حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ

Hadirin hadirat wa bil khusus para guru guru kita yang mulia, yang tidak kami sebutkan satu persatu, namun tidak mengurangi rasa takdhim dan hormat kami kepada beliau beliau semua nya. Semua yang hadir laki, perempuan, tua, muda, anak anak, bahkan yang kita hadirkan, bahkan yang terlintas dalam benak pikiran kita, dari kerabat kita, family kita, tetangga kita, umat nabi besar Muhammad saw, di Indonesia, di luar Indonesia, dimanapun berada, mudah mudahan dengan gemuruh rahmat yang turun, maghfirah yang turun, hidayah yang turun, taufik yang turun, dengan masyhad kita dengan Allah SWT, dengan keinginan kita dengan Allah swt. Dengan curahan yang begitu besar yang di turunkan oleh Allah swt. Allah swt turunkan semua pintu pintu taufik, pintu hidyah, pintu taubah, pintu pintu rahmat terbentang luas untuk umat Nabi besar Muhammad saw. Di bulan kelahiran Nabi, di bulan kedatangan Nabi, di bulan suci nya Nabi SAW. di bulan yang tidak ada yang lebih sempurna dari pada bulan nya Nabi besar Muhammad saw, untuk umat nya Nabi besar Muhammad saw,

Kita semua umat Nabi besar Muhammad saw, di khususkan menjadi umat Nabi Muhammad saw, di istimewakan dengan Nabi Muhammad saw, duduk di majelis Nabi Muhammad saw, duduk bersama orang orang yang mencintai Nabi Muhammad saw, duduk dengan orang orang yang ingin dekat dengan Nabi Muhammad saw, duduk dengan orang yang rindu dengan Nabi Muhammad saw, ini keinginan yang besar, ini permintan yang istimewa, yang patut benar benar kita jaga, hati kita, sanubari kita, ruhani kita, jasadiyah kita, karena kita minta yang agung, kebersamaaan dengan Nabi Muhammad saw, di dunia, di barzakh, di hari kiamat, di surga Allah ta’ala, firdasil a’la.

Bukankah semua ini permintaan yang agung, permintaan yang mulia, permintaan yang sangat hebat, dengan apa kita bisa mendapatkannya?dengan apa yang bisa kita berikan kepada Rasulullah saw, kalau kita memandang dalam diri kita, apa yang bisa kita berikan, apa yang bisa kita banggain dihadapan Rasulullah saw. Tapi dengan perkumpulan, dengan persatuan hati, dengan menyatunya jiwa, dengan satu nya sanubari, dengan permintaan setiap orang orang yang sholeh, setiap orang orang yang dekat dengan Allah swt, karena diantara kita orang orang yang sholeh, diantara kita orang orang yang dekat dengan Allah swt, yang kita tidak tahu, mungkin yang dibelakang lebih daripada yang di depan, kita tidak tahu mana rahasia rahasia Allah swt.

Maka dari tadi kita dengar, Ya Allah kalau belum ada taufik dalam diri kita, yang terutama diri kita, belum ada taufik dalam anak istri kita, keluarga kita, belum
ada taufik dalam family kerabat kerabat kita, Ya ALLAH, buka semua pintu pintu taufik Ya Allah, berkat Rasulullah saw, karena kami tidak mampu Ya Allah, kami hanya manusia manusia lemah Ya Allah, tapi kamu tahu Ya Allah siapa pemimpin kami di hadapan MU. Kami kenal Nabi Muhammad saw yang mempunyai kedudukan besar di hadirat MU, dengan beliau Ya ALLAH, dengan para kekasih kekasih beliau Ya Allah, yang berkumpul dengan kami Ya Allah, yang tidak bisa kami pandang atau mata kami belum dibuka oleh mu Ya Allah untuk melihat para kekaih kekasih MU yang hadir, bahkan para malaikat malaikat yang hadir, yang turun bersama kita, membentangkan daripada sayap sayap mereka, ridha dengan apa yang kita lakukan.
Saya yakin, karena kita dituntut untuk yakin dengan Allah SWT,….. wa antum uqiimuna bil ijabah “Mintalah kepada Allah, kalian yakin Allah akan mengabulkan”. Yakinlah kita dengan Allah, Allahu rabbi wa rabbukum, Allah yang mngetahui semua tentang kita, Allah yang menciptakan semua yang ada dalam diri kita, dari sel sel yang ada, dari saraf saraf yang ada, dari bentuk bentuk yang ada, semua yang ada dalam diri kita, Allah yang menciptakan langit dan bumi, Allah yang menciptakan segala nya yang ada, Allah yang nur Nabi Muhammad saw, dengan Nur Nabi Muhammad saw tercipta semua alam semesta, terlahir semua kecintaan, terlahir semua keridhaan, terlahir semua keagungan, terlahir semua kemuliaan dunia dan akherat. Langit dan bumi akan mulia dengan nur nya Nabi besar Muhammad saw. Apakah kita yang mencintai Nabi Muhammad saw tidak akan dimuliakan oleh Allah ?

Ya Allah berkat Rasulullah saw, dengan sholawat yang diiring oleh guru mulia kita, ad da’i ilallah al qutb rabaniyah sayyidil habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh, mempunyai keinginan yang keras agar pertolongan segera turun
untuk umat Nabi Muhammad saw.

وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا

. pasti janji Allah akan diturunkan pertolongan, minta dengan Allah, bantu dengan lisan kita, bantu dengan hati kita, bantu dengan sanubari kita, minta dengan Allah, UNSHURNA YA RABB, tolong kami Ya Allah……..

وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ

Kalau kita lihat yang di ceritakan dalam perang hunain, turun nya para malaikat Allah, turun nya semua pertolongan Allah, Allah menegur nabi Muhammad saw, “Semua bantuan yang KU kirimkan, bahkan malaikat yang Kuturunkan, bukan itu yang Aku maksud dengan pertolongan itu, pertolongan yang hakikatnya bukan dari malaikat, pertolongan bukan yang kuturunkan dari langit semua bala tentara KU,

وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّ.وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ

. pertolongan hanya dari sisi Allah swt,

Kalau kita mengeluh dengan keadaan diri kita, keadaan tetangga kita, keadaan orang deket kita, minta pertolongan dengan Allah, tidak ada yang sulit bagi Allah swt, kita sudah di istimewakan dzikir, kumpul di dalam sholat berjamaah, berdzikir, membaca sholawat, membaca sirrah Nabi, taklim, mempelajari hukum hukum Allah swt, tidak bisa dibayar tadi dengan apapun, yang mesti nya tidak berhak kita terima, tapi Allah memberian hak itu kepada kita, memberikan pemberian itu kepada kita walaupun kita tidak pantes mendapatinya, tapi Allah memantaskan kita untuk mendapatkan nya pemberian Nya. Inilah curahan yang begitu besar dari pemberian dari Allah yang patut kita syukuri.

La ila ha illallah Sayyidina ja’far shodiq beliau datangi oleh teman teman nya,“Orang orang sudah membicarakan engkau, ingin memusuhimu,
ingin menjatukan mu”, beliau hanya membaca “La ila ha illallah”. “Apa yang kau bilang? apa yang kau ucapkan wahai imam?”, beliau menjawab “Ya aku dengar dari datuk ku, Rasulullah SAW …. ‘LAA ILAAHA ILLALLAHU benteng-Ku dan barang siapa masuk ke dalam benteng-Ku dia akan aman dari siksa Allah’ “. Bukan hanya siksa di akherat saja, siksaan di dunia, siksaan yang datang dari semua nya, dari mahkluk Allah, yang berupa manusia, yang berupa syaitan, yang berupa jin, yang memusuhinya, aku telah minta bantuan dengan benteng Allah.
Mudah mudahan kita minta sekarang, buka hati kita dengan Allah, buka fikiran kita yang baik dengan Allah, Allah bersama pikiran pikiran kita yang baik, Allah bersama dengan prasangka kita yang baik,

Ya allah turunkan hujan rahmah
Ya allah turunkn hujan maghfirah
Ya allah turunkn hujan hidayah
Ya allah turunkn hujan taufik

Untuk Nabi Mu Muhammad, untuk umat Nabi Mu Muhammad, untuk kekasih kekasih Mu Muhammad, untuk keluarga kami ya Allah, untuk sanak family kami Ya Allah, untuk tetangga tetangga kami Ya allah, untuk umat Nabi besar Muhammad yang hidup di masa kami ya Allah, dan generasi generasi berikutnya sampai hari kiamat Ya Allah, umat Nabi besar Muhammad Ya Allah, siapa untuk mereka kecuali engkau Ya Allah, siapa untuk mereka kecuali engkau Ya Allah

Ya allah, Ya allah, Ya allah, Ya allah, …………………..

Dosa dosa kami Ya Allah, aurat kami Ya Allah, kesalahan kami Ya Allah, yang lalu dan yang akan datang Ya Allah, bersihkan Ya Allah, berikan kami jalan untukmu Ya Allah, berikan kenikmatan orang orang yang dekat dengan Mu Ya Allah, Ya Allah kirimkan semua umat Nabi kesenangan dunia dan akherat, kebahagiaan dunia dan akherat, kirimkan La ila ha illallah kesetiap sanubari yang telah engkau tuliskan mereka Ya Allah untuk mendapatkan La ila ha illallah. Jadikan kami ahli La ila ha illallah,…..

La ilaha illallahul-‘azhimul-halim.
La ilaha illalahu rabbul-‘arsyil-‘azhim.
La ilaha illallahu rabbus-samawati wa rabbul-ardhi rabbul-‘arsyil-karim

Jalsatul Itsnain Majelis Rasulullah

Masjid Raya Almunawar Pancoran, Senin 29 desember 2014

~ Al Habib Ja’far Al Athas ~