السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

ثم الركوع

‘’ suma Ruku’u ‘’

Pembahasan Kitab Risalatul Jami’ah kali ini sampai dengan rukun shalat ruku’, ini kategori rukun fi’li ( rukun perbuatan , rukun gerakan ).

الركوع لغة الا نحَناء

وشرعاَ اء ينحني بلا انخناس بحيث تنال يقينا راحتاه ركبتيه

Secra bahasa Ruku’ adalah membungkuk, sedangkan secara istilah adalah seseorang yang shalat tersebut dia membungkuk sekedar sampai ke dua telapak tangannya sampai ke kedua lututnya atau ke dua dengkulnya ( di ambil dalam kitab nailuroja )

Bacaan yang sering kita baca atau bacaan yang mashur pada saat rukuk adalah

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

dan ada riwayat    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ   Ada juga riwayat yang lain   سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

Di baca tiga kali baru  وَبِحَمْدِهِ  belakangan yang ke tiga   adalagi bacaan ruku’ yang lain

سبحا ن ذي الجبروت والملكوت والكبرياء والعظمة   (di kutip dalam kitab al adzkar oleh imam nawawi )

Maha suci Allah Swt yang memiliki ke besaran , ke agungan.

Ada juga bacaan yang lain , dan di dalam sujud juga Nabi membaca

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ  ( di kutip dalam kitab nailu roja )

Ini yang di baca sebagaimana ketika kita shalat witir, dan juga di bacaan ruku adalagi bacaan nabi yang lain

 اللهم لك ركعت وبك آ منت ولك اسلمت ،خشع لك سمعي وبصري ومخي وعظمي وعصبي وشعري وبشري وما استقلت به قدمي لله رب العلمين

( di kutip dalam kitab nailuroja )

Dan juga masih banyak bacaan bacaan ruku’ dan sujud yang lain, dan juga ketika nabi membaca surat Ansr

 إذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (١)وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (٢)فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (٣)

Nabi setelah ayat terakhir maka nabi membaca

سبحا نك اللهم ربنا وبحمدك اللهم اغفرلي

Dan juga ketika nabi membaca membaca surat al waqi’ah

 فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

Maka Rasulullah Saw memeperintahkan

اجْعَلُوهَا فِى رُكُوعِكُمْ

Maka Rasulullah Saw memerintahkan mereka kaum muslimin ‘’ “Jadikan bacaan tersebut pada ruku’ kalian’’

Adapun di dalam ruku maka agungkanlah Allah Swt, dan juga ketika turun ayat

 سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى

Di dalam surat al a’la maka nabi mengatakan

اجْعَلُوهَا فِى سُجُودِكُمْ

‘’ Jadikanlah pada sujud kalian’’

 

Maka bacaan sujud

 سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Maka sebagaian ulama mengatakan kalau bacaan ruku’ dan sujud di balik maka kita di sunahkan untuk sujud sahwi   akan tetapi ada sebagaian ulama mengatakan tidak di anjurkan untuk sujud sahwi.

Bukan hanya itu kalau kita ruku’ bukan hanya tubuh kita yang hanya menunduk   akan tetapi jiwa kita , ruh kita menunduk di hadapan Allah Swt begitu juga di dalam sujud bukan hanya dahi kita ini muka kita ini adalah bagian terpenting di jaga oleh seseorang bukan hanya muka kita, dahi kita yang kita letakan di tempat sujud akan tetapi jiwa kita kita sujudkan di hadapan Allah Swt sehingga seseorang yang mendapatkan rahasia sujud dia akan sujud selama – lamanya bukan hanya di dalam salat saja di luar shalat pun akan sujud hatinya , akan sujud jiwanya tidak akan sombong , tidak akan angkuh tidak akan bangga , tidak akan kagum dengan amalnya , tidak akan mengagumi kelebihan yang ada pada dirinya karena dia telah memahami makna rahasia sujud .

و يجب أن ينحني بحيث تنال راحتاه ركبتيه

Wajib sampai bertemu tangan dengan lutut

 و يطمئن فيه وجوبا حتى تسكن أعضآؤه،

Dan wajib tuma’ninah di dalam nya

‘’Adalah diam setelah bergerak ‘’ dan yang wajib bukan bacaanya

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Dan bacaan –bacaan yang lainya akan tetapi yang wajib adalah tuma’ninahnya   adapun bacanya hukumnya sunnah, sunnah kalau kita tinggalkan rugi walaupun kita tidak berdosa

Lamanya tuma’ninah adalah selama seseorang membaca ‘’ subhanallah ‘’, dan juga I’tidal juga harus tuma’ninah banyak orang yang setelah bangun dari ruku goyang –goyang tangan nya.

 

 رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Itu bacaan I’tidal yang sempurna ada juga bacaan yang lain

اهل أ لثّنا ء والمجد أحق ما قال العبد وكلّنا لك عبد

Kalau bacaan bacaan Rasulullah Saw kita baca semuanya insya Allah mendekati kesempurnaan bukan berarti shalat kita sempurna

‘’ Al Imam Al Habib Hasan bin Shaleh Al Bahar dalam kitabnya salatul muqorobin di jelaskan dari awal takbiratul ikhram sampai akhir di jelaskan detail oleh beliau

Dan juga Al Habib Usman bin Yahya menyatakan beliau adalah gurunya

‘’ Di ceritakan seseorang selepas memebeli lalu ikut menyolatkan   jenazah Habib Hasan bin Shaleh Al Bahar singkat cerita daging yang di bawa kerumah di masak oleh istrinya tidak matang –matang sampai seharian itu daging tidak empuk maka datang ketempat orang yang shaleh dan menjelaskan   tentang dagingnya maka orang shaleh tersebut mengatakan ‘’ itu daging tidak bisa di sentuh oleh api itu merupakan dalil orang yang menyolati beliau tidak akan di sentuh api neraka di buktikan oleh Allah Swt daging yang di beli di pasar tidak mempan oleh api ‘’

‘’ bagaimana tidak orang yang mmenyolatkan orang yang di ampuni oleh Allah maka akan di ampuni juga oleh Allah Swt ‘’

Kalau I’tidal tangan di letakan seperti ketika setelah takbiratul ikhram maka tidak apa apa akan teteapi para fuqaha , dan ulama ualama tanganya di luruskan ke bawah setelah ruku’ ada manfaatnya juga kalau tangan setelah ruku’ di letakan di atas pusar dan di bawah dada maka manfaatnya menjaga dari tidak tuma’ninah ‘’

Semoga kita di jadikan orang orang yang mendirikan shalat dan menjaganya amiinn

الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jasaltul It’snain Majelis Rasulullah

Sening 9 Maret 2015, Masjid Raya Almunawar, Pancoran

~ Habib Alwi bin Utsman  bin Yahya ~