Hadirin hadirat rahimakumullah, Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah swt, di malam hari ini di penghujung bulan rabi’ ul awal, di penghujung bulan maulid nabi Muhammad saw kita berkumpul dan bersimpuh di masjid al munawar, untuk melanjutkan kajian dari kitab risalatul jami’ah dan juga mendengerkan tausiyah dari guru guru kita semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat.

Sampai perkataan nya Al imam Habib Ahmad bin Zein Al Habsyi

و يشترط لصحة الصلاة

Malam hari ini kita akan mulai pembahasan shalat, shalat adalah merupakan rukun islam yang kedua setelah dua kalimat sahadat, dan shalat termasuk tiang agama  sebagaimana sabda Rasulullah saw  ;

الصلاة عماد الدين فمن اقامها فقد اقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين

Di dalam riwayat bahwasanya shalat subuh itu milik nabi  Adam, shalat dhuhur milik nabi Daud ayah nabi Sulaiman, shalat ashar milik nabi Sulaiman, shalat maghrib milik nabi Ya’qub, dan salat isya milik nabi Yunus. Banyak di dalam al qur’an perintah Allah untuk shalat, bahkan di surat Al Baqoroh setelah surat Al Fatihah yang merupakan pembuka umul kitab

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَا

ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَا

لَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَالصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُوْنَ

وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُوْنَ

وَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَ مَا

أُنْزِلَ مِن قَبْلِكَ وَ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ

 

أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَ أُولَئِكَ هُمُ

الْمُفْلِحُوْنَ

‘’Orang –orang yang beriman kepada hal – hal yang ghaib, hal – hal yang tidak kita lihat namun wajib kita imani dan orang – orang yang mendirikan shalat, dan atas apa yang kami berikan kepada mereka, mereka berinfak‘’. Di katakan oleh ulama ahli tafsir infak di sini adalah yang wajib atau sadakah yang wajibah yaitu zakat dan selalu kewajiban zakat di gandengkan dengan kewajiban shalat.

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ     ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ

Banyak di dalam Al Qur’an, namun di dalam Al Qur’an tentu kita harus mengetahui syarat shalat , rukun salat, hal – hal yang membatakan shalat dan sunah – sunahnya di dalam shalat harus kita ketahui, jangan asal shalat. Dalam Al Qur’an surat Arum ayat 17 -18, ALLah SWT, berfirman ;
فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ (17) وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ (18 )

“Maka bertasbihlah kalian kepada Allah swt ketika sore hari dan di pagi hari, dan pujian bagi Allah swt, di langit dan di bumi dan juga di waktu petang, dan juga di waktu dhuhur”.

Ini menjelaskan tentang waktu-waktu shalat, dan juga di dalam ayat lain

إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

‘’Sesungguh nya shalat itu bagi orang –orang yang beriman sudah  di tetapkan, sudah ada waktunya‘’

Ketika peristiwa Isra Mi’raj, malam 27 rajab keesokan harinya Rasululullah saw di datangi malaikat Jibril, beliau datang dan memberitahukan  waktu waktunya shalat 5 waktu, beliau pertama datang di awal waktu dhuhur dan juga ashar di awal waktu ashar dan juga maghrib di awal waktu magrib dan juga isya di awal waktu isya dan di awal waktu subuh.

Keesokan harinya di akhir waktu dhuhur, di akhir waktu ashar, di akhir waktu maghrib dan di akhir waktu isya dan di akhir waktu subuh, maka di katakan oleh Jibril a.s, itu keduanya adalah waktu -waktunya shalat wahai Rasulullah saw.

Selain surat Arum ayat 17-18  juga surat Al Isra ayat 78 juga tentang waktunya shalat

(78). أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖإِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

‘‘Dirikan lah shalat di waktu pagi dan sore hari dan di waktu fajar yaitu shalat subuh, sesungguhnya waktu subuh itu adalah waktu yang di saksikan oleh malaikat, khususnya subuh dan ashar‘‘.

Dua golongan malaikat penjaga siang dan penjaga malam berkumpul waktu ashar dan subuh. Di waktu ashar penjaga siang mereka akan pergi, akan naik kelangit dan penjaga malam akan turun ke bumi. Di waktu subuh penjaga malam akan naik dan  penjaga siang turun, mulai bertugas. Maka berkumpul dua kelompok malikat penjaga siang dan malam di waktu ashar dan subuh, shalat ashar dan shalat subuh adalah shalat yang paling berat bagi orang munafik.

 من صلى البردين دخل الجنة

‘’Barang siapa yang shalat di waktu yang dingin, waktu ashar dan subuh masuk surga‘’

Dan dalam ayat al qur’an Alllah swt berfirman

{238} حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

‘’Pelihara, jagalah shalat seluruh nya yang 5 waktu dan shalat yang pertengahan‘’

Sebagian ahli tafsir mengatakan shalat subuh dan sebagian ahli tafsir mengatakan shalat ashar dan itu yang terberat shalat subuh dan shalat ashar itu yang di maksud shalat pertengahan. Banyak sekali di dalam Al Qur’an, baik waktunya, baik perintah untuk mengerjakanya, shalat yang awalnya 50 waktu lalu Allah berikan keringanan kepada Rasulullah,  berjumpa dengan nabi Musa, kata nabi Musa ya Rasulullah umat mu tidak akan mampu, umatmu fisiknya lemah dan juga usianya relatif singkat tidak sebagaimana fisik umat terdahulu fisiknya besar –besar, tinggi – tinggi dan usianya juga panjang – panjang, ratusan tahun bahkan ada labih yang 1000 tahun dari mereka, umat mu tidak akan sanggup kata nabi Musa as. Rasulullah naik  bertemu dengan Allah swt, di kurangi 5 hingga 45 waktu, kemudian ketemu  lagi sama nabi Musa, di suruh sama nabi Musa, di suruh meminta keringanan lagi, bertemu dengan ALLAH lagi, di kurangi 5, 5 dan 5 lagi hingga 5 waktu. Walapun 5 waktu, pahalanya tetap tidak di kurangi yaitu 50 waktu pahala nya, walaupun hanya 5 waktu. Berkahnya siapa  ini ? berkahnya Rasulullah saw.

Hadirin hadirat rahimakumullah, Apa itu shalat ? Shalat menurut bahasa, ADU’AU, do’a dan di katakan juga oleh para ulama fuqoha, ‘’ADU’A U BI KHEIRIN‘’ do’a yang baik, dan menurut istilah menurut syara ‘’AQWALUN WA F’ALUN MUFTATAHATUN BI TAKBIR WA MUKHTATAMATUN BI TASLIMI GHOLIBAN ‘’ sebagian lagi mengatakan ‘’AQWALUN WA AF’ALUN MAKHSUSAH ‘’. Jadi ada perbuatan dan perkataan yang diawali dengan takbir ALLAHUAKBAR dan di akhiri dengan salam, di awali dengan takbir dan di akhiri dengan salam itulah menurut istilah.

‘’GHOLIBAN ‘’ umumnya kebiasaan nya seperti itu karena ada orang, dia tidak bisa berkata kata, tidak ada aqwal, tidak bisa berkata kata, hanya gerakan saja, yaitu shalatnya orang yang bisu. Sebaliknya ada ucapan tapi tidak ada gerakan, seperti shalatnya orang yang sakit, di ikat, tidak bisa bergerak, hanya berucap saja bukan gerakan, bahkan mungkin dia bisu dan di ikat lagi, sudah tidak ada af’al dan aqwal, perbuatan dan ucapan. Akan tetapi secara umum bagi yang sehat dan dapat berbicara, shalat ada aqwal dan af’al.

Dan rukun sholat di bagi menjadi 3, sebagian fuqoha mengatan 4,Rukun ucapan ,qauli

  1. Rukun ucapan, qauli
  2. Rukun perbuatan, fi’li
  3. Rukun urusanya hati, qolbi  yaitu niat

Sebagian fuqoha mengatakan 4, tambahannya

  1. Rukun ma’nawi, sesuatu yang tidak terlihat seperti tartib

Rukun ucapan diantaranya:

  1. Takbiratul ikhram
  2. Membaca al fatihah
  3. Tashhud akhir , atau tahyat akhir
  4. Salam

Lafadh nya  takbiratul ikhram, lafadh nya bukan mengangkat tangan nya, kalau mengangkat tangan adalah hukumnya sunah yang wajib bacaan takbiratul ikhram nya ALLAHUAKBAR

Walaupun ada orang langsung masuk shof tidak mengangkat tangan langsung mengucapkan ALLAHUAKBAR maka sah, dan ada syaratnya di dalam bacaan nya takbir ada ketentuan nya dan tidak boleh di panjangkan alifnya, tidak boleh, batal shalatnya, bahkan kalau dia tau artinya bisa menjadi kufur, keluar dari Islam, murtad, kenapa ? karena hamzahnya dua, sama seperti bertanya apakah ALLAH maha besar ? Berarti dia bertanya, berarti dia kufur, kalau tahu artinya, akan tetapi kalau tidak tau artinya hanya batal saja kalau memanjangkan alifnya, yang boleh di baca panjang adalah “lam” nya, dan  juga huruf “ba” yang ter akhir tidak boleh di baca panjang, bentuk jama’ dari kabrun, yang artinya gendang yang besar.

Masih banyak lagi mengenai lafadh kalimat, takbir  jadi rukun qauli, dan yang kedua adalah bacaan Al Fataihah, Al Fatihah wajib, setiap hari kita baca paling tidak 17 kali, wajib kita baca 17 kali, paling sedikit di baca di 17 raka’at, belum di dalam shalat sunah, belum acara – acara di majelis – majelis dan acara –acara seterusnya kita membaca Al Fatihah, jadi surat Al Fatihah yang di sebut dengan umul kitab yang jumlah ayatnya ada 7, hurufnya ada 156. Kalau Maliki di baca panjang ada qiraah, Maliki di baca pendek berarti huruf Al Fatihah 155, kalau di baca  pendek banyak para auliya, Al Habib Ali Habsyi sahibul maulid, habib Abubakar Segaf Gresik, juga beliau membaca di raka’at pertama, afdhalnya kita membaca  panjang dan di raka’at kedua di baca yang pendeknya  karena  ada qira’ah dan di sunahkan bacaan surat kedua lebih pendek di banding bacaan surat yang pertama baik yang fardu dan juga afdhalnya berurutan peletakan nya.

Yang ketiga membaca tahyat akhir adapun  tahyat awal, tasyahud awal itu sunah ab’ad, bagian dari pada sunah shalat ab’ad. Ada sunah ab’ad dan ada sunah haiat, sunah ab’ad ini kalau kita tinggalkan  baik di sengaja ataupun tidak di sengaja di sunahkan untuk kita sujud sahwi  dua kali sebelum salam. Penambal dengan sujud sahwi 2 kali sebelum salam kalau kita meninggalkan Qunut, meninggalkan sunah ab’ad  memindahkan bacaan, dst ini sebab sebab sujud sahwi.

Masih panjang masalah shalat, tidak cukup 2 atau 3 bulan kita baca, tidak cukup 5, 10 ,20 ,50 ,100 kali pertemuan, tidak cukup, belum yang fardu – fardunya, masih banyak, belum lagi hal hal yang membatakan, belum lagi sunah – sunahnya.

Al imam Abdullah bin Umar bin Yahya  beliau pernah menghitung bersama paman nya habib Abdullah bin Husein bin Thahir,  berjalan dari kota Masileh ke kota Tarim untuk berziarah ke makam Al Faqihil Muqodam, jarak antar Masileh ke kota Tarim yaitu antara 17-20 kilo meter, kurang lebih setengah jam, beliau menghitung sunah – sunah shalat sampai 1000.

Habib Abdurahman bin Mustafa Alydrus yang di Mesir, berdakwah di Mesir dan wafat disana menghitung sunah sunah wudhu hingga 600. Habib Abdullah bin Husein bin Tohir termasuk ABADILAH SAB’AH,  yaitu auliya ulama yang bernama Abdullah, yang lima habaib dan yang kedua masyayikh adalah

  1. habib Abdulllah bin Husein  bin Tohir
  2. habib Abdullah bin Umar bin Yahya
  3. habib Abdullah bin Abubakar Aidid
  4. habib Abdullah bin Alwi bin Shihab
  5. habib Abdullah bin Husein Balfaqih

Dan masyikhnya

  1. syekh Abdullah bin Ahmad Basaudan
  2. syekh Abdullah bin Sa’ad bin Sumair ayah pengarang dari kitab safinah syekh Salim bin Sumair

Yang di sebut dengan Abadillah Sab’ah, semuanya berkumpul di hadramaut, itu baru yang namanya Abdullah saja, belum yang Muhammad, Ali, Ahmad dst. Padahal satu saja kata sayidi Al habib Umar, kalau ada di suatu negeri salah satu dari mereka itu sudah cukup, satu saja dari mereka yang tujuh ini sudah cukup, di suatu negeri baik ilmu, keberkahan, dst, apalagi ini tujuh tujuhnya berkumpul di Hadramaut di Yaman dan dalam waktu yang sama hanya berpaut beberapa tahun saja selisih usia mereka, belum lagi nama nama yang lain.

Hadirin hadirat semoga ALLAH SWT tambahkan pemahaman kita di dalam shalat, di jadikan kita ALLAHUMAJ’ALNA MUQIMINA LI SHALAH  WA MINAL HAFIDINA ‘ALAIHA WA SHALALAHU ‘ALA SYYIDINA MUHAMMAD WA ‘ALA ALIHI WA SHBIHI WASALAM

WAL HAMDULILLAHIRABIL’ALAMIN

 

Jasaltu Itsnain Majelis Rasulullah SAW

Masjid Raya Almunawar, Pancoran, 19 Januari 2015

~Habib Alwi bin Utsman bin Yahya~