Jasatul Istanain Majelis Rasulullah SAW

Senin, 21 Maret 2016

Habib Muhammad Baghir Bin Yahya

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُوْرِ اْلأَنْوَارِ وَسِرِّ اْلأَسْرَارِ وَتِر يَاقِ اْلأَغْيَارِ وَمِفْتَاحِ بَابِ اْليَسَارِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ وَآلِهِ اْلأَطْهَارِ وَأَصْحَابِهِ اْلأَخْيَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ وَإِفْضَالِه

  

Yang kita hormati guru-guru kita wabil khusus tamu kita Alhabib Ahmad Bin Abdurahman Bin Thohir semoga Allah berikan beliau panjang umur sehat afiyat, guru kita AlHabib Hud Bin Muhammad AlBaghir Alathos semoga diberikan panjang umur sehat afiyat, Guru kita AlHabib Ja’far Bin Muhammad AlBaghir Alathos semoga diberikan panjang umur sehat wal afiyat, Guru kita AlHabib Alwi Bin Abdurahman AlHabsyi semoga diberikan panjang umur sehat afiyat, Guru kita AlHabib Ramzi Bin Fuad AlMusawa semoga diberikan panjang umur sehat afiyat, dan para orang tua para sesepuh para jamaah hadirin hadirot yang dimuliakan Allah SWT, kita semua yang hadir pada malam ini mudah-mudahan kita semua selalu dianugerahkan kesehatan ke afiyatan, Allah SWT mudahkan urusan kita dunia Akhirat, diqabulkan niat kita hajat kita harapan kita doa kita (aamiinn yaa Allah Yaa Robbal’alamiin).

Sedikit melanjutkan apa yang disampaikan minggu yang lalu mengenai tata cara untuk mendapatkan cahaya Allah SWT diantara tata cara untuk mendapatkan cahaya Allah SWT kita memiliki rasa takut kepada Allah SWT, memiliki rasa keinginan atas anugerah-anugerah Allah SWT, memiliki rasa kerinduan kepada Allah SWT khususnya, maka dari itu ketika kita memiliki rasa takut bayangkan bagaimana tentang ancaman-ancaman Allah SWT, Neraka Allah SWT, Azab kubur dan lain sebagainya.

Rasa takut ini akan mendorong semangat kita untuk semangat beribadah kepada Allah SWT. Memang terkadang rasa takut secara berlebihan tanpa rasa pengharapan akan menghancurkan hati juga, artinya menjadikan orang akan berputus asa tapi perlu rasa takut dan juga perlu rasa pengharapan. Dalam sifat alkhouf perlu juga rasa pengharapan kepada Allah SWT, ketika kita bagaimana rasa takut? Kita semua akan mati lewat umur kita maka kita akan mati. Tapi coba kita bayangkan kalau kita mati setelah kita mati, kita akan dikuburkan akan dipertanggung jawabkan itu yang harus kita pikirkan, rasa yang seperti ini mendorong kita untuk tidak mau menyia-nyiakan waktu kita dan semangat beribadah kepada Allah SWT. Dilain itu tumbuhkanlah rasa pengharapan, kalau anak kecil saja ketika diberikan iming-iming sepeda dia langsung berharap mendapatkan sepeda sampai belajar mematuhi perintah orang tuanya dan lain sebagainya. Bagaimana kita umat Rasulullah SAW yang dijanjikan surganya Allah SWT dijanjikan kenikmatan, dijanjikan kemuliaan, bahkan dijanjikan keridhoan dari Allah SWT, apa kita tidak mengharapkan atau menginginkan surganya Allah SWT, apa kita tidak berharap ingin mendapatkan ridhonya Allah SWT, apa kita tidak berharap menginginkan  mendapatkan kenikmatan-kenikmatan dari Allah SWT? Sedangkan kenikmatan dari Allah SWT yang kekal disurganya Allah SWT, kalau didunia tidak seberapa nikmatnya didunia bosen, apa yang tidak bosen? Semuanya membosankan didunia, apa lagi semakin banyak semakin banyak semakin bosan. Beda kalau disurga nikmat semakin bertambah semakin nikmat semakin banyak semakin indah. Kaya kita coba mau makan ambil nasi satu piring, sudah penuh kita makan lalu abis selesai lalu nyendok lagi, sama seperti yang tadi ukurannya banyak, saya yakin yang kedua tadi tidak habis disisain, kenapa? Karna ini Cuma nafsu dorongan dalam kehidupan, kita pengen nambah tapi kita sudah kenyang, ini nafsu ini nikmat dunia cuman sebatas begitu saja ketika ente nambah ente sudah selesai. Makanya sesuatu yang makin banyak kita lakukan semakin bosan apalagi didunia, kecuali beribadah kepada Allah SWT makin banyak makin baik. Tapi kalau sisi dunia apa? Makin banyak uang maka makin pusing, jangan dipikir orang yang banyak uang tidak pusing, mau simpan uangnya takut-takut mau simpan dimana? Dibank? Riba, mau simpan di tempat tidur nanti ada maling, pusing dia gara-gara duitnya sampai tidak bisa tidur mau simpan duitnya dimana?. Ada lagi orang dikasih duit banyak tapi penyakitan, penyakitnya mahal-mahal apa penyakitnya?kanker dan lain sebagainya. Jadi orang punya uang banyak pengeluarannya makin banyak. Tapi kasian orang yang tidak punya uang pengeluarannya banyak, itu palung kasian itu (mudah-mudahan insyaAllah uangnya jadi banyak, amiinn).

Nikmat dunia membosankan, apa lagi nikmat? Makan-makanan macem-macem makanan yang baru-baru membosankan. Iya satu kali cobain “ini bagus nih ada makanan ditempat itu tuh enak” (masya Allah ini pemburu-pemburu kuliner biasanya) “ada makanan enak tuh”. Sudah makan ini dia, besok mau makan lagi, itu lagi 3-4 kali bosen “sudah ah, sudah tidak enak, pertamanya doang enak”. Inilah nikmat dunia. Makanya kalau punya anak, anak kita senang sama sesuatu apa? Kita nih lagi ngeri makanan ini ada apanya ada apanya, besok kasih yang banyak sekalian, sekali dia makan kasih yang banyak. Contoh : anak kita senang bakso, setiap hari makan bakso tidak boleh lihat ada orang tukang bakso lewat bunyi tok tok tok udah langsung “bu bakso bu, pak bakso pak” setiap hari belinya bakso aja. Nah ketika dia mau makan bakso beliin jangan tanggung-tanggung beliin sepuluh mangkok suruh makan dia, makan sepuluh mangkok rapih sepuluh mangkok, saya yakin abis makan muntah dia. Nah besok-besok tukang bakso lewat kita yang tawarin gausah dia yang minta “mau bakso?” saya yakin dia bilang “ga mau”. Bosen nikmat dunia seperti itu, makanya kita apa? Punya anak kecil seneng makan permen, besok-besok beliik permen sekarung kita taruh didepan dia, kita tumpukin didepan dia “nih permen makan deh” insyaAllah abis makan itu bosen, ga bakal lagi makan permen, giginya udah ancur udah ga bakal lagi makan permen. Ini nikmat dunia bosen, tapi kalau nikmat surga indah, nikmat surga agung, nikmat surga mulia (Allah). Nih kalau digambarkan jeruk, ini satu jeruk kalau didunia kita makan jeruk satu, satu jeruk isinya ada berapa? Ada sepuluh misal satu dimakan, kalau satu rasanya manis semua manis, kalau satu dimakan rasanya asem semua asem, kalau satu rasanya tawar semua tawar, ini dunia. Tapi kalau disurga ngga, kita buka satu jeruk rasanya manis nikmat bagus enak, dimakan satu lagi masih dalam satu jeruk lebih manis lebih enak lebih nikmat dari yang sebelumnya, makan lagi satu lagi begitu juga lebih manis lebih enak lebih nikmat dari sebelumnya, ini nikmat surga, semakin kita ambil semakin bertambah. Itulah kenikmatan surga keindahan surga.Sekarang kalau disebutkan seperti ini, apa kita tidak mau dapetin surga? Mau dapat surga? Yuk berusaha, berusaha dapetin surga.

Dan yang terakhir ketika kerinduan, rindu kita sama Allah SWT, apa? Allah SWT tidak rindu kepada kita, tidak sayang kepada kita? Sangat sayang Allah SWT, kasih sayang Allah melebihi segalanya bahkan Allah SWT tunggu kita, mana yang bangun malam mau tahajjud ditunggu sama Allah SWT, mana yang minta doa, mana yang meminta hajatnya, mana yang bertaubat.

Dalam hadits qudsi disebutkan, bukan hanya itu saja orang-orang yang melakukan perbuatan dosa yang dizaman dahulu dia jauh dari Allah SWT, ketika dia berusaha melangkahkan kakinya untuk berada dijalan Allah, Allah SWT sambut dia walaupun jatuh lagi disambut lagi sama Allah SWT, sampai Allah SWT katakan :

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

 

Artinya : Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Q.S Al Ankabut ayat 69)


Orang berusaha berupaya jalan dijalan Allah SWT, Allah SWT akan tunjukkan jalannya. Kitapun punya salah nih, dosa, tapi kita rindu sama Allah SWT berharap kepada Allah SWT, terus berusaha lawan hawa nafsu kita, lawan keinginan urusan dunia kita, maka akan disambut oleh Allah SWT.

Dengan 3 ini tadi (takut, keinginan, rindu sama Allah SWT) nah itu dimana kita bisa dapetin? Disinilah tempatnya, ditempat seperti ini, dimajelis seperti ini kita bisa dapatkan itu semua. Raihlah cahaya Allah SWT raihlah anugerah Allah SWT kejar terus bagai mana pun kita berupaya kejar kesana kesini kita kejar terus semampu kita sebisa kita kita kejar terus anugerah dari Allah SWT.

Karena sesungguhnya orang yang berusaha mengejar anugerah Allah SWT, adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah SWT, dan mereka orang-orang yang mulia. Tapi sebaliknya kalau ada orang yang justru di menjauhi tempat dimana anugerah Allah SWT turun, cahaya Allah SWT turun, keberkahan Allah SWT turun,maka ini orang yang bodoh. Kalau kita tau oh disana ada majelis ilmu disitu rahmat Allah SWT turun anugerah Allah SWt turun dia ikutin dia cari dia kejar, ini orang baik. Tapi kalau dia yang menjauhi tidak mau hadir majelis, tidak mau mendapat ilmu, ga mau hadir ketempat anugerah Allah SWT, justru ini orang yang bodoh. Terus mau ngapain? Nunggu aja? Nanti saya dapet hidayah dari Allah SWT, selesai baru saya ibadah kepada Allah SWT, nunggu dapet hidayah? Kalau tidak diketuk pintu Allah SWT bagaimana dapetnya? Kalau kita tidak berusaha mencarinya, bagaimana kita bisa dapat? Apa zaman sekarang bisa kita tunggu aja, udah gausah ngaji mungkin nanti insyaAllah dapet kiriman, nanti Habib Alwi penjelasannya Habib Ja’far penjelasannya bakal masuk?  Iyah? Tidak bisa, emang kita nunggu doang bisa? Mau berusaha tapi tidak hadir, buka dulu internet buka dulu youtube baru dapet dia, kalau tidak apa tidak pakai usaha? Nunggu aja tar juga dapet, apa bisa begitu? Nih yang hadir disini duduk dirumah nungguin aja, dapet tidak ilmu? Dapet keberkahan? Dapet rahmat Allah SWT? Tidak bisa, cari!.

Makanya Nabi SAW mengatakan :

“Sesungguhnya Allah SWT diwaktu-waktu seperti ini, diwaktu-waktu yang ada diwaktu kita akan memberikan anugerah-anugerah Allah SWT maka raihlah, carilah, ambillah”.

Ambil anugerah Allah SWT untuk hidupkan hati kita cahaya Allah SWT duduk bersama para ulama, dapet pandangan orang-orang sholeh , kumpul besama pecinta Rasulullah SAW bersama orang-orang sholeh, biar apa? Biar hati kita hidup kembali dengan cahaya yang Allah SWt berikan. Tapi kala tidak mau, tidak bisa. Makanya Nabi SAW bilang :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

Artinya : Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab,”yaitu kelompok-kelompok Dzikir/Perkumpulan yang mengingat Allah SWT.

 

Seperti kita berkumpul mengingat Allah SWT, ini taman surganya Allah SWT tinggal kita yang mau duduk. Rasulullah SAW suruh apa? Suruh raih, ambil karena apa ? disitu ada anugerah Allah SWT, ada cahaya Allah SWT, ada rahmat Allah SWT yang bisa menghidupkan hati kita memberikan semangat.

Berapa dari orang yang mungkin tadi sebelumnya ga tau orang sholeh, belum kenal Rasulullah SAW, walaa dia semangat ibadah kepada Allah SWT, dia sempatkan waktu sejenak saja dia hadir dimajelis ilmu. Subhanallah dalam waktu sejenak Allah SWT bangkitkan hatinya, Allah SWT hidupkan hatinya.

Allah SWT menatap kita, Allah SWT memandang kita. Banyak orang-orang yang disibukkan dengan dunia, namun saat ini kita disibukkan untuk Allah SWT, karena Allah SWt, untuk Allah SWT dan demi Allah SWT, bukan karena yang lainnya, bukan karena tujuan apapun, niat kita tulus karena Allah SWT dan karena Nabi kita Muhammad SAW .

Faquluuu jami’aaannn Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah…..  Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah…..

Laa ilaa ha ilallah….. laa ilaa ha ilallah….. laa ila ha ilallah….. laa ilaa ha ilallah al adzimul haliim, laa ilaa hailallah robbul arsyil adzim, laa ilaa ha ilallah rabussamawati wa rabbul ardhi wa rabbul arsyil kariimm..

Adadaa kholqih wa ridho nafshih waa dzinata ‘arsyih waa midaada kalimaatih

Tolong dibacakan suratul fatihah untuk orang tua jamaah majelis Rasulullah SAW bapak Sugiman bin Daryono yang meninggal beberapa waktu yang lalu mudah-mudahan Allah SWT rahmati beliau, diampuni dosanya, dilapangkan kuburnya. Juga untuk orang tua kita yang telah meinggalkan kita diampuni dosanya oleh Allah SWT dirahmati kuburnya, dijadikan kuburnya raudhoh min riyadil jannah, ala kulli niatin sholihah wa ila hadrotin Nabi musthofa SAW, alfathihah……

Wal afwu minkum

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ