Selamat Datang Wahai Guru Besar Kami

{mosimage}Dengan segenap Puji bagi Maha Raja Tunggal Sekalian Alam Semesta, dan Limpahan Shalawat atas Imam Tunggal yg terpilih memimpin di dunia dan di Akhirat, Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan Sahabat beliau, dan para penerusnya hingga akhir zaman.

Betapa tak tergambarkan kegembiraan ratusan ribu sanubari muslimin di wilayah Indonesia, Malaysia dan Singapura, ketika mendengar bahwa semakin dekatnya kunjungan berkala tahunan sang Imam, Alhabib Al Allamah Assayyid Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh, Guru yg selalu membimbing dengan kelembutan, dan mencirikan Kelembutan ajaran sang Nabi saw, yang siang dan malamnya adalah membimbing ratusan santri dari mancanegara, dan di akhir malamnya adalah tegak dengan kesendirian, hanya berduaan dengan Maha Raja Tunggal di Alam, dan mengakhiri malamnya dengan kedua tangan terangkat tinggi bermunajat dan mengemis curahan Rahmat bagi para muridnya, dan seluruh muslimin.

Tahun 1994 adalah kunjungan pertama beliau ke Indonesia, seorang Da’I muda yg telah mendunia ini pun mengadakan kesepakatan dengan para Ulama dan habaib di Indonesia untuk mengabulkan permintaan mereka dalam menerima siswa siswa dari Indonesia untuk dibimbing oleh beliau di Yaman, tepatnya di kota Tarim, Hadramaut.

Sebagaimana para Ulama dan Habaib angkatan angkatan abad ke 18 dan yg sebelumnya hingga zaman wali songo di abad abad sebelumnya berasal dari Kota Tarim, atau dari Indonesia yg menimba ilmu disana, dan kembali ke Indonesia sebagai da’I da’i pewaris tugas sang Nabi saw untuk berdakwah dg kelembutan dan kasih sayang kepada penduduk bumi.

Sembilan makam para wali itu sebagai saksi abadi bahwa mereka mendatangi negeri ini karena Tugas Mulia yg mereka telah diizinkan Allah swt untuk memangkunya, sebagai penyeru kepada Keluhuran yg Abadi, demikian pula makam maka orang shalih di belahan Nusantara, yg juga bertebaran di Jakarta seperti wilayah Luar Batang, Kwitang, Alhawi Condet, Kalibata dan masih banyak lagi.

Mereka adalah pembawa Panji Tauhid, dengan limpahan kemuliaan Allah swt saat mereka hidup dan Allah swt masih menunjukkan bahkan setelah mereka wafat, bahwa mereka adalah pembawa Rahmat bagi sekalian Alam, penerus tugas sang Nabi saw, sebagaimana makam seorang dari mereka di Aceh, yg banjir Tsunami dengan kekuatan ratusan juta Ton dengan kecepatan rata rata 300km/jam dan tingginya di sebagian wilayah mencapai 30 meter, namun Banjir itu menyingkir dan terbelah di makam tersebut, sama hal nya dengan beberapa masjid di propinsi tersebut.

Bukanlah berarti mereka itu pemilik kekuasaan abadi, namun Allah Yang Maha Raja Penguasa Keabadian menghendaki para kekasih Nya termuliakan di Bumi, dan Jasad yg selalu terang benderang dengan Cahaya Sujud pada Nya, dan masjid masjid yg selalu digunakan untuk sujud kepada Nya, diabadikan Nya bagai Monumen Perlindungan Nya, sebagai Benteng Kukuh disaat Dia menghendaki turunnya musibah di wilayah itu.

{mosimage}Maka kedatangan Da’I besar ini pun bagai Pelangi Nan Indah yg muncul setelah guyuran hujan di Negara ini, tahun 1994 beliau menerima 30 siswa WNI untuk dibimbing ilmu syariah islamiyyah, dan kesemuanya menyaksikan bahwa Guru yg satu ini sangat luar biasa dalam ketaatan, sangat indah perangainya, penyantun, berakhlak mulia, berbudi luhur, dan sangat berkasih sayang pada murid muridnya melebihi pada anak anaknya.

Kami menyaksikan bagaimana Guru Mulia ini selalu memberikan prioritas pada kami dibanding murid murid yg lain dari warga Negara Yaman, beliau selalu berkata pd mereka : “Mereka datang dari jauh, meninggalkan keluarga dan kampung halamannya, untuk mencari ilmu, wajib bagi kita memuliakan para tamu Allah ini..”.

Kami teringat saat Idul Fitri pertama kami disana, semua santri pulang pada ayah ibu mereka, tinggallah kami para pemuda belia yg bermuram durja teringat Idul Fitri di kampung halaman, dengan hati yg trenyuh melihat semua teman teman yg lain bergembira ria dengan keluarganya,
Beliau memahami perasaan kami, malam lebaran itu beliau meninggalkan keluarganya, beliau mendatangi kami, lalu berkata dengan suara sangat teramat lembut : “semua santri telah bersama ayah dan ibunya, dan kalian bersamaku.., aku akan menemani kalian dan bersama kalian bertakbir malam ini”.

Betapa lembut perangainya, suatu saat beliau kedatangan beberapa murid baru yg sangat tak beradab dan sangat banyak membuat pelanggaran, karena murid murid baru itu tidak berniat menimba ilmu, namun orang tua mereka lah yg kewalahan terhadap anak anaknya dan melemparkan anak anaknya ke pangkuan beliau untuk mendapatkan bimbingan.

{mosimage}Kami teringat malam itu Beliau mengumpulkan seluruh mereka dan murid muridnya yg lain, lalu beliau memberi nasihat, lalu tiba tiba nasihatnya terhenti.. suasana pun mencekam, tiba tiba beliau mulai menangis.. menangis.. menangis sekeras kerasnya, seraya berkata : “Bila Dia (Allah) bertanya kepadaku kelak tentang kalian?., Bila Dia meminta pertanggungjawaban dariku atas kalian…, Bila Dia menanyaiku?, dan bila sang Nabi bertanya pula kepadaku tentang perbuatan kalian?, aku harus bertanggungjawab?, Demi Allah, kalau ditindihkan Gunung besar diatas kepalaku hingga aku lumat dan lebur menjadi debu, itu jauh lebih baik daripada sampainya berita tentang buruknya amal kalian kepada sang Nabi (saw)?”, lalu beliau bermunajat dengan tangisnya agar seluruh muridnya dilimpahi hidayah dan keluhuran..

Tahun 1998 angkatan pertama kembali ke Indonesia, dan setiap tahunnya alumni Ma’had Darulmustafa bimbingan beliau yg baru berdiri pd tahun 1997 ini terus menghujani Nusantara, termasuk Malaysia dan kini Singapura, demikian pula Srilangka, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan masih banyak murid murid beliau yg berduyun duyun dari pelbagai Negara menimba ilmu dari Guru Kelembutan ini.

Beliau mendapat penghargaan dari Presiden Republik Yaman Ali Abdullah Shaleh, yg sangat mengagumi beliau, dengan bimbingan Kelembutan dan kasih sayang, dan memang ribuan WNA berdatangan ke negeri itu untuk mengunjungi Sang Guru, lain dengan beberapa Ma’had di beberapa wilayah Yaman lainnya yg banyak mengajarkan kekerasan dan terorisme, dan adapula santri santri dari WNI yg menuntut ilmu di tempat mereka. Ma’had Darulmustafa kini telah meresmikan bimbingan pelajaran dengan 4 bahasa, yaitu Arab, English, Afrika dan Indonesia, dan santri terbanyak adalah berasal dari Indonesia.

{mosimage}Kunjungan Guru Mulia ini ke Indonesia berlangsung setiap tahunnya, untuk menjenguk murid murid beliau yg telah berjumlah ratusan memenuhi Bumi Nusantara ini, puluhan pesantren telah berdiri, ratusan majelis taklim telah dibuka, media televisi, radio, surat kabar, acapkali menampilkan liputan mengenai aktifitas mereka yg selalu berjuang menegakkan dakwah di wilayahnya masing masing dengan kasih sayang, Rahmat dan kelembutan.

Insya Allah Bumi Jakarta akan disentuh langkah mulia beliau dalam beberapa hari mendatang, pada sabtu malam (10 Januari’09) bersama dengan Guru Mulia akan diadakan acara Ziarah ke Makam Al Habib Husein bin Abubakar Alaydrus, Luar Batang, Jakarta Barat. Pada pagi hari minggu (11 Januari ’09), adalah acara puncak, tepatnya pk 10.00wib, yaitu perayaan Haul Al Imam Abubakar bin Salim Fakhrul wujud rahimahullah. Dan senin malam (12 Januari ’09) diadakan beliau akan berkunjung dan menghadiri Majelis salah seorang muridnya, Hamba Allah yg penuh dosa dan sangat membutuhkan bimbingan Sang Guru, Munzir bin Fuad Almusawa, yaitu di Lapangan Monas, hadirin diperkirakan akan mencapai satu juta orang.

Selamat Datang Wahai Guru Mulia pembawa semilir kelembutan.. betapa cahaya kelembutan telah kau tebarkan di sanubari ratusan muridmu di Mancanegara, dan muridmu pun telah pula membina dan memimpin ribuan bahkan puluhan ribu muslimin di belahan bumi barat dan timur, kedatanganmu adalah pelipur lara dan penghibur kesedihan bagi perjuangan murid muridmu yg siang malam jatuh bangun memperjuangkan dakwah sang Nabi saw?

maka Wahai Yang Maha Membangkitkan Kemuliaan bangkitkanlah semangat keluhuran di sanubari kami khususnya dan di sanubari penduduk nusantara ini, dengan kedatangan Hamba Mu yg kau muliakan sebagai pewaris perjuangan sang Nabi saw yg telah dibawa dan diemban oleh para Da’I terpilih Mu dari zaman ke zaman.
Jadikan kedatangan beliau sebagai hembusan Rahmat Mu pd Jutaan sanubari penduduk negeri ini, maka terangkatlah musibah dan bencana, terampunilah dosa dosa, dan sejuklah sanubari hamba hamba Mu di negeri ini, amiin.