P
intu Langit di Buka, Pintu Neraka di Tutup
Senin, 09 Juli 2012

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

(صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah SAW: “Jika masuk bulan ramadhan, dibuka pintu pintu langit, ditutup pintu pintu neraka, dan para syaitan dibelenggu (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha membuka pintu-pintu keluhuran, dan telah kita dengar di malam ini dimana pemimpin seluruh makhluk Allah yang telah dipilih oleh Allah subhanahu wata’ala sebagai pemimpin bagi seluruh mu’minin, nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang telah difirmankan Allah subhanahu wata’ala :

النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ

( الأحزاب : 6 )

“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” ( QS. Al Ahzaab : 6 )

Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam seharusnya didahulukan oleh orang-orang mu’min melebihi diri mereka sendiri, maka dari itu sabda sang nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang dijadikan oleh Allah subhanahu wata’ala sebagai patokan yang jelas atau tuntunan yang terluhur untuk menuntun hamba-hambaNya dari kehinaan menuju keluhuran, dari keluhuran menuju keluhuran yang lebih luhur, dari kebahagiaan dunia menuju kebahagiaan akhirat. Dan sang pemimpin pembawa kebahagiaan dari Allah subhanahu wata’ala telah bersabda :

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

“ Jika telah masuk bulan Ramadhan terbukalah pintu-pintu langit, dan tertutup pintu-pintu neraka jahannam, serta syaitan-syaitan dibelenggu”

Kalimat ini selintas terdengar biasa saja namun sesungguhnya memiliki makna yang sangat dalam, meskipun sekilas diantara kita barangkali akan bertanya : “mengapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan bahwa pintu-pintu langit akan terbuka, lantas apa yang terjadi jika pintu langit itu terbuka?”. Kalimat ini memilik makna yang dalam dari sang nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kita fahami bahwa ketika telah masuk bulan Ramadhan maka akan terbuka pintu-pintu langit, dimana yang dimaksud pintu-pintu langit disini adalah pintu-pintu rahmat Allah, pintu-pintu anugerah Allah, pintu-pintu keluhuran dan kesucian, yang mana banyak diremehkan dan tidak dipedulikan oleh hamba-hamba Allah yang dicipta di muka bumi, yang nafasnya telah dipinjami oleh Allah yang Maha Memiliknya, dan jumlah nafas-nafasnya telah ditentukan oleh sang pemilikNya, dan jumlah detak jantungnya berada di genggaman penciptaNya, Allah subhanahu wata’ala. Namun diantara mereka banyak yang tidak peduli pada sang pemilik dan penciptaNya, padahal semua akan kembali kepadaNya dan menghadap kehadiratNya, dan ketika itu akan ditanya : “Dimanakah engkau saat engkau mendengar sabda nabimu, apa yang engkau lakukan ketika engkau mendengar sabda nabimu, apa yang ada di dalam fikiranmu ketika engkau mendengar bahwa ketika masuk bulan Ramadhan akan terbuka pintu-pintu rahmatKu, pintu-pintu anugerahKu dan pengampunanKu, pintu-pintu kelembutanKu?”.

Adapun maksud dari pintu-pintu neraka jahannam tertutup di bulan Ramadhan adalah pintu-pintu kemurkaan Allah subhanahu wata’ala ditutup, dimana Allah subhanahu wata’ala akan murka atas perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat agama, namun ketika di bulan Ramadhan akan banyak pengampunan yang dilimpahkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk hamba-hambaNya. Maka sungguh bulan Ramadhan merupakan detik-detik keberuntungan yang terbesar dalam kehidupan yang sementara ini, karena ketika itu sang pencipta sangat dekat kepada hamba-hambaNya dengan kasih sayangNya yaitu dengan membuka pintu-pintu rahmatNya serta menutup pintu-pintu kemurkaanNya yaitu pintu-pintu neraka. Kemudian disebutkan dalam hadits tersebut bahwa ketika masuk bulan Ramadhan maka syaitan dibelenggu, maksudnya ketika itu syaitan dijadikan lemah oleh Allah subhanahu wata’ala. Dimana seperti yang kita ketahui, di bulan selain Ramadhan belum tentu kita mampu melakukan shalat sunnah 20 rakaat (shalat tarawih) setelah melakukan shalat Isya’, namun di bulan Ramadhan kita lakukan hal itu dengan mudahnya karena syaitan telah dibelenggu sehingga menjadi lemah dan tidak berdaya. Namun yang masih tersisa hanyalah bekas-bekas perbuatan syaitan di dalam hati kita, sehingga terkadang masih ada perasaan malas untuk beribadah. Begitu juga di bulan selain Ramadhan, belum tentu kita bisa dengan mudah untuk berpuasa selama sebulan penuh, namun di bulan Ramadhan hal itu lebih terasa mudah untuk kita lakukan. Di hari-hari selain Ramadhan mungkin kita akan masih merasa sulit untuk membaca Al qur’an setiap hari, namun di bulan Ramadhan hal itu terasa lebih mudah kita lakukan. Maka di bulan Ramadhan semua perbuatan baik lebih terasa sangat mudah dilakukan, begitu juga sebaliknya semua perbuatan buruk terasa sangat berat untuk di lakukan di saat kita berada di bulan Ramadhan. Dan ketahuilah jika engkau merasakan hal tersebut, maka berarti engkau sedang berada dekat dengan Allah subhanahu wata’ala, dekat dengan kasih sayangNya dan jauh dari kemurkaanNya. Karena engkau telah terangkat kepada derajat yang tinggi di sisi Allah, dimana semakin tinggi derajat seseorang, maka akan semakin malas untuk melakukan maksiat dan semakin semangat untuk beribadah, dalam keadaan seperti itulah ketika kita berada di bulan Ramadhan yang akan kita lewati dalam setiap tahunnya. Namun ketahuilah kita yang hadir disini belum tentu semuanya akan mendapati bulan Ramadhan, dan jika kita mendapati bulan Ramadhan di tahun ini, maka belum tentu kita akan berjumpa dengan bulan Ramadhan yang akan datang, bisa jadi Ramadhan kali ini adalah ramadhan yang terakhir bagi kita, dan di waktu mendatang mungkin kita telah berada di bawah pendaman bumi, Allahu a’lam.

Saudari saudariku yang kumuliakan
Selanjutnya kita bermunajat kepada Allah subhnahu wata’ala semoga menuntun kita ke jalan yang terluhur di dunia dan akhirah, melimpahkan kebahagiaan di dunia dan akhirah, melimpahkan kemuliaan di dunia dan akhirah, melimpahkan kesucian di dunia dan akhirah, melimpahkan kemudahan di dunia dan akhirah, amin allahumma amin…

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم …لاَإلهَ إلَّاالله…لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ…لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ…لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ…مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.

Kita doakan juga bapak gubernur kita, Bpk H. Fauzi Bowo semoga dilimpahi kemuliaan dan keluhuran, jika seandainya jabatan beliau berakhir di saat ini maka semoga berakhir dengan sebaik-baiknya tanpa ada permasalahan, namun jika jabatan beliau berlanjut maka semoga berlanjut dengan keadaan yang lebih baik dan lebih sempurna, amin. Dan kita berharap sebagaimana selama ini kita telah berjuang bersama beliau, semoga majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terus berjuang bersama beliau dalam dakwah kepada Allah subhanahu wata’ala, dan semoga Jakarta semakin aman, semakin damai dan bersatu, semakin beriman dan semakin mencintai nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan semakin berbudi pekerti luhur, amin allahumma amin. Selanjutnya kita bershalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilanjutkan doa penutup dan kalimah talqin oleh Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Atthas, yatafaddhal masykuraa.