Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw

6 januari 2020

-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Yang teramat kita hormati dan kita muliakan semua guru-guru kita khusus nya Al-Habib Jakfar bin Muhammad Bagir Al-Atthos kita doakan panjang umur sehat wal afiyah. Guru kita yang senantiasa berkumpul bersama kita Al-Habib Ahmad Al-Idrus juga kehadiran dari pada Al-Habib Syauqi bin Haidar Al-Habsyi, guru kita yang malam ini berhalangan hadir Al-Habib Bagir bin Alwi bin Yahya kita doakan panjang umur sehat wal Afiyah, guru kita Kh.Abdussalam 

         Bapak-bapak ibu-ibu Hadirin dan Hadirat demikian juga Jamaah Majelis Streaming Majelis Rasulullah Saw dimanapun berada mudah-mudahan malam ini Allah Swt senantiasa memberikan Maghfiroh ampunan nya untuk kita semua, ilmu yang kita dengar menjadi ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat.

         Lalu kemudian sampailah kita pada pelajaran kita kelanjutan dari pada kitab Hadist Riyadhussholihin yang saat ini telah sampai pada Hadist yang ke 12 kita baca bersama

عَنِ أَبِي العَبَّاس عَبْدِ الله بنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَ إِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً» متفق عليه

Dari Abu Al-Abbas Abdullah bin Abbas ra, dari Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang beliau meriwayatkan dari Rabb-Nya azza wa jalla bersabda: Dia berfirman  “Allah menulis kebaikan dan kejahatan,” selanjutnya beliau jelaskan: “Siapa yang berniat kebaikan lantas tidak jadi ia amalkan, Allah mencatat satu kebaikan di sisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat lantas ia amalkan, Allah mencatatnya sepuluh kebaikan, bahkan dilipat-gandakan hingga tujuh ratus kali, bahkan lipat-ganda yang tidak terbatas, sebaliknya barangsiapa yang berniat melakukan kejahatan kemudian tidak jadi ia amalkan, Allah menulis satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat kejahatan dan jadi ia lakukan, Allah menulisnya sebagai satu kejahatan saja.” (Muttafaqun ‘Aleih)

          Sampailah kita pada Hadist yang ke 12 dari kelanjutan bab pertama tentang niat dan keikhlasan. Hadist malam ini di bawa oleh sahabat Rasul yang bernama Abdullah bin Abbas. julukannya Abul Abbas karena anak nya Abdullah yang paling besar namanya Abbas. Abdullah bin Abbas adalah salah satu sahabat dan kerabat baginda Nabi kita Muhammad Saw. Sudah beberapa kali kita bahas biografi tentang beliau. Sayyidina Abdulllah bin Abbas ini sepupu nya Rasulullah Saw. Beliau anak nya Abbas dan Abbas saudara nya Abdulllah ( ayah kandung Baginda Rasul Saw) Abdullah bin Abbas adalah sepupu Rasul dan dia lahir 3 tahun sebelum Hijrah Baginda Rasul dari Mekkah ke Madinah. Ketika Rasul dalam masa yang sulit di asingkan oleh orang-orang Mekkah dan Rasul berkumpul bersama keluarganya di satu lembah selama 2 sampai 3 Tahun di situlah lahir Abdullah bin Abbas. Saat itu ketika Sayyidina Abdullah bin Abbas lahir seorang Bayi yang mulia, yang sempurna yang luar biasa ini langsung di bawa ke hadapan baginda Nabi Muhammad Saw. Maka saat itu langsung Sayyidina Abdullah bin Abbas di azankan di telinga kanan dan di Komati di telinga kiri setelah itu di tahnik oleh Baginda Nabi kita Muhammad Saw. Kurang mulia gimana? Yang azanin Rasulullah Saw, yang komatin Rasulullah Saw, yang komatin Rasulullah Saw, yang tahnik bercampur air liur nya Rasul di dalam mulut nya Abdullah bin Abbas setelah itu di doakan oleh Rasul ( ya Allah jadikan Abdullah bin Abbas orang yang sangat mengerti tentang Fiqih serta ilmu Takwil dan Hikmah. Abdullah bin Abbas ini salah satu sahabat Rasul Saw yang di kenali ke ilmuannya dan orang yang sangat mengerti tentang Al-Qur’an. Makanya Sayyidina Umar bin Khottob mengikuti fatwah nya Abdullah bin Abbas walaupun masih anak-anak dan Abdullah bin Abbas waktu Nabi meninggal dunia usia nya masih 13 Tahun. Fatwa nya di dengar oleh Sayyidina Umar karena saking Alim nya Abdullah bin Abbas. Setiap hari rumah nya penuh dengan majelis. Hari ini majelis Fiqih besok majelis lain lagi setiap hari rumahnya penuh dari ruang tamu sampai pada kamar nya setiap hari memberikan ilmu-ilmu kepada setiap orang yang membutuhkan. Sayyidina Abdullah bin Abbas termasuk salah satu dari 7 orang yang meriwayatkan Hadist nya Rasul lebih dari 1000. Beliau meriwayatkan hadist 1660 Hadist nya Rasul Saw dan pada usia ke 71 beliau meninggal dunia di kota Thaif dan saat itu pada tahun 68 hijriah. Di sholatkan jenazah nya oleh Imam Muhammad Ibnul Hanfiah( anak dari pada Sayyidina Hasan) lalu setelah di mandikan jenazah nya di bawa ke Masjid ketika mau di sholatkan jenazah nya ada burung warna putih terbang dan masuk ke dalam kain kafannya di cari tidak ketemu sampai selesai di sholati di bawa jenazah nya kepemakaman ketika mau di kubur muncul suara 

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي

ketika beliau meninggal dunia seluruh para sahabat yang masih tersisa dan para Tabiin sedih merasa kehilangan 

         imam Jabir bin Abdullah ketika mendengar wafat nya Abdullah bin Abbas langsung memukul Tanah. Bukan tidak menerima takdir beliau memukul tanah sambil mengatakan meninggal hari ini orang yang paling alim saat itu adalah Imam Abdullah bin Abbas. Semoga Allah Swt meridhoinya dan kita mendapatkan barokahnya.

         Beliau membawa Hadist ini baginda Nabi kita Muhammad Saw عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ Rasul menyampaikan Hadist ini dari Firman Allah Swt. ada ulama bilang Hadist ini Hadist Qudsi. Ada lagi yang bilang ini Hadist nya Nabi cuman Nabi mendapatkan nya dari Ilham dari Allah Swt tanpa Malaikat Jibril karena ada kala nya wahyu turun melalui mimpi, ada kala nya wahyu turun melalui Ilham, ada kala nya wahyu turun di bawa oleh Malaikat Jibril tapi ingat tidak ada yang keluar dari lisan nya Rasul karena mau nya Rasul karena hawa nafsu nya kecuali wahyu dari Allah Swt. 

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى

Seandainya kita katakan Hadist ini Hadist Qudsi Firman Allah Swt apakah sama dengan Qur’an? Jawabannya tidak sama. Pernah saya sampaikan perbedaan Al-Qur’an sama Hadist Qudsi, perbedaan hadist Qudsi dengan Hadist biasa di beberapa pelajaran yang telah lampau pernah kita sampaikan. Hanya sesuatu yang menonjol yang perlu kita mengetahui nya perbedaan Hadist Qudsi dengan Qur’an, kalau Qur’an tidak boleh di baca kecuali punya wudhu, tidak boleh di bawa kecuali punya wudhu, kalau Hadist Qudis walau itu Firman Allah Swt dia boleh di baca tanpa wudhu, boleh juga di bawa tanpa wudhu, kenapa? Karena itu bukan Al-Qur’an.

         Kembali kita ke Hadist Rasul meyampaikan ini wahyu dari Allah Swt قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ  sesungguhnya Allah Swt telah menetapkan ada Hasanat ada Sayyiat. Hasanat kalau bahasa yang paling gampang pahala dan Sayyiat bahasa yang paling mudah dosa. Walau sebetul nya Hasanat itu orang yang mengerjakannya di puji dan di beri pahala. Sayyiat itu adalah pelakunya di murkai oleh Allah Swt dan di beri dosa. Hasanat ini di lengkapi sama Allah Swt para Malaikat-malaikat dan siapa yang melakukan langsung di catat. Sayyiat juga Allah Swt titipkan malaikat untuk mencatat hanya saja malaikat pencatat dosa tidaklah mencatat dosa kecuali meminta izin dengan malaikat hasanat. Apapun yang terlontar dari lisan kita, apapun yang kita lakukan tidak terlepas dari 2 malaikat Rakib dan Atid. Hanya malaikat yang sebelah kanan lebih bijak sana dari malaikat yang pencatat dosa. Maksud nya bijaksana setiap seseorang melakukan dosa malaikat tidak langsung mencatat minta izin kepada malaikat Atid. Wahai Rakib, bagaimana? Saya catat atau tidak? Berkata malaikat Rakib, tunggu dulu, kalau dia bertaubat hapus tapi kalau sudah berlalu beberapa waktu tidak minta ampun kata ulama kalau sampai 6 jam tidak taubat baru silahkan kau catat dosa orang itu. Ada juga yang di hapus sama Allah Swt يَمْحُو اللّهُ مَا يَشَاء وَيُثْبِتُ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ  ada yang di tetapkan, ada yang di buang itulah hak nya Allah Swt. mudah-mudahan yang di catat dari kita Hasanat yang Sayyiat di hapus berkat kita melakukan Hasanat إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ karena amal baik bisa menghapus dosa-dosa kita.  Allah Swt كَتَبَ الحَسَنَاتِ Allah Swt sudah tetapkan pahala dan dosa ada ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ setelah itu di jelaskan oleh baginda Nabi kita Muhammad Saw  فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ siapa orang ada muncul dalam hati keinginan, kita tidak sebut niat, walaupun  Hadist ini berkaitan dengan niat dan keikhlasan. Ada keinginan melakukan perbuatan baik فَلَمْ يَعْمَلْهَا tapi tidak di kerjakan. Mau zikir tidak di ucapkan, pengen sedekah tidak di lakuin, pengen ke Masjid tidak jadi tapi sudah ada keinginan kalau dia mau baca Qur’an tidak jadi baca, pengen ke masjid tidak jadi pergi, kalau mau belanja tidak jadi beli كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً tetep Allah Swt pahala. Jadi hadist ini baik sekali dan di sini di tunjukan kepada kita oleh Rasul betapa dermawannya zat Allah Swt kepada kita ummat nya Rasulullah Saw. Betapa lembut nya Allah Swt mau melakukan tidak jadi melakukan lalu di beri pahala sama Allah Swt عِنْدَهُdi sisi Allah Swt. maksud عِنْدَهُ di sini bukan berarti di samping Allah Swt karena Allah Swt tidak boleh kita sifati punya tempat tapi maksud nya kemuliaan di hadapan kuasa nya Allah Swt apa yang di catat? حَسَنَةً كَامِلَةً pahala yang sempurna. Kamila itu tidak di kurangin tidak di diskon.

         Ada orang mau beli roti tapi tidak jadi beli tidak akan di kasih roti nya. Secara hukum manusia tidak bisa, tapi hukum Allah Swt tidak demikian tapi untuk Allah Swt bagi kita tidak ada Matematika.

         Maka nya dalam Hadist ini di beritahukan kita oleh Nabi begitu dermawannya zat Allah Swt. ente melakukan amal soleh tapi ente tidak jadi melakukan كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً tetep di beri pahala. وَ إِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا lalu kalau dia berkeinginan melakukan amal baik itu فَعَمِلَهَا tapi di kerjakan كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ Allah Swt kasih ketetapan buat dia 10 pahala إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ di lipat ganda sampai 700 kali lipat. إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ، sampai lipat ganda yang tidak kehitung وَمَنْ هَمَّ namun sebalik nya ada orang mau melakukan maksiat فَلَمْ يَعْمَلْهَا tapi gak jadi dia kerjakan كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً Allah Swt catat buat dia di sisi Allah Swt حَسَنَةً كَامِلَةً pahala yang sempurna . pengen mencuri tapi tidak jadi maka akan mendapatkan pahala. وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا tapi kalau dia jadi melakukan maksiat كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً» dia hanya di catat satu dosa. Lihatlah sayang nya Allah Swt kepada hambanya itulah indah nya Islam. Islam menjamin orang beramal Soleh tempat nya Surga nya Allah Swt. tidak ada orang masuk Islam tidak jelas masuk surge atau neraka? Islam itu jelas semua ummat Nabi masuk Surga. Siapa yang bilang? Rasulullah Saw bersabda semua ummat Nabi masuk surga kecuali yang tidak mau. Siapa yang tidak mau wahai Rasulullah Saw? Berkata Rasulullah Saw yang tidak mau masuk surga yang mengingkari ku. Tapi kalau jadi ummat nya Nabi Insya Allah masuk surga, kenapa? Karena pahala di lipatkan gandakan oleh Allah Swt. satu maksiat satu dosa .

         Saudara ibu bapak Hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt dalam hadist di sini di jelaskan oleh Nabi lipat ganda yang paling minimal satu amal soleh lipat ganda nya jadi 10. Sebagaimana di dalam Al-Qur’an 

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ


Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). 

Ini bilangan paling minim tapi Nabi menjelaskan di ujung hadist. Ada kala nya Allah Swt membalas sampai 700 kali lipat da nada kala nya lebih dari 700 kali lipat maksud nya tidak ada yang mengetahui nya kecuali Allah Swt. seperti ayat Al-Qur’an 

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ


Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Maka nya hadist ini di jelaskan minimal 10 lipat ganda dan tidak kurang dari 10 kali lipat. Ada ulama mendefinisikan lipat gandakan karunia Allah Swt yang begitu dermawan. Kalau di sini dalam hadist di sebut satu pahala satu amal soleh ganjaran nya 10. 

         Ada dalam Hadist riwayat imam Ibnu Hibban Rasul memerintahkan sahabat yang bernama Abdullah bin Amr bin Ash untuk puasa setiap satu bulan 2 kali. Puasa sunnah 2 kali atau 2 hari setiap bulannya kamu akan mendapatkan ganjaran pahala kata ulama ahli hadist di lipatkan pahala nya menjadi 15 kali puasa. 

         Ada lagi macam ibadah lipat ganda nya bukan 10 bukan 15 tapi 30. Dalam hadist riwayat Imam Ahmad Rasul bersabda kalau kalian membaca kalimat Subhanallah Allah Swt beri ganjaran pahala 10 pahala. Kalau di lanjut baca kalimat Laailahailallah 20 lipat ganda pahala. Kalau di lanjut dengan baca Alhamdulillah dapat 30 lipat ganda. Ada lagi kata ulama bermacam pahala di lipat gandakan bukan 30 tapi 50 lipat ganda pahala.  

         Dalam riwayat Imam Baihaqi Rasul bersabda: siapa orang membaca Al-Qur’an dengan I’rof nya setiap satu huruf di beri 50 ganjaran pahala. Kata ulama I’rof itu mengetahui arti. Ada lagi macam pahala yang di lipat ganda oleh Allah Swt bukan 50 tapi 500. Yaitu dalam Hadist riwayat Imam Ibnu Majah kalau kita sholat wajib di rumah satu kali pahal nya dapat 1 pahala tapi sholat nya seseorang di masjid secara berjamaah maka mendapatkan pahala 500 kali sholat. Ada lagi macam pahala yang kalau kita kerjakan mendapatkan pahala sampai 7000 kali lipat. Dalam Hadist riwayat Imam Ibnu majah baginda Rasul bersabda: kalau ada orang menginfaqan harta untuk jihad berapapun itu akan tetapi yang menginfaqan harta tidak ikut perang dan tidak ikut jihad dan hanya membantu lewat uang setiap 1 dirham di lipat gandakan menjadi 700 dirham tapi kalau dia ikut berperang, dia ikut berjihad dengan jiwa raga dengan nyawa  nya dengan hartanya setiap 1 dirham nya Allah Swt lipat gandakan menajdi 7000 kali lipat dirham. 

         Ada lagi bukan 7000 tapi 1 juta lipat ganda. Dalam riwayat Hadist yang di riwayatkan Imam Turmudzi dalam sanad nya Imam Hakim dan dalam riwayat sanad Imam Ahmad dan dalam sanad nya Imam Ibnu Majah semua ulama ahli hadist banyak mengangkat hadist ini dan mereka mengamalkan, apa hadist nya? Barang siapa pergi kepasar lalu dia angkat suara di pasar itu baca Laailahailallah wahdahula syarikalah lahul mulku walahulhamdu yuhyi wayumitu wahuwa hayyun daimun biyadihil khair wahuwa ‘ala kulli Syain qodir maka akan Allah Swt beri pahala 1 juta pahala dan di hapus 1 jt dosa dan di angkat 1 jt derajat dan di bangunkan istana di dalam surga nya Allah Swt.

         Ini ulama sahabat Sayyidina Abdullah bin Umar para Tabiin Muhammad bin Wasi’ para aulia ulama mendengar hadist ini mereka pergi kepasar hanya untuk mengamalkan Hadist ini agar mendapatkan pahala sampai 1 jt kali lipat. Itu lah yang di maksud lipat ganda yang tidak terbilang saking banyak nya. Dalam kitab hilyatul auliya imam Abu Nuiam meriwayatkan 1 riwayat hadist dari Imam Ahmad dan Imam Bazzar: Abu Hurairah di Tanya oleh para sahabat wahai Abu Hurairah, anda dekat sekali dengan Rasul dan saya ingin bertanya pernah atau tidak Rasul menyampaikan Hadist Allah Swt membalas 1 amal Soleh yang di kerjakan oleh seorang muslim di lipatkan pahala sampai 1 juta pahala? Jawaban Imam Abu Hurairah adalah yang saya dengar langsung dari Nabi Allah Swt membalasa perbuatan baik oleh seorang Muslim 1 kali bukan 1 juta tapi 2 juta lipat ganda pahala. Kalau dia tambakan di lipat gandain lagi, maksud nya gimana? Ada orang melakukan dengan ikhlas dengan khusyuk dan membawa manfaat di ikuti sama orang pahala nya akan terus berlipat ganda sampai hari kiamat. Tinggal kita nya mau atau tidak. 

Allah Swt berfirman: 

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. 

Ibu bapak hadirin dan hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt mudah-mudahan malam ini Allah Swt lipat gandakan pahala ngaji nya kita. Menjadi lipat ganda sampai bilangan yang tidak ada yang tahu kecuali Allah Swt dan membuahkan dan menyebabkan hasil wafat nya kita mudah mudahan Husnul Khotimah. Berkumpul bersama baginda Nabi kita Muhammad Saw 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.