Majelis Rasulullah Tidak Libur Di Bulan Ramadhan

{mosimage}Sebagaimana telah kita maklumi bersama bahwa Majelis Rasulullah bimbingan Habib Munzir ini tidak diliburkan di bulan Ramadhan, dengan alasan bahwa para salafussholih menghentikan Majelis – Majelis taklimnya di bulan Ramadhan karena mereka sibuk dengan Al Qur’an, dan memang di zaman mereka kesemuanya diliburkan, madrasah libur, sekolah libur, pekerjaan libur, warung – warung dan pasar pun libur, namun kini kesemuanya berbalik, sekolah tetap berjalan sebagaimana biasa, demikian pula perkantoran, pekerjaan, toko – toko semakin semarak, pasar – pasar semakin ramai dan warung – warung bahkan restoran pun tetap buka, lalu mengapa justru Majelis harus libur?

Apakah keduniawan harus lebih diutamakan daripada ke ukhrawiyan justru di bulan Ramadhan?, dan memang aslafuna sholihin menghentikan Majelis taklim di bulan Ramadhan karena mereka tenggelam dalam Al Qur’an, namun kini saat Majelis diliburkan siapakah yang sibuk dengan Al Qur’an?, terutama pemuda – pemuda kita dan para remaja yang justru makin menggila dengan aktifitas – aktifitas jumpa artis, kuis di televisi dan lain sebagainya di bulan ramadhan, oleh sebab itu Habib Munzir memilih untuk tidak menghentikan Majelis – Majelis nya di bulan ramadhan, demikian pula Guru mulia beliau, Al Allamah Al Habib Umar bin Hafidh, yang tidak menghentikan Majelis senin petangnya di Tarim Hadramaut, bahkan beliau menyebarkan murid – muridnya untuk berpencar diseluruh penjuru seputar hadramaut di bulan ramadhan untuk mengisi ceramah – ceramah di masjid – masjid sepanjang bulan Ramadhan.

Wallahu a’lam…