Jaltsatul istnain Majelis Rasulullah

Senin, 10 Agustus 2020

Al-Habib Ja’far bin Muhammad Bagir Al-Atthos

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kita ucapkan selamat datang kepada guru kita KH.Salman Yahya dan para Asatidza yang tidak kami sebutkan satu persatu namun tidak mengurangi rasa Ta’dzim dan hormat kami untuk semuanya. Begitu juga yang hadir yang laki yang perempuan yang tau yang muda bahkan yang anak-anak bahkan yang kita hadirkan di dalam hati kita semuanya dan seluruh yang menonton streaming website Majelis Rasulullah Saw dimanapun berada. Mudah-mudahan Allah Swt selalu mejaga kita dari fitnah zaman di jaga oleh Allah Swt dari segala macam musibah, bala dan malapetaka, di berikan panjang umur sehat wal afiyat, keberkahan dunia sampai akhirat Amin Ya Rabbal Alamin.

Sebagaimana biasa kita sebelum membaca dari pada kitab, kita dahulukan terlebih dahulu untuk membaca doa nya Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad dan kit abaca bersama-sama

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Alhamdulillah wa syukrulillah di malam hari ini kita kembali di dalam kajian kita di dalam kitab matan ghoyah wattaqrib yang di karang oleh Sayyidana Syekh Ahmad bin Husein bin Ahmad Al-Asbahani di dalam masih kaitannya tentang sholat yang patut kita lebih menjaga diri kita untuk memperhatikan hubungan kita dengan Allah Swt yang di jadikan sarana setiap hambanya yang beriman untuk berhubungan langsung dengan Allah Swt.

“ sholat adalah penghubung antara seorang hamba dan tuhannya”. Maka senang nya Rasulullah Saw dengan sholat selalu mengatakan kepada Sayyidina Bilal( senangkan aku dengannya wahai Bilal) kalau mendengar suara azan Rasulullah Saw gembira selalu mengatakan (senangkan aku dengannya wahai Bilal). Tidak ada kesenangan untuk kaum sholihin, Muqorrobin, Anbiya wal Mursalin melainkan selalu berhubungan dengan Allah Swt. Dan saat yang paling mereka benci, yang mereka jauhkan adalah saat lalai nya dengan Allah Swt tanpa hubungannya dengan Allah Swt. Dan itu membahayakan dengan setiap hambanya yang beriman dengan Allah Swt saat ghoflah nya dengan Allah Swt. Karena tanpa hubungan dengan Allah Swt di situlah jarring-jaring nya setan menembus hatinya dari pada seorang hambanya Allah Swt. Sehingga di dalam sholat nya kalau sempurna dia akan membawa bekasnya keluar sholat di dalam sholatnya dia sujud dengan Allah Swt, dia luar sholat nya dia juga sujud dengan Allah Swt. Dalam sholat nya dia khusyuk dengan Allah Swt dan di luar sholat nya dia khusyuk dengan Allah Swt. Sehingga sulit untuk di tembus oleh para setan bahkan nafsu kita untuk menggoda orang-orang yang benar-benar khusyuk dengan Allah Swt.

Imam Sya’rowi mengatakan: orang yang bertambah dia punya khusyuk nya di dalam sholatnya bertambah kebahagiannya dari Allah Swt). Kalau kita jaga hubungan kita dengan Allah Swt apalagi yang kurang? “orang yang mendapatkan Allah Swt dalam kehidupannya dia akan mendapatkan semuanya. Tapi orang yang kehilangan Allah Swt kehilangan dari nya segala sesuatu segala apapun hilang baginya walaupun dia dapatkan apapun dari yang ada di dalam hidupnya di dunia tapi dia hilang hatinya dengan Allah Swt sesaatnya mereka itu hal yang paling di benci oleh kaum solihin, kaum Muqorrobin di sisi Allah Swt karena di situlah kesempatan hawa nafsu kita menggoda, setan kita menggoda, dunia kita menggoda. Mudah-mudahan kita di jauhkan oleh Allah Swt. Sehingga Allah Swt perintahkan kepada Nabi “ jangan engkau wahai Muhammad Saw termasuk golongan orang-orang yang lalai”. Sesaat pun Rasulullah Saw tidak pernah hubungannya lewat dengan Allah Swt.

Dahulu Rasulullah Saw ingat Allah Swt berzikir selalu kepada Allah Swt di dalam setiap saat nya. Tidak ada waktunya kecuali dengan Allah Swt, selalu di sisi Allah Swt. Mudah-mudahan Allah Swt jaga sholat kita, hubungan kita dengan Allah Swt di dalam sholat dan di luar sholat di sempurnakan oleh Allah Swt dengan kita mempelajari cara-cara, tata caranya, adabnya untuk kita menghadapkan diri kita ke dalam hadrohnya Allah Swt di dalam sholat Amin Ya Rabbal Alamin.

Di dalam kajian kita di dalam kitab ghoyah wattaqrib masuk kedalam syarat-syarat dalam setiap ibadah. Bukan hanya di dalam sholat. Syarat-syarat sah nya ibadah di antaranya 3 syarat-syarat wajibnya. Ada syarat sah nya ada syarat wajibnya. Di dalam setiap ibadah ada syarat wajibnya. Islam kemudian baligh dan berakal dan di tambahkan thoharoh. Setiap ibadah yang di lakukan oleh hamba Allah Swt tidak luput dari syarat ini, syarat wajibnya. Yang pertama adalah ke islamannya. Di katakana di sini syarat wajib nya sholat 3 perkara. Kalau dulu di dalam kita Safinah, di dalam kitab Mukhtashor terkadang di gabung syarat sah dan wajib itu di jadikan satu menjadi 8. Di sini di pisah, syarat wajib nya sendiri dan syarat sah nya sendiri.

Syarat wajibnya sholat ada 3 perkara. Sebagian ulama mengatakan bukan hanya syarat wajibnya sholat akan tetapi syarat wajib ibadah. Seluruh ibadah harus ada 3 komponen ini.

  • Islam

Penjelasan : tidak sah dilakukan oleh orang kafir dan orang Murtad tapi bedanya orang kafir dia tidak wajib untuk mengqodho sholat nya, beda dengan orang yang Murtad wajib dia untuk mengqodho sholat nya apabila dia tinggalkan dan masuk lagi ke dalam islam. Itu tekanan para ulama agar tidak mudah orang keluar dari islam.

 

  • Baligh

Penjelasan : itu juga dari pada syarat wajib nya ibadah. Keluar dari kata Baligh kata ulama orang yang masih kecil baik laki maupun perempuan tapi kewajiban bagi orang tuanya untuk mengajarkan nya dan mendidik nya di masa Tamyiz di masa anak itu sudah besa membedakan mana yang baik dan yang buruk. Bisa istinja sendiri, bisa buang orang sendiri , berwudhu sendiri, sholat sendiri itu dinamakan Mumayyiz.

 

  • Berakal

Penjelasan : keluar dari kata berakal adalah orang gila, orang mabuk, orang tidur, itu termasuk hilang akal. Kalau sengaja dia melakukannya maka dia wajib membayar qodho. Tapi kalau hilang akal nya tidak sengaja tidak wajib dia membayar qodho. Kalau tidur tidak ada sengaja atau tidak sengaja harus bayar qodhonya. Kalau mabuk bayar qodhonya kalau dia sengaja.

 

Yang tiga ini termasuk batasan taklif orang tersebut menjalankan perintah Allah Swt, melaksanakan kewajiban, meninggalkan larangan-larangan Allah Swt. Jadi semua ibadah masuk di dalam kriteria 3 perkara ini. Kalau ada 3 perkara ini wajib dia melaksanakan seluruh perintah-perintah dan meninggalkan seluruh larangan-larangan Allah Swt.

Sholat-sholat yang di sunnahkan. Padahal ini yang di tuliskan oleh para ulama-ulama kita dari sholat-sholat sunnah yang banyak. Ini hanya di paparkan beberapa saja. Bukan berarti sholat sunnah 5 ini aja. Banyak sholat-sholat yang di sunnahkan oleh Rasulullah Saw, sebagiannya Mu’akkadad sebagian lagi ghoiru Muakkadad. Ada sholat-sholat yang di sunnah kan oleh Nabi Saw yang di tekankan

Maknanya Muakkadad Rasulullah Saw tidak meninggalkan sholat tersebut baik dalam keadaan mukim atau dalam keadaan musafir. Laksanakan sholat-sholat sunnah tersebut. Maka di katakana itu sunnah Muakkadah. Lawannya adalah Ghoiru Muakkadah( sholat-sholat yang tidak di tekankan oleh Rasulullah Saw)

Makna Ghoiru Muakkadah boleh di tinggalkan, bisa di tinggalkan dan dahulu Rasulullah Saw terkadang meninggalkan sholat-sholat sunnah tersebut. Sehingga tidak di tekankan oleh para ulama.

Disini semuanya sholat di sebutkan 5 di antaranya Al’idan ini dari yang Muakkadad yang utama-utamanya. Khilaf ulama dari pada yang paling afdholnya. Di sini Al-Imam Syekh Ahmad bin Husein memasukan yang paling afdholnya ‘id karena kerjaannya jarang sholat setahun sekali. Dua ‘id kata ulama, idul fitri dan idul adha. Ada yang mendahulukan idul fitri ada yang mendahulukan idul adha tapi yang Mu’tamad Ibn Hajar mengatakan idul adha lebih afdhol dari idul fitri. Karena di idul adha ada makna sholat, ada makna puasa, ada makna haji, ada makna zakat, pembersihan yaitu dengan berqurban . maka banyak dari nilai-nilai ibadah yang ada di dalam idul adha maka sebagian ulama kita Ibn Hajar mengatakan idul adha lebih afdhol dari idul fitri. Ada yang mengatakan idul fitri dari lebih afdhol pada idul adha karena setelah melaksanakan puasa romadhon.

Nanti akan di bahas satu persatu di bab nya. Ini hanya global nya saja nanti di pembahasannya akan di sebutkan, jadi kita tidak mengulangi nya lagi kita cepatkan saja.

Sholat Kusyuf atau sholat gerhana matahari kalau gerhana bulan namanya Khusyuf.

Penjelasan : gerhana matahari dan gerhana bulan itu 2 sholat sunnah yang di tekankan oleh para ulama-ulama kita. Jangan sampai kita meninggalkannya walaupun mungkin terulang-ulang dalam satu tahun. Tidak seperti sholat 2 id. Kalau sholat sunnah gerhana mungkin lebih banyak. Terkadang bisa lebih dari 2x bisa lebih dari 3x bisa lebih dari 4 kali dalam satu tahun. Sholat minta turun hujan ini juga nanti akan di bahas di dalam bab nya. Dan sunnah-sunnah yang mengikuti yang wajib-wajib nya atau sholat-sholat wajib dari sholat sunnah rawatib di panggilnya.

Kenapa dinamakan rawatib karena mengikuti dari pada sholat wajibnya dan indahnya sholat rawatib itu tidak dinamakan qodho selama waktu Fardhu nya masih ada. Selama waktu fardhu belum habis. Misalkan qobliyah kita tidak sembahyang qobliyah tapi kita sembahyang nya yang wajibnya setelah magrib misalkan seperti yang di lakukan oleh salafunassholehin di kota Hadromaut. Mereka bukan nya tidak melaksanakan qobliyah magrib walaupun qobliyah magrib itu khilaf

Imam nawawi mengatkan di dalam kitab Roudhohnya tetep sunnah yang mu’tamad di dalam pendapatnya Imam Nawawi qobliyah dari pada magrib 2 rakaat sebelum magrib tapi para ulama kita mengambil hati-hati karena di dalam pendapatnya Imam Syafii yang Qadim

Imam Syafii mengatakan bahwa sholat magrib itu waktunya sangat sedikit sekali. Dia melaksanakan 2 rakaat dan di tabah sholat fardhu nya sudah habis. Tapi di mazhab nya yang baru sampai timbulnya mega putih dan hilangnya mega merah. Kalau sudah tenggelam mega merah kemudian masuk kedalam mega putih  baru habis waktu magribnya agak lamaan sedikit. Dari situ orang-orang hadromaut dan para ulamanya mengambil tidak melaksanakan qobliyah magrib tapi kita di dalam prakteknya di Indonesia mengambil pendapat nya Imam Rofi dan Imam Nawawi juga mengatakan bahwa sholat qobliyah magrib tetap di sunnahkan maka banyak di kita melaksanakannya. Tidak usah kita rubah karena sudah adat kebiasaan di masjid kita melaksanakannya kita ikutin saja dan jangan sampai kita jadikan fitnah baru gara-gara kita, kita bikin heboh, kita bikin macem-macem di masjid akhirnya ada perselisihan gara-gara hal yang sunnah. Gara-gara hal yang perselisihan ulama perbedaan pendapat di antara ulama. Kita tetap melaksanakan qobliyah magrib

Qobliyah magrib termasuk ghoiru muakkada yang tidak di tekankan oleh Rasulullah Saw dan kalau kita tinggalkan qobliyah nya langsung kita sholat magirb kemudian kita mau sembahyang lagi langsung saja kita sembahyang sunnah magrib itu termasuk sholat qobliyah mengqodhonya. Sebenarnya bukan qodho dia jatuhnya, bukan bayar hutang tapi kita hanya memindahkan waktunya saja dan di situ tidak di bilang qodhoan tetap adaan karena waktu-waktu sunnah yang mengikuti sholat wajibnya waktu habisnya sholat sunnah tersebut dengan habis nya waktu sholat wajibnya. Jadi kalau sholat fardhu nya habis baru habis. Kalau kita sembahyang qobliyah nya atau badiyah nya sholat magrib nya sudah habis sudah masuk sholat isya sholat sunnah nya jadi qodho. Begitu juga isya, begitu juga subuh begitu juga zuhur begitu juga asar.

Subuh ulama-ulama kita yang dulu mengatkan bahwa sholat subuh setelahnya waktu karohayatuttahrim maka di tunda sampai waktu dhuha atau waktu isyroq. Kalau kita belum sholat qobliyah subuh, belum sholat 2 rakaat fajar kita tunda kalau sudah mepet waktunya sudah mau terang dan bangun nya kesiangan sholat subuhnya kita tunda jangan habis sholat subuh walaupun boleh dan nilainya ada tapi lebih bagus nya untuk meninggalkan perselisihan pendapat ulama yang mengatakan haram di mazhabnya Imam Abu Hanifah melaksanakan sholat-sholat setealh sholat asar dan sholat subuh maka di tunda oleh para ulama-ulama kita hadromaut terutama mereka tidak menqodho dua rakaat fajar setealh sholat subuhnya. Di tunda sampai sholat isyroq. Habis sholat isyroq dia sembahyang dari pada sholat qobliyah nya. Tapi kalau dia mau melaksanakan tidak apa apa kata ulama.

Karena di dalam mazhab kita Imam Syafii hanya yang punya sebab Muta’akhir yang di makruhkan adalah sholat-sholat sunnah yang mempunyai sebab Muta’akhir tapi kalau qodho tidak di masukan di dalam sebab Muta’akhir dan boleh dia mengqodho sholat di waktu-waktu tersebut yang di haramkan. Termasuk dari pada qobliyah fajar.

Sunnah-sunnah yang mengikuti dari pada sholat-sholat fardhu yang wajib ada 17 rakaat:

Penjelasan: ini ada khllaf dari para ulama dan ini di masukan semuanya. Ada yang Mu’akkadad da nada yang ghoiru Mu’akkadad. Sebagian mengatakan yang Mu’akkadad ada 10 yaitu:

  • Qobliyah Subuh
  • Qobliyah zuhur
  • Ba’diyah asar
  • Ba’diyah magrib
  • Ba’diayah isya.

Setelah nya adalah 7 rakaat yang ghoiru Mu’akkadad masuk di dalam nya witir.

Dan yang di kutip oleh Al-Imam Muhammad bin Husein di dalam kitab Matan ghoyah Wattaqrib adalah:

  • dua rakaat sebelum fajar
  • empar rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya.
  • Empat rakaat sebelum asar
  • Dua rakaat sesudah magrib
  • Tiga rakaat setelah isya 2 rakaat badiyah isya 1 rakaat witir.

 

Berikut penjelasannya:

  • Dua rakaat sebelum fajar:

Penjelasan: barang siapa yang sholat dua rakaat sebelum fajar maka lebih baik dari pada dunia dan seisinya

 

  • Empat rakaat sebelum dan sesudah zuhur

Penjelasan: siapa orang yang menjaga dan memelihara sholat 4 rakaat sebelum dan sesudah zuhur maka Allah Swt haramkan jasad nya dari api neraka.

 

  • Empat rakaat sebelum asar

Penjelasan: Allah Swt merahmati dan menyayangi hambanya yang sholat 4 rakaat sebelum asar

 

  • 2 rakaat setekah magrib

Penjelasan: barang siapa yang sholat 2 rakaat setelah magrib atau 6 rakaat dinamakan juga sholat awwabin dan dia tidak berbicara  setelah sholat magrib akan kami seimbangkan pahalanya selama ibadah 12 tahun. Orang yang ibadah malam selama 12 tahun dan puasa selama 12 tahun

Ada dua mazhab yaitu mazhab sayyiduna umar dan mazhab abi hurairah. Kalau sayyidina umar menta’khirkan witir nya di penghujung akhir malam dan kelompoknya abu hurairah mendahulukan witirnya sebelum tidur.

Berkata abi hurairah aku di wasiatkan oleh kekasih ku Nabi Muhammad Saw 3 perkara

  • 3 hari puasa di setiap bulannya
  • Sholat dhuha walaupun 2 rakaat
  • Sholat witir.

Dan aku tidak pernah meninggalkan 3 wasiat ini. Berkata Nabi Saw waktu sholat sunnah yang paling afdhol ialah pertengahan malam.

3 sunnah yang di tekankan yaitu sunnah Mu’akkadad.

  • Sholat malam
  • Sholat dhuha
  • Sholat tarawih

 

  • sholat malam

penjelasan: ada yang memasukan sholat malam kepada sholat tahajjud. Beda nya sholat malam itu sholat yang di lakukan di waktu malam dari habis magrib sampai subuh. Kalau sholat tahajjud sholat yang di lakukan sesudah tidur di waktu malam. Kalau tidur nya dari habis sholat magrib lalu dia  bangun di waktu isya maka dia sudah bisa sholat tahajjud setelah sholat isya. Tapi itu tidur yang paling di benci  dan tidur yang paling di makruhkan.

 

  • Sholat dhuha

Penjelasan: sholat dhuha yang Mu’tamad nya di waktu matahari sudah naik dan terbit sekedar 1 tombak. Kalau matahari sudah terbit di tambah 16 menit itu sudah di tambah waktu dhuha. Kalau waktu Isyroq ketika matahari terbit. Tapi yang Mu’tamad isyroq itu waktu dhuha.

 

  • Sholat tarawih

Penjelasan: di mazhab kita imam syafii sholat tarawih 20 rakaat dan setiap 2 rakaat harus salam. Apabila melaksanakannya 4 rakaat langsung salam maka tidak di namakan sholat tarawih. Paling dikit 2 rakaat dan sempurna nya 20 rakaat. Kalau mazhab imam malik 30 rakaat

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.