Media asing asal Jepang, NHK Jepang meliput acara pengajian rutin Senin malam Majelis Rasulullah di Masjid Almunawar, Pancoran, Jakarta Selatan (4/4). Jurnalis asal negeri sakura tersebut meliput, sekaligus survei untuk shooting acara Majelis Rasulullah di Almunawar pada tanggal 18 April mendatang.

Dari sekian banyak majelis taklim yang ada di Jakarta, Majelis Rasulullah dipilih karena dikenal dengan pola pengajarannya yang menghargai sesama, dan membahas tuntunan Nabi Muhammad Saw, melalui hadist yang dibahas setiap minggunya. “Saya tertarik dengan masjid ini, karena pertama kali saya dengar, banyak sekali anak muda muslim datang kesini, dan beribadah. Dan menurut yang saya pelajari, karena mereka (Majelis Rasulullah) mengajarkan hal penting seperti keberagaman, saling menghargai satu sama lain,” ucap Jurnalis NHK Jepang, Mashu Uruta.
Sebagai seorang non muslim yang baru melihat acara ini, Mashu Uruta terkejut, karena pengajian Majelis Rasulullah seperti penghelatan sebuah festival, semua dipersiapkan dengan baik. “Saya tidak menyangka bahwa athmosphere acara ini hampir mirip dengan sebuah acara festival,  ada banner, orang bermain alat musik, bagi kami berdoa seperti itu seperti mendengarkan musik, dan terdengar sangat bagus,” lanjut Mashu Uruta, yang juga menjabat seabagai Program Director NHK Jepang.

NHK Jepang melihat keunikan dalam pengajian Majelis Rasulullah, dimana banyak anak muda hadir untuk berdzikir, berbeda dengan kebanyakan anak muda di Jepang. Rencananya, mereka akan melakukan liputan penuh pada tanggal 18 April mendatang, dengan mengikuti aktivitas sehari-hari salah satu jamaah Majelis Rasulullah.

nhk2

Peliputan media asing terhadap Majelis Rasululah bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, sudah ada beberapa media asing meliput majelis taklim yang berdiri sejak tahun 1998 ini. Salah satunya, media Wall Street Journal asal Amerika Serikat, yang mengangkat tentang sosok pendiri Majelis Rasulullah, Habib Munzir Al Musawa sebagai sosok ulama moderat di Indonesia. (ff)