Segala puji bagi Allah swt atas nikmat Islam yang Allah telah berikan kepada kita, segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan kepada kita petunjuk sehingga kita bisa memeluk agama yang di ridhai oleh Allah swt, di berikan keimanan oleh Allah swt, kalau bukan hidayah dari Allah swt kita tidak mendapatkan nikmat Islam, kalau bukan hidayah dari Allah kita tidak mendapatkan nikmat iman, tidak lupa juga kita bersyukur kepada Allah swt atas nikmat kita di jadikan umat nabi Muhammad saw, beliaulah yang membawa hidayah dari Allah swt dan berkat beliaulah kita dapat berkumpul.

Segala puji bagi Allah swt yang memberikan petunjuk kepada kita ke jalan yang lurus, segala puji bagi Allah swt yang telah menutup segala aib – aib kita, kekurangan kita sehingga tidak di pandang oleh Allah swt di depan makhluk – makhluk nya kita akan malu, di permalukan di hadapan para  makhluknya, Allah tutup segala aib  kita, ini nikmat yang besar dari Allah swt.

Ulama mengatakan, Barang siapa yang membaca setiap harinya lima kalimat yaitu lima ‘’ Alhamdulillah ‘’, rasa  syukur kepada Allah swt, maka dia telah menunaikan rasa syukur nya kepada Allah swt, dia telah menunaikan rasa syukur dia kepada Allah swt, yaitu apa ? kalimat yang di baca setiap harinya yaitu:

1. ’’ALHAMDULILLAH  ‘ALA NIKMATIL ISLAM WA KAFA BIHA MIN NIKMAH ‘’

Segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan kepada aku nikmat islam, cukup nikmat ini anugrah  yang terbesar.

2. ’’ALHAMDULILLAHILADZI  HADANA  BIL IMAN QOBLA ‘ILMI  BIH ‘’

Dan segala puji bagi Allah swt dengan nikmat iman ini, yang telah memberikan hidayah kepada ku dengan iman sebelum aku mengetahui hal itu.

3. ’’ ALHAMDULILLAHI LADZI  JA’ALANI MIN UMATI SAYIDINA MUHAMMAD ‘’

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan aku dari umat nabi Muhammad saw

4. ‘’ ALHAMDULILLAHI JA’ALA RIZKI ILAIH ‘’

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan rizkiku atas nya yaitu dari Allah swt  dan aku tidak berharap selain Allah swt, jadi tidak ada ketergantungan kepada yang lain, Allah jadikan rizki ku dari Allah langsung, tidak perlu dari si A atau si B, langsung dari Allah swt.

5. ‘’ALHAMDULILLAHI LAM YAFDAHNI  FI SARIRATI ‘ALA  RUUSI KHOLA  IQ ‘’

Alhamdulillah segala puji bagi Allah swt yang telah menutub aib – aib  kita sehingga tidak di pampangkan di hadapan para manusia, di hadapan para makhluk sehingga kita tidak malu.

Segala puji bagi Allah dan bersyukur kepada Allah di jadikan kita umat nabi Muhammad saw, khususiyah yang di jadikan untuk nabi Muhammad saw yang marhumah, disayang oleh Allah swt yang khusus oleh Allah swt tatkala kita menjadi umat Nabi Muhammad saw dan hususiyat yang lain lagi yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad saw yaitu ’’ MASTURAH ‘’, segala kesalahan  ditutupi oleh Allah swt,  dan dari umat Nabi Muhammad saw  banyak juga di ampuni oleh Allah swt.

Berbeda dengan umat –umat terdahulu, umat bani Israil sebelum umat nabi Muhammad saw , apabila  dari mereka berbuat dosa, langsung di tulis di jidat mereka,  fulan bin fulan bermaksiat, contoh beerzina maka di jidat mereka ada tulisan nya fulan  bin fulan berzina, malam berbuat  maksiat di pagi harinya tertulis di jidat mereka  sehingga mereka mengadukan kepada nabi-nabi mereka  untuk meminta keringanan kepada Allah untuk di tutup.  Maka di ganti dari yang tertulis di jidatnya, di ganti kalau berbuat maksiat di tulis di  depan rumahnya, yang punya rumah ini tadi malam berbuat zina atau maksiat yang lainya, tidak di hapus. Akan tetapi umat nabi besar Muhammad  saw,  umat yang sangat istimewa, umat yang sangat luar biasa di sayangi oleh Allah swt,  di tutup segala aib –aib mereka, Allah bukakan pintu taubat untuk mereka  dan umat yang mendapat ampun dari Allah swt walaupun berbuat dosa –dosa yang besar. Karena apa ? karena umat nabi besar Muhammad saw .

Dikatakan di dalam hadits Rasulullah saw, hadits shahih di riwayatkan oleh imam Tirmidzi dan lainya, yang mana Rasulullah saw  bersabda : ‘’Setiap dosa- dosa umat ku itu akan di ampuni oleh Allah swt kecuali mereka yang terang –terangan‘’, maka sahabat bertanya kepada Rasulullah saw “Apa yang di maksud dengan terang – terangan disini?”, Rasulullah menjawab, “Mereka yang malam nya berbuat dosa, Allah sudah tutupi orang tidak ada yang tau dia berbuat dosa tapi pagi nya dia robek, dia buka yang sudah di tutupi oleh Allah swt yang tadinya tidak ada orang yang  tau, dia bongkar sendiri rahasia nya dengan dia bangga dengan maksiat”. Ini yang di benci oleh Allah, yang tadinya  sudah di tutup oleh Allah swt, nanti orang –orang  seperti itu di hari kiamat kalau berzina akan keluar bau busuk dari kemaluan nya, nanah campur dengan darah dan itu di tonton oleh orang banyak begitu juga orang yang meminum khomer dia akan minum di tonton oleh orang banyak tidak di ampuni oleh Allah swt, apabila  dia pamer berbuat dosa tersebut, sehingga Rasululullah saw melaknat yaitu di usir dari rahmat Allah swt, jauh dari rahmat nya Allah swt, siapa itu orang  yang berbuat zina, terlaknat orang yang berbuat meminum khomer, di laknat orang yang onani dengan tangan nya dan banyak lagi perbuatan dosa.

Jadi Islam ini membawa kehormatan dan kemuliaan bagi pemeluknya  dan bersih yang tidak membawa cela di dalamnya, sehingga agama islam yang di bawa oleh baginda Rasulullah saw ini membawa maslahat  shaleh wa muslih. SHALEH artinya baik, MUSLIH artinya membawa kebaikan, jadi agama Islam baik dan membawa kebaikan, berbeda dengan agama – agama yang lain. Maka agama yang telah di bawa oleh baginda Rasulullah saw, baiknya seseorang tergantung bagaimana adaptasi seseorang di dalam lingkungan nya, seseorang hidup di lingkungan orang –orang baik maka otomatis dia akan menjadi orang – orang yang baik, tergantung tempatnya.  Maka kata Rasulullah, ‘’Manusia itu seperti tambang ‘’, macam – macam modelnya, ada tambang mengeluarkan minyak, ada yang mengeluarkan solar, ada yang mengeluarkan perak, bisa di lihat baik dari mereka kalau di lihat setelah mereka Islam.

Ada satu kisah salah satu dari sahabat Nabi saw, dia masuk Islam di tangan nabi Muhammad saw, datang kepada Nabi  setelah dia masuk Islam, dia bilang sama Rasululah saw, “Ya Rasulullah, saya akan menjalani semua perintah yang kau lakukan dan saya akan meninggalkan apa –apa yang kau larang kecuali satu hal ya Rasulullah, kecuali berzina, yang  satu ini susah, saya tidak bisa ninggalkan”, lihat Rasulullah saw, seorang  guru yang mu’alim, bukan hanya mengajarkan tapi mendidik, melihat kepada a’robi yang baru masuk Islam tersebut di pandang dengan mata nya Rasulullah saw dengan pandangan rahmat, bukan pandangan makian atau pandangan  sewot, akan tetapi pandangan yang penuh kasih, lalu Rasulullah bertanya “Wahai a’rabi, engkau punya ibu ?”,  “Punya Ya Rasulullah” kata orang tersebut,  “Bagaimana kalau perbuatan zina itu di perlakukan kepada ibumu,  apakah engkau ridha ?” sambung Rasulullah,  maka orang arab tersebut mengatakan “Tidak ya Rasulullah”, di tanya lagi sama  Rasulullah saw, “Engkau punya saudara perempuan tidak ?”,  punya  kata orang arab tersebut, “Bagaimana kalau perbuatan zina itu di lakukan kepada saudara perempuan mu itu, apakah engkau ridha ?” kata Rasulullah lagi, maka orang arab tersebut mengatakan “Tidak, aku tidak ridha”, “Bagaimana kalau engkau punya anak?”, jawaban nya sama tidak ridha, “Bagaimana kalau bibimu kamu?” , “Tidak ya Rasulullah, aku tidak ridha”, “Kalau tante mu?” sahut Rasulullah saw, tetap orang tersebut berkata kalau dia tidak ridha. “Kalau ada yang melakukanya,  maka aku akan tebas lehernya ya Rasulullah” sambung orang tersebut, dia marah, lalu Rasulullah menjawab “Begitu juga anaknya orang juga tidak mau engkau perlakukan demikian”, maka dia sadar. “Sebagaimana engkau tidak ridha di perlakukan  kepada  keluargamu  semuanya engkau tidak ridha , anaknya orang pun tidak ridha”, kemudian Rasulullah meletakan tangan nya di dada orang tersebut yang baru masuk Islam,  tatkala tangan nya menempel di dada nya orang ini  maka orang Arab itu mengatakan “Sekarang keluar dari hatiku keinginan untuk berbuat zina, langsung waktu itu juga tidak nafsu lagi yang namanya zina berkat sentuhan yang penuh kasih sayang dari tangan Rasulullah saw”.

Tabligh Akbar Majelis Rasululah saw

23 Januari 2015, Rawa Jati, Kalibata, Jakarta Selatan

~ Al Habib Husein bin Abdurahman Al Habsyi ~ Hadramaut, Yaman