Forum Replies Created

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 11 total)
  • Author
    Posts
  • in reply to: 3 #95945612
    Hendra_Gunawan
    Participant

    qobiltu ya habibiy.

    syukron katsir

    in reply to: ingin menjadi murid #91911472
    Hendra_Gunawan
    Participant

    assalamu\’alaikum

    alhamdulillah akhirnya habib mau buka MR di Bandung

    Bib, ana mahasiswa unpad. dekat dengan ITB. Insya Allah ana akan menantikan habib di Bandung. Kalau nanti markas MR-nya dimana bib? apa di kampus ITB-nya atau di masjid salman ITB. Mesjid itu memang penuh sesak oleh jemaah wahabi. sebaiknya di tempat terpisah saja bib, afwan

    Bib, kalau bisa jangan 1 bulan sekali dong ke bandungnya, minimal 2 minggu sekali bib. Terus terang, ana sangat iri dengan masyarakat jakarta yang sangat sering terisi oleh ceramah habib. kan jakarta-bandung cuman 2 jam bib.

    Kalau bisa ada pengumuman kapan pembukaan-nya di bandung di halaman depan web ini bib.

    Jazakillah bib dah mau ke bandung dan buka cabang di bandung
    kebahagiaan buat para pecinta Rasulullah SAW di bandung

    in reply to: Nabi Muhammad SAW buta huruf atau Genius #77303214
    Hendra_Gunawan
    Participant

    Assalamu\’alaikum

    afwan bib, ana pernah mendengar dari salah seorang ulama (KH M. Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi di bandung) yang pendapatnya berbeda dari habib. kata beliau, Rasulullah SAW bukannya tidak bisa membaca melainkan tidak diperkenankan oleh Allah untuk membaca. Mustahil seorang yg fathonah tidak bisa membaca. dan juga kata beliau makna ummy ada beberapa macam :
    1. Ummy berarti ibu menandakan bahwa beliau mempunyai sifat layaknya seorang ibu yg mencintai anaknya dan beliau mencintai ummatnya
    2. Ummy ditujukan bahwa beliau dari mekkah sebagai ibunya kota-kota di arab.
    3. lupa lagi …

    afwan bib, mungkin ada ikhtilaf tapi ana cuma sekedar penambah wawasan saja dan ana yakin 100 % habib juga punya pegangan yg kuat atau shahih akan makna ummy tersebut.

    in reply to: Pusing #77336614
    Hendra_Gunawan
    Participant

    Assalamu\’alaikum

    afwan bib nanya lagi. Bib, bagaimana hukumnya seseorang yang membayar sejumlah uang supaya diterima kerja di salah satu instansi, apakah termasuk kepada menyuap. karena sulit sekali membedakan mana yang memberi (hadiah/shodaqoh) atau mana yang menyuap, apa bedanya? apakah perbuatan tersebut diharamkan? bagaimana dengan gaji yang selalu diterimanya?

    Bib, bolehkah ana minta amalan supaya segala urusan ana dimudahkan Allah/ada dalam pertolongan Allah, apakah habib memiliki amalannya dan berkenankah mengijazahkannya kepada ana?

    syukron

    in reply to: buku yg dicari #74049014
    Hendra_Gunawan
    Participant

    Assalamu\’alaikum

    Afwan ya habibi minta izin menambahkan, dulu ana pernah mengaji masalah nikah dan ada kitab khusus mengenai pernikahan yaitu uqudullujain (kl tidak salah karangan Syekh Nawawi Al Bantani r.a) dan qurratul uyun. kalau uqud setahu ana banyak membahas mengenai hak & kewajiban, akhlak, dll kalau mengenai sunnah2 hubungan suami-istri dan anjuran para ulama mengenai hubungan suami istri ada di kitab qurratul uyun. Sekarang kedua kitab itu sudah banyak diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul buku yg berbeda2. afwan ya habibi

    wassalamu\’alaikum

    in reply to: bila pernikahan tak disetujui oleh orang tua #73251585
    Hendra_Gunawan
    Participant

    Assalamu\’alaikum

    Membaca kisah dan saran serta nasihat2 dari saudara-saudara ana khususnya yg muliah Hb. Munzir, ana seakan larut dalam situasi yg dialami oleh saudara ana yg ditinggal harimnya dan terkena musibah.

    Sungguh, apabila Allah hendak menyayangi hamba-Nya maka Ia akan memberikan cobaan apakah hamba yg disayangNya tadi dapat melewatinya dg selamat hingga dosa-dosanya berguguran dan kembali kepada Allah dalam keadaan fitrah atau malah sebaliknya.

    Ana sungguh sangat berharap bahwa ini adalah kasih sayang Allah untuk saudara ana yg semoga bisa menghadapinya dg keimanan. Tiada yg bisa ana berikan selain secuil do\’a dari hamba yg faqir ini semoga sebaik-baik rahmat Allah dam maghfirah Allah terkucur deras pada antum dalam menghadapi berbagai cobaan ini. Amin.

    Kalau boleh hamba dhoif ini ikut menyarankan, kalau antum merasa kurang mampu menghadapi hal ini dlm kesendirian, disamping berkhalwat dg Allah maka kiranya lebih baik kalau antum segera lebih banyak mendekatkan diri kepada para orang-orang sholih dg berada di lingkungan mereka sesering mungkin. Misalnya: setiap punya waktu luang antum berkumpul dg kawan2 pengajian, ikut pengajian, bahkan yg lebih afdhol lagi bila antum bisa berkumpul dg para ulama sholih. Dulu ana juga kalau ada masalah selalu merapat pd guru ana tp bukan berarti tiap ada masalah lho. Yg ana rasakan dg lebih merapat pd guru ana adalah ketenangan hati & kemantapan iman (mungkin itulah berkahnya para ulama Allah). Ketenangan dan kesegaran akhirnya ana dapatkan kembali …. tapi ya itu cuma pengalaman ana aja sich yg mungkin entah bermanfaat atau tidak untuk antum.

    wallahu\’alam
    wassalamua\’alaikum

    in reply to: bila pernikahan tak disetujui oleh orang tua #73251291
    Hendra_Gunawan
    Participant

    Assalamu\’alaikum wr wb

    Salam ta\’dim untuk semua pecinta Rasulillah SAW.

    Akhi, kisah antum mengingatkan ana pada pengalaman ana sendiri yg mirip dg kisah antum yg mana dulu ana juga punya calon istri yg sholihah dan hendak menikah tetapi orang tuanya menjodohkannya dg orang lain. Perasaan pelik, sedih, bingung, gelisah, dll pernah ana alami juga. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah dan washilah dari orang-orang shalih terutama para ulama (guru-guru ana) ana bisa melewatinya. Kisah ini juga pernah dialami oleh saudara ana dan sahabat-sahabat ana. Alhamdulillah semuanya menjadi hikmah.

    Akhi, yakinkanlah hati bahwa semua ini adalah ujian indah untukmu dari Allah yg akan mengangkat derajatmu di sisi Allah bila antum menghadapinya dg keimanan. Berbagai perasaan yg saat ini antum sdg jalani memang manusiawi tp janganlah antum terus menerus dibuai olehnya.

    Terus terang ana \"mual\" dg perjodohan yg tanpa alasan yg benar2 untuk kemaslahatan di sisi Allah. Perlu antum ketahui, dulu ana dinasihati oleh guru ana ketika ana pun menilai dg pandangan negatif thd seorang hamba Allah yg saat ini keadaannya \"banyak menyimpang\" dari aturan Allah yg telah \"merebut\" calon istri ana. Guru ana menasehati ana, kata beliau kurang lebihnya: [i]\"antum benar-benar telah berbuat salah, antum telah mencap seseorang yg belum tentu kedepannya mungkin saja dia akan menjadi seorang yg shalih bahkan siapa tahu akan menjadi seorang ulama Allah. Lihatlah alam dunia ini begitu luas, masih banyak wanita yg shalihah. Kalau dia bukan jodohmu maka berbaik sangkalah pd Allah, mungkin saja Allah hendak menggantinya dg yg lebih baik yg saat ini berada diluar jangkauan alam pikirmu dan mungkin saja Allah hendak menyelematkanmu dari fitnah harim tsb. Dan kalau antum menginginkannya, maka mintalah kpd yg memilikinya (Allah Ta\’ala)\". [/i] Begitu pula yg sekarang ini menurut pandangan antum bahwa duda keren yg akan menikahi harim antum ini, belum tentu bahwa dia akan seperti ini sampai matinya. Mudah bagi Allah untuk menjadikannya bagian dari segolongan kekasih Allah. Begitu pula dg antum dan kita semuanya, tiada yg mengetahui apa kedepannya kita khusnul/suul khotimah.

    Ana juga punya seorang sahabat yg mana sebelum dia dijodohkan dg seorang wanita yg sholihah, sungguh sangat tidak terpuji akhlaknya dimana dia dg ketampanannya telah banyak mempermainkan wanita dan gemerlapnya dunia benar-benar telah mengelabuinya. Tetapi alhamdulillah, setelah dijodohkan dg seorang wanita yg sholihah (hasil perjodohan antar orang tua) ya subhanallah akhlaknya sekarang sungguh telah membuat iri ana dan teman-temannya. Afwan bukan ana membela duda keren itu, tapi ana cuma ingin memberi gambaran supaya kita tidak terjerumus pada prasangka buruk, sekali lagi afwan !

    akhi, apa yg telah dikatakan oleh Habibana Munzir (semoga Allah melimpahkan sebaik-baik rahmatNya pd beliau, keluarga beliau dan segenap yg mencinta beliau, amin) adalah mutiara nasihat yg kiranya itu cukup untuk menyegarkan kembali hati antum yg dirundung kebingungan.

    percayalah, setelah ana melewatinya (walaupun calon istri ana yg dulu tidak jadi nikah dg ana) tapi subhanallah, Allah telah menggantinya dg yg jauh lebih baik darinya, alhamdulillah (kalau boleh ana katakan, dari kesholihannya, ilmu agamanya, dan parasnya). Antum tidak mengetahui apa yg akan terjadi di hari esok ataupun kedepannya.

    Kalau antum memang menginginkannya dg niat karena Allah, maka perjuangan antum untuk mendapatkannya selama di jalur yg diridhoi Allah, maka selamanya perjuangan antum itu mulia. Ana sangat mendukung dan ana yg berlumur dosa ini turut mendo\’akan. Ana percaya pd ikhtiar antum. Memang, kalau yg antum hadapi saat ini adalah seorang yg \’alim seperti kyai (orang tua harim antum) maka hadirkanlah pula orang yg sekiranya kedudukannya lebih \’alim supaya mampu menggugahnya. Ana kira banyak para kyai sepuh atau habaib disana yg bisa antum pinta pertolongannya, dan ana yakin beliau2 pasti akan menolong antum. sahabat ana juga dulu begitu, ketika harimnya akan dijodohkan maka dia segera melapor pd guru dari orang tua harim tsb. dan guru dari orang tua harimnya tsb menyanggupi akan meminta putri muridnya untuk dinikahkan dg sahabat ana yg insya Allah shalih.

    hayatilah apa yg dipesankan oleh Habib Munzir pd antum. sekali lagi kalau memang harim antum adalah jodoh antum, maka siapa yg mampu mengubahnya? kalau memang dia bukan jodoh antum, maka mintalah pd Allah untuk menyuguhkan yg lebih baik dari padanya, dan berhusnudzonlah pdnya. kalau gak salah ana pernah denger sebuah hadist, mohon dibetulkan jika salah \"Ya abdi ana \’inda dhonnika wa ana ma\’aka idza dautanii\". Yakinlah bahwa Allah bagaimana prasangka kita terhadapNya dan Allah beserta orang-orang yg selalu berdoa pdNya. Dan terakhir ana pesankan, janganlah berlama-lama dlm berpacaran apalagi dg seorang yg shalihah (ahli ilmu) karena seperti inilah yg bisanya terjadi (berdasarkan beberapa pengalaman para santri), segerakan ikat dia, baik itu dg khitbah terlebih dahulu ataupun langsung menikah. Wanita shalihah banyak dicari orang hatta oleh orang-orang yg bukan ahli ibadah pun ingin beristrikan yg shalihah.

    mohon maaf bila ada yg kurang berkenan ataupun ada kesalahan (mohon dibetulkan), anggap saja sebagai curhat ana dan dukungan ana pd antum. Salam ta\’dim untuk antum dan terutama Hb Munzir Al Musawa. wallahu\’alam

    wassalam
    alfaqir

    in reply to: shalat #72905413
    Hendra_Gunawan
    Participant

    Assalamualaikum Yaa Habibana …

    Jazakillah bib atas do\’anya. afwan ya habib, kalau boleh ana minta amalan/aurod untuk meluluhkan hati kedua orang tua ana. mudah-mudahan beliau mengizinkan maksud ana tersebut. itu pun kalau habib berkenan memberikannya pada ana al faqir. afwan

    wassalamu\’alaikum wr

    in reply to: wanita #72776986
    Hendra_Gunawan
    Participant

    Assalamualaikum

    Ya Subhanallah …
    Ya Habibi, Al Habib Munzir. Ana membacanya seolah hayalan ana terbang akan keindahan akhlak para istri disana. Ana seolah kembali membaca sebuah keindahan akhlak para shahabiyah terhadap suami-suami mereka dan ternyata masih ada kehidupan indah seperti itu di Tarim. Ingin rasanya ana memiliki istri seperti yg habib utarakan di Tarim. Dan ana rasa semuanya juga ingin memiliki keluarga seperti itu baik suaminya yg sholeh atau istrinya seperti di Tarim.

    Semoga menjadi bisa menjadi uswah bagi kita semua, amin.

    in reply to: tato #72061837
    Hendra_Gunawan
    Participant

    Assalamualaikum wr wb

    Afwan kpd Al Habib yg Allah muliakan, ana pernah mendengar dari Asyekh M. Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi, kata beliau dulu para shahabat pun banyak yg memakai tato dan tidak dihilangkan karena alasan seperti yg Habib utarakan.

    wassalamu\’alaikum wr wb

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 11 total)