Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw

Senin, 1 April 2017

-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi-

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Yang kita hormati dan kita cintai guru-guru kita Al-Habib Ja’far bin Muhammad Bagir Al-Atthos kita doakan semoga panjang umur dan di murahkan rezkinya, kemudian juga Habibanal Mahbub Al-Habib Muhammad Al-Bagir bin Alwi bin Yahya kita doakan mudah-mudahan panjang umur sehat wal afiyat, juga kepada Habib Ahmad Al-Idrus hadirin-hadirat para guru Ust. Abdussalam maupun para guru lainnya

Malam ini kita telah sampai pada hadist yang 45  kita baca bersama

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

  1. عن خولة بنت ثامر الأنصارية و هي امرئة حمزة رضي الله عنه وعنها قالت سمعت رسول الله صلى الله عليه و آله وسلم يقول (إنّ رجالا يتخوضون في مال الله بغير حق فلهم النار يوم القيامة) رواه البخاري

Dari Khaulah binti Tsamir AlAnshariyah dan dia adalah istri Hamzah Radiyallahu ‘anhu wa ‘anha berkata Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya ada beberapa orang yang menggunakan harta Allah yakni harta kaum muslimin tanpa dasar kebenaran maka bagi mereka neraka pada hari kiamat.(hadist riwayat Bukhori).

Hadirin- hadirat yang di muliakan oleh Allah,  kita sampai pada hadist yang ke 45. berkata sayyidil Habib Umar di dalam rangkuman kitabnya , semoga Allah merahmatinya , memanjangkan umurnya , meyehatkan badannya, dan kita semua senantiasa mendapatkan barokahnya dunia akhirat.

Salah menggunakan harta di jalan Allah ada 2

  • Ada sebelum dia mendapatkan harta (sabiqon)
  • Ada sesudah dia mendaptkan harta (lahiqon)

baik dalam hasil yang dia tuju atau upah atau gaji atau harta atau duit ketika salah menggunakannya maka dia akan terkena dosa besar dan akan di masukan ke dalam nerakanya Allah.

Salah menggunakan harta Allah secara Sabiqon yaitu contohnya: seseorang mencari uang, mencari upah, mencari gaji, mencari harta, saya ulangi arti يتخوضون bukan menggunakan tapi menyalah gunakan. Dalam segi Sabiqon yaitu orang nyari duit, nyari gaji, nyari upah, nyari hasil, nyari harta, dari jalan yang tanpa dia pedulikan halal atau haram. Itulah menyalah gunakan hartanya Allah secara Sabiqon. Sebelum dapat duit dia cari itu duit tanpa peduli halal atau haram, dengan mencuri, dengan merampok, atau bekerja di tempat yang haram itu termasuk menyalahgunakan harta Allah.

Atau lahiqon yang menyalahgunakan hartanya Allah secara lahiqon. Setelah dia dapat duit, setelah dia dapat gaji, setelah dia dapat upah, setelah dia dapat hasil maksudnya, setelah dia dapat harta, yaitu orang yang telah mendapatkan gaji, upah, duit, harta, tapi tidak pintar memanfaatkan, menggunakan duit yang sudah dia bawa, duit yang sudah dia dapat, di jalan yang benar. Akan tetapi dia sia-siakan duit itu  dengan cara di hambur-hamburkan dalam kemaksiatan. Sudah dapat duit walaupun dari hasil halal tapi di pakai untuk mabuk-mabukan, sudah dapat duit, duitnya di pakai untuk main perempuan. Sudah dapat duit, duitnya di pakai untuk main judi. Sudah dapat duit, duitnya di pakai untuk menipu orang. Ini termasuk menyalah gunakan hartanya Allah.

Dalam hadist ini kita lihat ada kalimat مال الله ( atau hartanya Allah). Maka ulama menggambarkan maksud hartanya Allah. Hartanya Allah ada 2,

  • Yang pertama duit kita, harta kita, gaji kita, upah kita, itu hakikatnya hartanya Allah. Bukan harta kita, sehingga Allah Swt sebut di dalam Al-Qur’an وَآتُوهُمْ مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ dan berikanlah dari sebagian harta dari Allah yang di karuniakan kepadamu untuk mereka). Jadi harta kita itu adalah hartanya Allah. Hakekatnya dari Allah.
  • Duit yang di maksud hartanya Allah yang ke 2 kata ulama yang menjadi maslahat ummat atau masalah umum seperti duit zakat. Atau duit dari hasil sodaqoh, atau dari ghonimah, atau yang sifatnya untuk ke maslahatan umum, itu hartanya Allah. Kalau orang sudah batas limit waktu mengeluarkan zakat dia tidak mengeluarkan berarti dia menyimpan hartanya Allah. Dia bisa menyedekahkan apa yang menjadi kelebihan hartanya dalam maslahat ummat tapi dia tidak sedekahkan hartanya maka dia sudah menyelewengkan hartanya Allah. Ada lagi dia mendapat bagian ghonimah rampasan perang sudah di kumpulkan tidak di salurkan padahal itu hartanya Allah.

Kita gabung sekarang 2 arti hartanya Allah yang ada pada kita, maupun hartanya Allah yang tadi sifatnya dari sedekah, zakat dua-duanya milik Allah yang harus kita kelola secara benar.

Hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah dalam hadist ini kita bisa mengetahui tentang hukum haramnya menyalahgunakan harta. Baik caranya secara Sabiqon (sebelum dapat duit atau ketika mencari ) atau lahiqon ( setelah dapat duit) kita salah menggunakan maka Allah Swt memberikan dengan dosa yang besar. Yaitu Allah ancam pada ujung hadist ini di masukan kedalam nerakanya Allah Swt. Berarti duit yamg kita punya, gaji yang kita dapat sesuatu pekerjaan karenanya kita mendapatkan upah sehingga kita memiliki duit tersebut itu adalah tanggung jawab yang besar.

Jadi orang yang punya duit itu tanggung jawabnya besar. Kalau orang susah, orang fakir, orang miskin tanggung jawabnya kecil. Kenapa? Karena dia tidak akan melakukan sesuatu, untuk makan aja susah. Tapi beda dengan orang yang punya duit, orang yang punya duit yang pertama kalau dia mencari dari jalan yang tidak benar dia sudah dosa. Yang kedua dia punya duit  di pakai duit untuk maksiat dia sudah melangkah atau ketempat yang tidak di ridhoi oleh Allah dia juga dosa. Beda dengan orang fakir, makanya Nabi tidak kuatir dengan orang fakir ( bukan kefakiran yang menjadi ke khawatiran saya  untuk ummatku atau untuk ummat akhir zaman saya tidak takut ummat saya jadi orang miskin, yang saya takut mereka terbuai dengan dunia hartanya berlimpah,duitnya banyak akhirnya saling bertikai, saling rebut , saling bunuh-bunahan, saling berselisih sebagaimana ummat-ummat zaman dahulu, akhirnya mereka di hancurkan  oleh Allah  swt.)

Jadi saudara kalau kita punya uang itu sangat berat, ingat nanti akan di tanya oleh Allah swt. Mungkin kita pernah ingat Hadistnya Rasul (nanti di hari kiamat orang tidak akan di berikan rahmat Allah sebelum selesai 4 pertanyaan. Yang terakhir tentang hartanya dia, tentang duitnya dia, akan di tanya oleh Allah dari  mana dia dapat. Anda  bekerja dimana? Seandainya dia menjawab Ya Allah saya bekerja dengan cara yang halal tidak mencuri, dimana? Di tempat orang minum arak, anda sama melakukannya, duit yang anda  dapat haram.

Begitu juga orang yang dapat dari hasil yang halal di tanya kamu keluarkan kemana itu duit? Dapat duit 100.000,  95.000 kita pakai buat ibadah yang 5000 kita pakai buat maksiat bisa menjadi kita sebab masuk kedalam nerakanya Allah. Itu di tanya oleh Allah, dari mana anda dapat, kemana anda lokasikan, fungsikan untuk apa, semuanya di tanya oleh Allah Swt. Jadi berat orang yang punya duit. Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan duit yang kita punya kita pakai buat sedekah,

Jadi ingat kembali, duit yang kita punya itu hakekatnnya haknya Allah. Boleh kita sebut ini rezeki saya, itu duit anda, boleh kita katakan seperti itu, karena Allah sebut dalam Al-Qur’an

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

Mudah-mudahan rizki kita berlimpah. Dan bisa kita alokasikan ke tempat yang baik, yang menjadi jembatan kita sampai ke sorganya Allah Swt. Saudara terakhir naluri manusia semuanya cinta harta. Cinta sama duit, itulah naluri nafsu kita sehingga Allah sebut

 

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Sampai Allah sebut di dalam al-Qur’an وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ   dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta . Itu betul, naluri manusia, makanya ada sifat zuhud. Mudah-mudahan kita dapat memiliki sifat itu. Sampai kata Nabi ( andai kata 1 orang mempunyai gunung emas dia masih berharap dia masih ingin punya gunung, tidak bakal tenang orang sama duit, sama harta  sampai tanah masuk ke mulut  maksudnya meninggal dunia. Kalau dia tubat Allah terima taubat nya ) shohih bukhori.

Oleh karena itu kembali ke hadist, hati-hati lah kita dengan harta nya Allah baik ketika kita mencarinya atau setelah  mendapatkannya, jangan sampai kita menyalah gunakan harta nya Allah kecuali di jalan yang di ridhoinya. Amin Allahumma amin. Wallahua’lam bisshowab.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.