السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اللهم لك الحمد شكرا ولك المن فضلا وأنت ربنا حقا

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ

ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

Hadirin hadirat rahimakumullah, wabil khusus para habaib, para asatiz, para kyai, yang tidak saya sebutkan nama nya satu persatu tapi tidak mengurangi rasa cinta dan takdhim saya kepada mereka.

Kita bersyukur pada Allah Swt kita dihadirkan pada malam ini, kita mendengar shalawat dan salam kepada Baginda Muhammad Saw, dan juga mendengar ringkasan biografi beserta syamail akhlak mulia Nabi Muhammad Saw yang di gubah dan diuntai oleh Guru Mulia Kita Al Habib Umar bin Hafidh dalam maulid nya Adh Dhiya’ ullami’, tidak kita ragukan lagi pembacaan maulid ini merupakan pembuka pintu pintu rahmat Allah swt. Hujan rahmat turun mengguyur kita membasahi dan memenuhi bathin relung hati kita, Insya Allah, sehingga tidaklah kita bangkit dari majelis ini melainkan telah bertambah cahaya iman dalam hati kita dan fikiran kita. Hati kita serta ruh telah bertambah kuat nya dalam memegang teguh ajaran Nabi Muhammad Saw.

Begitu juga dari yang telah kita dengar penyampaian dan ilmu ilmu bermanfaat dari guru kita Al habib Abdurrahman Al Habsyi dan dilanjutkan oleh Al habib Ahmad Al Kaff, apa yang mereka sampaikan tidak keluar dari ilmu yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad Saw. Generasi dari generasi sahabat sampai pada generasi sekarang tidak berubah dan tidak dibuat buat, apa yang diterima oleh para sahabat maka itu yang kita terima sekarang dan baru saja kita dengar.

Hadirin hadirat rahimakumullah, saya teringat ketika dahulu berserta teman teman saya diantara nya Al Habib Munzir Al Musawa, ketika kita di hadramaut beberapa waktu sebelum kita pulang, guru mulia Al Habib Umar bin Hafidh mengatakan  “Kalian nanti akan mendapati zaman tersebarnya ilmu” dan ini merupakan bizarah kabar gembira kepada kita khusus nya umat Islam, bahwa akan kembali kejayaan Islam, kemuliaan Islam dan kembali nya umat Islam berpegang teguh kepada ajaran Allah Swt yang dibawa Nabi Muhammad Saw dan hanya ada satu jalan yaitu ilmu yang diwariskan oleh para ulama, dari ulama yang sebelum nya dari ulama yang sebelumnya terus bersambung sanad riwayat nya sampai kepada ilmu ilmu yang diterima oleh para sahabat dari baginda Nabi Muhammad Saw.

Akan tetapi Al Habib Umar juga mengatakan bahwa marhalah sekarang ini, periode sekarang ini adalah periode menyatukan hati orang untuk ingat kepada Allah Swt, artinya belum sampai pada marhalah periode tersebar nya ilmu tersebut tadi dan itu yang iita lihat di negeri kita di Indonesia ini khusus nya di kota kota besar bahkan diluar kota besar juga, banyak terjadi perubahan dalam semangat dakwah dan Islamiyah, maulid maulid semakin semarak, dan semakin banyak majelis majelis ilmu tersebar dimana mana.

Jika generasi orang tua kita, mereka menyaksikan mungkin sekitar 20 atau 30 tahun yang lalu majeli taklim yang hadir biasa nya para orang orang tua atau yang sudah berusia lanjut, dan jarang pemuda mudi yang hadir majelis kecuali mereka yang dididik sejak kecil dan diajak sejak kecil hadir majelis berkumpul bersama ulama dan habaib, seperti majelis di Kwitang yang banyak para ulama yang jika dipandang wajah nya saja sudah mengingatkan kita pada Allah Swt, seperti Al Habib Ali bin  Abdurrahman al Habsyi, Al Habib Muhammad bin Ali al Habsyi, Al Habib Salim Jindan, Al Habib Ali bin Husein al Athas, tapi pada masa itu orang masih sedikit yang tertarik kepada majelis majelis ilmu, bahkan majelis maulid pun tidak semarak dan sebanyak seperti sekarang ini. Apa yang membedakan kita dengan zaman yang dulu ? adalah Allah Swt yang menggerakkan hati orang di zaman ini untuk mau mendekatkan diri kepada Allah swt, ingin mendekatkan diri dengan ilmu.

Dan Alhamdulillah beberapa tahun ini almarhum Al Habib Munzir al Musawa mendapatkan perintah dari Guru Mulia Al Habib Umar untuk memulai pembacaan  kitab fiqh Risalatul Jamiah yang tadi diajarkan oleh Al habib Abdurrahman Al Habsyi. Kitab Risalatul jamiah ini sebenar nya kitab yang paling dasar di Hadhramaut, di negeri lain termasuk Indonesia pesantren pesantren nya mengajarkan kita Risalatul Jamiah. Kitab yang tipis, tapi kitab ini adalah kitab yang lengkap, terkandung didalam nya ilmu ilmu yang wajib untuk umat Islam ketahui. Ada ilmu Tauhid nya secara ringkas, ada juga ilmu fiqih nya dan ini hanya dibatasi pada ilmu ibadah saja, dari perkara wudhu, sholat sampai haji, kemudian ditutup dengan ilmu yang ketiga yaitu dengan ilmu Tasawuf atau ilmu Akhlak. Seperti tadi yang di contohkan guru kita tentang Ikhlas dan itu adalah ilmu yang berkenaan dengan hati, akhlak kita dalam beribadah kepada Allah swt untuk ikhlas tulus hanya karena Allah swt.

Maka saya teringat Al Habib Masyhur bin Hafidh, kakak dari Al habib Umar bin Hafidh beliau mengatakan, kitab ini seandainya nanti imam Al Mahdi al Muntadhar akan muncul di akhir zaman, tidaklah beliau akan memerintahkan kecuali seperti yang ada di dalam kitab ini untuk diajarkan kepada umat Islam. Karena dalam kitab ini terdapat ilmu yang inti yang setiap umat islam harus mengetahui, menjelaskan bagaimana kita bertauhid kepada Allah Swt dengan aqidah yang shahihah atau yang dikenal dengan aQidah asy ‘ariyyah Ahlussunnah wal jamaah, bagaimana tata cara ibadah yang betul, sholat kita puasa kita, zakat kita, haji kita. Diperbaiki dengan cara yang betul, kemudian yang bersifat hati yang inti nya ada dua hal yang pokok  dan artinya membersihkan hati kita dan sifat sifat dan hal hal yang buruk, seperti sifat sombong takabur, pemarah, riya, ujub dan lain lain dan itu telah ada tuntunan yang disampaikan para ulama supaya kita sadar, karena berapa banyak orang yang tidak sadar bahwa diri nya mempunyai sifat sifat buruk, tapi ketika dia mendengar dari guru atau dari orang lain dalam pengajian atau diluar pengajian, baru membuat dia sadar akan sifat buruk nya.

Inilah mulia nya ilmu, inilah mulia nya menuntut ilmu hadir di majelis majelis para ulama sholihin, berapa banyak orang yang hancur di kehidupan dunia dan akherat terkadang karena dia tidak tahu  tuntunan Nabi Muhammad Saw dan berapa orang terselamatkan dengan sebab dia hadir majelis ilmu dan mendapat ilmu yang bisa membenahi keadaan diri nya, inilah hikmah hikmah para ulama yang harus kita sampaikan,

Al habib  Umar bin Hafidh menyatakan perkataan singkat dan sederhana namun sangat berarti dan bermanfaat dalam mengobati penyakit hati kita yaitu penyakit suudzon atau buruk sangka. Melihat orang lain selalu berprasangka buruk, walau kadang tak diungkapkan tapi dihati kita muncul, dan itu adalah hal yang tidak bagus, Rasulullah saw bersabda “Tidak ada dua sifat yang lebih buruk yaitu buruk sangka kepada Allah swt dan buruk sangka kepada hamba hamba Allah swt “, sebaliknya “Tidak ada sifat yang lebih afdhal dari dua sifat ini yaitu baik sangka kepada Allah swt dan baik sangka kepada hamba hamba Allah swt”.

Saya teringat beliau Al Habib Umar bin Hafidh mengatakan, dan merupakan kewajiban bagi saya untuk menyampaikan berbagi ilmu , beliau mengatakan, “Tidaklah seorang bersuudzon prasangka buruk kepada orang lain muncul dihati nya maka ketahuilah sifat yang dituduhkan itu ada pada diri nya (si penuduh)”.

Seandainya sifat itu tidak ada pada diri nya tidak akan muncul prasangka terhadap sifat buruk pada orang lain.

Misalnya, kalau kita melihat seseorang sedang beramal sedekah atau lain nya, dan kita berprasangka bahwa orang itu riya maka ketahuilah bahwa dalam hati kita ini ada penyakit riya, sehingga dari penyakit hati kita itu menyangka orang lain bersifat sama seperti kita. Bahkan terkadang diri kita tidak tahu bahwa kita punya penyakit itu dalam hati. Seandainya hati kita tidak punya penyakit riya, maka tak akan muncul prasangka itu bahwa orang lain riya dan demikian pula pada contoh lain nya, berarti penyakit itu ada didalam hati kita.

Dan dari kalimat beliau yang singkat ini kita bisa membalikkan kepada diri kita pribadi, jika melihat orang lain lalu muncul suudzon, maka cepat tersadar bahwa kita mempunyai penyakit itu dalam hati kita. Bukan orang lain yang kita tuduhkan. Jika kita suudzon pada diri kita justru baik dan bagus, untuk mawas diri dan merendah bahkan seharus nya menganggap orang lain lebih baik dari kita. Merasa diri kita mempunyai banyak keburukan dan orang lain lebih baik, inilah ilmu yang bermanfaat , ilmu yang menambah kita dekat dengan Allah swt, menambah kita mawas diri mengetahui kelemahan diri kita dan kerendahan kita.

Jangan sampai orang yang mempunyai ilmu dan beramal yang banyak namun dikategorikan sebagai iblis, orang orang yang sombong, yang ketika turun perintah Allah Swt pada iblis agar sujud kepada Nabi Adam As semua malaikat tunduk dan patuh kepada Allah Swt untuk sujud kepada Nabi adam As, bersujud dalam hal ini bukan dalam bentuk ibadah,  bukan menyembah kepada Nabi Adam As  melainkan sujud ihtiram, sujud penghormatan, memuliakan karena di syariat sebelum kita sujud itu masih diperbolehkan jika berniat untuk meghormati, seperti adat kebiasaan kepada raja, orang tua. Tapi dalam syariat Islam sebagai penerus milad Ibrahim As, Nabi kita Muhammad saw mengharamkan sujud kepada siapapun selain kepada Allah Swt. Rasulullah saw menyatakan “Seandainya saya perintahkan seseorang sujud kepada orang lain maka akan kuperintahkan para isteri sujud kepada suami nya” dari besar nya hak suami atas isteri. Tapi tidak ada yang semacam itu, dan sujud hanya kepada Allah Swt dalam syariat kita, walau syariat Nabi Nabi sebelumnya diperbolehkan, tapi bukan dengan niat ibadah hanya untuk penghormatan saja.

Hadirin rahimakumullah, kemuliaan ilmu itu adalah kemuliaan yang tidak ada diatas nya kemuliaan yang lebih dari ilmu. Sehingga dalam Al Quranulkarim, Nabi Muhamad Saw diperintahkan oleh Allah Swt untuk selalu berdoa رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا   (QS Thaha [20]: 114) “Katakan Ya Muhammad : Ya ALLAH TAMBAHKAN AKU ILMU”. tidak dikatakan  ya Allah tambahkan saya harta atau kekuasaan atau lain nya. Untuk hal yang bersifat duniawi Nabi kita Muhammad Saw mengajarka kita zuhud, seperti zuhud kepada harta dan ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw dan para sahabat zuhud kepada pangkat dan lain sebagainya. Tapi ilmu ini sesuatu yang mulia, sampai Allah Swt yang memerintahkan Langsung ” Ya Muhammad, mintalah kepada KU untuk ditambahkan ilmu رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Begitu juga pada zaman Nabi Sulaiman as, Nabi Sulaiman as ini kita mengetahui bahwa Allah swt berikan kerajaan dan kekuasaan yang belum pernah orang lain mendapat seperti itu, para binatang dan jin serta manusia tunduk dan patuh kepada Nabi Sulaiman As.

Allah swt kisahkan dalam Al Quran yang arti nya, bahwa suatu hari Nabi Sulaiman sedang berjalan bersama rombongan beliau as, dan sedang membutuhkan air dalam perjalanan dan mencari sumber mata air, dan yang biasa nya tahu tempat mata air adalah burung hud hud. Nabi sulaiman bertanya mencari burung hud hud yang belum nampak kelihatan, tidak lama burung hud hud pun terbang datang dari negeri Yaman kepada Nabi Sulaiman As, burung hud hud membawa kabar tentang ratu Balqis dan kaumnya yang masih menyembah matahari, tidak menyembah Allah Swt. Burung hud hud ketika berjumpa Nabi Sulaiman mengucapkan suatu perkataan yang membanggakan diri nya kepada seorang Nabi dan Rasul , seorang yang alim yang dekat dengan Allah swt “Wahai Nabi Sulaiman, saya mengetahui sesuatu yang kamu tidak ketahui”. Burung hud hud membanggakan diri dengan ilmu pengetahuan yang Nabi sulaiman tidak tahu, saya membawa kabar bahwa disuatu negeri terdapat suatu kaum di negeri Yaman yang mereka belum menyembah Allah Swt, mereka masih menyembah kepada selain Allah Swt. Demikian seekor burung membanggakan ilmu kepada Nabi sulaiman.

Ilmu itu sesuatu yang paling mulia, dengan ilmu menjadikan seeorang itu bisa dekat dengan Allah Swt , dengan ilmu menjadikan orang bisa menjadi selamat dan kita lihat keadaan umat Islam di segala penjuru dunia, kita lihay di Suriah, di Yaman, terjadi pemberontakan kepada pemerintah, peperangan dan jika kita lihat di Syam, di Suriah sudah ratusan ribu umat Islam menjadi korban. Dan telah terjadi bertahun tahun dan belum juga selesai bahkan semakin berkecamuk, kenapa bisa terjadi demikian? mungkin mereka lalai kepada suatu ilmu yang diajarkan para ulama yang bersumber dari ajaran Nabi Muhammad Saw, yaitu sebuah hadits hendaklah kalian mendengar dan taat kepada pemimpin kalian, walaupun yang memimpin kalian budak habasyah “Selama pemimpin itu muslim maka kita tidak boleh berontak, walau itu pemimpin yang dhalim, selama dia muslim dan menegakkan sholat maka kita wajib taat dan selama perintah nya bukan maksiat”.

Oleh karena itu para ulama dan hadits hadits yang lain mereka mengambil satu qoidah, suatu pepatah perkataan mengatakan pemimpin atau raja yang  yang dhalim pada rakyatnya masih lebih baik daripada fitnah yang kekal berjalan”, fitnah seperti perpecahan, peperangan seperti yang kita lihat sekarang itu adalah bukti nyata bahwa pendapat Ahlussunnah waj jamaah adalah benar ada nya, kita wajib taat kepada pemimpin. Maka dari itu jangan sampai terjadi pada negeri kita seperti itu, perpecahan peperangan , jika ada faham faham yang terlalu kerasa terhadap pemerintah, maka perlu di teliti dahulu ini faham yang mana, ajaran yang mana, ulama yang mana.

Jalan kita telah lurus dan jelas sesuai tuntunan Nabi Muhammad Saw, wajib kita taat pemimpin dan bersabar atas segala kejadian di negeri. Bahkan Rasulullah saw berpesan kepada para sahabat, bahwa nanti akan muncul pemimpin pemimpin yang dhalim, yang mereka mengambil hak kalian dan tidak memberikan hak kalian. Maka bagaimana sikap dan kewajiban rakyat, Rasulullah saw menyatakan tetap tunaikan kewajiban kalian kepada raja atau pemimpin, sedangkan hak hak kalian minta lah kepada Allah Swt.

Jika kita sekarang sekarang ini jauh dari tuntunan Illahi, lemah iman kita, lemah hubungan kita kepada ALlah swt, maka jika keadaan ekonomi dan keseharian sedang dalam kesusahan kebanyakan orang akan tertekan beban fikiran. Namun jika kita kembali kepada Allah swt, kita akan tenang.

Mari kita tutup pengajian kita dengan kita berdoa kepada Allah Swt, kita mohon kepada Allah Swt agar dibuka pintu pemahaman kepada ajaran Nabi Muhammad Saw, hati kita yang kita rasakan keras , beku, lemah dan malas dalam menjalankan ibadah, semoga Allah Swt lunakkan dan cairkan kebekuan hati kita, semoga Allah Swt kuatkan agar semangat menjalankan ibadah, agar banyak beribadah kepada Allah Swt, agar senantiasa mau bertawakal kepada Allah Swt dan memohon kepada kemurahan Allah Swt.

Kita mohon kepada Allah Swt supaya dikuatkan iman kita, Allah Swt mantabkan keyakinan kita, Allah Swt menjadikan kita orang orang yang mengikuti sunnah Nabi Muhammad Saw, Allah Swt jadikan kecintaan kita adalah kecintaan kepada ilmu Nabi muhammad Saw, Allah Swt membersihkan hati kita dari kecintaan selain kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw, kita mohon kepada Allah Swt agar dosa dosa kita yang telah lalu, dosa yang kita kerjakan yang tidak ada orang tahu kecuali kita dan  Allah Swt, semoga Allah Swt berikan kita taubatan nasuha, berikan kepada kita taubatan nasuhan,

Ya Allah Ya Allah.

رَبَّنا ظَلَمنا أَنفُسَنا وَإِن لَم تَغفِر لَنا وَتَرحَمنا لَنَكونَنَّ مِنَ الخٰسِرينَ

Ya Allahu ya Allah

Pandanglah kami dan segenap umat Nabi Muhammad saw. Saudara saudara kami di Yaman, di Suriah. Saudara saudara kami di Iraq, di Palestina dan di segenap penjuru bumi yang di dzalimi yang tertindas, yang terjajah. Pandanglah mereka dengan pandangan rahmat MU, kasihanilah mereka karena Engkaulah sebaik baik yang mengasihi hamba Nya.

Ya Allah umat Nabi Muhammad sedang tertindas, umat Nabi Mu Muhammad sedang tertekan, sedang tersiksa, tidak ada penolong kecuali Engkau Ya Allah. Angkat segala kesusahan umat Rasulullah Saw, angkat penderitaan umat Nabi Muhammad Saw. Ya Allah kami harapkan pandangan rahmat Mu kepada umat Rasulullah Saw.

Ya Allah kami harapkan belas kasihmu kepada umat Nabi Muhammad saw,

لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ، وَرَبُّ الْأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ)

 رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُوَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Jasatul Itsnain Majelis Rasulullah SAW

Senin 13 April 2015, Masjid Raya Almunawar Pancoran

– Habib Hamid Barakwan –