JALSATUL ISTNAIN MAJELIS RASULULLAH SAW

SENIN, 11 APRIL 2016

AL HABIB JA’FAR BIN BAGHIR ALATHOS

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد

 

Para hadirin hadirot waa bil khusu para dewan guru kita Al Habib Muhammad AlBaghir Bin Alwi Bin Yahya, Al Habib Alwi Bin Abdurahman AlHabsyi, dan para Habaib yang lain Habib Ramzi Bin Fuad Bin Abdurahman Bin Ali AlMusawa,Habib Muhammad Alaydrus, para kyai para asyatidzah dan para hadirin-hadirot, para pemirsa dari TV Nabawi, dan penonton daripada streaming website www.majelisrasulullah.org. Semuanya yang hadir yang tua, yang muda, yang laki, yang perempuan, yang kita hadirkan dalam diri kita,  yang kita niatkan dalam sanubari kita yang kita niatkan dalam keluarga kita, kerabat kita, para tetangga kita umat Nabi Besar kita Muhammad SAW dimanapun mereka berada mudah-mudahan keberkahan yang diminta oleh Rasulullah SAW, didalam doanya:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Yaa Allah berkahkan kami dibulan rajab dan sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”.

Allah swt tuang dimalam hari ini untuk kita semunya (aamiiinnn, amiinnn, amiinnnn yaa Robbal’alamiin). Doa dari lisan Nabi besar Muhammad SAW yang pasti telah mengetahui tempat Qobul dari Allah SWt, dan mudah-mudahan Qobul yang diberikan oleh Allah SWT dizamannya Rasulullah SAW terus mengalir kedalam zaman ke zaman, dari generasi ke generasi, sampai dengan masa kita ini Allah berikan Qobulnya untuk kita semuanya (amiinn yaa Robbal’alamiinn). Nanti insya Allah ditambahkan oleh Habib Baghir tentang masalah bulan Rajab. Dan kita akan masuk kedalam pembahasan kitab yang baru, yang dipesankan diwasiatkan oleh guru kita Al Habib Umar Bin Muhammad Salim Bin Hafidh didalam kitab Safinatunnajah diminggu kemarin sudah Alhamdulillah kita sudah dapatkan ijazahnya dari Habib Abdurahman Basyurroh, yang mudah-mudahan ijazah dari guru ke guru sampai dengan pengarang buku ini sampai dengan kepada Rasulullah SAW menambah daripada ilmu yang bermanfaat untuk kita semuanya (amiinn yaa Robbal’alamiin).

Kitab yang sangat agung yang sangat ringkas mudah gampang ringan, bahkan sudah banyak yang menghafalnya dari karangan Al Imam Syeikh Salim Bin Abdullah Bin Sa’id Bin Sumair seorang waliyullah yang dilahirkan di Negerinya Al Habib Hasan Bin Soleh AlBahr dihadromaut beliau lahir dibesarkan oleh orang tuanya Syeikh Abdullah Bin Sa’id Bin Sumair termasuk daripada tokoh ulama besar dihadromaut yang di kenal sebagai Abadillah Sab’ah 7 orang tokoh dengan nama yang sama yaitu Abdullah, disatu masa tersebut ada 7 orang tokoh ulama besar diHadromaut yang dikenal dengan Abadillah Sab’ah adalah 7 orang yang bernama Abdullah, diantaranya ayah Beliau yaitu Abdullah Bin Sumair/Abdullah Bin Sa’id Bin Sumair, kemudian Abdullah Bin Ahmad Basaudan itu 2 ialah daripada guru beliau dari pengarang kitab Safinatunnajah yaitu Syeikh Salim Bin Sumair /Syeikh Salim Bin Abdullah Bin Sa’id Bin Sumair. Sebelum kita meneruskan daripada biografi beliau mari kita baca dulu dari pada kebiasaan kita yaitu doa niat belajar/mengajar daripada Al Habib Abdullah Bin Alwi Al Haddad:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ
سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي اَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِ

 

Hadirin-hadirot Rahimakumullah, pengarang daripada kitab Safinatunnajah yang bernama Syeikh Salim Bin Sumair mungkin kita banyak yang tidak tahu bahwa kuburannya berada di Indonesia, bahkan saya juga baru tahu juga ini, bahwa beliau dikuburkan dibawah masjid Makmur di Tanah Abang, beliau dimakamkan ditanah Abang, walaupun berasal dari Hadromaut tapi Hijrah ketika penguasa diHadromaut yaitu Sultan Abdullah Bin Muchsin Alkatiri yang dulunya sejalan, searah, satu visi, satu misi dengan beliau tapi mulai membelok, akhirnya karena sudah tidak ada kesamaan beliau hijrah kenegeri hindia persis juga para ulama tidak tahu berapa lama di India kemudian Hijrah lagi ke Indonesia ke Batavia, duduk diBatavia karena beliau Tokoh ulama Besar disambut oleh para Ulama-ulama dinegeri Batavia Jakarta, banyak murid yang mengambil dari beliau, banyak sekali dari orang-orang besar menimba ilmu dari Syeikh Salim Bin Abdullah Bin Sumair ini, tadi saya katakan salah seorang guru beliau yaitu Syeikh Abdullah Bin Ahmad Basaudah yang kita sering juga baca Hadrahnya yaitu Hadrah Basaudan pada hari selasa, begitu juga dididik langsung oleh ayahnya yaitu Syeikh Abdullah Bin Sa’id Bin Sumair, jadi 7 Tokoh Nama Abdullah yang dimasa tersebut  Abdullah Bin Ali Bin Abdullah Bin Idrus Bin Syahab, Abdullah Bin Husein Bafaqih,  Al Habib Abdullah Bin Umar Bin Yahya, AlHabib Abdullah Bin Husein Bin Thohir, Al Habib Abdullah Bin Abi Bakr Aidid, Syeikh Abdullah Bin Ahmad Basaudan, dan Syeikh Abdullah Bin Sa’id Bin Sumair. 7 tokoh ini berkumpul pada waktu yang sama, para ahlli fiqih dan ahli-ahli bidang ilmu yang lain. Dan keluasan ilmunya tidak diragukan lagi.

Syeikh Salim Bin Sumair menimba ilmu dinegeri Hadromaut sampai berdakwah dinegeri hadromaut, sampai kejadian antara beliau dengan Sultan Abdullah Bin Abdullah Alkatiri hingga beliau pindah hijrah kenegeri India, walaupun dulunya karena pintarnya didalam segala bidang ilmu, bahkan didalam bidang politik, siasat, peperangan, kenegaraan. Beliau diutus sampai kenegeri singapura untuk membeli alat perang oleh Sultan Abdullah Bin Muchsin Alkatiri, tetapi ketika sudah tidak didengar lagi saran dan nasihat-nasihat beliau oleh sultan Abdullah Bin Muchsin Alkatiri beliau akhirnya pindah kenegeri india, kemudian melanjutkan kenegeri Batavia, disambut hebat dinegeri batavia melawan daripada kolonial Belanda, mendekati daripada pejabat-pejabat yang main kedalam kolonial belanda pada saat itu keras, tegas, menjalankan daripada dakwahnya Rasulullah SAW sampai ada sedikit masalah dengan Habib Ghadi Betawi yaitu Habib Ustman Bin Yahya, ada sedikit masalah dengan Habib Ustman, karena Habib Ustman berusaha untuk merangkul para kolonial belanda karena kemaslahatan yang diutarakan oleh Syeikh Salim Bin Sumair pada saat itu yang pada saat itu Syeikh salim menerima alasan-alasan dari Habib Ustman Bin Yahya, mereka berjuang berdakwah bersama-sama dengan banyak sekali karangan-karangang yang dikutip oleh beliau diantaranya kitab Safinatunnajah, dan beliau wafat pada tahun 1271 H bertepatan dengan 1855 M, dan dimakamkan ditanah Abang dibawah Mihrab daripada Masjid Makmur Tanah Abang, mudah-mudahan bisa kita ziarahin (amiin).

Kalau kita dengar ada ulama/wali yang mashur yang belum kita ziarahin mudah-mudahan kita bisa dikasih sama Allah SWT taufiq dan hidayah untuk bisa berziarah kepada beliau, sehingga kita bisa sambungannya langsung, walaupun mereka dalam kuburnya tetapi mereka hidup disisi Allah SWT, apabila kita datang dan mengaji kitab beliau pasti beliau akan senang dengan kedatangan kita dan insyaAllah akan mendapatkan daripada doa dan rahasia-rahasia Allah SWT yang Allah SWT titipkan kepada diri beliau. Karena dikatakan orang yang ziarah ke makam para wali-wali Allah SWT mereka sedikitnya minimalnya mereka dapat ampunan dari segala dosanya, itu yang minimalnya dan yang paling besarnya ialah mendapatkan dari rahasia Allah SWT yang Allah SWT titipkan didalam diri Wali Allah SWT tersebut, mudah-mudahan Allah SWT berikan keberkahan untuk kita, diberikan kekuatan untuk kita, diberikan Hidayah dan taufiq untuk kita agar kita bisa berziarah kepada Beliau, amiinn amiinn yaa Robba’alamiiin. Itu sedikit daripada kupasan biografi Syeikh Salim Bin Abdullah Bin Sa’id Bin Sumair.

Kita membaca dalam kitab beliau dibuka dengan:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Semua para ulama, mengutip setiap karangan-karangannya diawali dengan:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Berdasarkan dengan Hadits Rasulullah SAW yang dikatakan oleh Rasulullah SAW:

Awwalu maa yaktubuhu qolam : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ.

Kata Rasulullah SAW: “Awal yang ditulis oleh pena Allah SWT adalah: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dikatakan oleh syeikh Nawawi AlBantani, yaitu yang dimaksud di Lauhil Mahfudz (tampat Amalan-amalan kita dicatat oleh Allah SWT) ada papan tulisnya Allah SWT namanya Lauhil Mahfudz tempat catatan amalan-amalan semua Hambanya dan ditulis dipapan tersebut di mulai dengan perkataan:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Kemudian, Rasulullah SAW mengatakan :

Faaa idzaa katabtum kitaban faqtubuha bismillah, faqtubu awwalu بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“apabila kalian menulis suatu tulisan, maka awalilah dengan Bismillahirahmanirrahim”

Jadi ini anjuran langsung dari Rasulullah SAW, bahkan ini diwasiatkan oleh Jibril, kata Jibril As. kata Rasulullah SAW:

Lam maanazala alayya jibril “a’adaha tsalasan faqolaa hadzalakaa waliummatik faa murhaa anlaa ya da uhaa tsai’un minhaa faa inni lamma unzila ila abbiyka adam lam addaha thorfatta ainin walaa ghairuhu minal malaaikah”

Kata Sayyidina Rasulullah SAW mengatakan “ketika jibril mendatangiku dia membacakan aku “Bismillahirahmanirrahim” 3 kali, kemudian dia mengatakan “ini untuk mu dan ummat mu dan perintahkan mereka untuk membacanya, karena Aku ketika diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Adam AS ayah mu, tidak pernah meninggalkan bacaan tersebut sedikitkpun, sekedip matapun bacaan Bismillahirahmanirrahim dan juga para malaikat-malaikat yang lain”.

Dan imam ahmad Ashowi mengatakan Siapa orang yang membaca ketika ingin tidur 21x daripada Bismillahirahmanirrahim, termasuk daripada amalan sayyidina Al Imam Al Ghazali ketika ingin tidur baca 21x daripada :

Bismillahirahmanirrahim aminaminassyaithon wa amina baitahu min saarikin wa amina minal mautil faj’ah wa min ghairihi minal balaayaa

“Siapa orang membaca 21x Bismillahirahmanirrahim ketika dia ingin tidur, maka dia akan diamankan dari syaithon, diamankan rumahnya daripada maling, dan aman daripada mati mendadak, dan dan daripada bala’-bala’ yang lain”

Gampang bukan? Gampang memang karena hanya mendengarkan, mengamalkan yang susah. Mudah-mudahan kita diberikan taufiq oleh Allah SWT, mungkin kaku banyak ngomong yang kaga beres, banyak ngomong yang tidak-tidak itu lidahnya berat sama Allah SWT, jadi kita niatin kita gabungin saja “yaa Allah niat kami kepada niat para Rasul-Rasul, niat kepada Anbiya,niat  kepada Sayyidul Mursalin Nabi Besar Muhammad SAW, dan niat para Auliya dan Sholihin. Amiinnn amiinnn yaa Robbal’alamiinnn”.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dimulai dengan hurufب(ba’) dikatakan oleh imam Fakhrurrazi bahwa semua ilmu yang Allah SWT berikan kepada para Nabi dan Rasul terkandung didalam Al Qur’an. Semua ilmu yang terkandung didalam kitab-kitabnya para Nabi dan Rasul terkandung didalam Al Qur’an dan semua kandungan yang ada didalam Al Qur’an terkumpul didalam Al Fatihah, dan semua yang terkumpul didalam Al Fatihah terkandung didalam kataبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ, dan semua kandungan Bismillahirahmanirrahim tersirat didalam Huruf ب(ba’) dikataبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ, dan semua kandungan yang ada di Huruf ب(ba’)nya berada dititiknya(.)hurufب(ba’). Maksudnya apa? Semua kandungan ilmu yang Allah SWT turunkan dibanding yang ada didalam ilmunya Allah SWT adalah Titik dihuruf (Ba’), setitik baru yang Allah SWT keluarin, khalilahnya itu setitik. Itu baru yang Allah SWT turunin, semuanya itu untuk para Nabinya Untuk para Rasulnya didalam kitab-kitabnya, semua kandungannya ditaro didalam titik oleh Allah SWT. Menandakan sedikit sekali yang Allah SWT berikan kepada kita, buat apa kita sombong dengan keilmuan kita? Apalagi kita diakhir zaman, yang ilmunya tidak ketahuan, asal nyomot-nyomot doang kita (لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ). mudah-mudahan Allah SWT berkahkan ilmu kita, minta keberkahan terus sama Allah SWT di ilmu, di anak, di istri, di keluarga, di teman, minta keberkahan sama Allah SWT  dan minta rasanya berkahnya Allah SWT dalam diri kita, kadang –kadang ditaro sama Allah SWT keberkahan dalam diri kita, tapi kita tidak berasa. Banyak tidak manusia seperti itu? Banyak, bayangkan daripada dahsyatnya yang ada dalam Majelis kita, dalam Majelis-Majelis para ulama kita yang kita hadirin, kalau kita sudah merasakannya, maka sudah tenggelam kita didalam kenikmatan yang Allah SWT berikan. Mudah-mudahan Allah SWT berikan secepatnya untuk kita, Allah SWT rasakan nikmatnya, Allah berikan kekuatannya, Allah SWT jaga semua kenikmatan-kenikmatannya dalam diri kita, amiinn amiinn yaa robbal’alamiinnn.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Huruf ب(ba’)nya kata ulama, dimulai dengan jarran majrurr dalam ilmu nahwu jarran majrurr musti ada ikatannya, baik dari kata kerja atau kata benda kalau kata ulama nahwu seperti itu. Contoh : “Dengan Ali” kalau bilang dengan Ali saja tidak faham, tapi maksudnya adalah “Aku datang dengan Ali / Aku Hadir dengan Ali / Aku baca dengan Ali / Aku belajar dengan Ali” itu baru jelas, tapi kalau dibilang dengan Ali? Tidak jelas. Maka dengan Ali ini ada kaitan hubungannya dengan kata yang dibuang, nah disini juga dikatakan “Bismillahirahmanirrahim” ada kata yang dibuang, apa yang dibuang? Boleh kita pakai dengan Fi’il hu Alif kalau kita karang kita bilang “aku karang ini kitab” kalau kita baca “Aqro’u Bismillahirahmanirrahim” tapi kalau kita makan “aquluu bismillahirahmanirrahim”. Jadi ada kata kaitannya, nah kaitannya dengan huruf (ba’) diduluin dengan (ba’) “ba’lilmushohabah ma’a ta’dzimi wa tabarruk” kenapa kau tidak bilang “alaa ismillahirahmanirrahim”? kenapa musti “bismillah” karna huruf jar kalau orang belajar nahwu ada 19 ada yang 11 dalam kitab-kitab yang awal-awalnya bilang 11 ilmu nahwu huruf jar, kenapa tidak dipakai huruf jar yang lain? Kenapa harus dengan huruf (ba’)? (ba’) ini manfaatnya ada “lilmushobah wa tabarruk” dengan mengambil keberkahan dengan kata isim Allah SWT (dengan Nama Allah SWT), jadi “aku membacanya / aku mengarangnya / aku menela’ahnya / aku belajar dengan Nama Allah SWT”. orang yang sangat hebat kita kalau kita belajar dengan Nama Allah SWT, siapa kita? Sehingga kita berani belajar dengan Nama Allah SWT? Tapi Allah SWT izinkan dengan RasulNya untuk kita sebagai umatnya apapun aktivitas kita, selama tidak kepada hal yang diharamkan/dimakruhkan, Rasulullah SWT katakan : “mulailah dengan Bismillahirahmanirrahim” dikatakan didalam hadits imam Tirmidzi dan imam Ibn Majah dikatakan Rasulullah SAW :

Quluu amrin zibalin la yudaubil bas malaati faa huwa atho, waa fii riwayatin faa huwa abtar waa fii riwayatin fa huwa ajdzam

“Setiap urusan yang diangap penting oleh syariat (baca Qur’an, hal-hal yang sunnah, makan, tidur) semua hal yang dianggap penting oleh syariat agama kita, maka mulailah dengan “Bismillahirrahmanirrahim” kalau tidak dimulai dengan “Bismillahirahmanirrahim” dia seperti orang yang badannya terputus-putus (tangannya tidak ada, kakinya tidak ada seperti orang yang cacat. Begitu juga semua amalan kita, kerja kita, semua aktivitas kita bisa keliatan cacat kalau kita tidak memulainya dengan “Bismillahirahmanirrahim”), dan putus buntutnya. Maksudnya apa? Tidak selesai-selesai itu urusan, kenapa? Buntutnya tidak ada! (orang kalau kerja itu dari awal sampai akhir, ini tidak ada akhirannya, kepotong akhirannya. Tidak selesai-selesai, coba aja!  Mau praktekin? Naudzubillah praktekin ini), dan yang lebih mengerikan lagi seperti orang yang punya penyakit kusta (sedikit-sedikit rontok dia punya badannya, tangannya, kaki-kakinya) begitu orang yang memulai aktivitasnya tidak pakai “Bismillahirahmanirrahim” kelihatan itu, nanti ada saja yang tidak enak dilihat, bentar-bentar ada lagi yang dateng tidak enak dilihat. Berarti apa? Ente mulai aktivitas ente tanpa “Bismillahirahmanirrahim”, kalau dimulai dengan “Bismillahirahmanirrahim” tidak mungkin seperti itu kata Nabi SAW. Tetapi Ketika kita memulainya tidak pakai “Bismillahirahmanirrahim” maka terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan. Dikatakan oleh ulama “maka akan hilang keberkahan dari akitivitas tersebut, kerjaan tersebut, amalan-amalan tersebut tanpa dimulainya dengan “Bismillahirahmanirrahim””. Dan “Bismillahirahmanirrahim” yang mengucapkannya beda-beda orangnya, karena tadi itu kandungan maknanya yang ada didalam diri orangnya yang baca beda-beda. Ada orang yang bersih hatinya suci punya kekuatan iman, kekuatan yakin, kekuatan ma’rifat dengan Allah SWT, kuat ketika baca “Bismillahirahmanirrahim” bisa terjadi sesuatu yang luar biasa.

Pernah diceritakan seorang datengin Syeikh Ali Asseketi seorang wali besar yang dikenal negeri baghdad , yang dikenal juga dengan Triaghul Mujarob Syeikh Ali Asseketi, beliau lagi dateng keadaan dekatnya dengan Allah SWT lalu muridnya nyodorin ada orang minta bacain, kata Syeikh Ali “ambil coba piring (orang-orang dulu itu suka mengobati orang dengan menggunakan wadah)” lalu ditulisin “Bismillahirahmanirrahim” piring itu pecah, dibawain lagi piring ditulisin lagi “Bismillahirahmanirrahim” pecah lagi. Kata Syeikh Ali “cukup! Kalau engkau bawakan aku semua piring yang ada didunia ketika aku sekarang menulis maka akan pecah semuanya” , jadi kekuatannya tergantung keadaan orangnya dengan Allah SWT, jadi kalau kita yang baca mungkin yaa berkah, terjaga, pasti! Tapi jangan minta yang sama dengan orang-orang yang lain dari kalangan para Auliya para wali kok bacaanya sedikit tapi hebatnya seperti itu. entenya yang belum sampai pada kedudukannya, entenya yang belum sampai membersihkan diri ente seperti mereka. Jadi ucapanpun berbeda-beda keluarnya dari orang-orangnya yang diberikan rahasianya oleh Allah SWT. Mudah-mudahan Allah berikan keberkahan yang banyak kedalam diri kita, kandungan rahasia-rahasianya kedalam diri kita, amiinn amiinn amiinn yaa Robbal’alamiinn.

“Bismillahirahmanirrahim” kemudian diikuti dengan huruf (ba’) isim kalau bahasa indonesianya adalah nama, kalau bahasa arab bisa artinya “uluw rif’ah” dengan ketinggian, keagungan Allah SWT, keagungan, ketinggian, kemuliaan Nama Allah SWT. Syeikh Bawaih, dikatan ketika dia meninggal orang sholeh melihat mengatakan “apa yang dilakukan Allah SWT kepadamu?” kata beliau “Allah SWT mengampuni semua dosaku,  karena satu ucapanku didalam bidang ilmu Nahwu Allahu a’roful ma’arif (Allah SWT itu Dzat yang paling dikenal, dari segala hal yang dikenal), ketika aku mengatakan “Allahu a’roful ma’arif” aku diampuni oleh Allah SWT dengan perkataanku itu (Allah SWT satu-satunya Nama yang tidak boleh ada satupun makhlukNya bernama dengan namaNya itu, Nama Allah SWT lafadz yang agung, Dzat yang wajib adanya yang bersifatkan dengan segala sifat kesempurnaan dan bersih suci dari segala sifat kekurangan yaitu Dzat Allah SWT).

Dengan kita baca “Bismillah” kita mengagungkan semua nama Allah yang sempurna yang indah-indah semua masuk kedalam nama Allah SWT, kedalam Dzat Allah SWT. Hebat ga ketika kita baca “Bismillah” sudah benar-benar kita dengerin benar-benar kita rasakan, Yaa Allah. Berapa kali kita sudah baca “Bismillahirahmanirrahim” kandungannya, maknanya, rahasianya, mudah-mudahan Allah SWT mengelirkan malam hari ini kedalam diri kita, kita bisa nikmatin makna “Bismillahirahmanirrahim”.

Kemudian “Arrahman” kata Iman AlKhattabi

“Almun’im fiddunya wal akhirah fil arzaq wa fil a’mal wa fii jami’an wa inni anillahi Subhanahu Wata’ala”

Kata Imam Alkhattabi “Arrahman” karena dalam bahasa nahwunya adalah Tsighah Mubalaghah dengan Wadzan Fa’lan, kalau kita diartikan “Arrahman” (Dzat yang maha penyayang) didunia dan akhirat bagi seluruh makhluknya baik itu kafir/muslim, itu Dzat yang memberikan kenikmatan kepada seluruh makhluknya baik yang kafir maupun yang muslim yaitu Dzat Allah SWT yang namanya “Rahman” dikatakan “Arrahman” juga “almun’im bii jalaa ilm ni’am” yang memberikan nikmat-nikmat pokok (Ilmu, rizki, keturunan, kesehatan, kesempatan) yang pokok-pokok saja, diberikan Rizki yang pokok, besar kecilnya bukan Dzat Arrahman yang ngatur, tapi nanti Dzat berikutnya yang ngatur. Rinciannya bukan Dzat Arrahman yang ngatur tapi yang berikutnya yaitu Dzat Arrahim, Dzat “almun’im bii daaqo itinni’am” Dzat yang memberikan kenikmatan dengan nikmat yang detail (ini orang pantas dikasih sedikit banyak?) itu Dzat mun’im yang memberikannya, dikatakan oleh Imam AlKhattabi ini Dzat Nama Allah yaitu Arrahim hanya khusus diberikan kepada orang yang beriman saja.

“waa kanaa bil mu’mininaa rahima”

Artinya: “Allah menyayangi orang-orang yang beriman”

Kalau Dzat Arrahman yaitu :

“waa kanaa bil mu’mininaa rahmanaa”

Artinya: “Allah mengasihi orang-orang yang beriman”

Kepada orang-orang yang beriman saja Allah SWT khusus berikan, walaupun imannya hanya sekedar setitik saja yaitu “Laa ilaa ha ilallah Muhammadarrasulullah” itu dapet dia nanti diakhirat, kalau orang kafir tidak dapat dia nanti sifat kasih sayang Allah SWT nanti diakhirat. Orang yang mengucapkan “Laa ilaa ha ilallah Muhammadarrasulullah” walaupun seandainya iman tersebut tidak berkembang didalam dirinya, walaupun hanya setitik “Laa ilaa ha ilallah Muhammadarrasulullah” tidak mau ibadah, tidak mau ngerjain apa-apa hanya itu saja, lalu dia menghadap Allah SWT dia dapat bagian dari pada nikmat yang Allah SWT sembunyikan didalam namanya “Arrahim”  diakhirat Allah SWT, dan patut masuk kedalam Surga Allah SWT, dengan Rahmat Sifat yang ada didalam RahimNya Allah SWT.

Kemudian sedikit saya ambil waktunya Habib Alwi dan Habib Muhammad Baghir karena kita belajar Fiqih kita harus tau hukumnya “Bismillahirahmanirrahim” saya ga mau kaya Habib Baghir sedikit-sedikit, saya maunya buru-buru abis.

“Bismillahirahmanirrahim” Hukum Fiqihnya ada 5, yang pertama yaitu Wajib didalam Khutbah Jum’at, didalam Sholat, didalam sholat kita wajib didalam Madzhab Imam Syafi’i wajib mengucapkan, mengeraskan “Bismillahirahmanirrahim” diSembahyang yang disunnahkan untuk dikeraskan dan wajib juga membacanya didalam Sholat yang dipelankan suaranya, disemua Sholatkita wajib kita membaca “Bismillahirahmanirrahim”. Kemudian Sunnah, hukumnya tadi disetiap urusan yang dianggap penting oleh agama kita (mengarang, menulis, membaca, membaca dzikir, membaca Qur’an, membaca kitab, melakukan aktivitas-aktivitas yang dianggap penting oleh agama kita seperti olah raga, makan, minum, masuk rumah, keluar rumah, masuk masjid, keluar masjid maka baca “Bismillahirahmanirrahim”) itu semuanya dianjurkan sunnah, yang ke tiga makruh, makruh terhadap semua perbuatan yang dianggap makruh oleh syari’at kita, diantaranya makan-makanan yang berbau contoh: makan bawang putih, kenapa ? karena Rasulullah SAW tidak memakan bawang putih yang mentah. Ketika di sediakan oleh Syeikh Ayyub Al Anshori / Al Imam Ayyub Al Anshori ketika Rasulullah SAW baru datang Hijrah masuk kerumahnya Syeikh Ayyub Al Anshori disediakan makanan diantaranya Bawang tapi tidak disentuh oleh Nabi SAW. Akhirnya ditanya oleh Syeikh Ayyub Al Anshori / Abi Ayyub Al Anshori “kenapa engkau tidak makan wahai Rasulullah SAW?” kata Rasulullah SAW “Aku bermunajat kepada Dzat yang tidak engkau ketahui yaitu Allah SWT” maka Rasulullah SAW tidak memakan bawang putih mentah, kata Sayyidina Ayyub Al Anshori “kalau begitu yaa Rasulullah SAW dari sekarang aku tidak akan masukkan lagi bawang putih ke rumah ku (laa ilaa haa ilallaah)” bukan berarti tidak boleh memakan bawang putih, tentu saja boleh memakan bawang putih, tapi karena beliau mendengar langsung dari Rasulullah SAW alasannya yaitu bermunajat kepada Allah SWT tidak pantas jika mulut kita beberbau bawang putih, maka Sayyidina Ayyub berkata seperti itu. Begitu juga makanan betawi, tidah usah disebutkan, nyerah dah banyak orang bekasi disini. Kalau abis makan itu yaa bersihkan dulu, buang dulu baunya baru baca “Bismillahirahmanirrahim” kalau sengaja-sengaja makan itu baca “Bismillahirahmanirrahim” bisa jatuhnya haram, karna hal yang makruh kalau dikerjakan walaupun makruh kalau disengajakan bisa jatuhnya haram, bahkan bisa jatuh kepada ke kufuran meledek namanya itu. Dan yang keempat hukumnya haram, kepada semua perbuatan yang diharamkan syari’at, mau yang berlaku minum-minuman keras, mau nonton dangdutan baca “Bismillahirahmanirrahim” dari rumahnya maka haram, kalau sengaja ente bisa (naudzubillah) jadi kafir, karena mengolok-olok Allah SWT, meminum-minuman keras mau melakukan perbuatan-perbuatan maksiat dengan membaca “Bismillahirahmanirrahim” hati-hati haram!!! Dan hukum haramnya, hukum bacanya itu lebih besar daripada perbuatan haramanya tersebut!!! Hukum bacaanya kata ulama lebih besar dari amalan maksiatnya tersebut!!! Itu namanya kurangajar sama Allah SWT !!! kalau dia tau, lalu sengaja maka kufur dia, sekarang nih udah tau hukumnya kalau nanti kita sengajain baca ketika minum-minuman keras atau ketika kita bermaksiat bisa kufur kita sama Allah SWT (naudzubillah) karena mempermainkan Allah SWT. Yang ke lima yaitu mubah, ini boleh-boleh saja seperti memindahkan barang dari sana ke sini baca “Bismillahirahmanirrahim”. Tapi inga jadi ada 2 setiap amalan itu dengan dzikir ada 2 yaitu ada pahala dzikir ada pahala amalan, pahala amalannya dengan “Bismillahirahmanirrahim”nya tidak ada tapi pahala dzikir “Bismillahirahmanirrahim”nya tetap ada, kan bacaanya “Bismillahirahmanirrahim” bib masa tidak ada pahalanya? Iya, pahala dzikirnya ada, tapi pahala kerjaanya dengan “Bismillahirahmanirrahim” itu yang tidak ada, boleh-boleh saja.

Mudah-mudahan Allah SWT berikan manfaat yang besar untuk kita semuanya dan berikan keberkahan untuk kita, dan saya mohon maaf kepada dewan guru kita saya ambil waktunya, mudah-mudahan Allah SWT meridhoi kita semuanya. (aaminn yaa Robbal ‘alamiii)

Adhanallahu wa iyyakum ajma’in