  mau mengazab api neraka, padahal api neraka itu tempat untuk mengazab orang, tapi bagaimana jika Allah Swt mau mengazab api neraka maka Allah Swt akan datangkan seorang hamba mukmin yang hatinya membara cinta kepadanya.

Berkata Al-Imam Ibnu Athoillah Assakandary bagaimana beliau mengungkapkan cinta nya kepada Allah Swt beliau berkata; maha suci engkau wahai Allah Swt setiap-tiap orang jika dia takut dengan sesuatu maka ia akan kabur darinya, berlari dari nya

Ente takut harimau datang harimau ente akan kabur tapi subhallah kecuali engkau Ya Allah Swt barang siapa yang takut kepadamu maka dia akan lari kepadamu. Karena dia tau tidak akan ada yang bisa menyelamatkannya kecuali engkau Ya Allah.

Dengan ini ketika engkau menyebut nama Allah Swt dalam majelis, ketika engkau menyebut nama Allah Swt dalam kesendirianmu, ketika engkau menyebut nama Allah Swt dalam malam mu dan dalam keseharianmu, ketika engkau menyebut nama Allah Swt dalam perjalananmu, sebutlah Allah…Allah…Allah engkau akan merasakan nikmat yang luar biasa dan engkau akan sadar betapa rindunya ia kepadamu baru akan di bukakan pintu yang luar biasa yaitu pintu mahabbah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.