Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw
Senin 18 mei 2020
-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi-

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Hadirin hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt jamaah Majelis Rasulullah Saw bagi yang hadir bersama malam ini para Muallimin para guru demikian para hadirin yang menyaksikan live streaming Majelis Rasulullah Saw dimanapun berada mudah-mudahan Allah Swt senantiasa memberikan hidayah dan Taufiq nya untuk kita semua.
Hadirin hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt limpahan anugrah karunia dari Allah Swt yang layak dan wajib kita syukuri bersama sehingga sampai lah kita pada malam ini dalam perkumpulan yang penuh rahmat dan barokah perkumpulan yang kita yakini mengundang rahmat nya Allah Swt di Majelis Rasulullah Saw mudah-mudahan perkumpulan kita malam ini menjadi sebab di terimanya amal ibadah kita selama ini dan di tutupi segala kekurangan-kekurangan kita.
Sholawat salam khusus untuk manusia teragung junjungan Rasul termulia Baginda Nabi besar Muhammad Saw keluarga sahabat dan pengikutnya dan kita semua mudah-mudahan mendapatkan syafaat dari Sayyidina Muhammad Saw
Hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt tidak terasa malam ini kita sudah berada di penghujung bulan suci Ramadhan. Tanpa terasa malam ini kita sudah di berada bagian akhir dari bulan yang penuh rahmat dan kita berada di malam ke 26. Rasa nya atau pastinya tersisa hanya 3 atau 4 hari lagi maka pergi tamu yang agung ini tamu yang namanya bulan suci Ramadhan.
Hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt jauh sebelum datang nya bulan Ramadhan ummat Islam dan kita semua menanti datang nya bulan ini. Kapan bulan Ramadhan itu akan tiba. Namun saat ini kita sudah berada di hujung dan akan di tinggalkan oleh bulan Ramadhan. Jauh sebelum hari ini beberapa bulan yang lalu dari awal masuk nya bulan Rajab kita sudah berdoa agar Allah Swt menyampaikan kita pada bulan Ramadhan.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ
“Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.”
Namun apa daya saat ini kita sudah berada di hujung dan akan di tinggalkan oleh Ramadhan. Dari awal masuk pertama kali Ramadhan kita ucapkan Ahlan Wasahlan Ya Ramadhan, Ahlan Wa Sahlan Ya Syahrul Ghufron. Selamat datang wahai bulan penuh rahmat selamat datang wahai bulan penuh ampunan. Saat ini kita hanya bisa mengatakan Mahlan-Mahlan bukan Ahlan, tapi perlahan lah,tenang lah, jangan tinggalkan kami. Di awal kita ucapkan Ahlan lalu sampai kita pada kalimat terakhir di penghujung bulan Ramadhan hanya bisa mengatakan Mahlan-Mahlan perlahanlah jangan buru-buru jangan pergi ini lah yang di maksud di dalam Firman Allah Swt

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Ibu bapak Hadirin dan Haidrat yang di rahmati oleh Allah Swt Abdun Muwaffaq hamba yang di rahmati oleh Allah Swt hamba yang cerdas. Hamba yang cerdas itu bukan berrati yang IQ nya tinggi tapi hamba yang cerdas yang mengerti kehidupan yang singkat di dunia , hamba yang cerdas itu yang mengerti ketika meninggal dunia bukan membawa hartanya, bukan membawa jabatannya, hamba yang cerdas itu bukan berusaha hidup untuk bergelimang harta, hamba yang cerdas itu yang ketika mana dia menyadari dia menghadap Allah Swt harus membawa amal yang baik dan hamba yang cerdas itu yang mengetahui jikalau dia tidak baik di hari yang lalu, dia tidak baik di hari kemarin dia harus berusaha menjadi orang baik di hari itu. Tidak berhasil menjadi orang baik di hari itu dia berupaya agar menjadi orang yang lebih baik di hari esok. Kita menyadari jikalau kita di awal-awal puasa tidak semangat, di dalam ibadah kita di dalam puasa kita di dalam Itikaf kita apalagi kondisi yang saat ini berada di tengah Negeri kita dan di Negeri-Negeri manapun tertunda, tertahan terhambat untuk kita bisa melaksanakan ibadah-ibadah ritual yang biasa kita lakukan di Masjid-Masjid dan di Mushollah. Kita menyadari begitu kurang nya amal ibadah kita di awal-awal datang nya bulan Ramadhan maka hamba yang cerdas itu akan berupaya memperbaiki melengkapi menyempurnakan dan menutupi amal ibadah-amal ibadah yang dia tinggalkan di awal-awal Ramadhan.
Itu yang di katakana di dalam qoidah siapa orang yang tidak maksimal di dalam menyambut datang nya bulan Ramadhan dengan penuh ibadah maka seyogyanya dia menyempurnakan dia memaksimalkan ibadah nya dengan baik di hari perpisahan. Kita sudah berada di penghujung di bulan Ramadhan. Selamat tinggal Ramadhan selamat tinggal Ramadhan pisahkan kami membawa ampunan dan mudah-mudahan kita berjumpa pada bulan Ramadhan yang akan datang.
Hadirin dan hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt dan orang yang beruntung adalah orang yang berlalu Ramadhan membawa ampunan Allah Swt. Orang yang berhasil Ramadhan terlepas Ramadhan dari pada nya membawa dosa-dosa nya. Bersih dia dari pada dosa.
Hadirin dan hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt oleh karena nya para ulama-ulama kita memberikan patokan khusus nya di dalam bulan suci Ramadhan patokan itu bukan orang yang pertama semangat. Awal puasa semangat ngaji nya luar biasa 10 hari khatam, tapi yabng di maksud patokan orang yang berhasil yang beruntung itu di hari penghujung maksimal.
Hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt kita ini sehebat apapun kita sekuat apapun tubuh kita semuda apapun usia kita tidak bisa menjadi patokan dan jaminan untuk sampai Ramadhan yang akan datang. Jikalau Ramadhan tahun ini ibadah kita bagus lalu kita meninggal kita akan beruntung tapi jikalau Ramadhan tahun ini tidak ada Munajat lalu kita meninggal dunia kita bukan hamba yang baik.
Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hambali salah seorang ulama besar beliau mengatakan di bulan Ramadhan wahai bulan Ramadhan perlahan lah masih banyak air mata orang-orang soleh meratapi kepergian mu, masih banyak hati-hati orang soleh dengan kepergianmu hancur ,aku berharap mudah-mudahan bisa menyusul orang-orang yang ibadah nya belum maksimal.
Ulama kita mengatakan Rasul bersabda patukan ibadah itu di penghujung dan kita ini sudah berada di ujung. Yang belum bakti sama orang tua nya ngemis minta ridho yang belum berbuat baik kepada tetangga berbuatlah baik yang belum menhatamkan Qur’an buru-buru masih ada tersisa 4 hari. Yang belum beristighfar 5000 kali buru-buru ambil kesempatan.
Al-Imam Ibnul Jauzi mengatakan kuda itu kalau di perlombaan jika dia sudah lihat garis finis bukan tambah santai tapi tambah semangat. Yang mustinya kuda itu sudah capek beberapa kali puteran tapi kalau sudah melihat garis finis walaupun ada 3 kuda berada di samping nya dia berusaha berlomba agar sampai ke garis finis lebih dahulu. Jangan sampai kuda lebih pintar dari kita. Kita kalau sudah di garis finis malah loyo.
Orang mukmin yang cerdas itu dia menjadikan detik detik nya itu lebih berharga. Kenapa baginda Nabi kita Muhammad Saw kalau mimpin sholat berjamaah itu terkadang Rasul memberikan peringatan kepada sahabat sholat lah kalian sholat perpisahan. Kita kalau ada berita bakal mati apa yang akan kita lakukan? Kira-kira beli baju baru? Yang di lakukan kalau dia mempunyai harta pasti dia infaq, kalau dia punya ibu dia kejar ibu nya untuk meminta ridhonnya, kalau dia tau besok bakal mati pasti malam nya dia bertaubat kita ini begitu juga, di nasehati dengan Nabi sholat lah seakan-akan itu sholat terakhir . demikian juga puasa. Kita lihat guru kita Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa kita masih berharap beliau masih bisa kumpul bersama kita tapi ketentuan Allah Swt berkata lain. Mungkin tahun ini kita, maka usahakan amal ibadah kita ini bersungguh-sungguh lah.
Imam Ghozali dalam Ihya Ulumuddin mengatakan rahasia orang puasa itu bukan nya tidak makan tidak minum dan menahan lapar tapi menahan diri dari apapun dari yang tidak di ridhoi oleh Allah Swt kalau puasa hanya tidak makan dan minum dari beduk subuh sampai magrib semua agama di luar agama islam juga bisa. Tapi intisari puasa itu mari kita resapi dan kita amalkan di sisa puasa kita ini supaya di akhir finis kita ini bagus dan Allah Swt melihat bagian akhir kita ini bagus mudah-mudahan yang kemarin-kemarin Allah Swt perbaiki. Itu harapan kita. Karena kita ini tidak bisa beribadah sebagaimana ibadah nya Nabi. Tapi kita ingin berusaha di penghujung bulan Ramadhan ini ibadah kita maksimal.
Ibu bapak Hadirin dan hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt. Makanya Sayyidah Aisyah dalam Shohih Muslim ketika di Tanya perihal Nabi di 10 terkahir d bulan Ramadhan ibadah nya Nabi berbeda dari sebelum nya. Nabi menghidupkan malam.
Ada bahasa hadist Qoma yaitu kata ulama sholat Magrib,Isya berjamaah Tarawih selesai. Tapi kalau ahyal layla menghidupkan malam untuk ibadah.
Kata Sayyidah Aisyah Rasulullah kalau sudah datang 10 malam terkahir di bulan Ramadhan kasur nya sampai di tidak di sentuh.
Kata ulama orang yang menghidupkan waktu malam untuk bermunajat sama Allah Swt mau tidak mau akan di angkat derajat nya sama Allah Swt.
Rasulullah Saw membangunkan keluarganya. Yang sudah punya istri di bangunin tapi bukan buat sahur aja tapi di bangunin untuk baca Qur’an untuk Tahajjud dan Tahajjud ini adalah amal ibadah yang di lakukan setelah tidur. Artinya kata ulama kalau begadang itu bukan Tahajjud walaupun kata ulama yang lain yang di maksud menghidupkan malam berarti begadang tapi yang lebih baik lagi ibadah yang di lakukan setelah tidur walaupun sebentar lalu dia ibadah yang di sebut ibadah Tahajjud yang isinya ada witir yang isinya ada istighfar yang isi nya di situ ada sholat Taubat yang isi nya di situ ada sholat hajat, sholat Istikhoroh, sholat Tasbih, di Tarim itu sampai detik ini melahirkan manusia-manusia membawa tradisi seperti itu. Kalau malam mereka sholat witir sambil baca Qur’an 1 juz. Dari satu Hizb ke hizb 1 rakaat. Kalau dia sholat witir 8 rakaat berarti lengkap 1 juz dia baca dalam kondisi berdiri dalam sholat witir. Kalau 30 malam berarti dia khatamkan Qur’an dalam kondisi berdiri. Yang utama itu kalau bulan Ramadhan pergi dia bersih dari dosa. Makanya yang peling rugi kalau ada seorang mukmin yang ketika Ramadhan datang dia tidak bertaubat.
Pasti kita pernah mendengar hadist itu celaka orang yang datang Ramadhan sampai habis tapi tidak di ampuni dosa nya.
Baju nya compang-camping, rumah nya reot, tapi dapat ampunan Allah Swt ini orang beruntung. Kenapa? Karena dia bertaubat. Dosa saya banyak habib, saya membunuh orang, saya menipu orang, saya rampas hak orang, saya pukul orang, saya tikam orang, saya durhaka sama kedua orang tua saya. Ente tidak usah berkecil hati dulu sahabat Nabi menyembah patung sampai mendapatkan hidayah dan berkumpul dengan baginda Nabi kita Muhammad Saw
Makanya Firman Allah Swt

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ
ٱلرَّحِيم

“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang
Dalam hadist qudsi wahai hamba ku sesungguhnya dosa kamu sampai langit. Lalu kau datang kepadaku minta ampun,taubat, mengemis sama Allah bertekad, berjanji tidak akan mengulangi lagi akan aku ampuni itu dan aku tidak peduli banyak nya dosa itu
Ada satu hadist itu biasanya tedengar di hari-hari raya kalau sudah berada di hari raya iblis marah-marah. Lalu anak buah iblis nya bertanya kepada iblis yang marah-marah tersebut, wahai tuan kami siapa yang membuat mu kecewa kita bakal binasakan orang itu. Lalu kata raja iblis berkata tidak ada apa-apa hanya saja aku marah lantaran bulan Ramadhan banyak dari hamba Allah Swt yang di ampuni dari dosa nya. Maka bagi kalian cukup bantu saya bikin mereka itu lalai. Sampai mereka di murkai kembali oleh Allah Swt.
Oleh karena itu mudah-mudahan Allah Swt tidak mengharamkan kita menjadi orang baik. Kita semua malam ini dan besok mudah-mudahan panjang umur sampai penghujung di akhir Ramadhan mudah-mudahan menjadi orang yang selalu lebih baik amal ibadahnya dan yang paling utama jangan sampai kita ketinggalan di waktu-waktu mulia ini dari pada taubat sama Allah Swt. Malam ini kita kumpul tujuan nya satu agar Allah Swt merahmati kita memberikan ampunannya. Mendapatkan ridhonya Allah Swt merupakan yang paling mahal oleh karena nya mudah-mudahan Allah Swt tidak mengaramkan keridhoannya untuk kita. Ya Allah kami memohon ridho mu da surga mu dan kami berlindung dari murka mu Ya Allah, dari kemarahanmu. Dan kami berlindung dari pada nerakamu.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.